Seorang pemuda yang bercerai dengan istrinya pergi ke desa untuk mengubah dirinya. Suatu hari saat pemuda itu membersihkan gudang belakang dia menemukan satu buku kuno yang berisi tentang jenis tanaman. Awaln perjalanan di mulai oleh pemuda itu dengan berbagai hal yang tidak disangka dia temukan hingga dia menemukan sang pujaan hatinya yang sesungguhnya. Jika ingin tahu ceritanya silakan baca jika ingin tahu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KBAD 31
Setelah kondisi terlihat aman Irfan segera memeriksa kondisi kakeknya. Dimana kakeknya dibaringkan ditempat tidur yang sudah tersedia. Irfan duduk disamping kasurnya sambil memeriksa nadi kakeknya. Di saat sedang memeriksa Baroni membuka matanya disaat Irfan sedang akan memeriksa nadinya,”Irfan apa ada hal yang ingin kamu tanyakan kepada Kakek kamu ini.”
“Itu benar sekali ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kakek. Tapi aku tidak tahu dari mana aku harus bertanya,”ucap Irfan.
Baroni tahu dari wajah Irfan hanya memberitahukannya apa yang dia ingin ketahui darinya. “Orang yang tadi dia ajak bicara di depan rumah besar adalah pamannya putra kedua kakeknya. Dia bernama Jackron dia dan ayahmu Irfan tidak terlalu baik hubungannya karena berbeda ibu. Ada saatnya Jackron menginginkan apa yang dimiliki oleh ayahmu. Setelah penelitian tentang obat pengikat itu Jackron sangat berubah,”ucap Baroni
Dia mencoba membunuh ayah Irfan dan istrinya dengan menyabotases mobil yang mereka kendarai dan truk yang tiba-tiba menabraknya. Irfan yang mendengar itu tidak terlalu terkejut karena dia melihat foto di ruang bawah tanah.”Kakek apa pamanku itu menginginkan obat pengingat untuk menghancurkan semua organisasi?,”ucap Irfan.
Baroni menggelengkan kepalanya saja dan langsung berkata,”Tidak dia ingin lebih dari itu, untuk bisa menguasi dunia yang memiliki kedudukan yang tinggi dan berkuasa.”
“Aku tidak tahu kenapa pamanku itu menginginkan dunia ini ada ditangannya,”ucap Irfan.
“Paman kamu itu memiliki sifat dari ibunya yang menginginkan semuanya,”ucap Baroni dengan singkat.
“Baiklah tapi kakek, tapi aku ingin tahu satu hal untuk apa obat pengikat itu dibuat. Jika dari awal akan membuat kehancuran,”ucap Irfan.
“Kakek akan menjawab tapi apa kamu sudah membaca buku kunonya. Dimana sekarang buku itu, kita harus menghancurkannya,”ucap Baroni.
“Itu ada di tempat yang aman. Aku sudah membaca bukunya sampai akhir termasuk obat penawar yang belum di sempurnakan. Sudah aku selesaikan, tapi bukan lebih baik kita membuat obat penawar untuk di jual untuk mengalahkan mereka,”ucap Irfan.
“Kamu sudah menyempurnakan resep penawarnya,”kata Baroni yang terkejut mendengarnya. Irfan dengan santai hanya mengangguk saja. Setelah mereka dikawal oleh kapal bantuan dari Delen dan Jeje menuju pulau monster.
“Irfan bagaimana kabar kamu dan kakek kamu sekarang?,”ucap Boy.
“Aku baik saja hanya siksaan kecil saja tidak akan membuat aku mati. Tapi bagaimana kalian bisa tepat waktu datangnya,”kata Irfan. Kelima orang yang datang hanya tersenyum saja hingga kapal dari Jackron tidak mengikuti mereka.
“Kita akan pergi kemana Irfan,”ucap Baroni yang sedikit gelisah.
“Kita akan pergi ke satu pulau, mereka tidak akan bisa mendekati kita atau membunuh kita,”ucap Irfan. Baroni yang tidak tahu hanya bisa diam karena dia percaya dengan cucunya. Di mata Baroni Irfan sudah tumbuh dewasa dan dia memilki kawan yang baik dan saling membantunya. Membuat Baroni sudah merasa tenang jika suatu saat dia mati.
“Kakek sebaiknya istirahat saja dulu,”ucap Jono. Baroni bisa melepaskan rasa gelisah dan takutnya di kapal yang menuju ke pulau tersembunyi milik Irfan Pulau monster.
Perjalanan di atas kapal dimana mereka mengumpulkan semua data yang mereka dapatkan.”Bukan kita harus mempersiapkan bawahan kita untuk perang masal bukan,”ucap Delen.
“Perang masal apa yang kamu katakan, tapi dari pada itu Bita bagaimana dengan mereka berdua apa ingin bergabung,”ucap Irfan. Bita hanya tersenyum saja hingga semua telah siap mereka akan menyerang kerajaan kuno.
“Hai Irfan bagaimana kamu bisa menjadi salah satu keluarga Kerajaan,”ucap Bita.
“Itu juga aku tidak tahu,”ucap Irfan yang segera keluar dari ruang rapat. Setelah beberapa lama mereka dikapal mereka telah sampai di pulau monster. Baroni yang ada diluar kapal melihat pulau itu dan sangat terkejut dan tidak percaya.”Irfan bagaimana kamu bisa menemukan pulau ini?,”ucap Baroni dengan wajah pucatnya.
“Aku menemukan saat kami diserang dan ingin bersembunyi tapi kami tersesat. Di sinilah aku tinggal selama dua tahun pengasingan,”ucap Irfan. Melihat bangunan dan tempat latihan, tapi anehnya para monster itu sama sekali tidak menyerang Irfan dan kawannya.
“Apa kamu bisa menjinakan monster,”ucap Baroni.
“Itu tidak mungkin kakek mereka seperti tahu mana yang baik dan tidak. Itu saja yang aku ketahui, untuk sekarang kita akan tinggal disini,”ucap Irfan. Dimana mereka langsung menuju rumah utama di pulau monster.
Di tempat lain Fumiko berkunjung di toko Irfan melihat bahan komestik yang sangat nyaman dan tidak memiliki efek buruk bagi wajah setiap penggunanya. Fumiko juga menyempatkan dirinya untuk mencoba perawatan di toko irfan. Dimana dia dilayani oleh Alina yang sedang bertugas ketrampilan Alina dengan bahan yang dibuat oleh Irfan membuat Fumiko senang. Sebelum dia kembali ke negaranya dia memberikan kartu namanya kepada Alina.
Alina juga memberikan kartu namanya hingga Fumiku pergi dari toko Irfan. Di tempat lain Irfan yang sedang bersantai mendapatkan panggilan dan Santo. Dimana perusahan mereka sedang dalam masalah. Ada perusahan yang hendak bersaing dengan mereka membuat perusaan MT gagal beroperasi lagi.
“Mereka sudah bersiap untuk menyerang ternyata. Tapi peruasaan itu bukan milikku, Boy. Bita buat berita tentang perusahan Santo dan perusahaan Laya tidak menjalin kerja sama. Termasuk toko obat yang ada didesa itu bukan milikku,”ucap Irfan setelah melihat beritanya.
“Irfan apa kamu akan baik-baik saja dengan memberikan toko itu,”ucap Baroni yang sempat mendengarkan pembicaraan mereka.
“Iya kakek aku tidak masalah apa lagi itu toko memang aku berikan untuk kekasihku dan kawanku disana. Jadi itu tidak masalah, yang lebih penting perusahaanku masih bisa bertahan dari serangan mereka,”ucap Irfan.
“Apa kita membuat serangan balik,”ucap Jeje. Tanpa diberitahu mereka tahu dimana mereka akan menyerang. Setelah satu tahun berlalu Irfan pergi ke negara J untuk jalan-jalan setelah dari pulau monster. Itupun dia menyembunyikan identitasnya menjadi warga biasa di negara J. Berpisah dengan kelima kawannya yang masih di pulau monster bersama dengan Baroni.
Di negara J setelah keluar dari kapal dia berjalan tapi saat hendak pergi menuju keramaian. Irfan dihadang oleh seorang wanita cantik dan seksi. Dia merangkul tangan Irfan dan wanita itu berkata,”Untuk apa kamu mengikutiku, apa kamu tidak tahu kalau aku sudah memilki pacar. Lihat dia lebih tampan dari kamu.”Cowok yang tadi ingin mengejar wanita itu segera pergi meninggalkan keduanya.
“Anda siapa?,”ucap Irfan dengan tatapan tidak suka. Wanita itu menundukan kepalanya dan meminta maaf karena sudah mengatakan hal yang tidak-tidak. Karena orang tadi yang pergi sudah dua hari ini mengikuti dia jadi hanya ada kebohongan untuk membuat orang itu pergi. Irfan mendengarkan penjelasan itu hanya bisa menghela nafas.
“Aku Fumiko terima kasih untuk bantuannya,”ucap Fumiko sambil mengenalkan dirinya. Tapi Irfan yang sama sekali tidak tertarik hanya langsung pergi meninggalkan Fumiko. Fumiko yang diabaikan merasa kesal dan kecewa sehingga dia pergi juga. Bagaimana hubungan keduanya setelah ini?.