Diculik dan dijadikan tawanan oleh seorang pria asing tanpa alasan yang jelas!
Itulah yang dialami oleh gadis mungil bernama Kyla Roselani, wanita berusia 18 tahun itu harus menerima nasib naas dan diculik oleh seseorang yang tak ia kenali. Kejadian itu membuat Kyla harus hidup dalam lubang penderitaan yang amat besar, ia ditahan dan dijadikan pelampiasan gairah oleh seorang pria tua bernama Arsen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Diamuk
Jester kini berusaha kembali ke dalam rumah sakit untuk menjemput Kyla dan membawa gadis itu keluar dari sana, tetapi ia bingung sekaligus tidak tahu apa cara yang harus ia lakukan saat ini. Pasalnya, disana cukup banyak anak buah Hartawan yang bisa saja menaruh curiga padanya. Apalagi, tadi ia sudah sempat dipergoki oleh mereka dan itu tentunya sangat berbahaya bagi dirinya.
Jester pun terus berpikir keras disana, ia tak mau tentunya jika sampai Kyla ketahuan dan dibawa pergi oleh Hartawan. Bisa-bisa dirinya akan habis diamuk oleh Arsen, lalu hilanglah sudah semua pekerjaan serta tahta yang ia dapatkan selama ini. Jika sampai itu semua terjadi, maka Jester akan sulit lagi mendapat kepercayaan dari Arsen dan juga pekerjaan untuk menghidupi dirinya serta keluarganya.
"Haish, gue harus gimana nih? Kyla sih ah pake aneh-aneh aja permintaannya! Ngapain coba dia minta diantar ke rumah sakit segala? Cari perkara aja tuh anak!" gumamnya.
Tiba-tiba saja, tubuhnya serasa ditarik oleh seseorang dari sampingnya dan membuat dirinya terkejut bukan main. Jester juga merasa panik, apalagi setelah ia menoleh dan melihat bahwa Arsen lah yang datang dan menyeret tubuhnya secara paksa kali ini.
"A-Arsen??" Jester begitu gugup dan panik, saat ada sosok Arsen di depannya.
Tentu kedatangan Arsen kesana pastinya untuk menanyakan mengenai sosok Kyla, sehingga Jester merasa cemas dan tidak tahu harus berkata apa. Tidak mungkin Jester berbicara jujur pada sahabatnya itu, karena bisa saja nantinya ia akan dimarahi atau bahkan dipecat dari pekerjaannya.
"Bener kan lu bawa Kyla kesini, emang dasar temen sialan lu! Mau apa sih lu sebenarnya, ha?" Arsen membentak dengan tegas.
"Sorry bro, tapi gue ngelakuin ini karena permintaan Kyla sendiri! Dia yang minta gue buat antar kesini, ya mau gak mau gue turutin dong kemauan dia. Abisnya lu ditelponin gak aktif sih," ucap Jester menjelaskan.
"Ya tadi hp gue gak aktif, tapi bukan berarti lu bisa bebas bawa Kyla gitu aja dari rumah gue!" sentak Arsen.
"Oke oke, gue minta maaf sama lu! Udah ya lu jangan marah-marah terus, nanti cepet tua loh! Mending sekarang kita fokus cari cara buat bawa Kyla deh dari sini!" ucap Jester.
"Maksud lu? Emangnya kenapa sama Kyla? Dimana dia sekarang?" tanya Arsen.
Jester menundukkan kepalanya, ia bingung harus menjawab apa disaat Arsen bertanya mengenai Kyla padanya. Pasalnya, Arsen pasti akan marah apabila ia menceritakan yang sebenarnya bahwa Kyla masih ada di dalam ruangan ibunya dan entah bagaimana kondisinya saat ini.
"Heh jawab, jangan diam aja! Dimana Kyla sekarang? Kenapa lu tinggalin dia gitu aja?" ucap Arsen penuh penasaran.
"I-i-iya Sen, sorry banget! Tadi itu waktu gue lagi nungguin dia di dalam, ternyata ada anak buah papanya yang keburu datang. Terus gue diusir sama mereka, karena gue juga gak bisa jawab pertanyaan mereka," jelas Jester.
"Apa? Ah sial!" Arsen menggeram kesal dan memukul angin untuk melampiaskan emosi.
Arsen pun menarik kerah baju Jester dan memarahinya, ia menyalahkan Jester atas apa yang terjadi saat ini. Ya memang itu semua adalah kesalahan dari Jester, karena sudah membawa pergi Kyla tanpa izin dan sepengetahuan dari Arsen.
"Ini semua gara-gara lu, sekarang pasti Kyla udah ditemuin sama papanya! Lu harus tanggung jawab karena itu!" kesal Arsen.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
lanjut part 2 ya Thor ❤️ untuk mi