NovelToon NovelToon
Cinta Si Kembar

Cinta Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Anak Kembar / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Kisah Revalina Hamid atau Adiva Briana Elang , selama terpisah dari keluarga kandungnya. Saudara kembar Adila Dyah Elang yang hilang saat usia 8 tahun tumbuh dengan identitas baru.
Keadaan merubah sifat dan watak mereka. Adiva yang lupa akan Siapa dirinya hidup dengan jati diri baru, sebagai Revalina Hamid Putri dari keluarga Hamid dari istri pertama. Putri yang selalu bikin masalah dengan ayahnya, saudara tirinya dan ibu sambungnya.
Adila anak perempuan yang ceria dan ceplas-ceplos dalam bicara , berubah menjadi pribadi yang pendiam dan introvert, mandiri pendiam, tenang dan selalu berhati-hati dalam bertindak setelah kembaran nya menghilang.
Bagaimana cara takdir bekerja untuk menyatukan anak-anak Raihan dan Raihana. Ikuti juga kisah cinta si kembar menemukan cintanya.
Juga kisah si kembar setelah terpisah dan berkumpul lagi. Juga kisah cinta mereka bersama sahabat-sahabatnya dan tidak ketinggalan kakak si kembar Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Membuat Bingung

Sesuai rencana semula kami berangkat setelah sholat isya. Gilanya lagi kembarran ku bener-bener jahil, begitu sampai di depan kosan sebelum kami keluar dari mobil Diva memakai wig nya dan softlens.

Saat lapor ke pada ibu kos, ibu kos sempat bingung dan hanya mengagukan kepalanya saat aku bicara.

"Makasih ibu atas pengertiannya. Sedangkan untuk pembayaran tambahan, akan saya gabung dengan pembayaran bulanan." Ucapku setelah menyampaikan alasan langsung, kenapa Diva tinggal sementara di sini.

"Iya terserah kamu ibu nurut saja. Ibu tadi ngantuk saat kamu mengetuk pintu, tapi ko sekarang jadi gak ngantuk ya. Selama ini ibu lihat anak kembar pasti sedikit banyak ada perbedaannya. Ini ko kalian ga ada bedanya sama sekali ya, bagaimana cara membedakannya?" Tanya ibu kos sambil melihat kami bergantian.

Dasar Diva iseng ga ke tolong, dia juga membeli softlens untuk menyamakan warna bola mata kami. sebenarnya warna mata kami beda dan warna kulit juga beda. Tapi kalau warna kulit tidak terlalu kentara, berbeda dengan model rambut dan warna bola mata.

"Mudah ko Bu,"jawabku. Membuat ibu kos dan Diva melihat kearah ku, sedang Diva tersenyum menantang 'bagaimana caranya '.

"Caranya,?" tanya ibu kos.

"Postur tubuh kami berbeda Bu, saya lebih berisi dan adik saya sedikit kurus."

"Kenapa tidak bilang aja kamu gemuk," ketus Diva membuatku dan ibu kos tertawa.

"Bener kalau di perhatikan badan Dila proporsional sedang Diva sedikit kurus."

"Beda juga paling 5 kg ibu bukan kurus," protes Diva. Membuatku tertawa kecil. Kami memiliki tinggi yang hampir sama. Aku tinggi 168 cm dan berat badan ku 54 kg. Sedangkan Diva dengan tinggi 170 cm , tapi dengan berat badan 50 kg.

"Kalau begitu kami pamit masuk ke dalam kamar dulu ibu!" Pamit Ku sebelum berjalan menuju ke arah kamarku. Sebenarnya rumah ibu kos berbeda dengan rumah kami anak kos. Tapi masih berdekatan hanya dan di batasi halaman kosong, untuk parkir mobil dan motor.

"Lucu ya wajah ibu kos saat bingung melihat wajah kita." Ucap Diva sambil terkekeh kecil.

"Kamu itu persis Satria dan om Radit isengnya, minta ampun !"

"Ga papa seru. Ada berapa kamar di sini?"

"Cuma 6 kamar, 2 diatas 4 di bawah. Kamarku di atas,ayo naik !" Aku bersyukur tidak ada lagi yang aku jumpai, selama perjalanan masuk ke dalam kamar. Mungkin karena sudah pukul 10 malam lewat, jadi sudah pada tidur. Mengingat besok sudah harus pada kerja.

"Ini Kosan khusus putri apa campur ?"

"Khusus putri." Jawabku sambil masuk ke dalam kamar mandi. Setelah membersihkan diri aku langsung tidur, berbeda dengan Diva yang langsung membuka laptopnya. Aku tidak tahu Diva tidur jam berapa sepertinya sampai tengah malam.

Bahkan saat pagi setelah sholat subuh, Diva tidur kembali. Sedangkan aku langsung melakukan Yoga sebentar di teras .

Note: Aku bawa kunci kamar, jika pergi bawa saja kuncinya. Sarapan beli di bawah, kalau mau masak cuma ada mie instan tidak ada nasi. Tapi ada roti tawar dan keju, tidak ada selai coklat dan kacang.

Setelah siap berangkat kerja aku tempel note di pintu kulkas yang ada di dalam kamar.

"Bagaimana liburan 2 hari, kemana aja?" Tanya Seno setelah kami selesai membubarkan diri, setelah apel pagi.

"Jangan di Tanya IPDA Dila pasti mudik,"ucap Indah yang berjalan di sampingku.

"Mudik itu kaya aku ke Jawa, kalau ke Jakarta bukan mudik terlalu dekat." Ucap Seno membuat Indah dan aku hanya memutar bola mata.

"Mas Arsen ke mana,?" tanya Indah.

"Wuih sudah naik pangkat menjadi mas, bukan pak lagi." Ledek Seno sambil tertawa terbahak-bahak.

"Selagi ga ada orangnya ga papa, kalau ada orangnya aku juga gak berani !" Ucap Indah sambil nyengir.

"Kalau tidak salah ada rapat dengan wakapolda,"jawab Seno.

"Ya udah aku pergi sarapan dulu, ada yang mau nitip ?" Tanya Indah yang kami jawab dengan gelengan kepala.

"Apa urat malunya sudah hilang ya sebagai wanita, kentara banget kalau suka sama mas Arsen padahal mas Arsen selalu dingin." Ucap Seno, AKP Arsen sendiri tidak suka di panggil pangkatnya, kecuali acara resmi. Dia lebih suka di panggil pak, mas bang atau apa saja yang terpenting sopan.

"Ya mana ku tahu,"Jawabku.

"Lelaki itu pada dasarnya predator, pemangsa. Jadi dia lebih suka mengejar dari pada di kejar, karena ada tantangannya. Ya emang sih ada beberapa yang tidak begitu, tapi bukan seorang wanita itu harus punya rasa malu !"

"Kenapa begitu,?" tanyaku. Karena aku sendiri tak mempermasalahkan sikap Indah.

"Karena seorang perempuan atau wanita yang punya rasa malu, akan berpikir dulu sebelum melakukan atau berucap sesuatu. Dan itu bisa mencegah dia dari perbuatan yang tidak baik dan tercela."

Setelah 30 menit kami ngobrol Arsen datang dan mengumpulkan kami semua. Arsen bilang kali ini Kita akan penyeledikan bandar narkoba yang beroposisi di sekitar karyawan pabrik. Dia seorang penjual kelontong bernama Yogi dan berjualan hanyalah pengalihan. Dia sangat licin dan licik, sudah setahun di incar dan tugas mereka sekarang menangkap basah. Dia selalu mencari orang-orang yang tertekan karena masalah ekonomi dan di manfaatkan sebagai kurir narkoba.

"Hebat juga ya dia selalu bisa mempengaruhi. Semua kurir yang tertangkap untuk tidak menyeret dia. Hingga dia aman dari jerat hukuman." Ucap Seno setelah membaca informasi dan mendengarkan info dari Arsen.

"Karena itu kita harus jadi lebih pintar. Indah dan Herlambang kalian akan menyamar sebagai suami istri karyawan pabrik!"

"Kenapa yang jadi suami bukan pak Arsen saja sih." gerutu Indah lirih yang mungkin hanya aku yang bisa mendengarnya.

"Norma kamu dan saya akan bergantian menjadi pemulung."

"Dila kamu dan Seno selidiki keluarga tersangka Yogi bersama-sama! Secara mendetail anak, istri dan keluarga yang lain!" Ucap Arsen terhenti karena ponselnya berbunyi. Arsen hanya melihat lalu mematikan ponselnya dan di taruh di maja.

"Jika ada yang di tanyakan, silahkan. Dan jangan pernah bertindak gegabah saling memberi informasi."

"Ndan itu ponsel kenapa kacanya bisa hancur gitu ?" Tanya Herlambang tiba-tiba, membuat kami langsung melihat kearah ponsel Arsen yang berada di atas meja.

"O kemarin tidak sengaja ditabrak orang saat jalan di mall!" Ucap Arsen Sambil menatap tajam kearah ku.

"Kenapa gak minta ganti rugi,?" tanya Seno.

"Kalau kalian jadi korban tabrak lari, apa kalian akan langsung berlari mengejar pelakunya." Ucap Arsen yang langsung berjalan keluar.

"Kenapa ada orang tidak bertanggung jawab, sesampai pura-pura tidak mengenal ya!" Ucap Arsen sambil lewat di belakangku.

"Pak Arsen tadi ngomong apa kamu denger gak ?" Bisik Indah padaku.

"Gak tahu," Bohongku karena aku juga bingung dengan ucapan Arsen. Entah dia kesal sama yang menabraknya sampai ponselnya rusak, atau karena telponnya bunyi terus.

1
mami Fauzan
SippLahhh endingnya happy 👍👍👍
mami Fauzan
joss,, gass lahh jangan ksh kendorr....
falea sezi
gass terus ya sen
falea sezi
diva jahat woy
falea sezi
lah arkana innalillahi
Anie Baelah
Luar biasa
Santi Herman
cakeep
eed
Sama-sama, terima kasih atas dukungannya.
Santi Herman
makasih thor, karya mu bagus, sukses selalu buat mu Thor
Santi Herman
kok para mantan berseliwiran aja,mulai dari mantan bapak ampe mantu
Santi Herman
kamu hebat thor
Nur Dafa
mampir
Pipit 18
terlalu singkat
Pipit 18
cerita terlalu singkat
Herlina
Luar biasa
Santi Herman
kok kayak papa ray ya.... g ada tegasnya ma pelakor
.
Santi Herman
o oh o digantung 😂😂😂😂😂
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat
Santi Herman
cakep, jangan ulang kisah ayah rayhan
Santi Herman
cakeep. lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!