The Taste Of Love👨🍳👩🍳
DIHARAPKAN BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN (17 setengah plus +)
__________________
Kisah ini bermula dari online dating, taruhan dan petualangan yang menguras rasa. Olivia harus berhadapan dengan seorang Chef yang terjebak dengan masa lalunya.
"Character will never change! I'm Olivia! I'm not your ex! Kalau masih belum move on, mending jangan nyakitin orang lain!" Begitulah Olivia. Setelah dia mengenal Dante Alexander, hari-harinya berubah.
Olivia bertekad untuk mengubah hidupnya menjadi orang yang sukses setelah dirinya dibanding - bandingkan dengan orang lain.
_________________❤❤
Karya ini dipersembahkan untuk pejuang masa depan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RenMk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pikirkanlah Lagi
Pagi ini di ruang meeting belum banyak yang hadir. Meskipun kini hubungan Olivia dan Dante bukan sekedar bos dan anak magang melainkan sepasang kekasih, Olivia menjaga jarak dengan Dante.
“Chef, mana anak training mu? Boleh saya pinjam sebentar untuk mengurusi barang kitchen yang datang dari supplier? Admin kitchen disini ada halangan tidak bisa masuk karena nabrak sapi yang lewat,” bisik Jack ke telinga Dante.
Labuan Bajo yang masih disekelilingi bukit yang tinggi, memiliki beberapa satwa yang dibiarkan berkeliaran. Ada monyet, babi hutan, ayam hutan dan kali ini yang kebetulan ditabrak adalah seekor sapi yang melintas di jalan.
“Boleh. Oliv duduk di ujung sana. Jangan kamu kasih kerjaan yang berat berat ke Olivia,” jawab Dante sambil memberi pesan. Dante menggerakkan alisnya menoleh kearah dimana Olivia duduk saat ini.
Jack pun berlanjut menghampiri Olivia yang saat ini sedang duduk menunggu waktu rapat dimulai. Tapi karena permintaan Jack itu, Olivia segera bergegas berdiri untuk segera pergi ke loading dock tempat penerimaan barang masuk. Sebenarnya Jack sudah memerintahkan salah satu karyawan lain dari kitchen department untuk ikut membantu Olivia. Tapi karena tiba tiba ada permintaan pesanan makanan dari tamu, karyawan itu kembali ke dapur, padahal sudah berada di loading dock sebelnya bersama Olivia.
Olivia sedikit kesusahan karena sistem peneriman barang sedikit berbeda meskipun satu perusahaan. Tapi untunglah, Olivia tidak pantang menyerah dan mau bertanya meskipun harus naik turun lift beberapa kali. Bila di Luxus kepulauan salah satu masalah Olivia saat bekerja tidak mempunyai buggy, di Luxus kota ini Olivia harus mengantri untuk menggunakan trolley agar bisa mengangkat bahan makanan menuju kitchen area.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Olivia mendapatkan trolley. Olivia harus bolak balik beberapa kali antara loading dock dan kitchen untuk mengambil stock bahan makanan yang baru saja datang.
“Huuftt… capek juga. Si kakak tadi kemana lagi aku ditinggal sendirian?” Olivia sedikit terengahh engah karena lelah. Matanya pun sebenarnya mengantuk karena begadang bersama Dante.
Sudah hampir jam 1, akhirnya Olivia bisa menyelesaikan semuanya. Tapi saat Olivia ingin kembali ke ruang meeting, Olivia bertemu dengan Nerisa di lift dekat kitchen.
“Oliv, bisa kita bicara sebentar?” tanya Nerisa. Meskin bibir Nerisa bisa tersenyum ke Olivia, tapi Olivia bisa melihat kalau senyuman itu hanya dibuat buat alias palsu.
“Maaf, tapi saya harus segera balik ke ruang meeting,” balas Olivia menolak secara halus. Olivia tidak mau kejadian kemarin terulang kembali. Dirinya harus menjaga sikap dan sebisa mungkin menghindar dari Nerisa.
“Hanya 5 menit. Ikut saya,” pinta Nerisa mulai berjalan dengan sedikit menoleh ke belakang dimana Olivia berada agar mengikutinya.
Olivia pun mengikuti permintaan Nerisa. Nerisa membawanya ke taman dengan banyak dikelilingi bunga bougainville. Tempatnya sangat cantik. Tapi tidak dengan pandangan depan Olivia saat ini. Ada Nerisa di depannya. Bagi Olivia, Nerisa hanyalah kuntilanak yang sudah merendahkannya.
“Oliv…” Nerisa memandang ujung kepala Olivia sampai kaki. “Pagi tadi saya ke kamar Dante. Tapi Dante gak ada,” ucap Nerisa bisa didengar jelas oleh Olivia. “Saya minta security check keberadaan Dante di CCTV,” Nerisa menghela nafas karena melihat di cctv itu dimana Dante masuk ke kamar Olivia setelah dirinya balik ke kamar. “Kita sama sama dewasa dan bukan anak kecil lagi. Saya gak akan menyalahkan kalian sudah berbuat apa saja di belakang saya. Saya anggap itu hanya pelampiasan Dante saja. Gak lebih dari itu! Karena saya mengenal Dante lebih jauh daripada kamu mengenalnya yang baru beberapa bulan. Kami sering putus nyambung tapi kami selalu balikan….. Kamu harus pa-ham soal itu!” Nerisa menekankan setiap kalimatnya dengan menatap mata Olivia.
Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Olivia. Hanya diam. Meskipun menyakitkan, Olivia tidak mau membalas. Bila sampai dilakukannya, itu hanya akan membuat masalah baru dengan Nerisa.
“Maaf, saya permisi kalau hanya itu yang ingin anda katakana,” ucap Olivia meredam amarah dan bersikap tenang dengan pergi meninggalkan Nerisa.
Seakan tidak ditanggapi ucapannya, Nerisa mengepalkan tangan dengan raut muka tidak suka menatap Olivia.
“AAAH! Sialan! Lihat saja berapa lama kamu dengan Dante akan bertahan?... Aku akan buat Dante kembali lagi kepadaku. Bagaimanapun caranya… Dante hanya milikku…” ucap Nerisa penuh dendam.
Akhirnya amarah Olivia mereda setelah beberapa saat dirinya duduk di toilet di dekat taman itu. Mau bagaimanapun ucapan Nerisa tetap mengganggu pikirannya.
“Pelampiasan? Cih! Dia aja yang sebenarnya kegatelan tapi Dante sudah gak mau lagi sama dia!” gumam Olivia pelan sambil beberapa kali menghentak hentakan kakinya secara pelan di lantai.
Setelah suasana hati cukup tenang, Olivia keluar dari toilet itu. Olivia mencuci tangan dan membetulkan tataan rambutnya yang sedikit berantakan karena angin di taman.
Tek…Tek…Tek… suara sepatu yang berhak tinggi masuk ke toilet itu.
“Bu Rania…” sapa Olivia tersenyum tipis. Cepat cepat Olivia mengambil tissue untuk mengelap tangan basah agar bisa segera pergi supaya Rania tidak membahas soal pintu kamarnya semalam yang tidak tertutup rapat.
“Olivia… Saya dengar dari salah satu karyawan yang dulu pernah training disini dan sekarang sudah bekerja di Batam, kamu tertarik untuk program transfer job training ke sini di department sales marketing. Betul?” tanya Rania sambil mengingat ingat sesuatu.
Rupanya tebakan Olivia sangat jauh berbeda karena saat ini Rania tengah membahas soal pekerjaan.
“Jadi mantan anak training saya dulu sekarang bekerja dengan teman kamu di Batam sana. Seingat saya nama teman kamu Mei menurut ceritanya,” Rania memperjelas pembicaraan itu.
“Oh? Itu… Ya, Mei memang teman saya,” balas Olivia dengan lega. “Saya memang ada cerita soal itu ke Mei.”
“Kalau kamu betul-betul tertarik, saya bisa bantu kamu ajukan soal itu ke bu Tyas HRD disana. Penampilan kamu cukup bagus. Cantik, tinggi dan saya suka senyum kamu. Pasti akan ada banyak customer yang akan memakai jasa di hotel ini,” ucap Rania dengan lugas memandangi Olivia.
Olivia merasa sedang mengikuti wawancara dadakan di toilet itu. Dirinya pun sedikit tidak percaya kalau kalimat itu terucap langsung dari Rania yang adalah direktur sales marketing.
“Terimakasih bu Rania. Saya akan memikirkannya lagi. Soalnya di Luxus sana, saya diminta secara langsung untuk menjadi admin kitchen oleh chef Nomnom dan bu Tyas selama 2 bulan,” ucap Olivia memberi penjelasan.
“Wow… Saya semakin tertarik untuk mencuri kamu dari sana agar bekerja dengan saya disini. Pasti mereka senang dengan kinerjamu,” puji Rania membuat Olivia sedikit melayang. “Pikirkanlah lagi… Ini demi karirmu. Kalau kamu bertahan disana memang karena pekerjaan, itu bagus… tapi kalau kamu bertahan hanya karena hal-hal lain… saran saya, pikirkanlah lagi… Semalam saya menutup pintu kamarmu… Sekarang saya mau membuka pintu untuk karir mu. Ini kartu nama saya, kalau kamu sudah memikirkan dengan baik, kamu bisa call saya.” Rania berlanjut menyalakan kran air untuk mencuci tangan.
Rania bisa melihat wajah Olivia di cermin sedang memikirkan sesuatu.
“Kalau laki-laki itu serius, dia pasti akan mendukung keputusan mu,” ujar Rania sebelum akhirnya Rania yang pergi keluar dari toilet itu lebih dulu.
To Be Continued...
up soon...
gk baca di platfrom ini lgi tpi gk di uninstal demi cerita author ini 🌷🌷sebulan sekali buka NT buat nge cek udh ad crita bru atau blm😭