NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang Pertama Kasus 20 tahun yang lalu

   Mentari pagi menyelinap masuk lewat celah jendela Aula Singgasana Kekaisaran. Kehangatan perasaan semalam masih terasa membekas di sini. Peristiwa semalam berlalu begitu cepat, saat kebenaran akhirnya terungkap, menyatukan darah yang terpisah selama dua puluh tahun lamanya. Namun di balik tawa dan air mata bahagia itu, terselip bayang-bayang masa lalu yang belum sepenuhnya usai.

   Ling Xie berdiri bersandar di tepi jendela, memandangi suasana di luar Paviliun Tamu Agung. Pikirannya masih melayang pada nasib Selir Agung Ling Mei Rong, kini kebenaran telah terungkap. Namun ada rahasia yang tak bisa ia sampaikan pada siapa pun, bahwa wanita yang dijebloskan ke Paviliun Dingin itu hanyalah tiruan, sedangkan Yan Shi yang asli masih bebas. Tanpa bukti yang nyata, kata-katanya takkan dipercaya siapa pun.

"Bagaimana aku bisa memberitahukannya kepada Selir Agung Ling Mei Rong? Padahal tak ada bukti apa pun," Ling Xie menggigit jari kanannya dengan penuh kebingungan dan kecemasan.

  Sementara itu, di kamar pribadinya di Paviliun Utama, Penasihat Khusus Kekaisaran Liu Ying menghadap Kaisar.

"Hormat, Yang Mulia Kaisar. Hamba menghadap,"ucap Penasihat Ying Mo sambil membungkukkan badannya dengan penuh hormat.

"Ya, ada apa, Penasihat Ying?" tanya Kaisar yang sedang duduk di kursi dekat tempat tidurnya.

"Ampun, Yang Mulia. Menurut pendapat hamba, sebaiknya kita membuka kembali kasus dua puluh tahun yang lalu."

Penasihat Ying Mo menatap Kaisar dengan tatapan tulus dan serius, menunggu tanggapan.

Kaisar Jin Feng terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang.

"Benar juga pendapatmu. Kita memang perlu membuka kembali kasus dua puluh tahun yang lalu. Ini adalah kasus kejahatan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Kita harus menemukan akar permasalahannya," ucap Kaisar Jin Feng dengan nada penuh penyesalan.

 "Segera panggil seluruh pejabat pemerintahan. Kita berkumpul di Aula Persidangan Kekaisaran!" perintah Kaisar Jin Feng. Rapat dadakan ini akan segera dimulai untuk membahas permasalahan masa lalu dua puluh tahun silam.

 "Tiba-tiba datanglah Ibu Suri Zhao He mengenakan pakaian khas kerajaan berwarna emas, datang menemui Kaisar di tempat peristirahatannya.

Ibu Suri Zhao He berjalan masuk ke dalam kamar pribadi Kaisar, diikuti oleh dayang pribadinya Si Yi dan Kasim setianya, Liu Ying.

"Hormat, Yang Mulia Ibu Suri," ucap Kaisar Jin Feng sambil membungkuk hormat.

"Anakku, apa kau berniat membuka kembali kasus dua puluh tahun yang lalu?" tanya Ibu Suri Zhao He langsung pada intinya.

Penasihat Ying Mo segera meminta izin untuk mundur.

"Hamba hormat, Yang Mulia Ibu Suri. Hamba hormat, Yang Mulia Kaisar. Hamba izin pamit undur diri,"ucapnya dengan sopan.

 Kaisar terdiam sejenak, lalu menjawab, "Iya, Ibunda. Ini sungguh sebuah kejahatan. Fitnah yang dilontarkan Yan Shi kepada Selir Agung Ling Mei Rong sangatlah kejam."

"Ibu akan bersaksi, bersama Tabib Cadar Putih, Nona Ling Xie," sahut Ibu Suri Zhao He dengan tegas.

 Tak lama kemudian, Penasihat Ying Mo kembali menghadap.

"Hamba hormat, Yang Mulia Kaisar. Hamba hormat, Yang Mulia Ibu Suri. Hamba telah melaksanakan perintah Yang Mulia. Seluruh pejabat pemerintahan sudah berkumpul di Aula Persidangan Kekaisaran," lapor Penasihat Ying Mo.

"Mari kita ke sana. Ayolah, Ibunda, kita pergi ke sana bersama-sama," ajak Kaisar Jin Feng.

 Mereka pun berangkat menuju Aula Persidangan Kekaisaran. Tak lama kemudian, mereka tiba di tempat tujuan. Ibu Suri Zhao He dan Kaisar Jin Feng duduk di singgasana masing-masing. Penasihat Ying Mo melangkah ke depan untuk membuka sidang ini.

"Hadirin sekalian, dengan ini sidang kekaisaran hari ini kami buka," ucap Penasihat Ying Mo dengan suara lantang dan tegas.

"Berdasarkan peristiwa kemarin, Selir Agung Ling Mei Rong telah terbukti sebagai ibu kandung dari Pangeran Jin Ling Jian dan Pangeran Jin Lim Jian. Maka, dengan ini, kasus lama dua puluh tahun silam resmi dibuka kembali," ucap Penasihat Ying Mo sambil membacakan titah Kaisar Jin Feng.

"Para pejabat sekalian, diharapkan aktif memberikan pendapat dalam sidang ini," ucap Penasihat Ying Mo kembali.

"Berdasarkan penuturan Selir Agung Ling Mei Rong, kejadian sesungguhnya adalah, Beliau melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki, di saat yang sama Permaisuri Yan Shi juga melahirkan bayi laki-laki, namun dalam keadaan meninggal dunia. Entah apa yang melandasi pikiran Permaisuri Yan Shi saat itu, menyuruh seseorang bertindak menukar bayi kembar tersebut dengan bayi Permaisuri yang telah tiada. Namun berkat kehati-hatian Selir Agung Ling Mei Rong, Beliau berhasil menyelipkan kalung giok putih berukiran burung Phoenix emas di tengahnya kepada bayi itu," ujar Penasihat Ying Mo membuka pembahasan sidang tersebut.

"Karena kelelahan usai melahirkan, penglihatan Selir Agung Ling Mei Rong menjadi samar-samar. Beliau tidak dapat melihat dengan jelas wajah orang yang menukar bayi tersebut. Belum lagi, keesokan harinya Selir Agung Ling Mei Rong sudah difitnah telah berbuat dosa, berselingkuh dengan seorang pria dari Dusun Bara Rendah, dan menyatakan bahwa anak yang dilahirkannya adalah hasil perbuatan maksiat itu. Hal itulah yang menyebabkan Selir Agung Ling Mei Rong dijatuhi hukuman kurungan di Paviliun Dingin."

"Namun... dua tahun kemudian, Kaisar menjemputnya dan membawa Selir Agung Ling Mei Rong kembali ke Paviliun Utama. Bahkan saat itu, Selir Agung Ling Mei Rong mengandung anak kedua, yang ditakdirkan berjenis kelamin perempuan," ujar seorang pejabat lain bernama Chen Yi.

"Tetapi... fitnah kejam dari Permaisuri Yan Shi kembali merebak. Selir Agung Ling Mei Rong dijebak seolah-olah sedang berduaan di kamar pribadinya bersama seorang pria tak dikenal. Akibatnya, Kaisar kembali menghukumnya dengan dikurung di Paviliun Dingin, hingga saatnya melahirkan tiba. Konon, Permaisuri Yan Shi saat itu menyebarkan kabar: Selir Agung Ling Mei Rong melahirkan anak cacat berwajah babi dengan sisik ikan di sekujur wajahnya."

"Hamba teringat, saat Selir Agung Ling Mei Rong mengandung anak kedua, bukankah saat itu Permaisuri Yan Shi juga sedang mengandung Putri Li Mei Feng?" tanya pejabat yang lain.

"Kita harus mencari tahu, siapa saja orang suruhan Permaisuri Yan Shi pada masa itu," ucap Kaisar Jin Feng sambil menahan amarah yang meluap.

"Jika orang suruhan itu berhasil ditangkap dan kejahatannya terbukti, maka sudah dipastikan ini adalah kejahatan yang sangat besar dan tidak dapat dimaafkan sekalipun," ujar Menteri Kehakiman Kerajaan Feng Ling.

"Ku persilakan kalian mencari siapa saja pihak yang terlibat pada masa itu. Aku beri waktu secepat mungkin," ucap Kaisar Jin Feng dengan tegas.

Penasehat Ying Mo berjalan maju ke depan.

"Sidang hari ini ditutup. Kita akan kembali bersidang setelah orang-orang yang terlibat berhasil kita temukan," ucap Penasihat Ying Mo dengan suara lantang, lalu ia membungkuk hormat tanda penutupan acara.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!