🏆 JUARA FAVORIT PEMBACA LOMBA "PENGKHIANATAN" SEASON 2 🏆
Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun dan rencana mereka akan menikah tahun depan. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, sahabat baiknya. Ternyata yang menjadi mempelai laki-laki adalah Emir.
Dunia Qiana terasa hancur saat tahu kalau dirinya sedang hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya. Akibat kejadian itu sang ibu meninggal karena gagal jantung.
Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan penyemangat, yaitu Keenan seorang office boy. Pemuda ini sering membantu Qinan secara diam-diam. Apalagi saat Emir ingin kembali merebut hati Qiana dan Zeline ingin selalu berusaha menghancurkan kehidupannya.
Siapakah Keenan itu?
Apakah Qiana akan mendapatkan kebahagiaan setelah datang banyak cobaan yang menderanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Keluarga Qiana Diculik
Bab 31
Melihat ayahnya terkapar di lantai, Qiana mengambil hiasan yang ada di dinding. Lalu, dia pukulan ke tubuh laki-laki yang menyerang Bara.
"Rasakan ini!" teriak Qiana masih terus memukuli kedua laki-laki itu secara bergantian.
Akan tetapi salah satu dari laki-laki berbadan tinggi besar itu bisa melakukan pembalasan kepada Qiana dan membuatnya jatuh ke lantai. Sementara yang seorang lagi masih memukuli Bara sampai tidak sadarkan diri.
"Lepaskan Ayahku! Kalian ini siapa dan mau apa datang ke sini?" Qiana masih berusaha menyerang dan mempertahankan dirinya, tetapi tenaga dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan kedua orang laki-laki itu.
Bagian kepala Qiana dipukul dengan kuat dan membuat dia tidak sadarkan diri. Setelah wanita itu pingsan, maka kedua orang laki-laki tadi langsung menghubungi seseorang.
"Bos, mereka sudah tidak berdaya," kata salah satu dari penjahat itu saat berbicara lewat telepon.
"Bagus. Cepat bawa mereka ke sini! Lakukan sesuai apa yang aku intruksikan tadi!" perintah dari orang di seberang sana.
"Baik, Bos."
Kedua penjahat itu memasukan Bara dan Qiana ke dalam keranjang besar yang di sembunyikan ke dalam troli. Setelah itu salah satunya membawa Shaka dan menggendong dengan menggunakan gendongan bayi.
Kedua orang itu dengan cepat masuk ke dalam lift yang menuju basement yang di lantai bawah. Shaka yang tidur karena kekenyangan, tidak membuat dia bangun meski tubuhnya terguncang karena jalan laki-laki itu begitu cepat.
Bara, Qiana, dan Shaka sudah berhasil di masukan ke dalam mobil. Lalu, mereka pun pergi menuju ke tempat yang sudah di janjikan.
***
Shaka malam ini masih lembur, laporan selama 5 tahun ini belum selesai dia kerjakan semuanya. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 21:00 ada keinginan untuk menghubungi Qiana meski hanya berbicara 5 menit saja.
Diambilnya handphone milik dia di dalam laci. Betapa terkejutnya Keenan, saat melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari pihak keamanan apartemen Royale Diamond. Lalu, dengan cepat laki-laki itu pun menghubungi balik nomor yang tertera di layar.
"Halo," ucap Keenan dengan panik.
"Halo, Pak Keenan! Gawat, Bu Qiana sekeluarga di culik oleh dua orang laki-laki," kata orang di seberang sana melapor.
"Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Keenan dengan gusar.
"Mereka tidak terlihat saat masuk ke dalam apartemen. Aku merasa curiga saat melihat rekaman cctv sesuai perintah dari Bapak agar melakukan pengecekan 1 jam sekali. Di dalam rekaman itu ada dua orang laki-laki masuk ke apartemen Bu Qiana, lalu ke luar dengan membawa Bayinya dan juga troli yang membawa sesuatu yang berat. Maka …," jawab satpam yang dimintai oleh Keenan terpotong.
"Apa?" pekik Keenan sambil terlonjak berdiri.
"Maksud kamu ada yang menculik Shaka?" lanjut laki-laki berjas moca itu menahan amarah.
"Bukan hanya Shaka, tapi … Bu Qiana dan Pak Bara juga tidak ada," balas si satpam lagi dan membuat Keenan murka sampai memukul meja kerjanya dan membuat beberapa benda di atasnya berjatuhan.
"Ini penculikan. Apa kalian sudah lapor polisi?" tanya Keenan sambil berjalan meninggalkan ruangannya dengan langkah lebar.
"Sudah, Pak. Kita langsung menghubungi polisi begitu tahu keluarga Bu Qiana tidak ada di apartemennya," jawab si satpam lagi dengan sigap.
***
Dibawa kemanakah Qiana dan keluarganya? Siapa dalang dibalik penculikan ini? Ikuti terus kisah mereka, ya!
knapa yg musuhin Qiana jd 2 gini?
Qiana, kuat ya...
tggu saja