NovelToon NovelToon
Second Life

Second Life

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zhara

Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.

Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31 Pencarian Aylin

"Aylin tidak ada di mana-mana. " Mike datang dengan nafas yang sudah kembang kempis mengabarkan kepada mereka.

Semua mata tertuju kepada Mike dengan kebingungan.

"Daniel, bantu aku mencari adik ku. Siapa nama orang asing itu? "

"Louis! " Seru Soraya yang telah meletakkan alat makannya.

"Ayo kita cari dia ke setiap penjuru kapal, dan aku akan melaporkan ini ke petugas keamanan kapal. "

Mike langsung berlari dengan Soraya ke ujung depan kapal menuju ruang nahkoda. Sedangkan Daniel dan Rebecca pergi keburitan kapal. Meski di malam hari, mereka pergi ke setiap penjuru mencari keberadaan Aylin.

"Permisi, apa kalian melihat wanita ini? " Mike mencegat sekumpulan para wanita dan menunjukkan foto Aylin.

Namun mereka menggelengkan kepalanya, begitupula Soraya. Ia mencegat para pria yang ia lewati. Namun tidak ada yang melihat Aylin.

"Maaf, anda tidak diperbolehkan masuk ke ruang Nahkoda. " Seorang petugas kapal mencegat mereka.

"Maaf, ini darurat. Aku ingin membuat laporan, adik ku menghilang begitu saja. Tim keamanan kapal! " Mike panik.

"Baik lah, saya akan mengantarkan anda bertemu kapten kami. "

Daniel dan Rebecca perlahan menyusuri setiap ruangan demi ruangan. Sampai ke ujung buritan kapal, bahkan Daniel menaiko sekoci. Tetap tidak ditemukan Aylin. Kemana kah keberadaan Aylin, Aylin bak di telan bumi.

"Apa dia mabuk dan jatuh dari kapal? " Rebecca bergumam.

"Tidak mungkin, kau jangan berspekulasi yang tidak-tidak. " Daniel marah dengan apa yang Rebecca ucapkan. Ia merasa tidak terima hal itu.

"Hey, kenapa kau sangat marah. Kenapa kau seperti kehilangan orang penting saja. Jika aku, apa kau akan mencari ku saat ini. Kau seperti orang gila, " Racau Rebecca dengan bumbu cemburunya.

"Ya Ampun, apa bisa kau tidak memancing pertengkaran. Dia itu adik Bos ku. Dan dia masih dalam bimbingan ku, otomatis dia masih dalam tanggung jawaban bimbingan ku. "

Daniel melangkah meninggalkan Rebecca yang sewot dengan ucapan Daniel. Ya, memang benar apa yang diungkapkan Daniel. Namun, perasaan Rebecca tidak dapat dipungkiri. Dia cemburu dengan Aylin karena kecantikannya.

"Daniel,.... Daniel! " Setengah berteriak kepada suaminya yang acuh.

"Daniel! " teriaknya kembali.

"Ada apa? " Mata Daniel mengarah kepada Rebecca yang berdiri terpaku sambil menunjuk ke sebuah ruang bawah mesin.

"Semua ruangan sudah kita geledah, kecuali di bawah sana. " Tunjuk Rebecca.

Daniel ingin masuk dan menuruni anak tangga ke bawah buritan kapal. Namun di cegat oleh Rebecca.

"Jangan masuk, kau tidak tahu bahaya apa di sana. lebih baik kita melaporkan kepada Mike. Bukankah dia memanggil tim keamanan. "

Mendengar perkataan Rebecca yang setidaknya benar adanya, kaki Daniel yang sudah turun satu langkah pun ia tarik kembali. Hatinya menjadi ciut, ia takut jika yang di bawah sana ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Aku akan mencari Mike. Kau tunggu disini! "

"Baik." Rebecca langsung bersembunyi sambil mengawasi pintu masuk ke ruang bawah mesin kapal pesiar.

Kurang lebih 3 menit, Daniel kembali bersama Mike, Soraya dan 2 orang tim keamanan dengan membawa senjata lengkap. Sedangkan Tim keamanan lainnya menggeledah di tempat lain.

Sesuai permintaan Mike, tidak ada pengumuman di kapal agar tidak membuat gaduh dan penculik Aylin lebih waspada.

Mereka pun dengan perlahan masuk, kecuali Soraya dan Rebecca. Mereka tetap berada di atas gladak dengan penuh harap cemas. Para petugas mesin kebingungan melihat mereka wara wiri di bawah.

"Ada apa ini? " tanya salah satu petugas.

"Kamis sedang mencari wanita ini? Kalian melihatnya? "

"Tidak ada, mana mungkin pengunjung masuk ke daerah sini. Tidak ada yang menarik di tempat ini selain bau oli mesin. "

"Baiklah. " Daniel dan Mike tetap melanjutkan pemeriksaan mereka ke celah-celah yang bahkan tidak memungkinkan.

Bip... Bip... Bip...

Walkie talkie petugas keamanan berbunyi.

"Hallo, ada apa! "

"Kami menemukannya, sebaiknya mereka segera datang kesini. "

"Tuan, ayo ikuti kami! " Petugas itu berlari menuju lokasi yang diberitahukan.

"Apa, Apa ia ditemukan! " Mike langsung panik, dan berlari secepatnya menyusul Tim keamanan tanpa memperdulikan siapapun lagi.

Daniel tertinggal, dia tidak terlalu bisa berlari secepat Mike. Saat keluar dari ruang mesin, mereka disambut wajah yang kebingungan dari Soraya dan Rebecca. Mike tidak memperdulikan mereka yang bertanya. Dia langsung melewati mereka begitu saja.

"Bagaimana Daniel? " tanya Rebecca.

"Huh... Huh... Huh.. HUuh.... Iku.. ti ... Mereka. Huuhh... Huhh.. Nafas ku... Huhhh. " Daniel terbungkuk bungkuk mengambil nafas panjang. Lalu ia pun berlari kembali menyusul Mike. Dan diikuti oleh Soraya dan Rebecca.

Sesampainya mereka disana, disebuah kamar. Bertepatan di seberang kamar Aylin dan Soraya.

"Aylin, Bangun. Ku mohon Aylin! " Mike sudah memangku Aylin dipelukannya. Dia mengusap usap wajah Aylin agar cepat sadar.

"Tenang Mike, Aylin hanya pingsan. Dia masih bernafas. " Soraya menghampiri dan menggapai pergelangan tangan Aylin.

"Tenang tuan, Tim Medis akan segera datang! "

"Kau apakan dia Breng-sek," Mike mengumpat dan memandang tajam kepada sosok pria yang ditemukan berdua dengan Aylin. Dan sekarang dia masih dibekuk oleh tim keamanan.

"Jadi Kau orang... nyaaaa! " Dengan geram Daniel. Mencoba menarik kerah kemeja pria itu. Namun pihak keamanan melerainya.

BRUUGHHHH...

Bogem mentah melesat menghantam pipi pria pria itu. Rupanya setelah dilerai, Daniel mencoba menenangkan diri tapi di dalam sikapnya dia melayangkan hantamannya. Dan itu lolos dari pantauan petugas keamanan.

"Cukup tuan, kita akan menyelidikanya. Biar pihak yang berwajib menyelesaikannya. " Petugas itu menghalangi hantaman kedua yang akan di layangkan oleh Daniel.

"Cukup Daniel,... " Rebecca menarik tangan suaminya.

Pria itu menyeka darah diujung bibirnya, " Aku tidak melakukan apapun. Percayalah, aku malah ingin menolongnya. "

"Menolong bagaimana? Kau mencuri kesempatan. "

Daniel meradang mendengar pengakuan pria yang bernama Louis itu.

"Hey, apa kau berkata jujur Louis? " Tanya Soraya.

"Tentu saja! "

"Kau gila Soraya, jangan mudah percaya. Apa kau tidak lihat adikku jadi seperti ini. " Mike mendengus kesal kepada Soraya.

"Kenapa kau marah kepada ku. " Soraya protes karena menerima tampang kesal Mike kepadanya. Sikap Mike yang terlalu berlebihan membuat Soraya muak.

"Permisi, Maaf Tuan. Kami dari tim medis. Mari kita pindahkan pasien ke tandu. Dia akan kami rawat di ruang medis. "

Mike langsung melepas pelukannya, dan digantikan oleh petugas medis. Mereka menandu Aylin yang masih belum sadarkan diri. Mike berdiri dan memandang sinis kepada Louis.

"Kau... Jika kau benar ingin mencelakakan dia, akan ku kejar kamu sampai ke liang lahat! " Ancam Mike dan berlalu mengikuti paramedis yang menandu adiknya.

Louis pun dibawa oleh tim keamanan, dan dia akan ditahan untuk sementara di kapal sampai detektif menyelesaikan penyelidikan kasus ini.

Di ruang perawatan, Aylin sudah diberikan infuset. Mike duduk disampingnya. Dia selalu menatap wajah Aylin. Soraya pun berdiri dibelakang Mike. Sedangkan Daniel berdiri dengan memegang besi bangsal.

"Daniel, Ini sudah tengah malam. Mike, aku dan Daniel beristirahat dulu ya. " Rebecca menarik Daniel.

"Ya, tentu saja. Terimakasih atas bantuan kalian, maaf. Liburan ini menjadi kacau balau. Kau juga Soraya, lebih baik kau istirahat. Biar aku menjaga adik ku di sini. " Mike memandang mereka lesu dan terbersit perasaan bersalah.

Rebecca menarik tangan Daniel. Daniel ingin bertahan menjaga Aylin, namun tidak ada alasan yang tepat untuk nya berdiam diri di sana. Tidak putus pandangannya ke wajah Aylin, dia merasakan pedih di hatinya. Mata Daniel nanar saat tubuhnya semakin menjauh saat ditarik oleh Rebecca.

Soraya pun menguatkan bahu Mike, "Kau tidak apa-apa jika ku tinggalkan? Aku bisa menemanimu disini, " Tawar Soraya dengan senyuman manis.

"Tidak Soraya, biar malam ini aku saja menjaga. Besok kau bisa menggantikan aku. Jadi kau istirahatlah. "

"Baiklah Mike. " Soraya mere-mas bahu Mike untuk memberikan kekuatan sebelum ia meninggalkannya pergi.

💙Bersambung💙

💛Terimakasih Sudah membaca novelku

❤Jangan lupa like, komen dan vote

💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya

💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya

Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗

1
Zainab Ddi
seneng akhir yg sangat indah semangat selalu author untuk bekarya ditunggu cerita yg baru
Zainab Ddi
akhir yg menyedihkan
Zainab Ddi
rasain Rebecca dan Daniel
Zainab Ddi
bunuh diri kali Daniel
Zainab Ddi
wah mereka menikah dan lansung bulan madu
Zainab Ddi
wah mike nekat kok Edwar jd berubah ya
Zainab Ddi
wah siapa t7h
Zainab Ddi
jangan2 rebecca
Zainab Ddi
wah lanjut baca nih
Zainab Ddi
hati2 selyn
Zainab Ddi
semoga mike ketemu dengan aiky
Zainab Ddi
🤣🤣
Zainab Ddi
seru banget nih
Zainab Ddi
🤣🤣🤣rasain daniel
Zainab Ddi
🤣🤣🤣daniel dikerjain
Zainab Ddi
wah Edwar marah tuh
Zainab Ddi
semog ketemu ya
Zainab Ddi
lanjut baca
Zainab Ddi
syukur Daniel takut kan sama ayahmu
Zainab Ddi
kasian yamin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!