Rico Dominico, seorang pelajar SMA yang tanpa sengaja masuk ke ruang bawah tanah di rumah tua milik kakeknya. Ternyata di sana banyak sekali benda-benda pusaka. Dia melihat sebuah buku yang tersimpan secara terpisah. Begitu dibuka ada cahaya yang keluar dari buku itu dan menyeret dirinya ke dimensi dunia lain.
Kini Rico berada di dunia antah berantah, yang dimana para penghuninya memiliki kekuatan sihir dan bisa memanggil hewan suci sebagai pelindung mereka. Selain itu, dia juga bisa merapalkan banyak mantra asing yang mempunyai kekuatan besar.
Rico mengucapkan sebuah mantra yang bisa memanggil Raja Naga yang legendaris. Hal ini membuktikan kalau dirinya punya kekuatan yang sangat besar. Akibatnya, dia diburu oleh banyak orang yang menginginkan kekuatan dirinya.
Rico dan teman-temannya melawan Raja Didio yang kejam dan sangat kuat untuk membebaskan negeri Eleanor.
Akankah Rico bisa selamat dari incaran mereka?
Apakah dia juga akan bisa kembali ke dunia aslinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Kekacauan Di Kota Pelabuhan (3)
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih like, komentar, bunga, kopi, vote, dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 31
Rico dan Kiril bergabung bersama Karin dan Miron untuk membantu para kelompok pemberontak yang membebaskan hewan suci yang ada di pelabuhan. Terlihat seorang pemuda gagah yang menggunakan ilmu sihir elemen air dan es dengan memanfaatkan air yang ada di laut. Rico langsung merasa takjub saat melihat laki-laki bertarung melawan musuhnya .
"Aku baru pertama kali melihat orang bertarung dengan cara seperti itu," ucap Rico kepada Miron.
"Aku rasa dia memiliki ilmu sihir level tinggi dan juga punya mana yang banyak," balas Miron sambil menahan serangan lawan dengan dinding sihir pelindung.
Kelly yang melihat ke arah Rico dan Miron, menjadi kesal. Saat ini mereka berada dalam situasi genting, bukan dalam perjalanan atau waktu santai, tetapi kedua pemuda itu malah asyik berbicara. Meski mereka sambil melawan musuh juga sebenarnya.
"Bisa tidak kalian tahan dulu acara bergosipnya!" sindir Kelly kepada kedua temannya ini.
Pemuda itu melihat ke arah Rico dan teman-temannya. Dia memicingkan mata agar bisa melihat lebih jelas, karena kepulan asap masih memenuhi area itu.
"Tuan Dora, kita masih membutuhkan bantuan lagi. Para hewan suci banyak yang berhasil kabur!" teriak salah seorang prajurit marinir begitu seorang laki-laki berbadan besar.
"Tenang saja. Para hewan suci itu sudah ada pasukan yang mengejar mereka," laki-laki itu.
Mata Rico membulat saat melihat Kouga berada di dalam sebuah kerangkeng besi. Dia tidak menyangka kalau hewan suci miliknya bisa di tangkap dan sudah di beri kalung batu mana.
"Rico, bukannya itu Kouga?" tanya Kelly dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu merasa sedih melihat hewan suci milik temannya itu bisa tertangkap. Dia sendiri juga sudah begitu sayang kepada Kouga.
"Iya. Tapi, bagaimana bisa dia sampai tertangkap oleh mereka?" gumam Rico dengan sedikit menekan suaranya. Dia marah karena hewan suci miliknya juga bisa tertangkap dengan beberapa hewan suci lainnya.
Miron pun berusaha menyerang para prajurit yang membawa kerangkeng besi berisi beberapa hewan suci yang tadi melarikan diri. Laki-laki itu menggunakan sihir rantai mencoba merebut wadah yang mengurung para hewan suci.
Akan tetapi laki-laki yang tadi dipanggil Laksamana Dora, berhasil menahan kerangkeng besi. Maka terjadilah tarik menarik kotak berisi hewan suci itu.
Para marinir pun melakukan serangan balik kepada Rico dan teman-temannya. Terjadi kembali pertarungan sihir dan hewan suci di sana.
Rico yang tidak mau kehilangan Kouga pun berusaha menyerang Laksamana Dora untuk mendapatkan kotak besi itu. Dia menggunakan pedang api untuk melawan pemimpin kota pelabuhan.
"Lumayan juga kamu," kata Laksamana Dora sambil menahan serangan api yang dilancarkan oleh Rico dengan menggunakan perisai sihir.
"Lepaskan para hewan suci itu!" titah Rico dengan lantang.
Tawa keras dari Laksamana Dora langsung memecah di sana dan membuat Rico semakin kesal. Dia melihat Kouga seperti sedang kesakitan. Pemuda itu sudah mencoba mengucapkan mantra untuk mengembalikan wujud Kouga ke bentuk aslinya. Namun, hal itu tidak bisa dikarenakan adanya batu mana yang terdapat dalam kalung yang Ter di leher Kouga.
"Kouga, kamu jangan menggunakan kekuatan mana! Bahaya. Batu itu bisa menyerap mana kamu dan membuat kamu semakin kesakitan," ujar Kiril.
"Apa?" Rico dan yang lainnya terkejut.
"Lalu, bagaimana cara kita mengalahkannya?" tanya Rico.
***
Apakah Rico dan teman-temannya bisa menyelamatkan Kouga dan mengalahkan Laksamana Dora? Tunggu kelanjutannya, ya!
banyak pesan moralnya
good job thor
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
oleh yg di buru Rico CS
/Grin//Grin//Grin/
/Angry//Angry//Angry/
dr tidurnya di alam manusia
pules banget
/Grin//Grin//Grin/
sekitar 1 sampe 50 ekor aja
asalkan kualitasnya joss grandoss
daripada punya banyak banget
puluhan sampe ratusan
tapi kualitasnya wew alias biasa aja
/Silent//Silent//Silent/
/Joyful//Joyful//Joyful/
tapi masih aja serakah
ga punya pengertian ke Rico
yg belum punya hewan suci
buaya darat, kadal buntung,
garangan, ayam champus,
srigala bulu domba
/Grin//Grin//Grin/
nongol tuk habisi musuh tuannya
sangat menarik thor
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/