NovelToon NovelToon
Kurebut Suami Kakakku

Kurebut Suami Kakakku

Status: tamat
Genre:POV Pelakor / Tamat
Popularitas:708.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: AdindaRa

Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belva Quiero.

Terlebih saat kakaknya mengandung dan memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.

Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya.

"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" batin Ecca menahan rasa geram.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mediasi Berhasil

Belva memandu jalannya mediasi antara Wita dengan Hendy. Wita terus saja bersikukuh ingin bercerai dengan suaminya.

Namun karena Belva terus memberikan beberapa gambaran akibat dari perceraian mereka, Wita mulai berfikir ulang. Terlebih Hendy sudah berjanji untuk berubah dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.

Akhirnya mediasi pertama dianggap sukses dan keduanya tidak jadi bercerai.

Setelah persetujuan antara kedua belah pihak tertulis hitam di atas putih, Belva pun segera bergerak menuju ke kampus karena ia sudah berjanji untuk tiba di sana saat makan siang.

"Jika Hendy dan Wita sudah berdamai seperti ini, aku pastikan Nuna pasti sudah tidak akan mendapat banyak fasilitas lagi dari Hendy," gumam Belva sambil mengemudikan mobilnya.

Benar saja dugaan Belva, ponselnya langsung berdering dan tampak panggilan masuk dari Nuna.

"Ada apa?"

"..."

"Apa pentingnya memberi kabar denganmu?"

"..."

"Aku sibuk dan tidak terpikirkan tentang itu!"

"..."

"Uang? Bukankah dari awal kau pernah mengatakan jika aku tidak perlu memberikan uang untukmu bukan?"

"..."

"Cih, tidak perlu banyak berakting untuk menjadi istri yang baik untukku, Nuna. Simpan saja mimpimu itu! Untuk masalah uang nanti aku fikirkan lagi, aku sedang banyak pekerjaan."

Panggilan antara keduanya pun kini terputus secara sepihak oleh Belva. Dan tentunya sikap Belva kai ini membuat Ecca sangat geram.

"Aaaarrrrgghhh!" teriak Nuna kesal sambil melempar ponselnya ke atas kasur.

"Hari ini benar-benar sial!"

"Setelah istri Hendy marah denganku, aku jadi tidak mendapatkan kiriman uang lagi dari suaminya. Padahal saat ini aku juga sedang mengandung benih yang Hendy tanam," gerutu Nuna kesal.

Beberapa hari yang lalu di Hotel Carlson,

Nuna sengaja berkunjung ke ruangan Hendy untuk meminta sesuatu. Seperti biasa, Nuna memang selalu masuk ke ruangan Hendy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Nuna memang semakin tampak menggoda dengan perut yang mulai membuncit. Biasanya kedatangan Nuna ke ruangannya langsung disambut dengan ciuman panas oleh Hendy.

Namun kali ini berbeda, saat Nuna duduk di pangkuan Hendy, Hendy justru mengesampingkannya.

"Sayang, aku butuh uang. Ada tas keluaran terbaru yang ingin aku beli," pinta Nuna sambil terus mengusap dada Hendy.

"Aku kali ini tidak bisa terus kau pe ras Nuna!" gertak Hendy membuat Nuna terkejut.

Baru kali ini Hendy menggertaknya dengan nada yang kencang. Nuna pun turun dari pangkuan Hendy dan bergerak menjauh.

"Kenapa Mas Hendy membentak aku? Apa salah aku, Mas?" tanya Nuna.

Tiba-tiba saja dari belakang ada yang menarik rambut Nuna dan menjambaknya dengan kencang.

"Jadi kamu ya, yang selama ini jadi selingkuhannya Mas Hendy!"

"Dasar j@l@ng karatan! Bisa-bisanya kamu menggoda suami orang!"

"Dasar murahan! Begitu tidak lakunya kah dirimu di pasaran sampai kau jual dirimu dengan suamiku!"

"Jika membunuh diperbolehkan, maka detik ini juga ingin aku bunuh dirimu agar penyakitmu tidak menular kemana-mana! Penyakit wanita murahan!"

Umpat Wita geram sambil terus menarik rambut Nuna.

"Awh! Sakit b^go!"

"Mas Hendy, tolong aku Mas! Perutku bisa kram ini. Kasihan anak Mas Hendy yang ada di perutku!" racau Nuna meminta pertolongan dari Hendy.

Mendengar Nuna berteriak minta tolong dan mengatakan kalau dirinya sedang hamil membuat Wita semakin geram. Ia pun melepaskan jambakannya dan menampar Nuna dengan sangat keras.

Plak! Plak!

Tamparan Wita mendarat mulus di pipi kanan dan kiri Nuna dengan sempurna.

"Apa kau bilang?! Hamil?!" Cecar Wita dengan memandang tajam ke arah Nuna.

"Ya, aku kini mengandung anak dari Mas Hendy. Dan Mas Hendy lebih pu as saat di ran jang bersamaku daripada dengan istrinya yang ternyata tidak pintar me mu as kan suaminya sendiri!" balas Nuna yang seketika membuat mata Wita berkaca-kaca.

"Bohong! Apa yang dikatakan Nuna adalah kebohongan besar sayang," sanggah Hendy tidak terima.

"Dia tidur dengan banyak laki-laki, dan aku hanya dijebak olehnya. Percayalah! Anak yang dikandungnya belum tentu anakku!" jelas Hendy Carlson memberi penjelasan.

Duarrr! Ucapan Hendy membuat Nuna sangat terkejut kali ini. Ia tidak menyangka jika kali ini Hendy justru tidak mengakui anak yang sedang ia kandung.

Padahal selama ini, Hendy terus memberikan perhatian yang melimpah ruah untuknya karena anak yang ia kandung.

"Mas, apa yang kau katakan?! sudah jelas ini anakmu! aku hanya berhubungan denganmu saja Mas," timpal Nuna sambil berjalan mendekat ke arah Hendy.

"Kalian benar-benar menjijikkan!" teriak Wita mulai meneteskan air matanya.

"Aku akan pulang ke rumah papa dan melayangkan gugatan cerai untuk mu!" tunjuk Wita ke arah Hendy dan siap berbalik keluar dari ruang kerja suaminya.

Hendy yang hendak mengejar suaminya pun langsung dicegah oleh Nuna untuk tidak pergi. Nuna terus saja menghalangi langkah Hendy sampai Wita berlalu begitu saja.

"Jangan gila Nuna! Aku tidak ingin bercerai dengan istriku!" gertak Hendy kesal mendapati Nuna yng masih menghadang nya.

Tidak mungkin ia mendorong Nuna untuk menjauh darinya mengingat kini Nuna tengah berbadan dua.

"Kenapa Mas? Bukannya kau lebih mencintai aku dari pada Wita?!"

Hendy kini membuang nafasnya kasar dan menatap Nuna dengan intens.

"Aku tidak akan pernah memberikan cintaku kepada j@l@ng sepertimu, Nuna! Aku masih normal untuk memberikan cintaku kepada wanita yang baik-baik seperti Wita!"

"Dan kau hanya mainan yang sudah membuatku bosan! Lebih baik kau angkat kaki secepatnya dari ruanganku karena mulai hari ini kau dipecat!" jelas Hendy yang kemudian keluar dari ruangannya meninggalkan Nuna yang masih terpaku di sana.

Deg!

Nuna sungguh tidak menyangka mendapat hinaan seperti itu dari laki-laki yang setiap waktu mengisi hari-harinya. Tanpa terasa air mata Nuna mulai jatuh membasahi pipinya.

"Ini hanya mimpi kan?! Ini pasti hanya mimpi dan tidak mungkin nyata!"

Setelah kejadian di ruangan Hendy, Nuna mulai mengarang cerita jika ia mengajukan surat pengunduran diri untuk fokus menjadi istri dan ibu yang baik.

🍒🍒🍒

Nuna yang sampai saat ini belum tahu dimana keberadaan Belva pun mencari cara agar bisa menemui Belva.

Tiba-tiba ia pun keluar dari kamarnya dengan menangis tersedu-sedu.

Kebetulan Mama Dea baru saja pulang dari berbelanja dan langsung mendekat ke arah menantunya.

"Kamu kenapa nangis Nuna?" tanya Mama Dea sambil mengusap punggung menantunya.

"Nuna kangen sama Mas Belva, Ma. Gak kuat kalo harus jauh-jauhan kayak gini sama Mas Belva," isak Nuna sambil merengek.

"Ya Ampuun, kirain ada apa. Kalo kangen ya mending nyusul aja ke Jogja, beres kan? Lagi pula kankamu udah gak kerja," timpal Mama Dea yang kemudian beranjak melewati Nuna dan menyusun belanjaan nya di kulkas.

'Ooooh, jadi Mas Belva ke Jogja ya ternyata.' batin Nuna bersorak gembira.

"Tapi Nuna belum pernah pesan travel ke Jogja, Ma. Lagi pula Mas Belva juga sibuk dan belum bisa pesan kn travel untuk Nuna," rengek Nuna lagi yang terdengar seperti bayi besar.

Mama Dea menghela nafasnya pelan dan kemudian mengambil ponselnya.

"Ya udah, kamu mau ke jogja kapan?" tanya Mama Dea yang siap memesankan travel untuk Nuna.

"Besok pagi ya, Ma!"

"Makasih banyak ya, Mama. You're the Best!" ucap Nuna langsung memeluk ibu mertuanya.

🍒🍒🍒

Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan

Like 👍

Comment 💬

Favorit ❤️

Vote 💞

Gift 🌹☕💺

Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya

Terima kasih

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik /Good//Good//Heart//Heart/
Hari Yanti
Luar biasa
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
belva ecce..
Sivia
mending kembalikan anak nuna siapa tau nuna jadi berubah
bukannya mengambil anaknya
maka menjadi parah kejiwaan nya

bukannya nuna seorang ibu
walaupun nuna salah tapi nuna ibunya
Dahlia Anwar
ecca bego udah tau Belva engga suka nuna mau aja percaya
Ita rahmawati
otw 😁
Ita rahmawati
suka dn bagus ceritanya 🥰
Ita rahmawati
baru kali ini nih si ortunya lumyan kejem ,,biarpun udh baik ttep gk diterima malah dinadiin pembantu,biasanya klo udh tobat ya udh diterima dn jahat lagi 🤣
Ita rahmawati
si belva gk kenyang² 🤣🤣
Ita rahmawati
ogeb aja si ecca nya masih aja jtuh dilubang yg sm berkali² 🙄🙄
Ita rahmawati
haish malah aku jd tahan napas 🤦‍♀️😅
Ita rahmawati
nuna² 🤮🤮🤣🤣
Ita rahmawati
eh gk taunya mami sm papinya udh tau dari papa dion 😅😅
Ita rahmawati
druama buanget sih nuna ini
Ita rahmawati
sukurin tuh
Ita rahmawati
ini udah diluar batas jahatnya nuna 😡
Ita rahmawati
klo bininya joko tau ap masih nerima aja tuh 😅
Ita rahmawati
bisa aja 😅😅
Ita rahmawati
nah loh,,kalian ketauan 😅
Ita rahmawati
aih bner² nih si nuna,,,ngayal aja trus 😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!