NovelToon NovelToon
Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Romansa / Disfungsi Ereksi / Healing / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: lee_yuta

"Dua puluh ribu! Buat aku tersenyum malam ini!" perintah seseorang dengan tatapan begitu tajam.

"Gila! Lo kira, gue penari topeng monyet! Ogah!" tolak penari itu mentah-mentah. Melotot tajam ke arah pria barusan.

Pria itu menarik sudut bibirnya sebelah. Lalu datang mendekati seorang wanita yang berani menolaknya.

"Dua miliyar, sembuhkan penyakit impotenku." bisik pria bermata sipit itu.

🍂🍂
Mendapat tawaran pekerjaan dengan gaji yang sangat fantastis, tentu mampu membuat Regina oleng. Sebagai kaum haus duwid dan demi bisa lanjut S2 sebentar lagi, bahkan Regina rela menjadi penari club seperti ini. Tentu ini kesempatan bagus.

Akan tetapi, masalahnya Regina belum pernah belajar mengenai teori menyembuhkan penyakit yang satu itu. Di tambah lagi dia anak akutansi. Sangat beda jauh dengan keahliannya. Kecuali kalau dia anak kesehatan, mungkin lain cerita.

Dan dengan lantang Regina menerima tawaran itu tanpa memikirkan konsekuensinya.

Fix! Regina masuk jebakan pria itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap. 31

Bab. 31

Mami Melani tidak hentinya memijat keningnya setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Gina barusan. Wanita itu tidak pernah menduga, jika kejadian yang dulu pernah ia lakukan, membuat Naka mengalami sesuatu yang sangat mengerikan. Terlebih lagi putranya itu tidak pernah bercerita apapun mengenai apa yang dia alami.

"Lalu, bagaimana sekarang?" tanya papi Biru dengan tatapan yang begitu tegas.

Entah, ini memang Gina yang baru melihat pria paruh baya itu, atau memang orang yang disebut sebagai papinya Naka tidak memiliki ekspresi yang berarti. Tetap datar dan tidak terbaca sama sekali.

Sikapnya yang seperti itu membuat Gina semakin beranggapan kalau pria itu mengetahui sesuatu. Tidak seperti wanita yang merupakan mami nya Naka. Begitu terkejut dan sangat heboh.

"Maksud Papi?"

Papi Biru tidak langsung menjelaskan maksudnya. Akan tetapi, dari sorot matanya yang mengarah ke bawah, tepat di bagian milik Naka, membuat Naka langsung menutup kakinya dan mendengkus kesal. Papinya itu kenapa sangat terang-terangan sekali di depan Gina. Meruntuhkan imagenya saja.

"Belum tau, bisa buat nembak atau enggak. Orang masih uji coba, terus kalian datang," balas Naka sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Lebih lagi tidak mau bertemu dengan tatapan mata mami nya yang begitu menyeramkan saat ini.

Mungkin, kalau tidak ada Gina di sana, wanita yang sudah melahirkan dirinya tersebut melayangkan pukulannya kembali ke tubuhnya.

Reaksi papi Biru terlihat biasa saja. Pria itu mengangguk samar, seolah sudah paham mengenai situasi yang sedang di alami oleh putranya.

Ketika tatapan matanya mengarah ke arah Gina, pria itu sedikit melembut. Tidak terlalu tegas seperti ketika menatap putranya. Namun tetap saja membuat Gina gugup. Takut kalau sampai pria itu meminta dirinya macam-macam.

"Jadi ... kamu belum di—"

"Pi!" sergah Naka menghentikan papinya agar tidak bertanya sesuatu pada Nika. Takut membuat gadis itu merasa takut. "Jangan tanya yang aneh-aneh. Biar Naka yang mengurus urusan Naka."

Plak!

Tangan meminta memang tercipta sangat ringan sekali hanya untuk dirinya.

"Dasar, anak bandel!" sentak mami Melani. Kamu udah nggak anggap Mami sama Papi? Hmm? Makai segala macam diselesaikan sendiri?" cecar mami Melani yang sangat mudah sekali terpancing emosinya.

"Bukan begitu, Mi ...." elak Naka. "Mami tau sendiri, Papi itu kalau tanya kayak apa. Nanti malah bikin Gina takut," jelas Naka mengenai alasan dirinya memotong kelinat papi Biru.

Mami Melani menyipitkan matanya.

"Memangnya Papi mau apakan Gina? Nggak di apa-apain, kan? Cuma mau ditanya aja. Apa Om buat kamu tertekan, Gina?" mami Melani mengalihkan tatapannya ke arah Gina dan menurunkan nada bicaranya ketika bertanya pada gadis yang sangat cantik tersebut. Cantiknya natural. Tidak ada riasan make up di wajahnya.

Membuat mami Melani teringat akan sahabatnya yang sangat malas memakai riasan wajah, tetapi terlihat sangat cantik. Jika diingat juga sifat mereka sedikit sama.

Gina mengeleng. "Enggak, Tan. Orang Gina belum tau Om Biru mau bertanya apa," balas Gina jujur. Sama sekali tidak mendukung posisi Naka.

Sementara Naka mengeram kesal, di kala mendapati tatapan dari mami nya yang penuh selidik. Ia hanya takut kalah Gina bercerita lebih detail lagi mengenai apa yang mereka lakukan tadi.

"Om bisa bertanya pada Gina. Pasti Gina jawab, kalau memang Gina bisa menjawabnya," ucap Gina pada papi Biru.

Papi Biru menatapnya tanpa ekspresi. Namun, di dalam hati pria itu mengagumi sikap keberanian Gina.

Sedangkan mami Melani tersenyum senang, karena dengan begini masalah yang di hadapi putranya bisa diselesaikan secepatnya.

"Apa kalian sudah benar-benar melakukan hubungan intim?" tanya papi Biru begitu vulgar dan langsung to the point.

Membuat Naka melotot tidak percaya jika papinya akan menanyakan hal tersebut. Naka menggeser duduknya mendekat ke arah Gina, tetapi mami Melani sudah berdehem lebih dulu. Membuat Naka menghentikan tindakannya. Melayangkan tatapan memohon pada mami nya. Namun sayang, sepertinya memang ini hari tersial bagi Naka.

"Belum sampai masuk, Om. Cuma pemanasan aja," jawab Gina sangat sangat sangat jujur sekali.

Prang!

Detik ini, Naka berjanji dalam diri kalau ia tidak akan mempertemukan Gina dengan kedua orang tuanya. Sungguh, gadis itu benar-benar membuat image serta namanya jatuh, sejatuh jatuhnya di hadapan orang tuanya sendiri.

Kembali, Naka mendapat tatapan penuh arti dari kedua orang tuanya. Namun, ada kelegaan di raut muka mami nya. Terlihat sangat jelas sekali.

"Regina ...." gemas Naka membuat dang pemilik nama pun menoleh ke arahnya. Mana dengan ekspresi polos lagi. Tidak tahu apa, kalau kejujurannya itu akanembawa petaka dalam hidup Naka. Arkh! Rasa-rasanya Naka ingin membawa kabur gadis ini sekarang juga.

"Apa, Mas?" tanya Naka dengan tatapan polosnya.

Bukan bukan, bukan polos. Tetapi ini terlihat sangat imut sekali di mata Naka. Apa lagi gadis itu sedang memakai kemeja miliknya.

'Sial! Kenapa harus sekarang sih mereka datang! Dia juga, kenapa kaku lagi.' Naka benar-benar merasa sangat frustasi.

"Kan benar kalau kita tadi nggak sampai masuk, kan? Punyamu juga udah sembuh." lihat saja, Gina semakin membuat posisi Naka sangat runyam. "Oh, ya, Tante. Kalau kita udah berhasil melakukan pekerjaan kita, bisakah kita terbebas dari kontrak?" dengan polosnya Gina malah menanyakan kontrak kerja antara dirinya dan Naka kepada mami Melani.

'Astagaaaaa ... ini cewek bahaya juga ternyata. Beneran gue karungin, ntar!'

Mami Melani tersentak kaget. Tetapi wanita paruh itu mengangguk. Membenarkan kesimpulan yang Gina ucapkan barusan.

"Kalau memang dalam isi perjanjian tertulis sampai sembuh, terus pada faktanya sudah sembuh, seharusnya sih bisa, Gina. Kenapa? Apa di antara kalian ada kontrak kerja mengenai penyakit itunya Naka?" dengan penuh kehatian, mami Melani menanyakan sesuatu yang di tutupi oleh Naka. Lebih lagi ketika putra nya itu melayangkan tatapan keberatan.

Gina tersenyum penuh arti. Membuat Naka semakin was-was. Mana dirinya tidak bisa mengancam gadis itu, atau memaksanya, selagi ada kedua orang tuanya di sini.

"Bukan apa-apa, Tante. Hanya ingin tahu lebih jelasnya saja," balas Gina tanpa berani menatap ke arah Naka. Sebab, ia merasakan aura penuh amarah yang berasal dari sampingnya.

"Kamu bebas!"

Bukan Naka yang mengatakannya, tetapi papa Biru. Pria dengan tatapan begitu serius tersebut menatap ke arah Gina.

"Pi!" sentak Naka melotot tidak terima. "Ini masalah Naka. Tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan. Naka yang urus sendiri." tegasnya penuh penekanan.

1
Juna Dong
luar biasa
Ayla Anindiyafarisa
kok mau y mami ester di madu? masih jadi pertanyaan ku sih tu
Ayla Anindiyafarisa
aku suka kau gina g mudah di tindas
Ayla Anindiyafarisa
mau ngapain pak suruh tutup tirai
Ayla Anindiyafarisa
cuci mata Meraka bertiga😅😅😅
Arsih qqq
tetep semangat kak
Assyifa Ramadhani
seru ceritanya
suka sama karakter gina
tanpa nama
Bagus ceritanya. 21+ nya jg bkn yg vulgar bgt jd msh enak untk d baca.
Cuma syg di endingnya sdkit trllu d pksakn. Mngkn yuta jg g mau crita ini klo kepanjangn mlh alurnya aneh. Tp gpp smngat yutaaaa
tanpa nama
🤣🤣🤣🤣Knp jadi buka kartu papamu sendiri 😭
tanpa nama
😭😭😭Wes mboh gin 🤣🤣🤣🤣
tanpa nama
Jadi pororo🤣🤣🤣
ollyooliver
gw kira ester pintar ternyata sangat bodoh..masih maunya dengan penghianat..pdhl punya posisi kuat dan mendominasi..dengan cara mengancam salma tadi, bisa dipakai juga untuk menghancurkan suaminya malah bilang GILIRANKU MENGAMBIL APA YG MMNG MENJADI MILIKKU..bener" bodoh. bekasan dari jalang malah dipungut..

episode enam tujuh
ollyooliver
bagaimana mau ngebuktiin, sama gina aja..anunya gak berdiri..

gw merasa pesona pemeran utama cwnya kurang nih buat oemain utama cowonya..gak bisa buat naka terpesona apalagi sampai anunya naka berdiri
ollyooliver
kalau gak, ngapain masih menginginkan gina
ollyooliver
brrti dia sebalumnya kang celup dong?

gw berasumsi sendiri..gw dibuat mulai gak mood nih buat lanjut baca🙂
juwita
mampir
Tyas Wahyuni
Luar biasa
Sastri Dalila
👍👍👍
Yulia Widarti
sukaa 👍👍
Nurmiati Aruan
ok deh.... emang othor YUTA yg paling the best....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!