NovelToon NovelToon
The Devil Husband

The Devil Husband

Status: tamat
Genre:Misteri / Perjodohan / Badboy / Kriminal / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Dinikahi kemudian disiksa, begitulah takdir Seruni. Ia harus menerima perjodohan yang memiliki tujuan tersembunyi. Dinikahi hanya dijadikan ibu pengganti. Terkurung dalam sangkar emas penuh derita, apa ia akan bertahan atau malah melawan?
Sebuah kisah yang menguras emosi dan jiwa, bagaimana cara Seruni bisa lepas dari suaminya yang keji seperti iblis tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JUJUR

The Devil Husband Bagian 31

Oleh Sept

Malam ini dokter Rian sudah berbicara jujur padaku, tentang masa lalunya. Lalu bagaimana denganku? Oke! Aku pun akan melakukan hal yang sama. Jika kami ditakdirkan untuk bersama, maka dia pasti menerimaku. Tapi jika dia mundur, tidak akan jadi soal. Toh memang selama ini aku sudah terbiasa hidup sendiri.

Kami pindah tempat, aku berdiri di balkon sambil mengamati hujan yang sudah mulai reda. Sedangkan dokter Rian, dia duduk dan matanya tidak pernah berpaling dariku. Aku bisa merasakan dia selalu menatapku meskipun aku membelakanginya.

"Sebenarnya aku ingin mengubur ini dalam-dalam, tapi karena dokter sudah terbuka lebih dulu. Sepertinya tidak adil, jika aku yang menyimpan rahasia seorang diri," ucapku kemudian berbalik.

Dokter Rian masih terlihat tenang, emosinya belum berubah. Aku pun melanjutkan ucapanku. Mungkin ini kesempatan bagiku untuk terbuka pada seseorang tentang jati diri yang bertahun-tahun aku sembunyikan.

"Apa lagi? Aku sudah siap mendengarkan kejutan darimu," ucap dokter Rian tenang.

"Kali ini mungkin akan mengejutkan Dokter," ucapku sambil tersenyum miris.

"Aku siap mendengarnya."

Aku pun menarik napas dalam-dalam, setelah itu mencoba bicara meskipun sangat sulit. Karena harus mengungkit kejadian paling buruk di masa lalu.

"Aku masih punya suami!"

DERRR ...

Wajahnya tidak bisa menipuku, jelas sekali dokter Rian sangat terkejut, ia terhenyak. Aku bisa merasakannya.

"Kamu bercanda? Kamu bohong kan? Hanya karena tidak mau ku ajak serius dan menikah?" tanya dokter Rian lalu berdiri. Tangannya menyentuh kedua pundakku, mencengkram kuat, seolah mengatakan aku jangan berbohong.

"I'm seriously!"

Tangan itu lalu lepas, dia terlihat kecewa.

"Kamu bohong, oke kamu nggak virginn aku percaya. Semua orang punya masa lalu yang sedikit liarrr. Dan kamu hamil? Kini punya suami? Ayolah Nadin! Bicara yang benar! Jangan mengarang sesuatu berlebihan."

Aku langsung membuang muka, tidak tahan dengan tatapan dokter Rian yang penuh kekecewaan. Ku atur napas agar bisa bicara normal, karena tiba-tiba terasa sesak ketika mengungkap jati diriku pada pria ini.

"Aku bukan Nadin, aku Seruni! Dan ini yang harus dokter ketahui, aku bukan putri kandung dokter Lani. Aku hanya anak panti asuhan yang tidak jelas asal usulnya."

"Bicara apa kamu ini? Aku rasa ada yang salah dengan kepalamu!" Dokter Rian yang kecewa terlihat sangat marah.

Aku kemudian mencari tas, di sana ku ambil ponsel. Kemudian ku buka email. Aku unduh banyak gambar saat aku menjalani operasi plastikk. Ku tunjukkan email-email itu pada dokter Rian, seketika dia shock dan terduduk lemas.

"Ini nggak benar. Mana mungkin ada seperti ini?"

Dokter Rian menolak fakta, ia masih belum percaya. Aku pun menceritakan bagaimana pertemuanku dengan dokter Lani. Mulai dari aku yang dibawa ke rumah sakit tanpa wali, dan sampai dokter Lani memintaku menjadi bagian dari keluarganya. Merubah wajahku dengan membawaku ke luar negeri. Menjadikan aku seperti putrinya yang telah mati.

"Ini tidak masuk akal!"

Dokter Rian menepis ponsel milikku, ia sedikit melemparnya di atas meja sampai menimbulkan suara keras. Untuk ponselku tidak pecah.

"Aku tidak mengada-ada, Dok. Dokter bisa periksa rekam medis di rumah sakit di mana aku menjalani beberapa kali operasi."

"Ini gilaaa!"

Aku tahu dia sangat terkejut, sampai masih belum mau menerima kenyataan. Karena sepertinya dokter Rian butuh waktu untuk berpikir, aku pun memutuskan pergi.

"Setelah membuatku hancur, kau mau pergi?" cetus dokter Rian yang sepertinya marah dan belum terima.

"Sepertinya dokter butuh waktu untuk berpikir, aku lebih baik pulang."

"Siapa suamimu? Kenapa aku tidak pernah melihatnya bertahun-tahun?" Dokter Rian menatapku penuh selidik.

Aku kaget, dokter Rian langsung bertanya suamiku. Dia pasti curiga, mungkin aku mengada-ada. Sebab selama ini yang dia tahu memang tidak ada pria yang dekat denganku. Aku terkesan menutup diri, teman satu profesi yang laki-laki bahkan bisa dihitung dengan jari. Jadi sangat wajar, jika dokter Rian tidak percaya begitu saja. Padahal aku tidak membual.

"Ada, dia ada," jawabku kemudian dan balik menatapnya.

"Duduk! Kita perlu bicara." Dokter Rian langsung menyambar tanganku.

Aku tiba-tiba menurut begitu saja, mungkin karena dokter Rian menatapku dengan dalam, sampai aku merinding.

"Lalu mengapa kalian tidak bersama?" tanya doktet Rian lagi ketika aku sudah duduk.

"Aku kabur."

Kulihat dahinya mengkerut.

"Kabur?"

"Lalu kamu sengaja operasi wajah untuk menghindar dan kabur dari suamimu?" tebaknya. Tadi aku hanya sempat cerita di mana aku bertemu dokter Lani dan memutuskan operasi. Belum sampai cerita kisah paling kelamku bersama mas Erwin.

"Bukan, aku menjalani operasi karena wajahku rusak parah." Aku menghela napas sejenak.

"Selingkuhan suamiku membakarku hidup-hidup," ucapku sembari mengingat malam kebakaran itu.

Dokter Rian menatap tidak percaya.

"Dokter pasti kaget, ya ... aku dibakar hidup-hidup. Tapi aku beruntung, Tuhan mengirim seorang manusia berhati Malaikat seperti dokter Lani."

Dokter Rian diam saja, tidak merespon. Seperti dia amat terkejut dengan ceritaku. Padahal belum aku sampaikan, bagaimana perlakuan suamiku selama menikah. Sambil menikmati dokter Rian yang hanyut dalam rasa tidak percaya, aku lantas melanjutkan ceritaku. Sekalian, ku buka saja luka lamaku. Biar aku tidak punya beban rahasia lagi.

"Aku juga korban KDRT!"

Pria ini seketika mendongak dan menatapku penuh tanya.

"KDRT?" ulangnya seperti tidak percaya.

"Dia selalu menyiksaku ketika berhubungan," ucapku lagi kali ini suaraku sedikit bergetar. Karena aku mulai mengingat kejadian di mana mas Erwin mengikat kaki dan tanganku, lalu menyentuhku dengan tanpa perasaan.

Kulihat dokter Rian langsung mengusap wajahnya dengan kasar sambil merutuk kasar. "Siallll! Apa lagi ini?"

"Di mana dia sekarang?" tanya dokter Rian.

"Itu tidak penting."

"Itu sangat penting! Pantas kamu selama ini sangat dingin pada semua laki-laki. Rupanya ada ba jingan di luar sana yang membuatmu seperti ini!"

"Sudahlah, semua sudah berlalu. Hampir 10 tahun. Semuanya tinggal kenangan."

"Lalu kenapa tidak bercerai?"

Aku menelan ludah, ini karena identitas yang aku miliki sekarang berbeda. Dan dokter Rian langsung menangkap jawabannya tanpa harus aku mengatakan padanya.

"Baiklah, siapa tadi namamu? Seruni? Oke ... Seruni. Ceraikan laki-laki sampahh seperti itu."

Aku sedikit terkejut, karena reaksi dokter Rian yang sangat geram pada mas Erwin. Padahal aku baru cerita sedikit saja.

"Aku masih memikirkan caranya," ucapku kemudian.

Dokter Rian memegangi kepalanya, kemudian berdiri di depanku.

"Kembali pada identitas lamamu."

"Bagaimana dengan rumah sakit?" tanyaku yang bingung kalau berganti identitas, maka akan muncul masalah baru. Pria itu langsung terlihat frustasi. Padahal aku yang harusnya bingung karena terjebak masalah identitas palsu, tapi dokter Rian lah kelihatan sangat setres.

"Mengapa kamu rumit sekali!" keluhnya sambil mengeluarkan napas berat.

Aku pun diam, karena aku sendiri juga sangat pusing. Melihatku hanya membatu, dokter Rian duduk lagi di sebelahku. Cukup lama kami hanya duduk diam saja. Tengelam pada pikiran masing-masing. Sampai hujan reda dan aku memutuskan pulang.

"Aku pulang dulu," pamitku.

Dokter Rian terlihat kacau, dia tidak banyak bicara. Mengantar sampai aku masuk dalam mobil dan dia masuk kembali sebelum mesin mobilku menyala. Apa dia kecewa? Frustasi? Atau mendadak stress? Entahlah.

***

Apartmen peninggalan dokter Lani.

Malam ini aku pulang dengan sedikit lega karena sudah mengeluarkan semua beban di pundakku, setelah cerita dengan dokter Rian siapa sebenarnya diriku. Entah mengapa aku merasa lebih ringan. Seolah sedikit beban diangkat dari pundak.

Sambil melihat ponsel, aku pun masuk lift untuk naik ke atas. Aku sedikit tidak fokus sampai seorang pria perlahan masuk menyusul dan menekan tombol lift. Hanya terlihat dari belakang, karena tadi pas dia masuk, aku fokus pada ponsel. Aku masih belum meyadari dia siapa sampai sosok itu membuka topi dan berbalik. Jelas sekali aku langsung terkejut dan reflek beringsut.

BERSAMBUNG

Follow IG author Sept_September2020

1
Hariyanti
😱
Khansa Sutresno
atm jgn dibawa, ckp ambil smua uangnya... atm kredit card buang, jgn bwa apapun ato klo perlu jgn dibuang tp dibakar mlh gk ninggalin jejak...
Juna Dong
luar biasa
@bimaraZ
leganya di erwin udah lenyap dari bumi🤣🤣🤣capek raga pindah2 terus
Maryam Renhoran
author,,,,,udah yaa menderitanya,
crita uda hampir slesai ko, penderitaannta g habis2
justFlio
👍👍🙏🙏
Maryam Renhoran
biadab,,,,hatiku ikut sakit thor, sampai g bs nafas
Zubaidah Harahap
mantap jalan ceritanya ngeri 2sedap sambil geram, mudah mudahan penulis sehat bisa menuliskan cerita lagi yang kita tidak bosan bacanya.
Zubaidah Harahap
lanjutkan cerita nya
rahayu rahayu
Luar biasa
rahayu rahayu
Biasa
Hartati
wah mantep bener2 menguras emosi dan jantung mutilasi aja tuh si Erwin sama si Riana
Hartati
aaa Erwin malu meong
Hikmah
sudah diintai kok masih berani tinggal sendiri.kalau niat ingin lepas seharusnya pergi lagi dr tempat itu.atau pindh kontrakan
Omha Achun
Luar biasa
komalia komalia
sampai ku belabelain malam biar sampai tamat biar besok lanjut judul baru
Sept September: terima kasih banyak kak liaaaaaa
total 1 replies
komalia komalia
apa isi nya dan dari siapa kadang bikin kita bertanya tanya
komalia komalia
dendam kaya nya author sama seruni sampai di buay menderita terus menerus
komalia komalia
cerita apadan kenapa sama si raga ada laki laki yang tulus banget dokter rian malah di bunuh si erwin
komalia komalia
penderitaan nya ko engga berkesudahan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!