NovelToon NovelToon
Boneka Tuan Debt Collector

Boneka Tuan Debt Collector

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:604.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

Notes : Bukan untuk bocil.

"Buka!"

Suara lantang seorang pria yang memerintahkan Ruby melepaskan pakaiannya membuat sekujur tubuh Ruby bergetar dengan hebat.

"Nggak!" protes Ruby tak kalah lantang.

"Ck! Kau membuatku kesal!" umpat Noah dengan wajah yang bengis. Sosok wajah tampannya terlihat begitu jelas di kamar yang gelap saat dentuman petir menyambar sekilas dari luar rumah.

Tanpa sepatah katapun, Noah memanjat ranjang yang di tempati oleh Ruby.

"Aku harus memastikan kesucianmu agar aku tau bahwa kau bernilai atau tidak untukku jadikan jaminan!"

"Salahkan orangtuamu!" bentak Noah. "Siapa suruh minjam uang setelah itu kabur?!"

Tak mampu melawan kuatnya tenaga kasar dari pria yang ada di depan matanya, Ruby hanya pasrah sembari menangis terisak akibat pelecehan yang pria itu berikan padanya.

"Okay! Kamu cukup bernilai untuk menjadi jaminan!"

💸💸💸

Hai ges, yuk ikuti novel baru author. Tentang cowo tsundere yang membucin. Jangan lupa supportnya ya dengan like, komen, vote dan gifts! Makasi 😎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sampai Hari Terakhir

..."Aku bakalan masak buat Kak Noah sampai hari terakhir aku di penthouse." - Ruby...

...💸💸💸...

"Mmhh..."

Ruby meregangkan tubuhnya sambil mengangkat kedua tangannya. Gadis itu membuka mata perlahan-lahan sambil melihat sekeliling.

"Kak Noah ke mana?" lirihnya pelan. Pria yang menahannya semalam tak terlihat pagi ini. "Yah... paling juga ada urusan."

Gadis itu beranjak dari ranjang, menapaki lantai menuju kamar mandi. Ia mengambil handuk dan melilitkan ke tubuhnya. Kemudian, ia menuju dapur untuk mengambil segelas air putih. Ia juga mengambil pil kontrasepsi di atas kulkas.

"Obat apa yang kamu minum?" tanya Noah yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

"Ini," Ruby menunjukkan strip obat tersebut ke arah Noah. "Biar aku nggak hamil."

"Kan Kak Noah yang nyuruh aku minum ini?"

Noah tak bergeming. Ia diam dan membuang muka. Kemudian pria itu mengambil gelas dan juga ingin minum air putih.

"Kak Noah mau sarapan apa? Biar aku pesen ke bawah," ucap Ruby pelan.

Noah menatap ke arah Ruby, kemudian ia berbicara dengan nada yang dingin. "Kamu yang bayar?"

"Oh ... a-aku lupa. Pagi ini aku akan beli kebutuhan dapur," ucap Ruby sambil sedikit membungkuk dan menunduk sembari berjalan melewati Noah.

"Beli kebutuhan dapur atau kabur?" kecam Noah sengit. Ia berbicara dengan nada yang menohok tanpa melihat ke arah gadis itu.

"A-aku nggak akan kabur, Kak," Ruby berhenti berjalan dan langsung menatap Noah dengan takut-takut.

"Atau, Kak Noah ikut sama aku aja, biar Kakak percaya," imbuhnya sepenuh hati.

Noah memutar tubuhnya membelakangi Ruby. Kemudian ia tersenyum. "Okay. Bersiap-siaplah."

...****************...

Ruby melihat sekeliling saat mereka memasuki supermarket. Rasanya bahagia sekali keluar menghirup udara segar. Pasalnya sudah sekian lama ia terkunci di penthouse.

Noah mengambil troli dan mendorongnya di sisi Ruby.

"Biar aku aja, Kak," ucap Ruby sambil mengambil alih troli.

"Udah, kamu pilih aja apa yang mau di beli," Noah menahan troli dengan kuat agar gadis itu tak bisa mengambilnya. Kemudian ia berjalan lurus meninggalkan gadis itu.

Ruby berlari-lari kecil lalu memegang lengan Noah. "Kak, jangan buru-buru."

Noah melihat tangannya yang disentuh oleh Ruby. Ia merasa senang. Tapi, ekspresi wajahnya tak menunjukkan bahwa ia senang. Sebaliknya, ekspresi wajahnya dingin sampai-sampai Ruby menjadi salah sangka.

"M-maaf, Kak," Ruby melepaskan tangannya dari lengan Noah.

Noah pun menghela nafas. Lalu mereka berdua berjalan beriringan melihat-lihat apa yang ingin mereka beli.

Kurang lebih setengah jam mereka mengelilingi supermarket tersebut, akhirnya Ruby memutuskan untuk membayar belanjaannya.

"Kakak tunggu di luar aja, aku mau bayar ini dulu," Ruby menatap ke arah Noah sambil merogoh dompet di saku celananya.

"Ini?" Noah menunjuk isi troli dengan wajah yang kusut. "Kamu mau ngasih aku makan tahu, tempe, telur dan beras?"

"A-aku nggak punya banyak uang buat-"

"Haduhhh..." Noah mendengus sebal memotong pembicaraan Ruby. Kemudian ia menatap ke arah Ruby. "Kamu bisa masak?"

"Tenang aja, aku bisa masak kok, Kak," wajah Ruby berseri-seri saat mengatakan bahwa ia bisa memasak. Senyum menghiasi wajahnya yang cantik. "Aku sering bantuin Mama di dapur."

Sesaat, Noah terkesima melihat senyum tersebut. Kemudian ia membuang wajahnya ke lain arah, namun telinganya memerah. "Pilihlah bahan-bahan masak, kali ini aku yang akan bayar."

"Tapi kamu harus masak untukku setiap hari. Aku makan sehari itu tiga kali," imbuhnya.

"Siap!" seru Ruby sambil tersenyum. "Aku bakalan masak buat Kak Noah sampai hari terakhir aku di penthouse."

Nyut!

Entah kenapa, dada Noah mendadak sesak dan berdenyut saat gadis itu mengatakan bahwa ia akan memasak sampai hari terakhir ia berada di penthouse.

"Haaa... Noah, sadarlah. Bila saatnya tiba, gadis ini akan pergi," rutuk Noah dalam hati. Ia pun melangkahkan kakinya berjalan kembali mencari-cari bahan makanan yang akan dimasak oleh Ruby.

"Ih! Kak!" seru Ruby sambil berlari-lari kecil ke arah Noah. "Mau aku masak apa?"

"Terserah." Ketus Noah sambil berjalan.

Ruby tersenyum girang. Pasalnya, jika di ingat-ingat. Hutangnya telah berkurang enam miliar sekarang.

"Akhirnyaaa... sisa satu miliar dua ratus juta!" lirihnya dalam hati. Gadis itu bersenandung riang sambil melihat-lihat kebutuhan dapur yang ia butuhkan. Kemudian ia mengambil beberapa bahan masak.

"Kak," panggil Ruby setelah Noah membayar semua perbelanjaan mereka.

Noah menoleh ke arah Ruby tanpa berkata-kata.

"Temenin aku bentar boleh?" Ruby mengibas-ngibas kelopak matanya sambil memainkan bibirnya dengan reaksi yang menggemaskan.

"Ke mana?" tanya Noah dingin.

"Beli hp," jawab Ruby. "Kan hp aku rusak."

Noah mengingat kembali. Hari pertama di mana ia membawa gadis itu, ponsel gadis itu ia hempaskan ke lantai sampai-sampai tak bisa hidup lagi.

"Buat apa beli hp? Emangnya ada uang?" celetuk Noah sambil jalan mendorong troli. Ia meninggalkan gadis itu di belakang.

Ruby mengejar pria itu dengan berjalan lebih cepat. Kini mereka berjalan berdampingan. Gadis itu menoleh ke kiri ke arah Noah. "Aku punya tabungan."

"Oh..." jawab Noah singkat.

"Setidaknya uang itu cukup nanti untuk aku nyambung hidup setelah keluar dari Black Moon," tutur Ruby girang.

"Haa... segitu senangnya hidup di luar daripada di penthouse," gumam Noah lirih. Entah kenapa ia merasa kesal saat gadis itu terlihat girang karena akan meninggalkan penthouse.

"Kak Noah bilang apa?" tanya Ruby yang tadinya tak dengar apa yang dikatakan pria itu. Pasalnya ia terlalu bahagia sampai-sampai tak mendengarkan apa yang pria di sampingnya ucapkan.

Kruyuk!

Perut Ruby berbunyi. Noah yang menyadari itu, ia melirik jam di tangannya. Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Mereka melewatkan sarapan karena terlalu asik berbelanja bak pasangan suami istri!

"Hehehe," Ruby terkekeh malu sambil memegang perutnya.

"Makan dulu," tutur Noah sambil mendorong troli yang penuh dengan belanjaan menuju restoran cepat saji terdekat.

"Ntar abis makan baru beli hp," imbuhnya.

Kedua orang itu pun memesan beberapa makanan secukupnya. Lalu mereka berdua pun duduk berhadapan sambil makan. Ruby makan sambil bersenandung riang. Sesekali ia tersenyum-senyum sendiri.

Dasar gadis plin plan! Beberapa waktu yang lalu, mau bunuh diri.

"Kak Noah," panggil Ruby saat pria itu selesai menghabiskan makanannya.

"Hmm."

"Keluarga Kakak tinggal di mana?" tanya gadis itu tiba-tiba.

"Kenapa bahas keluarga sih?!" Noah mendadak emosi saat gadis itu menanyakan tentang keluarga. Pasalnya, pertanyaan itu sangat membuatnya tak nyaman.

"Nggak sih," Ruby menatap ke kiri. Ke arah keluarga bahagia yang sedang tertawa riang menyantap makanan mereka.

"Aku iri aja sama orang yang punya keluarga. Soalnya ... keluarga aku yang selama ini aku tau, ternyata orang asing. Terus, setelah kejadian ini, aku udah nggak punya siapa-siapa lagi," lirihnya sedih. "Secara nggak langsung, aku dibuang untuk yang kedua kali oleh keluargaku, hehehe."

Meskipun sedih, tapi gadis itu memaksakan senyumnya. Noah yang tak terbiasa dengan suasana yang sendu dan mengelitiki perasaan itu, ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.

"Kak Noah mau ke mana?" tanya Ruby saat melihat pria itu berdiri dari duduknya. "Aku ikut."

"Aku mau ke toilet," ucap Noah sambil melihat ke arah Ruby. "Ayo? Aku pengen nyobain bercinta di toilet umum."

Noah menggoda gadis itu dengan mengajaknya bercinta di tempat umum. Dasar pria mesum!

"Ih! Nggak mau. Aku di sini aja," sejak belanja bahan dapur bersama tadi, Ruby perlahan mulai santai dan tak terlalu kaku berada di dekat Noah. Ia lebih leluasa mengekspresikan sikap dan perasaannya.

Noah hanya menyeringai dan berlalu pergi. Sedangkan Ruby, gadis itu menunggu sampai bosan. Biasanya, kalau dia menunggu, pasti ia sambil memainkan ponsel dan mendengarkan musik. Sekarang? Ponselnya tidak ada.

"Haaa... Kak Noah lama banget," lirih Ruby sambil membaringkan kepalanya ke atas meja. Kedua tangannya ia biarkan terjuntai ke bawah.

Kurang lebih dua puluh menit, akhirnya pria yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang.

"Lama banget," gerutu Ruby kesal. Ia duduk dengan tegap dan bersiap-siap ingin bangun.

Noah meletakkan sebuah paperbag hitam ke atas meja dengan logo apel gigit.

"Ini apa, Kak?" tanya Ruby sambil melihat ke arah paperbag.

"Buka aja," tutur Noah sambil duduk dan mengeluarkan ponselnya. Ia terlihat acuh tak acuh. Bahkan ia sendiri bingung, untuk apa ia mengeluarkan ponselnya?

"Kak! Ini Aipon 14 Pro Max?!!!" seru Ruby dengan girang. Mata gadis itu terbelalak sambil memegang dus yang berisikan ponsel mahal itu. "Ini buat aku 'kan?!!!"

"Ganti uangnya," celetuk Noah sambil berdiri dari duduknya. Lalu ia membelakangi Ruby yang sedang terdiam kaku karena di suruh mengganti uang untuk membeli ponsel tersebut.

Noah berjalan sambil mendorong troli yang berisikan barang belanjaannya. Ia tersenyum senang. Entah ia senang melihat gadis itu bahagia, atau ia senang karena menjahili gadis itu.

Noah menoleh ke belakang. "Mau tinggal di sini?"

"Iya, iya. Aku ikut pulang," Ruby berjalan dengan langkah yang berat. Rasanya, kesenangannya mendadak hilang saat ia di suruh mengganti uang untuk ponsel yang mahal itu. Padahal, dia kan tidak mengharapkan ponsel mahal itu.

Tak terasa mereka telah berada di basement. Noah memasukkan beberapa belanjaan mereka ke dalam mobil dibantu oleh Ruby. Wajah gadis itu masih cemberut. Pasalnya, hutangnya yang seharusnya berkurang, kini bertambah.

"Nggak usah ganti, hp itu memang untukmu," lirih Noah pelan sambil memindahkan belanjaan.

Wajah suram Ruby seketika berubah cerah. Gadis itu tanpa sengaja memeluk tubuh Noah karena girang.

"Makasi, Kak Noah!!!" seru Ruby girang. "Ternyata Bi Sumi benar. Kak Noah itu sebenarnya baik!"

Noah terbelalak kaget saat tubuhnya dipeluk oleh Ruby. Jantungnya seperti berhenti berdetak dan darahnya membeku. Rasanya ... hangat dan sangat membahagiakan!

...****************...

BERSAMBUNG...

...****************...

Bantu like, komen, subscribe, vote, gift dan iklan dong kakak 🥹🙏🏻🫶🏻

1
Deistya Nur
cerita baguss, sukses dan semangat terus kaa, ditunggu karya terbarunya 👍💪😘
Elisabeth Lalang
pdhl kaya raya lo tp kok b3g0 bgt msk prcya sma selembar kertas dengan tulisan yang mungkin saja dapat dirubah oleh orang lain Kenapa nggak tes DNA sendiri aja
Elisabeth Lalang
semangat y ayang eh slh smngt noah smga ruby g kabur✊
Elisabeth Lalang
aku tim noah sih, masa iya langsung percya
Elisabeth Lalang
jangan pisahin mrka 😟😟😟
Elisabeth Lalang
knpa hrs d dlm mimpi, d dunia nyata jg donk
Elisabeth Lalang
walaupun baru hitungan hari, harusnya noah dan ruby sdh saling jujur😁😟
Elisabeth Lalang
300✨✨✨
Elisabeth Lalang
ku tebak bakalan ada adegan cekcok antara noah dan ruby ni🤣
Elisabeth Lalang
iiihhh kata "aku suka" itu harus d prjls jngn smpi ada yg d ngrsa php😆
Elisabeth Lalang
Eeemmm kk noah kok jdi ngambek kn😁
Elisabeth Lalang
Thor😟😟😟😟
Elisabeth Lalang
kren thor✨✊ ceritanya seru bgt
Syifa Azhar
nah kalau gini gimana Noah,bertahan sakit melepaskan makin sakit.ini buah dari kebiasaan burukmu dan awal sikap kasarmu jadi Ruby gak bisa meng artikan kebaikanmu selama ini😔
Syifa Azhar
Ruby:oke aku memang boneka penebus hutang orang tua.setelah semua lunas penuhi janjimu melepaskanku😏😏
ayo Ruby tetap semangat masih ada Arthur sahabat baikmu😀💪💪
Syifa Azhar
nah kapokmu kapan disaat lagi sayang-sayang e ditinggal Ruby apa gak gila kamu Noah 😂😂
Syifa Azhar
mantap Ruby, sering-sering aja kamu ungkapkan deritamu biar makin kesentil si Noah dan potong hutangmu makin banyak makin cepat lunas dan kamu bisa cepat pergi dari sana😂💪👍
Syifa Azhar
lumayan dah dapat 700 juta Ruby,bertahan sedikit lagi setelah itu pergi yang jauh.....sejauh Noah tidak akan pernah menemukan mu💪💪😀
Syifa Azhar
apakah ini pangeran yang akan menyelamatkan mu dari sangkar monster ruby😂😂
Syifa Azhar
Weh kenapa gak di lawan aja si tua Bangka itu.biarkan di anggap anak durhaka karena bapak lebih durhaka duluan dan ngajarin anaknya jadi monster.ingat Noah bapakmu sudah TUA pasti tenaga juga gak seberapa kasih 1 tendangan juga cukup bikin patah tulang,biar gak makin binatang kelakuannya.biar dia renungkan kelakuan nya selama ini.gak usah datang saat di panggil dan gak usah dipedulikan orang macam iblis itu😬😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!