NovelToon NovelToon
Dendam (Abraham)

Dendam (Abraham)

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Dendam Kesumat / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuza

Di tinggalkan oleh sang ibu bersama adik dan ayahnya membuat Abraham merasa sangat membenci sosok wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.

Sehingga membuat Abraham bersumpah pada dirinya sendiri, bahwa ia harus menjadi orang kaya, supaya laki-laki itu bisa membalaskan dendamnya pada ibu kandungnya sendiri.

"Kau bukan anakku lagi, Abraham! Kau hanya bocah pem bunuh!"~ Selena berteriak pada anak yang kira-kira baru saja berusia 10 tahun itu.

"Ibu lah pem bunuh itu!"~ Abraham dengan gigi yang menggeletuk terlihat membuang sebilah pisau yang sudah berlumuran darah ke depan Selena yang sedang menangis histeris.
🌹🌹🌹🌹🌹
Penasaran, kuy kepoin yukk! Jangan lupa kasih dukungan dengan cara Like, Komen dan tambahkan ke Favorit. Eits, jangan lupa juga kasih bintang lima😄
Satu lagi, bijaklah dalam memilih bacaan jika tidak suka SKIP!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

"Apa maksud Abra sebenarnya yang tadi saat di mansion? Aku saat ini benar-benar dibuat kebingungan olehnya." Desta membatin pada saat wanita itu sudah pulang ke rumah Selena. Ia juga terus saja mencoba menebak-nebak apa yang Selena inginkan darinya seperti kata Abraham. "Ah, sudahlah untuk apa aku memikirkan kalimatnya lagipula itu semua hanya omong kosong si pria arogan itu saja," sambung Desta membatin yang sekarang terlihat akan menaiki anak tangga tapi tiba-tiba saja ia malah mendengar suara Selena yang marah-marah membuat Desta terpaksa menghentikan langkah kakinya.

"Kamu ini bisa-bisanya malah memberikan anak pembawa sial itu membeli beberapa anak perusahaan kita. Apa kamu ini tidak berpikir bahwa dia bermaksud ingin membalas dendam padaku?" Selena melempar beberapa berkas catatan tentang sebuah anak perusahaannya yang berhasil terjual pada asisten yang selama ini membantunya mengurus perusahaannya. "Kenapa kamu sangat bodoh sekali Rico, tidak bisakah kamu bertanya dulu tentang siapa anak sialan itu sebelum kamu asal main setuju kalau menyerahkan semuanya padanya?" Gigi wanita paruh baya itu bergemeletuk menandakan kalau Selena saat ini benar-benar sangat marah.

"Nyonya saya benar-benar minta maaf, karena saya benar-benar tidak tahu tentang Tuan Ab–" Kalimat Rico terputus gara-gara Selena malah menyiram wajah laki-laki itu dengan segelas air.

"Kali ini aku memaafkanmu, tapi lain kali jangan harap! Dan aku ingatkan padamu bahwa kamu ini jangan ceroboh lagi seperti ini, apa kamu paham Rico?" Selena memegang dagu laki-laki yang kira-kira seumuran dengan Abraham itu. "Jawab!" bentak Selena.

"I-iya Nyonya, saya janji lain kali saya tidak akan mengambil keputusan apapun tanpa persetujuan Anda," jawab Rico takut-takut.

Selena langsung saja menepuk pundak sang asisten sambil berkata, "Bagus, sekarang kamu lanjutkan tugasmu, karena mungkin saja Desta sudah pulang."

"Obat tidur?" tanya Rico ragu.

"Sejak kapan kamu ini menjadi bodoh sekali? Pakai acara nanya segala. Sekarang taburi obat tidur pada minuman Desta karena malam ini Dokter Roy akan memeriksa apakah ginjalnya cocok dengan ginjal Elsa. Sehingga membuat kita tidak perlu bersusah-susah lagi mencari ginjal jika ginjal Desta cocok." Selena tidak tahu saja apa yang saat ini wanita itu ucapkan didengar oleh Desta. "Tunggu apa lagi kamu Rico? Cepat, lakukan apa yang aku perintahkan!"

Desta langsung saja menutup mulutnya yang terbuka sangat lebar, ia tidak menyangka kalau saja Selena akan mengatakan itu semua.

"Apakah ini yang tadi dimaksud oleh Abra? Dimana Ibu membesarkanku hanya ingin mengambil ginjalku saja?" Desta membatin, ia juga sekarang terlihat dengan sangat hati-hati sekali menaiki anak tangga, karena ia tahu jika saja Rico dan Selena masih saja membahas masalah anak perusahaan juga ginjal. Sehingga membuat Desta mengambil kesempatan itu untuk bergegas masuk ke dalam kamarnya supaya Selena tidak tahu jika saja dirinya tadi sempat menguping pembicaraan ibu angkatnya itu. "Aku harus sampai di dalam kamarku sebelum Rico keluar dari ruangan itu," gumam Desta pelan.

Namun, tiba-tiba saja terdengar suara Elsa yang memanggilnya dari arah bawah anak tangga sehingga membuat Desta langsung saja berbalik.

"Kak Desta, kok tumben baru pulang?" tanya Elsa yang saat ini sedang duduk di kursi rodanya.

Desta yang benar-benar takut jika saja Selena akan tahu kalau dirinya pulang langsung memberikan isyarat pada Elsa bahwa gadis cacat itu harus menutup mulutnya.

"Ssstt, kamu jangan berisik." Desta malah melangkahkan kakinya untuk menuruni anak tangga lagi. "Kenapa belum juga tidur? Bukankah malam-malam sebelumnya jam segini kamu sudah tidur pulas?" Desta bertanya dengan suara yang setengah berbisik.

"Aku belum ngan–"

Desta langsung saja menutup mulut Elsa, karena Desta mendengar suara pintu pada ruangan tempat Rico dan Selena tadi terbuka. Sehingga membuat wanita itu secepat kilat malah mendorong kursi roda sang adik ke arah ruangan itu, supaya Selena tidak curiga kalau ia baru saja pulang.

"Ibu mungkin ada disana, ayo sekarang kita mencari Ibu." Dengan kalimat berbasa basinya Desta terus saja mendorong kursi roda itu. Sehingga pada akhirnya Desta melihat Selena juga Rico yang keluar dari sana.

"Desta," panggil Selena dengan mimik yang sedikit terkejut, tapi wanita paruh baya itu malah dengan cepat merubah ekspresi wajahnya pada saat itu juga. "Kapan kamu pulang, Sayang?" Selena bertanya sambil berjalan ke arah Desta juga Elsa.

"Baru saja Bu, memangnya ada apa?" Desta pura-pura bertanya balik pada Selena.

"Tidak apa-apa Sayang, tadi Ibu cuma mencemaskan kamu saja. Kenapa sampai jam segini kamu belum pulang," jawab Selena yang sekarang malah mengambil alih kursi roda Elsa. "Sini biar Elsa sama Ibu saja, kamu boleh masuk ke kamarmu karena mungkin saja kamu kecapekan seharian full kerja."

"Ibu benar, kalau begitu aku ke kamarku dulu. Elsa sama Ibu. Selamat malam Adikku sayang." Desta memberikan kecupan pada Elsa sebelum wanita itu terlihat menaiki anak tangga. Dengan membawa beberpapa pertanyaan yang tersimpan sangat rapi di dalam benak wanita itu.

"Selamat malam juga Kak Desta!" seru Elsa pada saat Desta sudah sampai di pertengahan anak tangga. "Elsa sayang Kak Desta."

Mendengar itu Desta berbalik lalu mengecup Elsa. "Kakak juga sayang Elsa!" sahut Desta.

1
Wahyu Kasep
gimana ini
Revan enak nasibnya
Cica Kosmetik
Luar biasa
Try Adistya
bagus ceritanya...
Dewi Nurlela
mampuslah kau Revan
Dewi Nurlela
emang jodoh mereka berdua
Dewi Nurlela
apa Desta anak pak Farhan
Windarti
arogsn dan bodoh ksyak beda beda tipis ya
Myra Myra
kasihan makwe dia revan ko akan menyesal...biar Ae makwe dia dpt laki yang cyg dia
Myra Myra
Kuar dari umah to...jgn balik
Windarti
si abra bodoh atsu ap.ibudia berpikir itu selina.padahalbukan lah.si adista ksn punya ibu kandung.bodoh emang si abra.arogan. juga bodoh teryata ya
Halu
sama yg baca juga ga ngerti soalnya time skip nya kecepetan
Ayuza Y.A🌹: 🙏Maaf ya kak
total 1 replies
Setangkai Mawar
Kuy mampir seru banget😍😍
naya_handa
Ceritanya menyayat hati, wajib mampir dan baca ❤️
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih bestai😍😘😘
total 1 replies
naya_handa
Abraham di paksa dewasa sebelum waktunya 😥😥
Ayuza Y.A🌹: 🤧Kasihan sekali
total 1 replies
naya_handa
😢😢😢😢
Ayuza Y.A🌹: 🤧🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
naya_handa
Lagi susah d tinggal, nanti nyesel loohh 🙃
Ayuza Y.A🌹: Pasti akan menyesal😁
total 1 replies
Bunga Alika
Aku mampir nihh, aku kasih Mawar biar semangat
Bunga Alika: sama-sama
total 2 replies
Vita Zhao
Hadir Author sayang😘
Vita Zhao: Sama" Akak😘
total 2 replies
Rya Kurniawan
Kasian Timo, untung anak-anaknya pintar.. semangat up bestie

aku kirimin Mawar 2 ya.. 🥰🥰
Rya Kurniawan: sama-sama bebh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!