Alia dipecat secara tidak terhormat oleh direktur perusahaan tempat dia bekerja. Di fitnah mendapatkan posisi tinggi melakukan pendekatan genit dengan anak direktur perusahaan. Rekan kerjanya tidak ada yang mau membantu atau menolong sehingga itu semua menyakitkan hatinya sampai tengah malam akan kesedihannya itu datang empat pria asing ingin memanfaatkan kondisi Alia yang sedang putus asa tapi seorang pria datang untuk menolongnya. Namun, siapa sangka pria yang menolongnya itu adalah mantan pacar dan sudah mempunyai anak dari mantan istrinya lalu anak mantan pacarnya itu tiba-tiba ingin Alia menjadi pengasuhnya!
Dukung Author dengan memberikan dukungan komentar dan like-nya biar semangat update hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Setelah Reza sama Abbay menyelesaikan urusannya dengan David seketika para tentara langsung melaporkan tentang kerusuhan yang dilakukan satu pria secara brutal tanpa pandang bulu menyakiti siapa pun ketika menghalangi jalannya bahkan anak kecil dikabarkan dalam kondisi kritis akibat pukulan kuat menghajar kepala hingga terbentur ke tanah.
"Kak Reza kita sudah tidak punya waktu persiapan. Ayah benar-benar ingin menghabisi anaknya sendiri!" ucap Abbay dengan ekspresi serius
"Papa." ucap Aileen merasa Papanya akan melakukan sesuatu yang gila
"Yakin mau pakai itu?" tanya Alia dengan ekspresi khawatir akan kondisi Reza
Reza sudah menceritakan tentang dia yang memiliki kepribadian ganda tapi bisa dikontrol sepenuhnya. Namun, butuh keberanian untuk mengeluarkan sifat lainnya karena Reza akan hilang kendali sampai tidak menjadi seperti dirinya saat ini.
Aileen takut melihat Papanya berubah menjadi orang lain dengan menenangkan Aileen akhirnya dia mendapatkan ijin untuk mengeluarkannya sebagai kartu as melawan Tuan Adam. Abbay tidak sabar ingin melihat kembali kekuatan penuh yang akan Kakaknya kerahkan tapi Alia ikut mengawasi keduanya kalau ada sesuatu berbahaya bisa dilaporkan.
Aileen tidak boleh ikut bersama Neneknya sehingga waktu dihabiskan bermain saja sedangkan mereka bertiga mengikuti tentara yang sedang menahan Tuan Adam di jalan raya Balikpapan Kota dengan empat sisi sudah diberikan pelindung bersamaan gas air mata dilemparkan.
Namun, semuanya tidak berhasil sampai beberapa menit tiba-tiba tentara yang bertugas memanggil Reza sama Abbay datang dengan membawa mereka berdua untuk menghadapi ayahnya. Suasana tempat langsung berubah dengan Tuan Adam melepaskan pakaiannya seketika menampilkan tubuh penuh tato serta beberapa luka permanen memberikan kesan buas.
Abbay maju duluan sambil membuka pakaiannya sama seperti ayahnya lalu menghampiri sampai kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Tekanan dari senyum bengis ayahnya membuat Abbay langsung waspada hingga tentara menahan senapan mereka dengan membiarkan pertarungan tangan kosong terjadi.
"Jangan harap bisa mengalahkan ayahmu!" ancam Tuan Adam sambil menatap tajam Abbay disertai senyuman bengisnya
Abbay mengepal kuat tinjunya kemudian memberikan serangan kejutan langsung menghantam perut ayahnya sontak serangan itu membuat ayahnya muntah darah belum sampai situ dengan cepat Abbay kembali mempersiapkan tinjunya lalu menghajar pipi kanan ayahnya sangat kuat sekali sampai bertekuk lutut.
"Bukan aku yang akan mengalahkanmu. Tugasku hanya memberikanmu beberapa pukulan untuk kebebasan yang ingin aku capai dengan hilangnya rasa takut dalam diriku, ayah!" teriak Abbay menghantam wajah ayahnya ke lutut kaki
Darah bercucuran di jalanan tempat mereka bertarung ketika Abbay merasa dirinya mempunyai kesempatan untuk memberikan luka serius tiba-tiba ayahnya tersenyum puas seperti menginginkan hal tersebut. Pukulan cepat dan kuat mendarat di perutnya sampai tubuh Abbay sendiri terangkat hanya satu tangan saja membuatnya muntah darah hingga berusaha menahan rasa sakit.
"Belum pantas untukmu dasar anak nakal!" teriak Tuan Adam sambil membanting kepala Abbay ke permukaan jalanan
Abbay memberontak untuk melepaskan genggaman Tuan Adam yang terus menekan kepalanya ke aspal seketika muncul niat sadis ingin menyeret wajah Abbay sampai hancur. Reza menyadari bahaya tersebut sambil mengincar titik buta ayahnya kemudian membanting dengan mengincar tumpuan yang tepat agar mudah terbanting.
Tetapi kemampuan luar biasa Tuan Adam membuatnya bisa menahan rasa sakit hingga menyadari Reza datang membantu adiknya sontak Tuan Adam melancarkan serangan membabi-buta. Duel tangan kosong berubah menjadi Reza melawan ayahnya saking memiliki kemampuan hebat dalam bertarung langsung melempar tubuh Reza saat menahan pukulan musuhnya.
"Apa-apaan Reza? Kenapa kamu sangat lemah? tanya Tuan Adam dengan nada tinggi
Dari belakang Abbay menahan kedua tangan ayahnya kemudian Reza menghajar bertubi-tubi perut ayahnya dengan sangat kuat hingga kesakitan tapi Tuan Adam malah tambah gila. Reza sama Abbay terkejut bukan main saat ayahnya sangat cepat langsung mencengkeram kepala mereka berdua lalu menghantamkannya ke permukaan jalanan hingga hancur.
"Hahahah!" tawa Tuan Adam dengan senyuman puas
Abbay langsung pingsan di tempat sedangkan Reza sempoyongan saat berusaha berdiri kini Reza sudah tidak mempunyai pilihan lain kecuali memakai kartu as. Tuan Adam sudah tidak mau memikirkan anaknya lagi, dia ingin habis-habisan menghajar anaknya sedangkan Reza menutup mata untuk mengeluarkan kepribadian gandanya.
Tuan Adam langsung melayangkan pukulan lurus ke arah Reza untungnya bisa menghindar kalau telat sedikit aja mungkin Reza tidak akan bernyawa lagi. Reza masih belum berhasil mengeluarkan dirinya yang lain sedangkan Tuan Adam dari tadi sudah melayangkan pukulannya hingga Reza akhirnya berhasil mengeluarkan dirinya yang lain.
Pukulan kuat dari Tuan Adam mengincar kepala Abbay langsung dihindarinya tiba-tiba Reza menendang kepala ayahnya dengan melompat lalu menendang tepat rahang ayahnya sontak tubuh langsung sempoyongan. Namun, Tuan Adam masih dapat berdiri ketika melihat tatapan dingin disertai ekspresi malas yang Reza perlihatkan.
Membuat Tuan Adam bersemangat untuk melawan yang hampir sama dengannya hingga Abbay menjauh untuk membiarkan Kakaknya mengatasi duel tersebut. Alia terus berdoa untuk kemenangan Reza bahkan banyak dukungan yang menyorakinya sedangkan Tuan Adam mulai serius menghadapi putranya.
"Sudah waktunya untukmu tutup usia, tua bangka!" ucap Reza sambil mendekati ayahnya
"Coba lakukan kalau kamu bisa!" teriak Tuan Adam sambil lari mendekati anaknya
Bersambung....
Like👍 dan Coment semangat yahh ✍️ ❤️❤️❤️