Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31. MULAI CEMBURU
Kini Emin sedikit berdebat dengan Abelano. karena ia tidak ingin terlambat masuk ke kantor. Emin memilih untuk mengalah. Ia berlalu setelah berpamitan kepada Pak Erdana dan ibu Ernala. Tetapi dengan catatan Abelano menghantarkannya sampai ke Paris.
Sejujurnya Abelano belum bisa terima kalau istrinya bekerja di perusahaan milik orang lain. Selain di perusahaan miliknya. Tetapi ia tidak bisa memaksakan kehendaknya. Karena keinginan saat ini bekerja di Paris company. Abelano membuka pintu mobil mewah miliknya, agar Emin dapat masuk dengan leluasa.
"Silakan istriku sayang!" ucap Abelano sambil mengembangkan senyumnya,mempersilakan Emin masuk ke dalam mobil miliknya. Emin tidak menjawab. Ia Langsung masuk ke dalam mobil dan duduk. Pandangannya lurus ke depan, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Abelano.
"Apa kau merasa nyaman dengan pekerjaanmu sekarang?" tanya Abelano penuh selidik. Emin hanya mengganggukan kepalanya, tanpa menoleh sama sekali kepada Abelano. Pandangan Emin lurus ke depan.
Abelana berusaha untuk menghidupkan suasana, ketika mereka di perjalanan menuju Paris Company. Sejujurnya Abelano tidak ingin istrinya bekerja di perusahaan milik Paris. Apalagi sepertinya Paris tertarik kepada istrinya. Ia khawatir Emin akan tergoda kepada Paris.
"Apa yang harus aku lakukan agar Emin resign dari kantor Paris?" gumam Abelano di dalam hati. Ia pun memutar otak Bagaimana caranya agar, Emin tidak bekerja lagi di sana. Jika ia memohon kepada Emin pasti Emin tidak akan setuju.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari rumah sederhana milik keluarga Emin, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Abelano, tiba di Paris company. Melihat mobil Abelano masuk ke area parkiran kantor, yang dipimpin oleh paris sendiri, membuat Paris mengerutkan keningnya.
"Ngapain lagi dia datang ke kantorku? pagi-pagi seperti ini aku tidak ingin ribut dengannya." paris bermonolog sendiri karena dirinya penasaran melihat mobil Abelano parkir di depan kantor miliknya.
Paris melihat Abelano turun dari mobil, lalu membuka pintu mobilnya. Terlihat Emin keluar dari mobil yang dikendarai oleh Abelano sendiri. Emin tidak ingin berlama-lama melihat Abelano disana. Ia meminta Abelano agar segera meninggalkan kantor itu.
"Maaf Mas, Emin harus segera masuk ke kantor ini sudah pukul 08.00 takut telat. Dan Mas juga harus segera berangkat ke kantor." ucap Emin sambil memberi salam kepada Abelano. Abelano meraih tubuh Emin selalu memberikan kecupan hangat di kening Emin.
"Ingat pesan Ayah sayang, kamu masih sah menjadi istriku. Kamu harus jaga itu jangan pernah dekat-dekat dengan lelaki yang bukan muhrim." ucap Abelano mengingatkan apa yang dikatakan oleh Pak Erdana kepada Emin.
Membuat Emin mengerutkan keningnya menatap Abelano dengan tatapan tajam. "Sudah, tidak perlu banyak bacot. lebih baik Mas pergi dari sini, sebelum Paris melihat keberadaan Mas.
"Memangnya kenapa kalau Paris melihatku di sini? apa kamu takut ia mengetahui kalau kita pasangan suami istri? tanya Abelano yang mampu membuat Emin semakin menatapnya dengan menata melotot seolah Emin ingin menelan Abelano hidup-hidup.
"Kalau ingin ribut, Jangan sekarang. Ini masih pagi-pagi. Emin ingin mencari rezeki di pagi hari. Tidak untuk mengundang ribut di sini sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam kantor Paris Company. Abelano mengembangkan senyumnya. lalu ia masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
Menghidupkan mesin mobilnya, lalu melajukannya ke arah jalan raya menuju Boston Company. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, melewati kemacetan ibukota. Akhirnya Abelano tiba di kantor.
Abelano melihat keberadaan Tuan Basten di sana. Menatap Abelano dengan tatapan tajam. Kamu darimana saja, baru jam segini tiba di kantor? Apa kamu tidak tahu kita akan ada rapat penting pagi ini? gerutu Basten membuat Abelano, hanya menatap Tuan Basten dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Kenapa kamu diam? katakan kamu darimana? sehingga kamu telat masuk kantor Pagi ini!" bentak Tuan Basten. "Abelano baru menghantarkan Emin ke kantornya.
"Emin?
"Maksud kamu menantuku? tanya Tuan Basten penuh selidik.
Abelano mengganggukan kepalanya. Pertanda tebakan Tuan Basten benar adanya. "Kamu serius sudah bertemu dengan menantuku? Jika kamu sudah bertemu dengannya Mengapa kamu tidak membawa ke rumah? tanya Tuan Basten karena dirinya belum melihat sosok Emin bersama Abelano.
Abelano menggerdikkan bahunya. Membuat Tuan Basten semakin kesal kepada putranya. "Kamu kalau berbicara itu yang serius jangan bercanda kepada Papi." ucap Tuan Basten yang sudah dilanda emosi. Emin belum memaafkan Abelano. Sehingga Dirinya belum bersedia kembali pulang ke rumah.
Saat ini Abelano sedang berusaha untuk mengambil hati Emin. Agar Emin kembali ke rumah. Menantu kesayangan Papi dan mami sekarang bekerja di perusahaan Paris Company. Membuat Abelano merasa kesal Melihat Emin. Ia lebih memilih bekerja di sana dibandingkan di kantor ini.
Padahal Abelano bisa memberikan jabatan yang lebih dari yang diberikan Paris kepadanya. Tetapi ia tidak bersedia bekerja di sini. Karena ia ingin membayar hutang-hutangnya kepada keluarga kita.
"Hutang apa maksudnya? Memangnya sejak kapan mereka memiliki hutang kepada kita? tanya Tuan Basten yang belum mengetahui hutang Apa yang dimaksud Emin. Abelano juga tidak mengetahui, tetapi sepertinya biaya pengobatan ibu Ernala saat operasi kanker rahim yang dialaminya itu menjadi hutang bagi Emin.
Menurut penjelasannya itu yang menjadi alasannya agar tidak terhutang Budi kepada Papi dan mami. Sepertinya Emin sama sekali tidak mencintai Abelano. Sulit bagi Abelano untuk mengambil hati Emin saat ini. Padahal jujur Abelano sudah benar-benar mencintai Emin.
Bantu Abelano untuk kembali meraih hati Emin Pi, karena Abelano tidak ingin Emin jatuh ke pelukan Paris. Sepertinya Paris juga mencintai Emin. Sehingga Paris mengangkat Emin menjadi asisten pribadinya."ucap Abelano memohon kepada tuan Basten agar membantu dirinya mengembalikan Emin ke dalam pelukannya.
"Tuan Basten mengembangkan senyumnya. jadi Kamu baru menyadari kalau kamu benar-benar mencintai Emin." tanya Tuan Basten penuh selidik. Abelano menganggukkan kepalanya. lalu ia pun memberitahu Kalau malam itu dirinya menginap di rumah sederhana milik keluarga Pak Erdana.
Keluarga Emin memang keluarga sederhana jauh dari harta kekayaan. Tetapi kehidupan mereka sangat bahagia, dan taat beragama. Berbeda jauh dengan keluarga kita. Kita memiliki segudang harta. Tetapi sepertinya kita melupakan kewajiban kita sebagai umat beragama.
Jujur Abelano merasa malu Ketika pak Erdana meminta Abelano menjadi imam ketika sholat berjamaah. ucap Abelano sambil menundukkan kepalanya mendengar apa yang diucapkan oleh Abelano.
Tuan Basten menjadi merasa bersalah karena ia juga melupakan kewajibannya sebagai umat beragama. Kini Abelano ingin belajar kembali agama yang ia anut. Tuan Basten meminta maaf kepada Abelano. Karena lalai dalam mendidik anaknya. Walaupun Abelano bukan anak kecil lagi.
Abelano yang sudah berusia 38 tahun menjadi lupa, bagaimana caranya sholat sehingga Erdana memintanya untuk kembali belajar. untungnya pagi itu Pak Erdana mengajari Abelano. Sehingga Abelano ingat kembali bagaimana cara sholat yang benar.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
Sambil menunggu karya ini up yuk mampir kekarya teman emak
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻