Aku harap ini adalah keputusan yang tepat untuk melupakan semua yang terjadi. Aku juga berharap Alexander bisa membahagiakanku. Aku ingin melupakan masa lalu dan si pria berwajah muram itu. Aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi. Namun, apakah semua akan berjalan sesuai kehendak hati?
Lanjutan Fall in Love with Lover
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gaharu Wood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rainbow Love
Aku akan serius menjalani hubungan dengan Alexander. Aku juga akan mencoba melupakan semua yang telah terjadi. Hidupku sudah dimulai hari ini. Bersamanya, bersama seorang pria yang mulai kucintai. Dan aku harap tidak salah dalam memilih.
"Dear, masih jauh perbatasannya?" tanyaku sambil tetap memeluknya dari belakang.
"Ingin buru-buru sampai?" tanyanya dari depan.
Aku meletakkan dagu di atas pundaknya. "Tidak, sih. Tapi apa tidak risih dengan posisi seperti ini?" godaku yang membuatnya tersenyum sendiri.
"Kau ingin aku fokus merasakannya?" Dia ternyata mengerti apa yang kumaksudkan.
Aku terkekeh. Saat itu juga dia mengusap kepalaku dari depan. Sepertinya pembicaraan ini tidak perlu diteruskan. Dia sedang berkendara, jadi harus selalu waspada. Dan aku tidak boleh mengganggunya.
"Peluk aku yang erat, Lilia. Jangan dilepas," pintanya yang membuatku mengangguk dalam senyuman.
Sungguh aku bahagia sekali. Baru kali ini menaiki motor sport sambil memeluk seorang pria dari belakang. Kami bak ABG yang sedang menikmati indahnya cinta. Tapi semoga saja pemikiran kami tetap dewasa sehingga serius dalam menjalani asmara. Aku berharap itu padanya.
Dua puluh menit kemudian...
Kami akhirnya sampai di pertokoan yang ada di perbatasan desa. Kulihat banyak sekali toko yang berjajar di sini. Mungkin bisa dibilang ini adalah pasar besar yang ada di perbatasan desa. Banyak sekali orang yang lalu-lalang dan hilir-mudik di sepanjang jalan. Aku pun ingin lebih tahu tentang tempat ini.
Aku menarik ujung kaus yang Alexander kenakan. "Dear, tempat ini begitu besar. Aku melihat banyak toko dan pedagang di pinggir jalan. Kau tidak merasa risih dengan keramaian seperti ini?" tanyaku, saat kami berjalan bersama di trotoar pertokoan.
Dia menggenggam tanganku. "Di sini aman, Lilia. Tempat ini adalah pasar besar yang dijaga oleh pemerintah setempat. Jangan khawatir." Dia meyakinkanku.
Aku mengangguk lalu melihat sekeliling pertokoan. Entah mengapa mataku tertuju pada sebuah toko yang membuatku ingin segera mengunjunginya. Aku pun menarik tangan Alexander agar ikut ke sana. Ke sebuah toko yang memanjakan mata. Toko pakaian dalam.
Sepertinya di sana juga menjual lingerie.
Alexander tampak diam saat kuajak ke sana. Dia mungkin terkejut dan juga ingin menolaknya. Tapi sepertinya dia tidak berdaya. Aku pun tidak memedulikannya. Aku bersikap biasa-biasa saja. Karena ada sesuatu yang ingin kubeli di sana, lingerie merah yang menggoda.
Beberapa menit kemudian...
Aku masuk ke toko pakaian dalam tanpa merasa sungkan kepada pria di sampingku ini. Aku minta ditemani untuk melihat-lihat isi dari toko ini. Yang mana berisi pakaian dalam nan seksi. Sejenis lingerie dengan berbagai macam desain dan warnanya. Aku juga segera mengambil salah satu dari pajangan agar bisa melihat lebih jelas. Tanpa sadar karyawan toko berbisik-bisik tentang kami.
"Hei, lihat! Wajah tuan itu memerah saat menemani pacarnya memilih lingerie. Sepertinya dia menahan malu karena dibawa ke sini." Samar-samar kudengar suara seorang wanita berkata seperti itu.
"Iya, benar. Mungkin dia belum terbiasa menemani pasangannya memilih lingerie. Mungkin mereka pengantin baru," cetus yang lainnya.
Seketika aku tersadar lalu berhenti memilih lingerie. "Dear?" Aku pun segera melihat ke arahnya.
Astaga!
Saat itu juga kusadari jika benar apa yang dikatakan oleh mereka. Wajah Alexander memerah saat menemaniku memilih lingerie ini. Aku pun lekas-lekas membawanya pergi.
kapan update
ditunggu yaaqq