NovelToon NovelToon
Dendam Dalam Pernikahan

Dendam Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romansa / Menikah dengan Musuhku / Chicklit / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: warnyi

Kejadian di masa lalu membawanya pada dendam berkepanjangan. Livia bertekad akan menghancurkan Daniel dengan memanfaatkan pesonanya. Dia pun berpura-pura menjadi perawat Luciana, ibu Daniel yang menderita lumpuh karena sebuah kecelakaan. Suatu hari Luciana menyuruh Daniel untuk menjadikan Livia sebagai menantunya tanpa tahu niat Livia yang sebenarnya. Daniel yang terperangkap dengan rumor penyuka sesama jenis pun terpaksa menyetujui permintaan ibunya, demi untuk memulihkan nama baiknya. Pernikahan pun terjadi atas dasar dendam dan keterpaksaan.

Bagaimanakah nasib pernikahan Livia dan Daniel selanjutnya? Apakah pernikahan ini akan bertahan dengan munculnya benih cinta diantara keduanya, atau malah hancur ketika semuanya kebenarannya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.31 Ke kantor

"Livia, kamu bisa tolong Mami?" tanya Mami Luci ketika menantunya itu sedang menyiapkan obat untuknya.

Livia menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Mami Luci dengan kerutan halus di keningnya. "Tentu, Mami. Apa pun yang bisa aku bantu," jawab Livia yakin.

Mami Luci tersenyum saat mendengar jawaban Livia. "Bisa tolong bantu Mami memasak? Mami akan beritahu resepnya sedangkan kamu yang melakukan," ujar Mami Luci.

"Tapi, Daniel akan marah kalau tahu Mami pergi ke dapur." Livia tampak ragu.

"Dia saja tidak pulang, mana bisa dia marah," jawab Mami Luci dengan wajah kesalnya.

Kini sudah tiga hari Daniel dan Danis tidak pulang ke rumah, Danis hanya sesekali menelepon untuk memberi kabar dan meminta dikirimkan baju ganti ke kantor. Mami Luci sangat khawatir dengan kondisi kedua anaknya itu, yang entah bagaimana sekarang. Selama ini, Daniel dan Danis tidak pernah seperti ini, mereka akan tetap pulang dan memilih kerja lembur di rumah, daripada di kantor. Namun, sekarang berbeda, anak-anaknya itu bahkan tak menjawab teleponnya.

Livia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pasrah. Di dalam rumah ini, hanya Mami Luci yang tidak bisa dia tolak permintaannya. Hatinya sudah mulai luluh pada wanita lembut dan tulus itu.

Senyum di wajah Mami Luci terbit begitu melihat anggukkan kepala Livia. "Ayo, biar kita lihat ada bahan makanan apa di kulkas," ujar Mami Luci penuh semangat.

...❤️‍🔥...

Livia ke luar dari mobil tepat di lobi hotel dengan membawa paper bag berisi kotak makanan untuk Daniel dan Danis. Gaun selutut berwarna putih tulang yang dipadukan dengan kardigan berwarna salem, membuat Livia terlihat bagaikan wanita lembut yang penurut dan manja. Jangan lupa dengan mata berbinar dan tatapan wajah polos juga senyum tipis di bibir merah mudanya. Itu tampak sangat sempurna, bahkan mungkin Agra saja tidak akan tahu kalau itu hanyalah topeng yang sengaja Livia buat untuk menutupi dirinya yang asli.

Jangan tanya, berapa lama dia berlatih untuk menampilkan topeng ini di wajah yang terbiasa kaku dan dingin itu. Sungguh, itu bukanlah sesuatu yang mudah untuknya.

Kedatangan Livia ke kantor pun menjadikan perhatian banyak karyawan yang sedang ada di sana pun teralih padanya. Mereka menatap Livia dengan beragam sorot mata dan ekspresi di wajah. Sementara itu, Livia tampak acuh dan memilih berjalan menuju meja resepsionis untuk bertanya letak kantor Daniel.

"Permisi, apa Daniel ada di kantor?" tanya Livia dengan nada sopan dan senyum tipis di bibirnya.

"Tunggu sebentar biar saya tanyakan dulu ke atas. Kalau boleh tau dengan siapa saya bicara?" tanya resepsionis itu pun dengan sangat sopan.

"Livia," jawab Livia yang membuat wajah resepsionis itu tertegun. Sepertinya dia pernah mendengar nama itu, tetapi kini dia lupa dia mana.

"Baik, tunggu sebentar ya, Nona Livia." Setelah mengucapkan itu resepsionis kemudian tampak menghubungi seseorang dan berbicara beberapa saat sebelum akhirnya kembali beralih pada Livia.

"Tuan Daniel ada di atas, mari saya antar ke ruangannya," ujar resepsionis itu sambil berjalan ke luar dari mejanya untuk mengantar Livia ke ruang kerja Daniel.

Livia mengangguk kemudian berjalan mengikuti langkah resepsionis wanita itu. Namun, baru saja sampai di depan lift, seseorang memanggil resepsionis itu dan meminta tolong padanya.

"Tak apa, aku bisa sendiri cukup beritahu saja di mana letak ruang kerjanya," ujar Livia yang melihat wajah panik resepsionis itu.

"Terima kasih, Nona." Resepsionis itu terlihat senang setelah mendengar kebaikan Livia, dia pun akhirnya menunjukkan arah ruangan Daniel pada Livia sebelum kemudian meninggalkan Livia di depan pintu lift.

Livia hanya mengangguk kemudian memilih kembali fokus pada angka di atas pintu kotak besi itu yang akan segera sampai ke lantai tempatnya berdiri sekarang. Namun, baru saja dia masuk tiba-tiba ada seorang perempuan yang tiba-tiba datang dan langsung menerobos masuk tanpa perduli pada sekitarnya.

Livia tampak menatap perempuan berusia kira-kira tiga puluh tahunan itu dari ujung matanya, gayanya yang terlampau heboh membuat Livia penasaran, apakah dia datang ke kantor ini untuk bekerja atau memang menemui seseorang.

"Halo baby, aku sekarang ada di dalam lift. Heem, aku juga merindukan kamu, baby." Wanita itu terdengar sedang menelepon seseorang dengan gaya mesra dan sedikit centil.

Livia masih tetap mengacuhkannya, hingga ketika selesai menelepon wanita itu tampak beralih menatapnya dengan sorot mata meneliti, mungkin karena meras asing dengan keberadaan Livia.

"Kamu bekerja di sini?" tanya wanita yang bahkan Livia belum tahu namanya.

"Tidak saya mau menemui seseorang," jawab Livia, sambil melirik sekilas pada wanita itu. Ingatkan Livia jika dia harus bersikap ramah dan manis.

"Oh, ternyata kamu juga pacar salah satu karyawan di sini?" Wanita itu tampak berujar sinis.

Livia hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Siapa? Dia pasti hanya karyawan biasa, iya 'kan?" sambung wanita itu asal menebak.

Livia hanya tersenyum tipis, rasanya sangat malas harus meladeni wanita yang sombong itu.

"Aku ini adalah calon istri cucu pemilik perusahaan ini. Kami akan segera menikah setelah dia mendapatkan warisan dari kakeknya. Kamu, tau? Aku bahkan sudah mengandung anaknya." Tiba-tiba saja wanita itu tampak bercerita dan membanggakan dirinya yang hamil di luar nikah.

Mendengar kata cucu pemilik perusahaan Livia terpaksa menoleh dengan satu alis terangkat, wajahnya pun terlihat dingin walau masih ada garis senyum yang tak sampai ke mata.

"Cucu?" tanya Livia dengan sorot mata penasaran.

"Iya. Aku adalah calon istri dari calon penerus pemimpin perusahaan ini," jawab wanita itu dengan bagusnya. Dia bahkan tampak menatap dengan wajah penuh binar seluruh interior lift yang memang terlihat sangat mewah dan berbeda.

Lift terbuka di lantai paling atas, di mana kantor para petinggi berada, begitu juga dengan Daniel dan Danis. Kini Livia hanya tinggal menunggu, ke mana wanita yang katanya sudah mengandung itu akan melangkah.

"Pacarmu juga bekerja di lantai ini?" tanya wanita itu ketika melihat Livia juga turun.

"Hem." Livia berdehem sambil mengangguk samar.

"Oh, ternyata masih ada orang yang memegang jabatan tinggi dengan umur masih muda? Atau kamu adalah salah satu simpanan om-om?"

Livia mengepalkan tangannya, mulut wanita di sampingnya terlalu pahit hingga dia ingin sekali mendaratkan satu pukulan agar ada sedikit rasa manis dari merahnya darah. Namun, sekuat tenaga Livia menahannya. Dia tersenyum miring sambil menatap langkah seseorang yang kini sedang menghampiri keduanya. Dia sudah bisa menebak, untuk siapa ucapan wanita itu beberapa saat yang lalu.

"Hai, baby!" Wanita itu tersenyum cerah sambil melambaikan tangan pada sosok laki-laki yang tampak sedang berjalan pada mereka, dengan langkah santainya.

Sementara itu Livia tampak menyeringai tipis ketika tahu siapa laki-laki yang dipanggil 'baby' oleh wanita di sampingnya. Setidaknya hatinya tenang karena itu bukan Daniel.

"Don't be so confident, honey. Because shoes will never turn into a crown."

Livia berucap lirih walau masih terdengar tegas dan jelas oleh wanita itu, sambil menyeringai tajam, kemudian berjalan lurus ke depan dengan langkah percaya diri dan senyum yang kembali ramah.

Wanita itu sempat tertegun saat mendengar ucapan Livia yang belum bisa dia artikan. Terlebih saat melihat perubahan raut wajah Livia yang begitu cepat. Tiba-tiba saja dia merasa aneh.

"Siapa dia?"

1
Sri Muryati
Luar biasa
Anonim
teruskan
halimah abdul hayes
IU cantik banget
Mesra Jenahara
udah tamat yyaa..
Happy Ending❤️😍🤗..
d tunggu karya selanjutnya Thor🤗❤️
Mesra Jenahara: masama Thor😘😘❤️
total 2 replies
Rizka Filiadelfia II
wiiiisss sdh tamat aja..
tp mksih thor sdh ksih hiburan lewat karyamu, suksess yaa
IG: Warnyiwarnyi: Kembali kasih, Kak. Sukses buat kakak juga🙏🥰🥰
total 1 replies
Rizka Filiadelfia II
haredang haredang 🤣🤣🤣
Rizka Filiadelfia II
beni2 cintah mulai bersemi
Rizka Filiadelfia II
mengsedih aku 😪😪😀😀
Mesra Jenahara
OOOh Selvia sungguh malang nasibmu..kasian dehh lohh
Mesra Jenahara
HAPPY WEDDING kembali Daniel ❤️ Livia😍😍..
23 September itu hari bersejarah Author atw hanya sekedar saja
IG: Warnyiwarnyi: hanya sekedar, tapi bulannya sama seperti bulan nikah aku dan suami🤭
total 1 replies
Mesra Jenahara
wwaahhh..bakal terjadi pertarungan sengit nihh
Mesra Jenahara
lohh salah target Selvia..ngga tw ajaa berhadapan dgn anggota Mafia
Mesra Jenahara
yyee.. akhirnya Daniel dan Livia bersatu..terharu dgn pertemuan mana Luci dan Livia🤗❤️
Mesra Jenahara
semangat Daniel..moga bisa meluluhkan hati Ayah Andrew dan Agra🤗❤️
Mesra Jenahara
nahh lohh knp jadi pada berubah gitu..ada rintangan lagi Daniel bersama Livia
Mesra Jenahara
aassyyiikk.. cinta lama bersemi kembali😍😍❤️❤️
Fadila Nur
ya ampuuun digantuuuuuuung...kayak abis makan puuuuedeees to gk ada minumnya.gk enak Khan.....lanjut LG Thor...
💞🖤Icha
Daniel kenapa gk berlari mendekatin Livia..itu anakmu Daniel...jangan diam terpaku...karena rindu...rindu itu memang berat...wkwkwkwk...🤭🤭💖💖
💞🖤Icha
Enam tahun berlalu...Livia kamu kuat juga gk ketemu Daniel..hanya memendam rasa cints dan benci...pertemuan dgn Daniel seru..Livia sdh ada anak..papahhh..😲😲😲
Mesra Jenahara
wwaahh..udah enam tahun ajaa..
penasaran gimana reaksi Daniel saat tahu punya anak dari Livia..
🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!