NovelToon NovelToon
Liveline

Liveline

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Transmigrasi ke Dalam Novel / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jejen

"Tidak ada yang tahu, bagaimana garis hidup seseorang"

Danael Aranda yang harus menerima kenyataan pahit di dalam dirinya. Sebisa mungkin, dia menyembunyikan semua masalah yang begitu menyiksa hari-harinya.

***

"Gue punya alasan untuk tetap bertahan. Tapi sepertinya, waktu gak mendukung gue untuk bertahan selama yang gue mau."

***

Ladira Devinika yang harus menerima seseorang untuk masuk ke dalam hidupnya. Mengorbankan masa muda sebagai seorang gadis remaja normal yang ingin merasakan bagaimana itu memiliki seorang pacar, tapi harus merasakan terlebih dahulu sebagai seorang istri. "Danael atau Dia suamiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berangkat

Danael menginjakkan kakinya ke dalam rumah, dirinya sedikit kaget saat melihat Zeano yang tengah duduk di ruang tamu sambil menonton televisi, ditemani beberapa makanan ringan untuk mengisi perutnya.

"Gimana lo bisa masuk ke dalam rumah gue?" Tanya Danael dengan ekspresi yang masih kaget.

"Lupa atau emang pikun, kan lo sendiri yang ngasih kunci cadangan. Katanya kalau lo tiba-tiba mati di rumah, jadi gue bisa bantuin," jelas Zeano yang sama-sekali tidak memfilter kalimatnya.

Danael menepuk dahinya pelan, bagaimana dia bisa lupa kalau pernah menyerahkan kunci tersebut kepada Zeano. "Oh iya, gue sampai lupa."

Laki-laki itu berjalan dan duduk di kursi, dia menyandarkan tubuhnya yang lelah. "Ngapain ke sini?" Tanya Danael yang duduk sedikit menghadap ke arah Zeano.

"Cuci darah, lo lewatin jadwalnya tadi siang. Kalau lo masih mau ikut buat kemah besok, lo harus cuci darah malam ini juga. Gue udah buat janji sama dokter Arna," jelas Zeano. Sedangkan Danael, laki-laki itu menghela nafas lelah.

"Gue kok capek begini terus, satu minggu bisa sampai 3 kali ditusuk jarum ni tangan," keluh Danael, melihat tangannya yang belakangan ini selalu ditutupi oleh plaster, agar orang-orang tidak melihat ada bekas tusukan jarum di tangannya, sekaligus itu berguna dalam dunia medis untuk menghindari infeksi pada luka jarum yang terbuka.

Zeano menggelengkan kepalanya, "buruan siap-siap, gue gak nanggung kalau lo bisa cepat mati kalau gak ke rumah sakit sekarang!"

Dengan tubuh yang melemas, Danael memaksakan dirinya untuk bangun dan menuju kamar untuk segera bersiap-siap. Dia juga merasa tidak enak kepada dokter Arna, mungkin beliau sudah lama menunggu karena harus menyempatkan untuk melayaninya nanti di rumah sakit.

Setelah tidak lama hanya untuk mandi sebentar dan bersiap, mereka berdua segera menuju rumah sakit.

Selama perjalanan, tubuh Danael tiba-tiba terasa semakin lemas, membuat laki-laki itu hanya diam menatap jalan yang ada di sebelah jendela mobil.

Waktu yang mereka perlukan selama 15 menit akhirnya bisa sampai di rumah sakit yang tidak terlalu ramai, karena dimalam hari memang tidak ada pasien yang berkunjung, kecuali pasien yang memang dirawat inap.

Karena tubuhnya yang terasa semakin lemas dan hampir tidak kuat berjalan, terpaksa Zeano harus membopong Danael menuju sebuah kursi roda yang sudah disiapkan di depan ruah sakit.

"Pusing Zen," gumam Danael yang hanya pasrah di atas kursi roda yang dia duduki.

"Lo kalau mau ke rumah sakit, kenapa penyakitnya malah kambuh sih?" Tanya Zeano yang mempercepat langkahnya.

Saat bertemu dokter Arna, dengan segera Danael dibawa ke dalam ruangan yang belakangan ini menjadi ruangan tempatnya selalu dirawat dan tempat dia menghilang selama ini.

Setelah perawatan selama 20 menit, Zeano sudah diizinkan untuk menjenguk Danael. Di dalam ruangan serba putih itu, di sana Danael seperti orang yang tidak sakit, dia dengan santainya memainkan ponsel dengan wajah yang sedikit pucat.

"Bukannya istirahat, malah main hp," tegur Zeano lalu duduk di sofa yang ada di sana.

"Bentar doang, gue cuma balas pesan aja," jawab Danael, setelah itu menaruh ponselnya kembali ke atas nakas.

"Lo yakin buat ikut kemah besok?" Tanya Zeano.

"Yakin."

Zeano menghela nafas, "kalau memang gak kuat, besok jangan dipaksa."

...***...

SMA Madra Jaya ramai oleh siswa-siswi yang mengantarkan tas-tas mereka ke dalam mobil khusus pembawa barang, ada juga yang hanya mondar-mandir di area sekolah sambil menunggu jam keberangkatan yang sebentar lagi akan segera tiba.

Di sisi lain, watak Gean yang berubah menjadi pemarah pun muncul. Dia begitu kesal dengan Laras yang meminta membawakan 2 tas besar miliknya yang begitu berat, sedangkan Ladira sudah pergi meninggalkan mereka berdua dengan satu tas di punggungnya.

"Lo mau pindah tinggal di gunung? Bawaan banyak begini, enggak masuk akal tau gak?" Ucap Danael kesal, dia sudah menggendong satu tas di punggung dan sekarang harus mengangkat dua tas lagi di kedua tangannya.

Apa yang di bawa Laras?

Hanya tas kecil tempat menaruh ponsel dan dompet.

"Maaf ya, soalnya di situ ada banyak barang penting aku. Kalau tangan aku gak lagi sakit, aku bisa bawa sendiri," ucap Laras dengan nada memelas.

Gean menatap malas ke arah Laras, begitu santainya menggunakan aku-kamu. Karena lelah dengan beban yang dibawa, Gean meninggalkan Laras dan membawa semua tas itu menuju mobil pengangkut lalu menaruh semua tas besar di tangan dan punggungnya.

Setelah selesai dengan urusan tas, dia segera menuju ruang OSIS untuk membantu beberapa barang untuk dipersiapkan anggotanya.

...***...

"Perhatian untuk teman-teman, di sini sudah tersedia beberapa bus yang diisi oleh masing-masing kelas. Diharapkan untuk bisa teratur dan tidak membuat kegaduhan. Untuk masing-masing kelas, bisa menghampiri wali kelasnya yang sudah ada di depan bus. Silahkan teman-teman bisa membubarkan. Terima kasih," ucap Gean mengumumkan pengumuman singkat. Seluruh siswa-siswi segera membubarkan diri dan menghampiri wali kelas mereka yang sudah menunggu di bus yang sudah ditentukan untuk masing-masing kelas.

Danael menggenggam tangan Ladira, "duduk di sebelah gue Ra."

Ladira sedikit tersentak kaget saat tangannya tiba-tiba digenggam, dia memperhatikan wajah Gean yang sedikit pucat, berbeda seperti biasanya. "Lo kenapa gak jawab telfon, gue kira lo enggak ikut. Lihat tuh, kok lo pucat sih?" Tanya Ladira berturut-turut, karena rasa khawatir dengan Danael sedari tadi menguasainya.

Laki-laki itu terkekeh, "khawatir banget sih," geram Danael lalu merangkul Ladira dan mengacak rambut gadis itu pelan. "Gue telat bangun, makanya gak ada jawab telfon dan gue capek gara lari-lari, makanya pucat," jelas Danael, mencari alasan yang lumayan logis untuk didengar.

Karena merasa tenang saat bisa melihat Danael, gadis itu mengangguk percaya dan bisa kembali tersenyum.

Di dalam bus, Bila berdecak kesal lalu berjalan menghampiri Ladira dan menarik tangan gadis itu, sehingga rangkulan Danael terlepas. Berakhir Bila menuntun agar Ladira duduk di sampingnya.

"Kenapa sih Bil?" Tanya Ladira, sambil melihat Danael yang menghampiri mereka.

"Bu Guru bilang gak boleh duduk sama laki-laki, padahal gue mau duduk sama Fino," jelas Bila lalu menyandarkan punggungnya, dengan wajah yang ditekuk.

Danael mengangguk dan duduk di kursi berseberangan dengan Ladira, di samping Danael ada pacar Bila yaitu Fino.

Sudah 1 jam berlalu di perjalanan, Bila sudah tertidur dengan kepala yang bersandar kepada jendela di sebelahnya. Beberapa orang yang ada di dalam bus tersebut pun sudah lama ikut tertidur.

Kecuali Ladira yang beberapa kali mencoba untuk tidur, tapi tidak bisa. Kepalanya yang beberapa kali ingin jatuh membuat mata gadis itu kembali terbuka.

"Tidur Ra," ucap Danael yang menaruh tangannya ke kursi Ladira untuk menahan kepala gadis itu yang beberapa kali ingin terjatuh.

Ladira mengangguk, dia sudah sangat ngantuk, sehingga tidak terlalu lama akhirnya Ladira bisa tidur dengan nyenyak.

...***...

...See You...😉...

1
Fer_xxx
Tetap semangat ya, aku tunggu lanjutannya.
Fer_xxx
Cemangat²
Fer_xxx
Waduh 🤣
Fer_xxx
Dadah
Fer_xxx
Semoga ada deh.
Fer_xxx
Oghey...makasih ya udah difollow back.🥰
Fer_xxx
Wait...wait. Kok aku ngerasa firasat buruk juga sih.
Fer_xxx
Lanjut dong 🥰
Moon01
Semangat to me...(•‿•)
Moon01
Lanjut gak nih...?
Fer_xxx
yuhuuu....lanjutt.🍀
Yoyoh
serius. ayo temenin! kalian halal kok!
Fer_xxx
Nextt... ditunggu nih
Moon01: Yeah..
total 1 replies
Yoyoh
waduh. jadi aku yg bingung ini mh. pilih Gean/ Daniel? tapi mending yg pasti aja atuh Ladira ya itu suamimu.
Fer_xxx
semangat....🥰
Fer_xxx
Mau ku tenda tuh Laras...🧐
Yoyoh
semangat! bikin kangen terus ceritanya.
Adiba Fajri
🥰🥰🥰🥰
Yoyoh
jangan lama" up nya kak!
Fer_xxx
Semangat....semangat...💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!