Saat membaca novel 'Istri Untuk Pangeran', aku merasakan rasa kantuk yang teramat sangat. Aku terbangun tapi berada dalam tubuh seorang Antagonis wanita yang berusaha merebut perhatian Male Lead dan menyiksa Female Lead untuk memisahkan mereka, ingatan pemilik tubuh ini sama persis dengan jalan cerita novel itu, Antagonis akan mati pada akhirnya. Aku hanya ingin kembali, maka kuputuskan untuk tetap menjalankan peran Antagonis dan kembali ke duniaku.
---
"Akhirnya aku akan kembali. . ." gumam Vera.
"Aku tidak mengizinkanmu mati, Vera!" Putra Mahkota memangku tubuh lemah Vera.
Vera melihat tatap khawatir dan sedih dari kedua netra emas putra mahkota, membuat dadanya bergemuruh. Bukankah pria itu sangat membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhicielff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan
Vera mengambil kembali cincin berlian biru jernih yang disodorkan Duke Verita. Vera akan pamit kembali ke kamarnya, namun asisten ayahnya bersama dengan Giovan masuk ke ruangan Duke Verita dengan terburu-buru sehingga menyela salamnya. Vera yang tak mau mengganggu mereka pun segera undur diri dari ruang kerja ayahnya.
"Nana, buatkan aku coklat panas dan juga cemilan, entah kenapa kepalaku pening, taruh saja di meja kerjaku."
"Baik, nona." kata Nana kemudian beranjak untuk mengambilkan apa yang nonanya mau.
Vera pun masuk ke ruang kerjanya dan duduk di kursi kerja miliknya. Ia membuka sebuah buku agenda dan menuliskan catatan baru diatasnya, buku itu adalah daftar dan jadwal pekerjaannya agar ia tidak melewatkan satu pun kesibukannya.
"Menyelidiki madam Estelle dan rencana balas dendam putra mahkota."
"Aku harus menyiapkan waktu untuk bertemu madam Estelle, kemudian pergi ke guild informasi untuk mencari tahu tentang siapa saja antek putra mahkota yang harus diwaspadai keluarga Verita, juga informasi mengenai Ratu yang entah mengapa terkesan sangat misterius." kata Vera kemudian menutup buku catatannya.
Tak lama kemudian Nana masuk dan menyuguhkan coklat panas serta cemilan di atas mejanya, Vera memakan cemilan dan meminum coklatnya dengan nikmat.
Vera yang sudah rileks akhirnya memiliki inspirasi untuk membuat desain sebuah gaun yang pernah diinginkannya, gaun itu ia temukan di internet ketika ia masih menjadi Rose. Berdasar ingatannya ia menggambar dengan hati-hati dan teliti.
"Nona, Madam Jane telah tiba." kata Nana menginfokan kedatangan desainer ternama di kekaisaran.
"Hm, antarkan madam Jane ke ruanganku, Nana." perintah Vera.
"Baik, nona." kata Nana kemudian pamit pergi.
Vera meletakan cangkir coklat panasnya kemudian beranjak dari ruang kerjanya menuju ke kamarnya.
"Selamat sore nona muda Duke Verita." sapa madam Jane pada Vera.
"Selamat sore madam Jane. Sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu." kata Vera basa basi.
"Iya, saya sudah membawakan beberapa gaun rancangan saya untuk nona lihat dan coba, jika menurut nona terasa kurang, tentu saja kita bisa menyesuaikannya dengan selera nona."
Terlihat beberapa asisten madam Jane membawa masuk beberapa gaun rancangannya ke dalam ruangan. Vera dengan santai menunggu di sofa dengan madam Jane yang sibuk mempromosikan gaunnya.
"Nona bisa juga melihat referensi desain gaun saya yang lain disini." kata madam Jane dengan menyerahkan sebuah katalog gaun.
Vera sekilas melihat tatapan madam Jane yang terlihat tidak suka padanya, namun tertutupi dengan profesional kerjanya. Vera tidak masalah dengan hal itu karena menurutnya hal itu sama sekali tidak mengganggunya. Lagi pula bukan satu dua orang saja yang pernah menatapnya seperti itu.
Vera menatap gaun yang dibawa madam Jane dengan mengernyit. Gaun-gaun itu terlihat sangat glamor dengan banyaknya perhiasan yang ditempel di kainnya. Begitu pula yang digambarkan di katalog desain yang diberikan oleh madam Jane, modelnya bermacam-macam namun dengan kemewahan yang berlebihan yang sama.
"Madam Jane, apakah hanya ini model yang madam punya?" tanya Vera.
"Apakah nona tidak puas dengan gaun-gaun ini?" tanya madam Jane kemudian wajahnya berubah pucat. Vera berusaha menggali ingatannya setelah melihat respon madam Jane yang menurut Vera terlihat sedikit berlebihan.
"Madam Jane, saya ingin gaun yang terlihat simpel tapi tetap elegan." kata Vera. Vera yang asli mungkin lebih menyukai kemewahan ini, namun sekarang dia adalah Vera yang berbeda. Menurutnya Vera lebih cocok menggunakan sesuatu yang simpel karena hal itu lebih menonjolkan kecantikannya.
Vera menemukan ingatan Vera yang asli pernah merobek sebuah gaun buatan madam Jane karena tidak sesuai dengan permintaannya, padahal gaun itu telah beberapa kali mengalami perombakan dan disesuaikan dengan seleranya.
Namun karena kesal, ia merobek gaun itu dan memarahi madam Jane yang dianggapnya tidak kompeten. Setelah kejadian itu, madam Jane merancang kan gaun khusus untuknya, gaun yang mewah dan glamor yang jika dikenakan oleh wanita muda sepertinya akan terlihat sangat mencolok.
"Tunggu sebentar madam, saya mempunyai gaun rancangan saya sendiri, coba madam lihat bisakah madam membuatkannya untuk saya." kata Vera, baginya ini merupakan suatu kesempatan bagus untuk bisa mewujudkan gaun impiannya. Vera bergegas menuju ke kamar kerjanya untuk mengambil gambaran gaunnya kemudian kembali ke kamarnya.
Vera menyerahkan gaun impiannya itu pada madam Jane, mata madam Jane berubah menjadi terkejut melihat gaun yang digambar Vera, meskipun masih setengah jadi namun gambaran garis besarnya sudah terlihat.
"Saya ingin gaun itu memiliki batuan kristal yang ditata seperti gradasi, jadi dari atas gaun, batuan disusun padat sampai pinggang. Nanti dari pinggang kebawah, batuan disusun semakin jarang, itu agar terlihat seperti bintang. Warna gaunnya, saya ingin warna merah muda pastel agar terlihat segar, lengannya buat panjang modelnya sedikit gelembung dengan kain yang ringan." kata Vera menjelaskan pada madam Jane karena gambar gaunnya masih belum selesai diwarnai.
"Ini sangat indah, nona." kata madam Jane tulus. Vera juga tertegun melihat perubahan pandangan madam Jane padanya.
"Bisakah gaun itu selesai lusa karena pada hari itu saya akan menghadiri undangan pesta minum teh putri Viscount Roanne." kata Vera.
"Tentu saja, saya akan mengusahakan yang terbaik, nona." kata madam Jane. Vera kemudian mengangguk kemudian madam Jane mengukur badan Vera dan mencatatnya dengan serius agar gaun yang dikerjakannya melekat pas dengan tubuhnya.
"Nona, bolehkah saya membeli hasil desain nona ini? Saya ingin menjadikan gaun ini sebagai salah satu koleksi butik kami, tentu saya akan mempublikasikannya setelah acara pesta berlangsung." kata madam Jane dengan sedikit takut pada Vera.
Vera yang mendengar hal itu pun sangat bersemangat, ini berarti ladang emasnya bertambah lagi dengan memanfaatkan pengetahuannya yang lain.
"Oke, madam buatkan saja kontrak kerjanya, jika saya memiliki inspirasi yang lain saya pasti akan datang ke madam." kata Vera menyetujui kesepakatan madam Jane, mereka pun berbicara tentang detail gaun yang digambarkan olehnya agar tidak ada yang terlewat serta membicarakan kesepakatan jual beli desainnya.
Vera dan madam Jane pun mau tidak mau semakin akrab. Dari percakapan itu Vera mengetahui jika Liliana Roanne juga memesan sebuah gaun padanya dan tentu saja putra mahkota memesan set yang sama dengan gaun milik Liliana. Vera mendengar cerita tentang mereka pun menunjukkan wajah bosan, ia sudah tidak lagi tertarik dengan kisah para tokoh utama yang tengah dimabuk cinta itu.
"Nona Verita, terimakasih sudah mempercayakan gaun nona pada butik kami. Karena hari sudah gelap saya mohon undur diri." pamit madam Jane sopan.
"Tentu madam, di kekaisaran ini butik madam Jane lah yang terbaik, Nana akan mengantar madam sampai depan pintu, hati-hati di jalan." kata Vera pada madam Jane.
Madam Jane semakin mengagumi tempramen Vera yang sangat tenang dan anggun, tanpa disadarinya ia bisa berbincang dengan Vera hingga lupa waktu, berbeda dengan Vera yang dikenalnya dahulu. Sekarang ia merasa pergi ke rumah Duke Verita tidak seseram yang sebelumnya.
**TBC**
Oya mgkn ada baiknya bertanya pd ayah vera kebenaran ttg ibu kandung pangeran mahkota agar tdk terjadi kesalahpahaman yg berakibat fatal kembali
lanjut yah thor