NovelToon NovelToon
My Devilish Daddy

My Devilish Daddy

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: Bebhi_Kitten

Aku Zuri Oliver. Aku lahir dari rahim wanita cantik bernama Abigail Oliver. Aku tidak punya papa. Kata mama papa meninggalkan kami demi wanita lain. Mendengar itu tentu saja membuatku marah, benci dan sakit hati. Papaku jahat!

Akhirnya aku memutuskan ke luar kota begitu lulus kuliah. Di sana aku bertemu sosok lelaki yang sangat baik. Lelaki bernama Jacky Daniel itu menawarkanku pekerjaan dengan fasilitas dan gaji yang luar biasa. Dari kebaikan kecil itu lah menimbulkan keinginan untuk menjodohkan bos dengan mama.

Saat tiba waktunya, mama ternyata mengenal baik dengan bosku itu. Lekaki yang sangat kuharapkan menjadi papa sambungku itu ternyata adalah papa kandungku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bebhi_Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyarankan Mama untuk Menikah.

Aku terbahak mendengar pertanyaan mama. "Mama ini ada-ada saja. Bukan itu maksudku, Ma."

"Mama pikir kamu ingin mengatakan, bahwa kamu menyukai Aaron. Mama sih setuju-setuju saja, apalagi selama ini yang mama tahu kamu tidak pernah punya pacar. Jadi mama rasa Aaron pria yang pantas menjadi pacarmu."

"Mama!" aku terbahak lagi. Mamaku juga ikut tertawa mendengarku terbahak, "Begini, tadi kan aku belanja kebutuhan makanan di pusat perbelanjaan. Di sana aku bertemu Aaron. Dia juga membantuku karena aku sendirian membawa belanjaan," aku sengaja tidak menceritakan insiden itu karena tahu mamaku pasti akan khawatir, "Di saat Aaron memasukan semua barangku ke bagasi mobil tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampiri Aaron. Wanita itu menangis, tapi Aaron mengabaikannya lalu pergi."

"Wanita? Mungkin pacarnya Aaron."

"Bukan, Ma. Wanita itu istrinya atasanku. Wanita itu mamanya Billy. Yang aku heran, kenapa dia mengenal Aaron? Bahkan dia sampai mengejar Aaron tadi."

"Istri atasanmu mengenal Aaron? Kenapa kamu tidak tanya kepada Aaron apa hubungannya dengan wanita itu?"

Aku bangkit lalu duduk di ranjang. "Itu dia yang ingin kutanyakan pada Mama. Mungkin Mama tahu masa lalu Aaron yang ada kaitannya dengan mamanya Billy. Seingatku Aaron pernah bercerita, bahwa mamanya meninggalkan papanya demi menikahi lelaki kaya."

"Mama juga tahu cerita itu dari kakek. Tapi kakek tidak pernah bilang ke mama siapa dan di mana mamanya Aaron berada."

"Awalnya aku berpikir Aaron pasti simpanannya tante Debora. Tapi setelah diteliti baik-baik dan disangkutpautkan dengan tugas Aaron yang menjaga kakek selama 24 jam penuh aku rasa itu tidak mungkin."

"Dari mana kamu bisa punya pikiran seperti itu, Zuri? Itu tidak baik, Nak. Mana mungkin istri bosmu berselingkuh dengan pria muda seperti Aaron."

Sebenarnya tidak bagus menceritakan aib istrinya om Jacky kepada mama. Tapi demi meyakinkan mama dan karena ingin mendekatkan mama dengan om Jacky, aku rasa tidak masalah menceritakan kesalahan yang dilakukan tante Debora terhadap keluarganya.

"Mama tahu, bosku itu sampai pindah ke apartemen bersama anaknya karena istrinya berselingkuh."

"Ah, kamu. Jangan mengarang cerita, Zuri. Itu tidak baik."

"Aku tidak mengarang cerita, Ma. Billy sendiri yang menceritakannya padaku. Perselingkuhan yang dilakukan tante Debora itu bukan sembunyi-sembunyi, tapi sudah terang-terangan di depan keluarga suaminya. Jadi waktu aku melihat dia menghampiri Aaron tadi, aku langsung beranggapan bahwa Aaron adalah simpanannya tante Debora."

"Biar kamu puas, coba kamu tanya ke Aaron. Tapi ada baiknya kamu jangan mencampuri urusan orang, Sayang. Entah ada hubungan atau tidak, selama Aaron menjalankan tanggungjawabnya kepada kakek itu tidak masalah. Aaron juga manusia, pria normal yang butuh seorang wanita. Kalau benar mereka memiliki hubungan, biarkan itu menjadi urusan mereka. Kamu tidak perlu ikut campur."

Yang dikatakan mamaku benar. Tapi tetap saja aku penasaran dan ingin mencaritahu. "Oh iya, apa Mama tidak ingin menikah lagi?"

"Pertanyaanmu di luar konteks, Zuri."

Aku tertawa. "Kan aku hanya ingin tahu. Mama itu masih muda, cantik. Mama juga masih butuh seorang lelaki di samping Mama. Aku tahu Mama pasti menginginkan hal itu, bukan?"

"Kamu ini bicara apa, sih?" mamaku tertawa.

"Mama tidak usah bohong. Aku juga tidak akan melarang Mama untuk menjalin kekasih dengan lelaki yang Mama inginkan. Asalkan lelaki itu jangan jahat seperti papa. Aku tidak akan setuju jika Mama mendapatkan lelaki jahat dan tidak bertanggung jawab seperti papa."

"Sayang, papamu tidak jahat. Papamu itu lelaki yang baik."

"Kalau papa baik kenapa dia meninggalkan kita?"

Mamaku terdiam.

"Kalau papa baik, kenapa papa meninggalkanku di saat mama sedang mengandung anaknya?"

"Semua itu ada alasannya, Zuri."

"Mama selalu saja membelanya. Sudah tidak bertanggung jawab masih saja dibela."

Mama terdiam lagi.

"Maafkan aku, Ma. Yang jelas bagiku papa sangat jahat. Bagaimanapun penilaian Mama terhadapnya, di mataku tetap dia papa yang buruk. Dan jika Mama ingin menikah lagi, aku sudah punya calon yang pantas untuk Mama. Lelaki itu adalah atasanku, Ma."

"Mama tidak ingin menikah lagi, Zuri. Lagi pula atasanmu itu punya istri. Kenapa kamu ingin menjodohkannya dengan mama?"

"Karena beliau sudah seperti papa kandungku sendiri. Beliau memberiku kasih sayang yang tidak pernah diberikan papa kandungku sendiri. Jadi kalau Mama ingin menikah lagi, boleh saja asalkan lelaki itu adalah atasanku sendiri."

"Baru sebulan di sana tapi pikiranku sudah tidak waras. Sudah ah, mama mau berenang dulu. Sampai jumpa."

Tut! Tut!

Aku tidak marah mamaku memutuskan panggilannya secara sepihak. Aku yakin, di sana mama pasti sedang tertawa memikirkan kata-kataku. Sebagai anak aku juga mengerti kebutuhan mamaku. Apalagi mama masih muda. Sudah pasti diusianya seperti itu mama membutuhkan lelaki sebagai pendamping. Baik untuk menjadi teman tidur ataupun berbagi cerita. Jadi, sebagai anak aku sangat mendukung hal itu. Aku ingin mama menikah lagi, tapi dengan laki-laki yang tepat seperti om Jacky.

#Sudut pandang Abigail.

Aku tertawa setelah memutuskan panggilan dari anakku. Walaupun ada rasa bersalah karena memutuskan panggilan secara sepihak, tapi aku harus tega agar anakku itu tidak bicara yang aneh-aneh. Sebulan di luar kota banyak perubahan yang terjadi pada anakku. Meskipun aneh, tapi aku senang anakku bisa berubah. Aku sempat takut selamanya Zuri akan menutup diri. Walaupun tidak tahu siapa atasan yang sudah berhasil membuat Zuri berubah. Aku bersyukur Zuri bertemu dengannya sehingga membuat perubahan besar seperti sekarang.

"Hei!"

Suara Tanisa membuatku terkejut. Tanisa adalah tangan kananku di perusahan. Selain orang kepercayaan Tanisa juga adalah sahabatku sejak masih kuliah.

"Kenapa senyum-senyum sendiri?"

Sejak Zuri pindah ke luar kota, aku meminta Tanisa untuk menemaniku di rumah. Untung saja sahabatku ini sudah berstatus janda. Jadi aku tidak perlu khawatir jika suaminya marah. Tanisa dan aku sempat terpisah waktu dia tinggal di luar kota bersama suaminya. Karena tidak pernah dikaruniai anak, suaminya menceraikan Tanisa kemudian menikahi wanita lain. Tanisa akhirnya memutuskan kembali ke kota asal dan bertemu denganku. Di situlah awal mula Tanisa membangun kehidupannya lagi dengan menjadi asistenku di kantor. Kami mengalami masalah dalam asmara, tapi hal itu justru membuat kami semakin kuat dan lebih selektif lagi. Sekarang bagiku dan Tanisa karir adalah prioritas.

"Zuri. Aku baru saja bicara dengannya lewat telepon."

"Pasti dia mengatakan sesuatu yang membuatmu tertawa seperti tadi."

Saat ini aku dan Tanisa duduk di ruang tamu. Karena hari ini akhir pekan, aku dan Tanisa selalu melakukan hal-hal menyenangkan. Kami berdua akan berenang, barbeque dan minum-minum. Hanya itulah kegiatan yang kami lakukan setiap akhir pekan untuk menghilangkan penat selama seminggu bekerja.

"Kamu tahu kan anak itu seperti apa. Sekarang dia malah lebih kurang ajar padaku, Tanisa," kataku lalu tertawa.

"Kurang ajar, bagaimana? Kalau kurang ajar kenapa kamu tertawa, hah?"

"Kurang ajarlah. Masa Zuri menyuruhku menikah lagi. Kan gila?"

Tanisa tertawa. "Aku setuju dengan Zuri. Putrimu benar, kamu memang harus menikah lagi. Kamu masih muda dan cantik. Kamu juga butuh seseorang sebagai penghangat di malam hari."

"Kamu ini bicara apa, hah?"

"Aku bicara fakta. Kenapa, apa kamu belum bisa melupakan Jacky?"

Bersambung___

1
Nur Syamsi
jadi 😭😭😭😭 bacanya, pesan moralnya, dendam Tdk usah dipelihara Krn Tdk akan menyelesaikan masalah ...
Bebhi_Kitten: Wuaaah kaka 😭😭😭
total 1 replies
Nur Syamsi
dasar ulat bulu, sudah ditolak masih bertingkah
Nur Syamsi
tulus selali hatimu Zuri
Nur Syamsi
😀😀🫢🫢🫢 kasian abigael
Nur Syamsi
deg degan
Nur Syamsi
lanjut
Nur Syamsi
hati hati Zuri,kasih tau illy ttg kekhawatiranmu
Nur Syamsi
jgn sampe rencana Anggi terjadi thor
Nur Syamsi
Thor takutnya Mrk sodara kandung....
Nur Syamsi
lanjut
Nur Syamsi
😀😀😀 Zuri Zuri
Nur Syamsi
siapa ya
Nur Syamsi
lanjut, hwww was was
Nur Syamsi
haaa
Nur Syamsi
lanjut thor
Nur Syamsi
mudah"an Zuri Tdk saudara kandung dgn Billy ya thor
Nur Syamsi
belum tau gajinya tapi diberikan kartu blaccard
Nur Syamsi
was was bacanya
Nur Syamsi
aku curiga, tuan Jack tau asal usul zuri jangan " anaknya, shg Zuri diperlakukan sprt anaknya sendiri
ine
Luar biasa
Bebhi_Kitten: Uuhhh 😭
Terima kasih, Kak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!