𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲 𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗛𝗮𝗿𝗶
DIA MEMILIH UNTUK TETAP BUTA UNTUK MEMBUKA TOPENG ORANG LAIN!
Kimmy kehilangan pengheliatannya karena ulah dari suami dan sahabatnya, diceraikan dan dianiaya, Kimmy berujung koma.
Ketika terbangun dari koma, Kimmy sudah kehilangan semua hartanya, tapi ia bertemu dengan Garret yang ingin mengoperasi matanya. Namun, Garret tidaklah sebaik yang Kimmy kira.
"Kau harus menjadi istriku! Karena kau adalah orang yang sangat aku benci, kau akan kubawa ke rumah keluargaku, sebagai pembantu!" - Garret Tandeo.
Mendapati kesempatan keduanya sama buruknya, Kimmy bertekad bangkit setelah mengetahui bahwa Garret adalah, kakak dari sahabatnya.
"Aku setuju dengan semua permintaanmu, tapi sebagai syarat bersikaplah seolah aku tetap buta, agar aku bisa membalaskan dendamku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 31 | Bapak Suami: Asisten Pribadi
"Ini!" Garret memberikan sebuah berkas kepada Kimmy. Kimmy yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya hanya meraih berkas itu kemudian melanjutkan pekerjaannya. "Makasih, Suamiku."
"Dih." Garret diam, dia sudah berada disini semenjak dua jam terakhir, lebih tepatnya saat dua orang bodyguard Kimmy datang menjemputnya dan membawanya kesini. "Sebenarnya fungsi saya disini apasih, Kim? Saya lagi menikmati waktu saya sedang rebahan di apartemen, Loh." Garret tampak memprotes.
"Gapapa, temenin aku aja, aku angkat Bapak suami jadi Asisten Pribadi Nona Kimmy, daripada di Apartemen kan, bosen?" jelas Kimmy mengalihkan pandangannya ke arah Garret. "Terserah kamu, deh." Garret melipat kedua tangannya. "Bapak gamau bantu aku ngerjain file-file ini?"
"Gabisa, saya tuh Dokter Kim, kerjaan saya ngebedah, bukan main ginian," jelas Garret mengangkat tangannya. "Kalau kamu suruh saya bedah tubuh kamu, saya mau."
"Bapak kan CEOnya disini, aku cuma pengganti kalau gini aja gak bisa, gimana nanti kalau kita cerai," jelas Kimmy kembali fokus ke laptop. "Makanya jangan cerai." Garret reflek menutup mulutnya. "Apa?"
"Gapapa."
"Jangan apa tadi?" tanya Kimmy kembali mengalihkan fokusnya kepada Garret. "Bapak gamau cerai?"
"Siapa bilang, ini harus ke berapa emang, kita bakalan cerailah, tujuan saya kan bukan buat kamu bahagia."
"Tapi tujuanku, bikin Bapak bahagia."
"Berarti kamu salah orang, orang saya benci sama kamu kok, ngapain kamu membahagiakan orang yang membenci kamu," jelas Garret denial. Bagi sebagian orang sifat Denial, Hipokrit dan Oportunis seperti Garret sangatlah menyebalkan. "Huh, Hipokrit." Kimmy menuding Garret membuat Garret menarik tangan Kimmy. "Bilang apa barusan?" tanya Garret.
"Aku bilang, aku melakukan ini, karena Bapak Ge suami aku," jawab Kimmy mencubit hidung Garret dan menutup laptopnya. "Jam empat sore, pulang yuk, kerjaan aku udah beres."
Garret tidak menjawab. Kimmy meraih tasnya kemudian mendorong kursi roda Garret. "Gausah ngambek, udah tua."
"Masih muda, Kim!"
"Emang umurnya berapa?"
"Tau ah," jawab Garret membuat Kimmy menahan tawa, sesekali Kimmy mengusap-usap kepala Garret. "Gamau di potong aja rambutnya, udah panjang banget."
"Jangan."
"Memang kenapa?"
"Kamu sadar gak sih, tiap kamu tidur itu kamu sering narik-narik janggut saya, itu sakit, tapi setelah saya pindahin tangan kamu ke kepala, kamu narik rambut, itu gak terlalu sakit, kalau rambut saya pangkas, kamu mau nyiksa saya gimana lagi?" Garret mengeluarkan semua unek-unek pernikahannya selama ini. "HAHAHA! Yaudah iya, Bapak." Kimmy kembali mendorong kursi roda Garret melewati koridor kantor.
Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sudah sampai di parkiran kantor. "Mau langsung pulang atau makan es krim?" tanya Kimmy membantu Garret masuk ke dalam mobil. Garret menggeleng. "Saya mau langsung pulang aja deh, capek, kita makan terbang aja."
"Makan terbang?"
"Iya, gausah masak kamunya, kita order aja," jawab Garret. Kimmy mengangguk setuju kemudian menyusul masuk ke dalam mobil setelah memasukkan kursi roda Garret ke bagasi.
-
Di apartemen Kimmy, tampak Orin dan Via tengah memakai pakaian serba tertutup dan menatap sekeliling mereka. "Liftnya sudah rusak dan gak berfungsi, kemungkinan besar mereka bakal pakai tangga ini, aku udah lihat mobil Kimmy ada di halaman apartemen, Mama cepet tuangin minyaknya di tangga."
Via mengangguk atas perintah Orin, Orin yang memantau situasi tampak khawatir, setelah Via melakukan aksinya, ia segera mengabari Orin. "Orin, Mama sudah lakuin itu, ayok sekarang kita pergi."
Orin mengangguk, Ia dan Via segera pergi dari sana meninggalkan area apartemen itu, mereka berjalan menjauh dari sana, dikarenakan Kimmy masih sibuk menurunkan kursi roda Garret. Sesampainya di mobil, Orin dan Via langsung melepas masker mereka dan menghela napas panjang.
"Kalau kemarin Garret selama, kita lihat aja Ma, biar istrinya juga nyusul dia, semoga aja mereka berdua meninggal, biar gak ada yang menganggu langkah kita! Terutama Kimmy sialan itu! Dia pikir dia udah lebih baik dari kita! Dia belum tahu siapa, Orin!" Orin tampak menatap ke arah Kimmy dari jauh dengan mata berpancar dendam.
-
Orin kelakuanmu Rin.
Garret menyapa!
di kabarikah???
nebak ngasaalll.....😄😄😄