Sequel dari 'One Night Love Devil dan Raniaku, Canduku'.
Zoe terpaksa menikah dengan Aarav, pria yang dijodohkan dengannya sejak ia masih bayi oleh daddy-nya.
Gadis itu awalnya menolak untuk dinikahkan dengan Aarav sebab menganggap bahwa pria itu tidak normal karena pekerjaannya yang sebagai MUA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Mendapati pintu ruangan Zack terkunci, Kaaran sama sekali tidak melakukan apa pun untuk membukanya selain hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Tangannya seketika terkepal erat ketika samar-samar dia mendengar suara d******n seorang wanita di dalam sana.
Berselang beberapa menit kemudian, pintu ruangan Zack akhirnya terbuka. Amanda yang keluar dari ruangan Zack setelah merapikan pakaiannya pun langsung berdiri mematung di tempat ketika melihat sosok yang sangat ditakuti oleh Zack selama ini.
"Tu-Tuan Kaaran."
Kaaran menatap Amanda dengan tajam kemudian masuk ke dalam ruangan Zack begitu saja.
BAM!!!
Suara pintu ruangannya yang ditutup dengan kasar cukup mengejutkan Zack yang saat itu sedang merapikan penampilannya.
"Astaga! Hey, kalau tutup pintu pelan-pel-" Zack tidak jadi meneruskan ucapannya ketika melihat sang daddy tengah berdiri di belakang pintu sambil menatapnya dengan tajam. "Dad-Daddy ...."
Sementara Kaaran, pria paruh baya itu mendengus kasar saat melihat kelakuan putranya. Jika Zoe, putri satu-satunya mewarisi sifat keras kepala sang istri, ternyata Zack putra mereka justru diam-diam malah mewarisi sifat brengsyek Kaaran saat masih muda dulu. Tapi, hal itu tidak serta merta membuat Kaaran mau mengampuni dan memaklumi pengkhiatan Zack terhadap Zizi. Kaaran harus tetap memberi Zack pelajaran agar dia tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
Kaaran lantas berjalan mendekat ke arah putranya, dan tanpa berkata sepatah kata pun, pukulannya langsung mendarat di pipi kanan Zack.
Bugh.
*
*
Apartemen Aarav dan Zoe.
Zoe akhirnya keluar dari kamar sambil mengendap-endap setelah memastikan bahwa Aarav tidak nampak di mana pun. Sepertinya pria itu sedang ada di ruang kerjanya, atau mungkin sedang keluar. Karena rasa lapar terus menggerogoti perutnya, Zoe pun memberanikan diri untuk keluar dari kamar. Begitu mendapati menu sarapan sudah disiapkan oleh Aarav di atas meja makan, Zoe pun buru-buru mengambil piring bagiannya untuk dia bawa masuk ke dalam kamar. Ini demi menghindari pertemuan yang tak diinginkan antara dirinya dengan Aarav. Namun, belum sempat Zoe kembali masuk ke dalam kamar, Aarav tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Zoe, kenapa tidak sarapan di meja makan? Apa jangan-jangan ... kamu benar-benar sedang ingin menghindar dariku, ya?" Aarav lantas berjalan menghampiri istrinya yang kini tengah berdiri mematung di depan pintu kamar mereka.
Zoe terdiam tidak menjawab, tidak tahu harus berkata apa. Rasanya sangat memalukan ketika Aarav bisa menebak isi pikirannya.
Kini Aarav sudah berdiri tepat di hadapan Zoe. Pria itu tersenyum lebar menatap wajah istrinya yang sudah merah merona menahan malu.
"Wajah istriku lucu sekali." Aarav berkata seraya mencubit pipi Zoe kemudian terkekeh.
Sementara Zoe, dia makin menunduk malu karena ulah suaminya.
"Bisakah kamu membiarkan aku lewat? Aku mau masuk ke dalam kamar?" ucap Zoe.
"Jadi kamu benar-benar ingin sarapan di dalam kamar?" tanya Aarav ingin memastikan, dan Zoe pun langsung menjawabnya dengan anggukan.
"Zoe, jika kamu melakukannya hanya untuk menghindariku, lebih baik tidak usah kamu lakukan." Aarav tiba-tiba saja memutar badan istrinya. "Ayo, kita sarapan bersama di meja makan, setelah itu kita berangkat. Soal semalam, kamu tidak perlu malu, toh kita adalah suami istri. Jadi hal seperti itu sangat wajar jika dilakukan."
Meski pun dari luar Zoe nampak menurut, tapi dalam hati dia masih sangat malu pada suaminya itu.
*
*
Jam makan siang akhirnya tiba, Aarav dan Zoe sudah datang lebih dulu bersama Kaaran dan Rania. Sementara Zack, dia datang terlambat bersama Zizi.
"Maaf, kami terlambat," ucap Zizi. Sementara Zack, pemuda itu malah diam dengan ekspresi yang sulit ditebak, disertai dengan luka memar di sudut bibirnya. Rania yang melihat hal itu pun jadi panik.
"Astaga, Zack. Apa yang terjadi padamu, Sayang?" Rania berjalan menghampiri putranya dengan raut khawatir.
"Auwh, sakit, Mom," keluh Zack ketika Rania menyentuh lukanya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa terluka seperti ini, hm? Ceritakan pada Mommy. Apa kamu habis berkelahi dengan seseorang?" tanya Rania.
Zack menggeleng. "Tidak apa-apa, Mom. Aku hanya habis terjatuh tadi, dan sudut bibirku terbentur di sudut meja sampai berdarah."
"Jangan membohongi Mommy, Zack. Mommy bukan orang bodoh. Mommy tahu, kamu pasti habis berkelahi dengan seseorang. Katakan pada Mommy, siapa yang berani memukulmu seperti ini? Biar Mommy yang menggantikanmu menghajarnya, Mommy memang sudah sangat lama tidak memakai keahlian bela diri Mommy untuk menghajar orang." Rania berkata dengan penuh emosi. Sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya, dia tidak rela anaknya disakiti oleh siapapun.
"Lupakan saja, Mom. Ini bukan apa-apa. Lagi pula, ini hanya luka kecil, jadi tidak perlu dibesar-besarkan. Ayo, kita duduk sama-sama. Perutku sudah sangat kelaparan." Zack lantas mengarahkan sang mommy untuk duduk kembali di kursinya.
"Tapi, Zack ...."
"Sudahlah, Mom. Ayo duduk."
"Zack ...."
"Mom ...."
"Ekhm!" Deheman besar Kaaran berhasil mengalihkan perhatian semua orang yang ada di sana. "Karena kita semua sudah berkumpul di sini, jadi lebih baik kita mulai saja makan siangnya. Sayang, duduklah kembali. Masalah luka Zack, tidak perlu kamu besar-besarkan lagi. Bukankah Zack sudah mengatakan kalau dia terluka karena habis terjatuh."
"Iya, Mom, Daddy benar. Ayo, duduklah."
Rania akhirnya menurut. Sementara Zack, sebelum dia duduk di antara Rania dan Zizi, dia terlebih dahulu melihat ke arah sang kakak yang saat ini masih marah padanya. Bahkan Zoe tidak mau melihat ke arahnya sama sekali.
Makan siang berlangsung dengan tenang, semuanya berjalan dengan lancar seperti tidak pernah terjadi apa pun. Barulah Kaaran kembali angkat bicara ketika mereka sudah sama-sama selesai dengan makanan masing-masing.
"Ekhm, begini. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada kalian semua. Ini mengenai hubungan Zack dan Zizi."
Mendengar namanya disebut, Zack dan Zizi seketika saling menatap. Begitu pula dengan Rania, Zoe serta Aarav yang langsung melihat ke arah keduanya.
"Tadi pagi saat aku diam-diam pergi ke Galaxy Group, aku memergoki mereka sedang bermesraan dan melakukan hal yang tidak sepantasnya," ungkap Kaaran.
zack tdk berbuat kasar dgn zizi
biar zack sadar akan posisinya yg sudah bertunangan dgn zizi