NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Curiga

"Astaga! Kenapa gaunnya kayak gini?" Keluh Gladys setelah mencoba gaun yang ia pilih secara asal itu.

Gaun hitam yang terlihat simple namun elegan itu, memiliki model lengan sabrina dengan bagian tengah membentuk V, hingga sedikit menonjolkan belahan dadanya yang sekal dan lumayan berisi.

Meskipun gaun itu terlihat pas dan saat cantik ketika di kenakan oleh Gladys, namun ia merasa sedikit canggung saat memakainya.

"Aduh, apa kata orang tua Ryu kalau lihat gue pake baju kayak gini." Kata Gladys yang sedikit gelisah.

"Kalo bagian bahunya sih, bisa di tutupin pake rambut, tapi ini." Imbuh Gladys sembari menutup belahan dadanya.

Gladys kembali terdiam dengan wajah gelisahnya. Berbagai pikiran untuk membatalkan kedatangannya, satu persatu melintasi benak. Namun, ia sungguh tak ingin membuat kedua orang tua Ryu kecewa.

Gladys kemudian membuka lemarinya. Namun sayangnya ia tak memiliki gaun yang menurutnya layak untuk menghadiri acara itu.

"Astaga! Gaun seharga hampir sepuluh juta tapi kekurangan bahan gini." Gerutu Gladys saat menemukan struk belanja yang sepertinya tak sengaja di masukkan ke dalam totebag oleh kasir Boutique itu.

Karena waktu sudah mendekati pukul tujuh, dengan terpaksa Gladys segera mengenakan gaun yang disiapkan oleh calon mertuanya itu. Ia kemudian mulai berdandan dengan make up dan tatanan rambut simple yang bisa menutupi bahu dan leher jenjangnya.

Gladys kemudian mengambil cluth dan memakai sepatu high hells yang senada dengan gaunnya. Sebelum turun, gadis cantik itu kembali mematut diri di depan cermin dan memastikan jika penampilannya tak akan membuat calon mertuanya malu.

Ryu terpaku saat melihat Gladys turun dari tangga kostnya. Gaun itu benar - benar indah membalut tubuh Gladys. Makeup yang terkesan natural dan tatanan rambut sederhana namun terlihat mahal, membuat penampilan gadis itu makin mempesona.

"Udah dari tadi?" Tanya Gladys saat menghampiri Ryu yang menunggu di dalam mobil.

"Barusan." Jawab Ryu sedikit gelagapan karena terlalu fokus memperhatikan Gladys.

"Masuk." Titah Ryu yang kemudian membukakan pintu dari dalam.

Gladys pun segera masuk dan duduk di sebelah bangku kemudi. Setelah Gladys memakai seat beltnya, barulah Ryu melajukan mobilnya meninggalkan halaman kost yang di tempati Gladys.

Sepanjang perjalanan, keduanya mengobrol santai. Ryu memberikan gambaran mengenai karakter keluarganya, terutama Aslan, adiknya yang juga akan ada di sana.

"Jangan terlalu di dengarkan ucapan Aslan nanti. Dia memang jahil, suka meledek dan ceplas - ceplos, tapi dia baik kok." Kata Ryu yang di jawab anggukan mengerti oleh Gladys.

Saat tiba di lokasi pesta yang berada di Ballroom sebuah Hotel mewah, Ryu tak langsung membawa Gladys turun. Ia justru mengambil sesuatu dari dashboard mobilnya

Tanpa ragu, Ryu membuka satu set perhiasan yang ia beli setelah mengantarkan Gladys kembali ke Kostnya sore tadi.

Satu set perhiasan itu sangatlah simple namun terlihat mewah. Kalung dengan liontin berbentuk bulat yang di taburi swarovsky dan ada berlian di tengahnya. Begitu juga dengan gelang dan cincin yang memiliki bentuk mata senada dengan liontin kalung itu.

"Sini. Gue bantu pakein." Kata Ryu.

"Lo yang beli?" Tanya Gladys yang masih berada di tempatnya. Ia seolah enggan menerima barang mewah yang pastinya sangat mahal itu.

"Enggak. Ini tadi Bunda yang suruh lo pake." Dusta Ryu. Tentu saja karena Ryu tau jika Gladys akan menolak jika tau kalau ia sengaja membelinya.

Meski ragu, Gladys pun menurut. Ia membelakangi Ryu agar pria itu mudah memakaikannya kalung. Setelah itu, Ryu memakaikan gelang dan terkahir cincin di jari manis kiri Gladys.

Ryu memperhatikan cincin bertahtakan berlian yang kini melingkar di jari manis Gladys yang masih ia genggam. Senyuman tipis, kembali terukir di bibirnya kala melihat cincin itu sangat pas di jari Gladys.

"Kita gak turun?" Tanya Gladys sambil menarik pelan tangannya dari genggaman Ryu. Jantungnya terasa hampir meledak sejak Ryu mulai memakaikannya kalung tadi.

"Ayo turun." Ajak Ryu yang juga sedang berusaha menetralkan ekspresi wajahnya yang tampak bahagia.

Ryu kemudian meraih tangan Gladys dan melingkarkannya di lengan kokohnya saat mereka hendak berjalan menuju ke Ballroom.

"Biar kelihatan mesra, kayak pasangan pada umumnya." Bisik Ryu yang di jawab anggukan mengerti oleh Gladys.

Kedatangan Ryuga dan Gladys tentu saja menarik perhatian orang - orang yang ada di Ballroom.

Putra sulung dari pemilik Mall itu di kenal cukup tertutup karena jarang tampil di publik atau sekedar datang ke acara keluarga besarnya. berbeda dengan si bungsu yang tak pernah absen menghadiri setiap undangan.

"Rame banget." Lirih Gladys. Ia merasa sedikit tidak nyaman, terlebih dengan gaun yang sedikit terbuka di bagian dada. Ia terus berusaha menutupi belahan dadanya dengan clutch yang ia pegang.

"Gak akan lama." Bisik Ryu yang seolah bisa membaca kegelisahan Gladys.

"Aduduh, calon menantu keluarga Aditama cantik banget." Puji Gita saat melihat kedatangan Ryu dan Gladys.

"Gak tau kapan pacarannya, tau - tau udah mau nikah aja." Komentar Rio.

"Tunggu - tunggu. Siapa yang mau nikah?" Tanya Aslan pada keluarganya yang duduk bersama di meja VIP itu.

"Ya Abangmu lah, siapa lagi?" Jawab Fey.

"Abang? Bang Ryu?" Tanya Aslan dengan tatapan tak percaya.

"Tuh liat, calon istrinya!" Kata Gian sembari mengarahkan kepala Aslan ke arah Ryu dan Gladys.

"Cantik banget calon Kakak Iparku." Puji Aslan yang sampai tak berkedip ketika melihat Gladys.

"Kok dia mau sama Abang, Bun?" Tanya Aslan kemudian.

"Ya mau lah! Abangmu itu ganteng." Gita yang menyahut.

"Ah, aku curiga. Jangan - jangan dia di pelet sama Bang Ryu." Kata Aslan.

"Aslan! Sembarangan banget kalo ngomong." Tegur Fey sambil memelototi Aslan yang cengar - cengir.

"Ryu udah dateng?" Tanya Mama Mila yang baru bergabung dengan mereka.

"Itu tuh, lagi ngobrol sama Om." Jawab Gian sambil menunjuk ke arah Ryu dan Gladys yang sedang menghampiri salah seorang kerabat mereka.

"Aduh, cantiknya itu calon istri Ryu." Puji Mama Mila.

"Bener - bener pinter si Ryu, cari calon istri." Timpal Papa Abraham.

Mendengar itu, Fey dan Gian hanya bisa saling melirik sambil tersenyum. Mereka semua pasti akan heboh jika tau kalau Gladys adalah perempuan yang di jodohkan secara rahasia.

"Bunda yakin, kalau Abang mau nikah beneran?" Bisik Aslan.

"Maksudmu?" Tanya Fey.

"Ya aneh aja, gitu? Kok tiba - tiba mau nikah. Padahal selama ini gak pernah deket sama cewek." Kata Aslan.

"Namanya juga jodoh. Lagian, emang Abangmu harus laporan dulu kalau mau deket sama cewek?" Kata Fey.

"Enggak sih, tapi agak mencurigakan aja gitu." Sahut Aslan yang masih kukuh dengan kecurigaannya.

"Gak usah curiga sama Abangmu. Curiga tuh sama beberapa karyawan yang jabatannya udah tinggi di Mall. Mereka pasti ada main - main karena pendapatan dua bulan ini menurun signifikan." Kata Gian yang membuat Aslan cengar - cengir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

1
Munas Tuti
he..he...Ryu cemburu beneran gituuu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mode posesifnya bang Ryu sdng on nih jd Gladys harap maklum ya 😉😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ryu kl dah cinta sama Gladys ungkapin sblm Gladys nya di ambil sama Nolan nyesel nantinya lho 😉😂
This Is Me
Percaya...bang Ryu, percaya kalau uang abang buanyaaaaakkkk🤭🤭🤭
rizky tria
mode posessif Yanda nih bang Ryu 😁
Munas Tuti
ihhh Ryu cemburu, ngerass lbh ganteng lagii
This Is Me
Ingat, Gladys, suamimu itu anak sultan. €14.000 duit kecil untuknya
🎃
bundaa , anak nya cemburu noh🤣
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai bang Ryu cemburu nih 😂😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cemburu?? ya ngomong dng box
Sonya Kapahang
cemburu, Bang..?? inget Misi, Bang.. Kontrak doang, nikahnya kontrak doang.. ga usah pake hati 🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu bang????
Munas Tuti
gimana siiih Gladys kok gak ngerti klo sdh nikah sah sscara agama da negara
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sekali dayung dua tiga pulau terlampaui ya Ryu karna sambil menjalankan misi Ryu akan memenangkan hatinya Gladys 😂😘
This Is Me
Makin sweet aja pasangan ini 😍
utama
kak buat Ryu ditengah jalan misi menyatakan isi hati ya pasti seru🥰
lanjut kak author
This Is Me
Lanjutin aja jadi nikah beneran😍😍
💟노르 아스마💟
sprtinya Ryu emang cintrong yakk ke gladis
Munas Tuti
ha..ha..ha...bisa jg Ryu godain Gladys
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerjaan Ryu skrng itu godain Gladys 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!