NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Baru dan Janji yang Terlupa

"Kapan kau nyusul?" Tanya Bara menatap ke arah Eliza yang sedang memakan baksonya

" Setelah urusan ku selesai "jawab Eliza datar kemudian ia mengambil minum dan meminumnya

" Aku keluar " Pamit Eliza langsung keluar dan mulai menyalakan mesin motornya kemudian ia menjalankan motornya dan meninggalkan mansion tersebut untuk menuju sesuatu

Setelah sampai di tengah hutan Eliza tidak lupa untuk mengenakan topeng hitam dan topi hitam ia berjalan melewati hutan, setelah beberapa menit akhirnya ia sampai di mansion atau disebut markas.

Eliza berjalan masuk tanpa memperdulikan anak buahnya yang sedang duduk bersantai atau berlatih, Eliza berjalan menuju ruang bawah tanah.

Ketika sampai ia langsung membuka pintu besi tersebut disana sudah ada dua wanita dan juga Jasper

" Kau bisa keluar" Ucap Eliza datar sedang kan Jasper menunduk sebentar kemudian melangkah mundur dan keluar

Eliza berjalan ke pintu dan menguncinya setelah selesai mengunci pintu ia juga mengaktifkan peredam suara agar tidak ada orang yang menguping di luar sana.

Eliza berjalan santai menuju kedua wanita yang terikat besi tersebut

" Sepertinya kalian berdua menyukai tempat ini " Ucap Eliza datar pada keduanya

" LEPASKAN SAYA APAKAH KAU TIDAK TAU SIAPA SAYA HAH! " Teriak wanita satu dengan nada marah

Set.. Jlebb

AKKHHH..

" Anda tau saya paling benci ketika ada yang berteriak di depan saya! " Ucap Eliza datar dan penuh penekanan

Sedangkan wanita yang ke dua hanya diam dan menangis dalam diam, ia takut sekarang apalagi saat melihat temannya ditusuk belati.

" APA YANG SEBENARNYA KAU INGINKAN SIALAN" Teriak wanita yang kena tusuk itu ia sambil meringis menahan sakit dibagian pahanya

Eliza hanya menatap datar ke arah wanita itu kemudian ia berjalan menuju meja yang dimana alat-alat benda tajam sudah lengkap semua disitu.

Eliza mengambil belati karat dan berjalan menuju wanita satu yang berteriak tadi.

" Saya sudah mengatakan bahwa saya paling benci orang yang berteriak didepan saya" Ucap Eliza datar dan tanpa berbelas kasih langsung merobek mulut wanita itu tanpa ampun

Srettt...

"AAKKHHHH"

Eliza seakan tuli dan terus menyiksa wanita itu, setelah melihat wanita itu sudah hampir kehabisan darah ia menghentikan aksinya, kemudian mengambil belati satunya lagi yang tidak terlalu berkarat kemudian berjalan menuju wanita yang kedua.

" Aku mohon jangan bunuh aku apa kesalahanku sehingga kau menculik ku dan ingin menyiksa ku? " Tanya wanita itu dengan nada yang bergetar ketakutan.

Sedangkan Eliza tanpa menjawab pertanyaan konyol dari wanita didepannya ini ia mengambil ponsel miliknya kemudian memperlihatkan rekaman cctv beberapa tahun lalu.

Degh

Jantung wanita itu hampir saja berhenti akibat terkejut,bagaimana mungkin rekaman yang sudah dihapus bisa ada pada orang misterius didepannya ini.

Wanita itu menatap marah ke arah Eliza

" DARI MANA KAU DAPAT VIDEO ITU SIALAN, REKAMAN ITU SUDAH DIHAPUS DARI DULU NGGAK... NGGAK MUNGKIN NGGAK " wanita itu bak seperti orang gila sekarang

Eliza hanya menatap datar ke arah wanita tersebut, setelah itu ia berjalan menuju pintu dan membukanya dan di depan pintu sudah ada Jasper dan anak buah lainya

" Masukkan kedua wanita itu ke kolam buaya " Ucap Eliza datar dan tanpa menunggu balasan ia langsung pergi dari ruang bawah tanah.

Sedangkan Jasper dan yang lainnya masuk dan melihat ke dalam disana salah satu dari kedua wanita itu tergeletak dilantai dan bersimpah darah.

" Apa kesalahan kedua wanita ini sehingga Queen begitu bengis menyiksa keduanya " Ucap salah satu anggota

" Hutss diamlah lebih baik kita lakukan tugas kita jangan sampai Queen marah pada kita " Ucap Jasper pada anggota lainnya.

***

Elzia memandang takjub pada mansion Betrino yang begitu luas dan juga halamannya juga luas.

" Ayo sayang kita masuk dan mommy akan mengantarkan mu ke kamarmu" Ucap Amira sambil memegang bahu Elzia, sedangkan Elzia hanya mengangguk saja

Ketika masuk Elzia dapat melihat beberapa pemuda yang ada disana

Amira yang paham langsung mengajaknya ke tempat perkumpulan pemuda itu

" Mereka semua abangmu dan adikmu, mari perkenalkan nama kalian " Ucap Amira dan membawa Elzia duduk di sofa

Alaska dan saudaranya mengangguk senang ketika mendengar kabar bahwa orang tuanya sudah menemukan adik kandungnya dan mereka ber lima dengan semangat menunggu di ruang tamu.

" Nama saya Alaska Leandro anak pertama panggil saja bang Al " Ucap Alaska tersenyum pada Elzia

"Halo bang Al aku Elzia " Ucap Elzia tersenyum canggung

" Kalo saya Keno Aslan anak ke dua panggil aja bang ken, oh iya terimakasih sudah menolong ku waktu kecelakaan " Ucap Keno tersenyum senang

" Halo bang ken perkenalkan nama aku Elzia " Ucap Elzia lagi

" Nama saya Jeno Reandra anak ke tiga panggil aja bang Jen " Ucap Jeno Tersenyum manis

" Halo bang Jen aku Elzia " Ucap Elzia tak kalah senang

" Hai kak aku Fandi Realdo anak ke enam panggil aja Fandi " Ucap Fandi senang dan sambil memakan kacang tanah kesukaannya

" Hai juga aku Elzia " Ucap Elzia tersenyum manis

" Halo kak aku Regartara anak yang paling bungsu disini " Ucap Regar tersenyum manis

" Hai juga aku Elzia " Ucap Elzia ia bingung harus mengatakan apa

" Kita makan dulu yu " Ucap Amira mengajak para anak-anaknya untuk makan bersama

" Mom dimana adik perempuan satunya? " Tanya Keno yang baru menyadari bahwa hanya ada Elzia

" Kak Eliza ada urusan bang ken " Ucap Elzia meskipun ia tak tau urusan apa yang kakaknya itu lakukan

" Urusan apa? " Tanya Alaska dengan mata memicing

" Aku tidak tau bang " Ucap Elzia yang memang tidak terlalu tau apa saja yang Eliza lakukan

Mereka semua mengangguk mendengar perkataan Elzia, kini mereka berjalan menuju ruang makan.

Saat Elzia hendak menuju tempat duduknya tiba-tiba saja seorang pelayan menabraknya

Brukk

Awss

Ringis keduanya terutama Elzia yang merasa lengannya panas akibat terkena air panas

" Maafkan saya nona muda saya tidak bermaksud untuk menambrak anda " Ucap pelayan itu minta maaf dengan kepala menunduk

" Astaga El lengan kamu merah Jeno ambilkan kotak obat " Ucap Amira khawatir sambil meniupkan lengan Elzia

" Kau kenapa kau masih disini pergilah " Ucap Fandi yang sedang menahan amarahnya

Sedangkan pelayan itu bergegas pergi ketika hendak keluar dari pintu pelayan itu tersenyum miring ternyata ada hama ya wkwkw

' belum sehari gue tinggal disini sudah ada yang buat masalah ' batin Elzia mendengus kesal

Setelah selesai mengobati tangan Elzia kini keluarga itu melanjutkan makan siang, setelah selesai makan siang Amira mengantarkan Elzia ke kamarnya yang berada di lantai dua, kamar Elzia berdekatan dengan kamar para saudara nya.

Elzia baring di kasur menatap langit-langit kamar

" Gak nyangka gue kalau orang yang gue selamatkan hari itu adalah saudara kandung gue sendiri "Gumam Elzia terkekeh pelan

Ia memutuskan untuk tidur sebentar sebelum bertemu dengan Arkana.

×××××××××××××××××××××

Jam sudah menunjukkan pukul 17.40 tapi Elzia masih terlelap dengan tidurnya hingga dering telepon menganggunya

Drrtttt...drrttt.. Ddrrttt

" Iya siapa? " Tanya Elzia dengan suara khas bangun tidur nya

" Apakah kau melupakan perjanjian di sekolah" Ucap datar seseorang dari seberang sana

Seketika Elzia langsung sadar dan mengecek ponsel nya dan membulatkan matanya astaga kenapa bisa ia lupa dengan kulkas satu ini batinnya

Elzia langsung bergegas menuju kamar mandi setelah beberapa menit pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan wajahnya lebih fress

Elzia sudah siap dan mulai turun kebawah, ketika sampai diruang tamu ia tak melihat keluarga nya dan melihat beberapa pelayan saja Elzia mendatangi pelayan yang sedang membersihkan meja

" Jika keluarga ku bertanya kemana diriku bilang saja aku sedang bertemu dengan temanku " Ucap Elzia dan diangguki pelayan itu

" Baik nona " Ucap pelayan itu patuh

" Terimakasih " Ucap Elzia langsung meninggal kan Ruang tamu.

Ketika Elzia sampai dihalaman Rumah ia menepuk jidatnya bahwa ia lupa membawa motornya, ia akhirnya memilih untuk memesan grap

Beberapa menit kemudian grap yang dipesan oleh Elzia pun datang dan menunggu di pagar

Elzia berjalan menuju pagar setelah membuka pagar dan menutupnya kembali ia berjalan menuju grap tersebut

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!