Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu susu
"mami, freya boleh adopsi anak ga?" freya baru saja pulang dari panti bersama acha.
Setelah menyumbangkan beberapa uang dan juga asi, freya juga menyempatkan untuk bermain dan melihat kelucuan anak-anak.
Mereka kurang beruntung karena tak memiliki orang tua utuh dan freya terketuk untuk membawa salah satu diantaranya.
"kamu sibuk dikantor, terus mau ambil anak panti?" sasmita sedikit tak setuju. Kecuali freya fokus merawat anak yang diadopsinya mungkin akan lain cerita.
Sampai saat ini freya masih kekeh tetap bekerja membantu papinya sampai ada orang yang tepat untuk mengurus perusahaan nanti.
"tapi kan mi" freya ngambek
"kata mami benar kak, kalau kakak ingin bermain kan bisa datang menghibur mereka, kalau dibawa pulang kakak harus bertanggung jawab penuh artinya kakak harus berhenti bekerja" acha menasehati kakaknya
"sok tahu kamu dek!" freya meninggalkan sasmita dan acha lalu pergi ke kamar
Freya membuka ponsel dan memandang wajah putranya yang belum lama ini telah berpulang.
"sayang kamu bahagiakan disana" freya mengusap layar ponselnya dan kembali menangis.
Tok...tok...tok
"non dipanggil nyonya" bibik mengetuk pintu kamar freya atas perintah sasmita
"males bik, bilang mami aku udah tidur" freya masih ngambek karena tak diizinkan mengadopsi anak panti
"non ada tamu yang cariin non" bibik takut dimarahi sasmita kalau freya tak keluar karena belum makan malam juga
"iya bik, aku ganti baju dulu nanti nyusul"
Freya tau maminya akan turun tangan menyeretnya jika tak segera datang.
Selang beberapa menit freya turun lagi menemui sasmita dan juga melihat ada tamu yang lama tak ditemuinya
"tante apa kabar?" freya memang dekat dari kecil dengan ria karena memang teman dari sasmita
"baik nak, kamu baik-baik juga kan? Maaf ya mami baru dengar kalau anak mu dan aksa telah berpulang" ria mengusap punggung freya
"iya tante, aku berusaha baik-baik saja. Tante sama siapa kesini?" freya melihat sekeliling
"sendirian, mami ada yang mau diurus dan dekat sini jadi sekalian mampir" ria kangen dengan teman dan juga freya
"oh, nginep disini aja tante. Udah lama kan ngga ketemu mami lagian papi lagi ke luar kota" freya membujuk ria
"iya bener kita udah lama ngga ngobrol dan makan bareng" sasmita sependapat dengan anaknya
"ingin sekali tapi sayangnya sekarang ada bayi yang harus dijaga. Jadi ngga bisa pergi jauh-jauh" ria menolak secara halus
"loh anak siapa? Arka?" sasmita penasaran
"iya anak arka, usianya baru satu bulan" ria tak bisa membohongi diri saat ini juga sedang sedih
"selamat ya tante, akhirnya punya cucu" freya memberikan selamat pada mantan mertuanya
"permisi!"
Arka datang bersama dengan baby evelin dalam gendongannya
"nah itu dia datang!" ria mengambil alih cucunya dari gendongan arka. Arka menyalami sasmita dan freya bergantian
"arka makin tampan aja udah jadi ayah" puji sasmita
"terima kasih tante, ayo mi pulang keburu malam kasian evelin" arka baru saja pulang dari rumah ibunya evelin
evelin menangis kencang, arka melihat popoknya masih aman dan mencari sesuatu tapi tak ada
"mi, arka lupa ngga bawa dot tadi" arka panik kasihan anaknya belum minum asi karena sejak tadi tidur
"sus, bisa tolong cek dalam mobil siapa tau ada yang tertinggal" arka memberikan kunci mobil pad suster dan mengambil evelin dari ria
"boleh coba saya gendong?" freya sedikit gemetar tapi dalam hatinya sangat ingin sekali mencoba menggendong bayi lagi
"kasihkan arka!" ria meminta arka memberikan pada freya
"aku ngga ada stok asi tapi kalau boleh aku pump dulu " freya meminta izin untuk memberikan asi nya pada anak arka yang masih menangis
"langsung aja dari sumbernya, udah sana bawa masuk kasihan" sasmita mendorong pelan freya
Sejak melihat bayi wajah anaknya berubah dan sasmita merasa senang.
Freya membawa evelin ke kamar tamu beberapa menit dan keluar lagi tanpa suara tangisan
"dia tidur lagi!" freya berbicara pelan
"kalau ngga keberatan, menginaplah satu malam saja ria. Lihatlah freya bisa tersenyum lagi" sasmita memohon
arka juga baru tahu jika keponakannya tak lagi bisa dilihatnya. Merasa kasihan melihat freya akhirnya arka memperbolehkan anaknya dan ria tinggal. Besok akan dijemput
Tapi lagi dan lagi sasmita membujuk arka agar tinggal saja sekalian biar rumah ramai
"ya sudah kita menginap" arka mengiyakan ucapan sasmita
"mas arka!" panggil freya pelan
"hm!" arka langsung menoleh pada sumber suara
"boleh pinjem satu malam buat tidur sama saya?" freya ingin mendengar suara tangisan bayi malam.hari karena minta susu atau buang air
"baiklah, tapi evelin agak rewel kalau malam hari" arka memperingatkan freya
"ngga masalah, saya bawa ya" freya mengambil beberapa baju ganti "sus, istirahat saja. Besok pagi baru ambil"
Freya adalah orang yang tak bisa bangun pagi meski sudah jadi ibu. Tapi kalau urusan begadang dia jagonya
"iya bu!"
"kalian makan malam saja, aku udah kenyang!" freya perlahan menghilang membawa evelin ke kamarnya
"terima kasih ya ria, arka. Kalian sudah mau kesini dan bantu freya"
Sasmita berterima kasih lalu mengajak ria dan arka makan malam.
Acha sudah pergi bersama pacarnya karena inu malam minggu.
"kalian ngga mau pindah ke kota ini lagi?" sasmita ingin bisa dekat dengan sahabatnya yang kini tinggal jauh
"ada keinginan tapi kami lebih nyaman tinggal di kota kecil saja" ria sudah nyaman dan hidup tenang diusia yang tak muda lagi
"arka kapan menikahnya? Kenapa ngga undang kami!" sasmita mengingat tak ada undangan apapun tapi arka sudah punya anak saja
"tidak ada pesta tante, oh iya maaf malam ini merepotkan" arka sebenarnya canggung dan lebih memilih menginap di hotel jika tak ditahan
"engga repot arka, kamu lihat freya sudah satu minggu lebih ngga ada senyum dan terlihat lesu. Sejak lihat evelin langsung berubah" ucap sasmita
Obrolan semakin melebar sampai tiba waktunya istirahat. Kebetulan kamar tamu ditempati suster dan satunya lagi ria
Arka yang masih muda mengalah menempati kamar kosong dilantai atas.
Arka belum bisa tidur dan memilih duduk di balkon kamar. Terdengar suara tangisan bayi pasti itu evelin
"cup sayang, haus ya? Ini minum dulu sayang"
Suara freya yang juga ada dekat jendela pun terdengar oleh arka. Tak disangka senyum arka melebar