NovelToon NovelToon
MEMAKSA JODOH

MEMAKSA JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:585.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakar

Yang dikejar tak akan pernah lari. Walaupun tidak di cari namun ia akan hadir sendiri. itulah Jodoh!!

Siapakah yang akan menjadi jodoh Mila?
Dengan siapakah dia berdiri di pelaminan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KALAH

Gilang yang sudah mengambil alih anak perusahaan kontruksi sang ayah, berusaha keras mengikuti tender agar bisa mendapatkan kontrak bisnis dalam skala yang besar serta upaya agar dapat meningkatkan usaha kerja juga memperluas jaringan kerja.

Saat ini banyak instansi pemerintah maupun swasta memuat tender atau investasi mereka di media, memudahkan bagi siapapun untuk mengikutinya.

Gilang sedang mengadakan rapat bersama para karyawan berprestasi di bagiannya masing-masing yang diambilnya secara acak dari beberapa perusahaan Pak Harja untuk membantunya menjadikan perusahaan ini menjadi lebih besar.

Dalam rapat itu mereka memutuskan untuk ikut serta dalam acara lelang proyek sebuah pembangunan jalan layang yang dilihatnya melalui iklan di internet yang terletak di sudut Kota. Bukan hal yang mudah memang untuk sebuah perusahaan baru ikut bersaing dengan perusahaan lain yang sudah berpengalaman dan tentunya jam terbang yang tinggi, apalagi perusahaan yang sedang Gilang tangani ini hanya pernah mendapatkan proyek berskala kecil.

Akan tetapi Gilang percaya akan kemampuannya dalam hal ini. Dan percaya bahwa usaha tidak akan pernah membohongi hasil, seperti pepatah yang sering dia dengar, menjadikannya semangat memulai hal baru dalam hidupnya. Dia juga tak mau mengecewakan sang papa yang sudah mengizinkan mengelola perusahaan kecil ini.

"Kita harus memberikan penawaran terbaik dengan harga terjangkau dan kualitas yang bagus" ucap Gilang di sela-sela rapatnya.

Gilang kemudian membagikan tugasnya pada masing-masing karyawan tersebut.

"Pak Hasan kamu bisa tolong surpei lapangan dan kamu harus mengeceknya dengan teiliti" titah Gilang pada karyawannya yang dijawab dengan anggukan kepala oleh pak Hasan.

"Dan kamu Robby saya harap kamu harus menghitung resiko biaya juga fluktuasi harga, dan saya akan menghubungi salah satu perusahaan pengadaan barang agar kita mendapatkan harga terbaik"

"Baik pak" jawab Robby segera.

Rapat selesai.

Selama beberapa hari Gilang disibukkan dengan menulis dan membuat perencanaannya agar proposalnya dapat di terima dan memenangkan tawaran. Ia juga selalu pulang larut malam, belum cukup sampai disitu di rumah pun ia harus tetap bekerja berkutat dengan laptonya hingga tengah malam.

Mila terkadang juga menemani, membantunya mengetikkan proposal, menyiapkan cemilan atau hanya sekedar menemani sambil ngopi disamping Gilang. Sudah sebulan lebih kegiatannya seperti itu ketika di malam hari.

Gilang sedang berada diatas tempat tidur duduk bersandar sambil memangku laptopnya, "Kalo ngantuk tidur aja" ujar Gilang pada wanita yang saat ini ikut bersandar duduk disampingnya, dan meletakkan kepalanya pada bahu Gilang. Sambil sesekali menguap menahan kantuk.

Mila memang sangat mengantuk malam ini, tadi tidak sempat tidur siang dikarenakan sibuk ngobrol dengan tetangga apartemen sebelahnya. Karena umur mereka yang tidak terpaut jauh sama-sama pasangan muda, jadi mereka nampak cocok satu sama lain.

"Emangnya kamu masih lama?" tanya Mila yang masih menatap layar laptop milik Gilang.

Gilang menaikkan tangan kirinya ke arah kepala Mila yang masih berada di bahunya dan mengelusnya, "bentar lagi sih, tinggal cek aja" ucapnya, Mila mengangguk dan memutuskan untuk menunggu Gilang selesai dengan pekerjaannya

Bagi wanita biasa mungkin akan terbawa perasaan jika diperlakukan seperti itu tetapi Mila sepertinya menganggap hal itu adalah hal biasa, mengingat bahwa sahabat laki-lakinya yang lain pun terkadang memperlakukan Mila dengan manis. Sehingga menyulitkan untuk Mila mengetahui apa isi hati Gilang yang sebenarnya. Wanita itu juga terkadang menyulitkan dirinya sendiri. Dia yang meminta untuk menunda mensahkan pernikahan tetapi dia sendiri sekarang yang menjadi gelisah. Ingin tahu isi hati dari laki-laki yang menjadi suaminya kini tetapi tak berani untuk menanyakannya langsung. Mila saat ini tak bisa menjadi dirinya yang seperti biasa yang selalu mengungkapkan apa yang dia rasa, entah kenapa dia menjadi wanita pengecut.

Gilang akhirnya menyelesaikan pekerjaannya, dia melipat laptopnya dan menaruhnya di atas nakas, ketika Gilang menggerakkan tubuhnya, dia menyadari bahwa posisi Mila yang masih bersandar dibahunya ikut bergerak mengikuti arah tubuh Gilang, Mila tertidur. Kemudian tangan kiri Gilang meraih bawah tengkuk Mila dan tangan kanannya meraih bawah kakinya, dia mengangkat sedikit tubuh Mila meletakkannya di tempat yang biasa Mila tidur.

Gilang memperhatikan gadis itu sebentar, wajahnya yang terasa tak berubah sejak SMP itu membuatnya tersenyum, kayak tidur bareng bocah SMP pikirnya. Lalu dia menarik selimut hingga keatas leher gadis itu dan ikut tidur disebelahnya.

***

Gilang berencana berangkat lebih pagi dari jam biasanya, dia akan mengadakan meeting sekali lagi bersama para karyawannya sebelum melakukan presentasi proposal dengan penyedia tender.

Mila berusaha untuk bangun lebih pagi agar dapat memberikan sarapan kepada Gilang, menurutnya sarapan adalah hal utama sebelum melakukan aktifitas pagi, dan Gilang sudah mulai terbiasa untuk itu. Walaupun hanya dengan makan satu roti dan meminum air putih, Gilang tidak akan melewatkan sarapan. Di tambah Mila memang akan marah dan mengomel sepanjang hari jika Gilang melewatkan sarapannya. Jika waktunya sempit bahkan Mila akan menyuapinya layaknya anak kecil sambil dia merapihkan diri.

"Aku berangkat" Gilang pamit pada Mila sambil menggigit roti dimulutnya ketika tangannya sibuk memegang berkas-berkas dan tasnya.

"Iya hati-hati"

"Doain aku lancar hari ini ya"

"Pasti" ucap Mila sambil melambaikan tangannya.

Waktu bergulir dengan sangat lambat menurut Mila hari ini, dia menunggu Gilang pulang, menunggu kabar baik yang mungkin akan disampaikan oleh Gilang.

Sampai terdengar bunyi seseorang menekan tombol kunci dari arah pintu itu membuat Mila berlari kecil menghampiri Gilang, namun yang dilihat Mila saat ini adalah wajah yang menampilkan kekecewaan, Mila tau bahwa Gilang mungkin telah kalah. Saat ini yang bisa Mila lakukan adalah memberikan suport agar Gilang tidak pantang menyerah.

Sebuah hal yang wajar jika seseorang mendapatkan kekalahan dalam hal berkompetisi, apalagi ini merupakan usaha pertamanya.

Gilang terduduk lesu di sofanya, dia mengambil gelas yang berisi air putih yang sempat diambilkan oleh Mila.

Mila duduk disamping Gilang saat ini, dia hanya diam menunggu pemuda itu berbicara. Mila merasa kasian karena dia tahu seberapa besar usaha Gilang selama ini selama 2 bulan terakhir, bagaimana dia bahkan menguras seluruh tenaga dan pikirannya untuk memberikan yang terbaik. Bahkan sampai menyampingkan jam tidurnya.

"Kita kalah" lirih Gilang sambil mengusap kasar wajahnya.

Mila yang berada disampingnya berhambur memeluk tubuh Gilang dari samping. Mencoba untuk memberikan ketenangan seolah mengatakan bahwa tidak apa-apa.

"Kamu pasti akan berhasil, jangan nyerah"

Gilang merasakan kenyamanan dalam dekapan Mila saat ini. Hingga matanya terasa berat, dia mengantuk karena memang beberapa hari terakhir selalu tidur dini hari.

Gilang memejamkan kedua matanya, sebelum terlelap dia sempat menggumamkan sebuah kalimat, "Aku sepertinya tidak bisa jauh dari kamu Mil".

"Apa? kamu ngomong apa?" tanya Mila , karena sepertinya dia tidak mendengar ucapan Gilang karena diucapkan dengan sangat pelan dan dengan pengucapan yang tak jelas.

"Ngomong apa yak?"

#Semoga gak bosan.....

1
Lizty Amarantia
👍🫰
Lizty Amarantia
🌟🌟🌟🌟🌟
Nabil Az Zahra
ribet klo apa" cuma ngandelin asumsi sendiri,,,🤦‍♀️
Nabil Az Zahra
cemburu bang gil elah,,ga peka
Nabil Az Zahra
itu suami mila yg mna thoor??🤔
Abel Yasmin
good
Iin Ciprut
lucu,menarik....sukses selalu untuk penulisnya🤲🙏🌹
Lia Bhineka
bikin ngakak thor😁😁😁😁
Karti
ole
Tatik R
keren ceritanya❤
Tatik R
sejauh marathon baca ini suka bangets😍
Nasywa souvenir
awalnya aq males tp lama*kok bagus bikin penasaran dan kata* yg d tulis sopan endingnya lucu bikin gemus dan yg baca pasti ketawa
Nasywa souvenir
iii aq suka episode yg ini,saat bercinta kata*yg d tulis g terlalu transparan tp mengasikkan,g bikin risih tp lucu bikin ketawa, sukses author
Karti
bagus Thor 💪
Syaihul
lanjut
julyantilucy julyanti
bagus usia remaja 13 Tahun -29 Tahun
hanna
baru kemarin tak suruh sabar krn blum bisa merawanin mbak mila, sekarang dah bikin ulah aja ni
hanna
lagi mau unboxing juga ada aja halangan dan rintanganya sabar yaa mas gil
hanna
maamah bikin gemess dah culik aja apah bentaran
hanna
tau ah duo sablengg ni emang gabisaa marahan yg ada kudu ngakak trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!