Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Pagi hari yang sejuk ketika Aaron terbangun dari tidurnya pada keesokan harinya.Ia menghirup udara segar dan nyaman karena saat ini dirinya sedang berada di hotel luar desa. Pemuda ini pun menggeliat di tempat tidur sebelum bangun dan berdiri serta berjalan ke arah kamar mandi di sudut kanan kamar mandi.
"Uuuh, dingin sekali air mandinya sampai aku tak berani untuk mandi dengan air dingin." kata pria ini yang memutar keran di shower untuk ia dapat mengaktifkan air panas ukuran sedang untuk ia bisa mandi di pagi hari pertama ia bekerja di daerah Sukabumi.
Ketukan suara pintu dari luar kamar hotel telah terdengar oleh Aaron yang segera memakai baju kemeja kerjanya lalu membuka pintu kamar tidur hotel untuk seorang teman kerjanya masuk ke dalam kamar.
"Selamat pagi, Pak Aaron. Saya Ian Ahmad yang ditugaskan oleh Pak Budiman untuk menemani Anda meninjau lokasi pembangunan pabrik baru di daerah ini." kata teman kerjanya dengan nada sopan kepada Aaron.
"Oh, selamat pagi juga Pak Ian.Ya, terimakasih banyak dan semoga kita bisa bekerjasama di proyek ini." kata Aaron yang menyalami teman kerjanya dengan sikap ramah.
"Iya, Pak Aaron sama-sama.Mari kita bisa mulai bekerja di lokasi yang sudah ditunjukkan oleh Pak Budiman untuk kita." kata Ian tersenyum dengan ramah kepada Aaron sembari menanti Aaron selesai merapikan pakaian kerja pemuda itu.
Sementara itu di rumah Pak Usman yang asri di desa.Cassie dan teman-teman sekolahnya telah mulai belajar untuk hidup sebagai orang desa secara praktek yaitu menanam padi di sawah, memberi makan udang-udang di tambak dan mempelajari ilmu pertanian dan peternakan yang dibimbing secara langsung oleh Pak Usman dan para petani di desa tersebut.
*****
Rumah Pak Hermanto, Jakarta.
Seperti biasanya yang selalu menjadi kegiatan di pagi harinya Bu Erika selalu menyiram bunga- bunga yang tumbuh di kebun kecilnya di taman depan dan belakang serta samping kanan dan kiri rumahnya sesudah Pak Hermanto pergi kerja dan anak-anaknya sibuk hal lainnya.
Dan,ketika ia sedang menyiram bunga di taman depan rumahnya terdengar suara tukang sayur keliling yang berteriak-teriak dari arah pintu ke perumahan tempat tinggalnya.
"Sayurrrrrr...!! "
"Pakde..! " suara Santi tetangga sebelah rumah berlari keluar dari pagar rumah Pak Salim.
"Yaaaa, Bu Santi. Aku datang ke depan rumahmu yang selalu sejuk di sepasang mataku." kata penjual sayur yang biasa dipanggil Pakde oleh ibu-ibu kompleks perumahan tersebut.
Gerobak sayur Pakde telah berhenti di depan Bu Santi yang segera memilih sayur yang ingin di beli olehnya dan seorang gadis muda cantik usia dua puluh dua tahun mendatangi rumahnya.
"Selamat pagi Tante Santi. " sapa Kimberly calon menantu Bu Santi yang menghampiri Bu Santi dengan mengecup pipi wanita paruh baya itu.
"Wah, selamat pagi untukmu Kimi, gimana pagi mu? Apakah kamu ingin menemui Reno? " sapa balik Bu Santi yang menyukai calon menantunya itu.
"Baik, Tante Santi. Ya, nih. Apakah Kimmy boleh masuk ke dalam rumah Tante Santi supaya Saya bisa menemui Kak Reno di dalam?" tanya Kimmy dengan senyuman ramah dan sopan kepada Bu Santi.
"Ya, boleh dong silakan saja, nak. Kamu kan tak lama lagi akan menikah dengan Reno anak Tante Santi yang berarti kamu akan segera menjadi menantu Tante Santi." jawab Bu Santi tersenyum ramah kepada Kimmy.
"Oh iya, Tante Santi terimakasih banyak kalau begitu Kimmy permisi dulu ya." kata Kimmy nada sopan kepada Bu Santi lalu berjalan masuk ke ruang tamu rumah Pak Salim.
Di ruang dalam sudah ada Reno yang baru saja turun dari lantai atas. Kimmy segera mendekati tunangannya dengan senyuman manisnya untuk Reno.
"Tak perlu kau memberikan aku senyuman palsu mu itu, Kimmy. Bukankah kita berdua cuma perlu berpura-pura sebagai sepasang tunangan yang penuh cinta di depan para orangtua dan teman- teman kita." kata Reno nada mencibir kepada Kimmy yang memutar sepasang bola matanya.
"Yep, benar sekali Reno, tapi kau tak perlu sinis seperti itu kepadaku."kata Kimmy nada tajam kepada Reno seraya mengikuti Reno ke dapur.
"Lalu untuk apa kamu datang ke rumahku kalau kamu tak suka denganku? " tanya Reno dengan senyumannya kepada Kimmy di belakangnya.
"Meminta kamu untuk menghapus foto mantan pacarmu di semua galeri di akun medsos mu agar teman-teman ku tak menanyakan Aku soal mantanmu itu." jawab Kimmy nada ketus kepada Reno yang sedang memasak sup makaroni di dapur.
"Umm, oke. Aku akan menghapus semua foto di galeri medsos ku."kata Reno tanpa mengalihkan perhatiannya pada panci di atas kompor.
"Kak Reno.. " panggil Kimmy nada lembut.
"Hmm, apa?" sahut Reno nada ketus.
"Reno, kenapa kamu bicara seketus itu terhadap Kimmy tunanganmu sendiri? " tegur Pak Salim papanya yang datang ke dapur untuk mengambil gelas di rak gelas.
"Eh, Papa... " kata Reno cepat memasang wajah lembut kepada Kimmy sambil menuang sup makaroni ke dalam mangkuk dari panci.
"Ya, karena Aku tadi sedang sibuk membuat sup makaroni untuk sarapan pagi kami berdua di sini di rumah kita." jawab Reno tersenyum kepada Pak Salim papanya yang memandanginya terus seakan-akan Papanya itu meragukan jawaban dari mulutnya itu.
Tetapi Kimmy dengan sikap manis merangkul lengannya seraya berkata."O'om Salim, Kak Reno memang kalau dia sibuk tak suka diganggu oleh siapapun termasuk Saya tunangannya.Dan, hal ini sangat bagus untuk kami belajar dewasa satu sama lainnya sebelum kami menikah."
Pak Salim menganggukan kepalanya mengerti akan sikap Reno yang dinilainya agak kaku dan kurang mengerti keinginan dari tunangan putra semata wayangnya itu.
"Aih, Reno, tsk. Lain waktu Papa akan mengajari kamu untuk bersikap lembut dan hangat untuk Kimmy calon istrimu." kata Pak Salim menatap tegas kepada Reno.
"Iya, Papa. Reno akan senang hati mendapatkan bimbingan dari seorang romantis seperti Papa." jawab Reno dengan sikap sopan kepada Papa nya sambil menikmati semangkuk sup makaroni di meja ruang makan.
"Ohya, Reno, katamu tukang Ac akan segera ke rumah, kapan ya? " tanya Bu Santi yang teringat tentang percakapan antara dirinya dengan Reno sekitar tiga hari yang lalu.
"Siang ini, Ma. Kemarin Aku sudah mendapatkan konfirmasi dari tukang Ac- nya, jadi kita harus siap-siap untuk merapikan barang di kamar kita masing-masing untuk tukang Ac mudah untuk memasang Ac di setiap ruang kamar di rumah kita ini." jawab Reno dengan nada sopan kepada Bu Santi sambil menyuap sup makaroni-nya ke dalam mulutnya di depan Kimmy yang duduk di kursi makan seberang meja makan.
Bersambung!