NovelToon NovelToon
Pengasuh Anakku

Pengasuh Anakku

Status: tamat
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Percintaan Konglomerat / Pengasuh / Tamat
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ding-dong

Kehilangan selamanya istri yang sangat dicintainya bukanlah hal yang mudah dihadapi oleh Dokter Danny. Ayah Dokter Danny selalu menyuruh Danny untuk menikah lagi.

Akankah Danny menikah lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nanti malah mengganggu.

Ayudia membelalakkan matanya dan menatap wajah Dokter Danny yang ada di hadapannya. Ia terkejut hingga napasnya memburu.

"Kamu nggak kasihan sama aku? Sudah delapan bulan lebih saya menjadi duda," bisik Dokter Danny di depan Ayudia.

"Salah sendiri nggak segera menikah lagi. Toh ada Mbak Rahma yang..." Ucapan Ayudia terputus karena Dokter Danny tiba-tiba mencium bibirnya.

Plak!

Tiba-tiba telapak tangan Ayudia mendarat di pipi Dokter Danny. Dokter Danny pun melepas pagutan bibirnya. Ia menyentuh pipinya yang ditampar Ayudia dan menatap Ayudia dengan lekat.

Ayudia sendiri terkejut dengan tindakannya yang reflek menampar pipi Dokter Danny. Ia benar-benar tidak sengaja. Ia menatap tangannya sendiri yang sudah kurang ajar menampar suaminya.

Dokter Danny pun segera bangkit dari atas tubuh Ayudia lalu menyingkap selimut dan turun dari tempat tidur. Setelah itu ia keluar dari kamar Ayudia tanpa berkata satu patah kata pun yang terucap.

Ayudia menatap kepergian Dokter Danny dengan perasaan bersalah. Tidak seharusnya ia menampar Dokter Danny. Bagaimanapun, Dokter Danny sudah menjadi suaminya. Dokter Danny berhak atas tubuhnya.

"Maaf," gumam Ayudia dengan lirih. Ia pun meremas selimut yang ada di tubuhnya dengan geram. Ia marah pada dirinya sendiri.

########

Pukul setengah lima subuh, Ayudia membuka matanya ketika alarm pada ponsel nya berbunyi. Ia pun buru-buru bangkit untuk mengambil air wudhu di dalam kamar mandi. Kemudian ia memakai mukena dan keluar dari dalam kamarnya menuju kamar Dokter Danny. Sesampainya di depan pintu kamar Dokter Danny, Ayudia mengetuk pintu itu, tapi Dokter Danny tak kunjung membukanya.

Sudah lima menit Ayudia berdiri di depan pintu itu, tapi Dokter Danny masih belum juga membuka pintu kamarnya. Ayudia pun menghela napas panjang lalu kembali ke dalam kamarnya dengan cemberut.

Setelah shalat subuh, Ayudia pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi. Ketika ia membuka kulkas, yang ia temukan hanyalah telur. Ia mendesah pelan. Mau tidak mau, akhirnya ia hanya memasak telur mata sapi dan nasi putih.

Sesudah memasak telur mata sapi sambil menunggu nasi di dalam magic com matang, Ayudia kembali ke kamarnya untuk mandi dan memandikan Naufal karena hari ini Naufal waktunya untuk imunisasi. Seusai memandikan Naufal dan menyiapkan segala keperluannya, Ayudia membuka pintu kamarnya hendak turun ke lantai bawah. Kebetulan Dokter Danny lewat hendak turun ke bawah.

"Mas, aku sudah masak, tapi hanya..." Ayudia tidak melanjutkan kalimat nya karena Dokter Danny tidak menggubris nya. Ia pun menelan kembali kata-kata yang akan ia ucapkan. Ia mengikuti Dokter Danny menuruni tangga dengan cemberut. Sesampainya di anak tangga terakhir, Dokter Danny berbalik dan meraih tangan Ayudia.

"Kalau mau ke rumah sakit, naik taksi saja," ucap Dokter Danny lalu menaruh beberapa lembar uang di telapak tangan Ayudia. Setelah itu ia pergi tanpa sarapan terlebih dahulu.

"Mas!" seru Ayudia seraya berjalan cepat untuk mengejar Dokter Danny.

Dokter Danny tidak menghiraukan panggilan Ayudia. la segera masuk ke dalam mobil dan melajukan nya keluar dari halaman rumah. Ayudia menghela napas panjang lalu menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia cemberut dengan menatap lembaran uang yang ada di telapak tangannya.

Sesampainya di rumah sakit, Dokter Danny segera pergi ke kantin untuk memesan sarapan pagi. Semua orang yang kenal dengan Dokter Danny merasa aneh karena baru kali ini Dokter Danny sarapan di kantin rumah sakit. Setelah menghabiskan sarapan nya, Dokter Danny segera pergi menuju poli kandungan.

##########

Di lorong poli, Dokter Serli melihat Dokter Danny sedang berjalan menuju poli kandungan. Ia pun segera berjalan menghampiri Dokter Danny dari lawan arah. Ketika sudah hampir dekat dengan Dokter Danny, ia sengaja menjatuhkan diri di depan Dokter Danny. Reflek, Dokter Danny menahannya supaya tidak terjatuh. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Dokter Serli. la segera menjatuhkan diri ke dalam pelukan Dokter Danny.

'Duh... wangi banget, sih' gumam Dokter Serli dalam hati.

Dokter Serli menatap wajah Dokter Danny yang ada di hadapannya. Dokter Danny juga menatap Dokter Serli. Pandangan mereka saling bertemu.

"Tampan nya...," gumam Dokter Serli tanpa sadar. Jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

Tiba-tiba Dokter Danny segera tersadar kemudian melepaskan tubuh Dokter Serli dan membantunya berdiri dengan benar. Ia menatap ke bawah untuk melihat apa yang menyebabkan Dokter Serli terjatuh.

"Lain kali jangan memakai sepatu hak tinggi kalau sedang bertugas di rumah sakit," ujar Dokter Danny lalu pergi meninggalkan Dokter Serli yang masih tercengang.

'Waw! Keren banget sih tuh duda,' gumam Dokter Serli dalam hati. la merasa sangat bahagia hari ini, dia ingin tersenyum, tetapi dia tahan karena banyak orang di sekitarnya.

Satu jam kemudian.

Ayudia baru saja sampai di rumah sakit.

Setelah turun dari taksi, ia masuk ke lobby rumah sakit untuk melakukan pendaftaran. Meskipun Naufal anak dari Dokter di rumah sakit tersebut, tetap saja Naufal harus melakukan pendaftaran sesuai prosedur yang ada di rumah sakit.

Seusai melakukan pendaftaran, Ayudia membawa Naufal menuju poli anak. Sebelum sampai di poli anak, Ayudia melewati poli kandungan. Ia pun jadi teringat Dokter Danny yang tidak menghiraukan nya pagi ini. Tiba-tiba saja bibirnya mengerucut dengan geram.

Sesampainya di depan ruang poli anak, Ayudia dan Naufal segera disuruh masuk oleh perawat yang ada di depan poli anak. Perawat itu tahu kalau anak yang dibawa Ayudia adalah anak Dokter Danny.

"Hallo, Sayang...." sapa Dokter Serli ramah dengan anak kecil supaya tidak takut.

"Dok, ini Naufal, anaknya Dokter Danny," ucap Ira, perawat yang membantu Dokter Serli di poli anak hari ini.

"Oooh... anaknya Dokter Danny. Ganteng ya, kayak Papa nya," ucap Dokter Serli memuji Naufal.

"Kalau ini baby sitter nya Naufal?" tanya Dokter Serli seraya menatap Ayudia.

"Iya, Dok. Dulu Ayudia bidan di ruang bersalin di rumah sakit ini. Ketika istrinya Dokter Danny meninggal dunia, tiba-tiba Dokter Danny meminta Ayudia untuk menjadi pengasuh anaknya," jawab Ira menjelaskan siapa Ayudia sebenarnya dengan menyiapkan vaksin yang akan disuntikkan pada Naufal.

Semua orang di Rumah Sakit Dharmawangsa tahu kalau Ayudia menjadi pengasuh bayi Dokter Danny selama ini. Namun, tidak ada yang tahu kalau Dokter Danny menikahi Ayudia minggu lalu.

"Yuk, suntik dulu ya, sayang... nggak sakit, kok," ucap Dokter Serli sebelum menyuntikkan vaksin pada Naufal.

Seperti biasa, Naufal akan menangis dengan kencang ketika disuntik. Ira pun segera mengangkat tubuh Naufal dan memberikannya pada Ayudia.

"Nih, ikut Tante Ayudia biar nggak nangis," ucap Ira dengan tersenyum.

Ayudia pun menerima Naufal dengan tersenyum.

'Ya, aku memang hanya Tante, selamanya nggak akan bisa menjadi Mamanya,' gumam Ayudia dalam hati.

"Nggak ke Papa dulu, sayang?" tanya Dokter Serli seraya menulis tanggal vaksin di buku KIA Naufal.

"Nggak usah, Dok. Nanti malah mengganggu," tolak Ayudia. Ia tahu Dokter Danny sangat sibuk di jam seperti ini.

1
Flo aja
ko tamat aja kan bagus ceritanya blm ending LG tuh cerita blm siap k 😕😕😕
Asmarni Mar
lanjut thur
Setiani Siregar
ceweknya kurang suka sma Ayudia..terlalu berlebihan
Anis Abdulloh
Kq ending gantung gini kak pernikahannya aja belum diketahui orang Runah sakit dan belum belah durian juga kq adah tamat aja
Anis Abdulloh
Lanjut Thor penasaran nih
Permata Putri
ceritanya biasa aja tapi (✪▽✪) menarik
Permata Putri
belum ada lagi
Permata Putri
seru..
Sumarni Tina
up
Sani Sani
setiap baca karya kakak,, seneng bagus ceritanya,,,
SongbirdGarden
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
yuni ati
top
Nay Sha
lanjud thor,tu si Rahma di asingkan aja thor🤭🤭,semoga Pak Dokter mulai menaruh rasa ya,luluh karna ketulusan
Nay Sha
Naluri anak,lebih nyaman dengan orang yg tulus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!