Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Rafa mulai mendudukan istrinya pelan di atas sofa dan ikut duduk di samping istrinya menunggu makanan tiba.
"Maafin aku ya yank" ucap Rafa lirih dengan menundukkan kepalanya.
"Maaf kenapa yank?" tanya Arin bingung dengan pernyataan suaminya.
"Aku emang suami yang gak ada gunanya, aku gak bisa nolongin kamu saat kamu berada dalam masalah, dan aku cuma bisa diam lihat kamu memar kaya gini di sekolah. Maaf yank" tulus Rafa tetap menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah tentang kejadian di sekolah.
"Yank, please ini bukan salah kamu, kamu gak salah. Emang keadaan kita kaya gini yang gak mungkin buat kamu nolongin aku tadi di sekolah. Kalau umpama tadi kamu nolongin aku pasti masalahnya akan lebih rumit lagi" ucap Arin sambil mengangkat kepala suaminya dengan ke dua tangannya.
"Kamu gak bakal tinggalin aku kan yank? atau kita ngaku aja ke semua kalau kita memang udah nikah biar kita bisa terus bareng dan aku bisa belain kamu di sekolah kalau ada masalah lagi" ucap Rafa menatap lekat istrinya.
"Gak yank, kita gak boleh gegabah atau kita nanti bakal sama-sama di keluarin dari sekolah. Meski kepala sekolah tau dan bisa terima pernikahan kita karena permintaan orang tua kita, tapi gak semuanya bisa ngerti yank. Aku tuh cinta sama kamu, cinta banget sama kamu, aku udah serahin semua ke kamu tapi kenapa sekarang kamu malah nanya aku bakal ninggalin kamu atau gak sih yank?"jelas Arin seraya bertanya dengan menatap tajam mata suaminya, memegang kedua sisi wajah lelaki telah mengisi dalam relung hatinya.
Ucapan tulus dari istrinya, mendorong Rafa mencium bibirnya lembut karena terbawa perasaan. Ketika bibir Rafa menyentuh bibirnya, tiba tiba Arin memekik kesakitan karena luka tamparan ia terima tadi di sekolah.
"Eh, eh maaf yank, sakit banget ya yank?" tanya Rafa khawatir mengusap lembut luka pada bibir istrinya dengan tatapan sendu.
"Engga apa apa yank, udah kamu gak usah sedih lagi gak usah khawatir ya sayank. Aku sayang kamu yank" sangat tulus Arin berucap, memluk suaminya dan di balas pelukan yang sangat erat oleh laki laki tetap saja merasa bersalah.
"Yank, entar ada singa yang bangun lo, aku masih sakit gini." ucap arin melonggarkan pelukan suami nya.
"Emang udah bangun dari tadi yank" sahut Rafa terkekeh, disambut senyum oleh istrinya.
Di sela canda tawa dan perbincangan mereka, tiba tiba terdengar bel pintu berbunyi. Cepat Rafa beranjak membuka pintu yang ternyata makanan mereka tiba. Setelah pengantar makanan pergi, Rafa kembali masuk ke dalam apartemen dan melangkah menuju dapur untuk menyiapkan makanan dan membawanya ke ruang tamu. Karena kini Rafa benar benar tak tega dengan kondisi istrinya, dan tidak ingin istrinya berjalan lagi ke ruang makan.
"Makan yank" ucap Rafa menyodorkan makanan ke arah istrinya.
"Iya sayang, makasih ya suamiku yang baik" ucap Arin menggoda suaminya, sontak saja membuat Rafa salah tingkah karena di panggil suamiku untuk pertama kali oleh istrinya. Rafa mencubit gemas pipi Arin, namun lagi lagi istrinya merasakan sakit karena lukanya dan membuat Rafa menjadi merasa bersalah kembali.
"Kamu bisa makan kan yank? gak sakit ksan?" tanya Rafa penuh khawatir.
"Ih kalau makan sih sakit gak sakit aku tetap makan yank, gak usah khawatir" sahut Arin dengan senyum dan melahap makannya pelan karena menahan sakit di bibirnya.
"Hehehe dasar kuli" ejek Rafa tersenyum lebar ke arah istri yang tengah menikmati makan.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah