Yang suka silahkan lanjut. Bima Arsaka, ahli bedah top dan terkenal. Tak ada yang menyangka, Bima juga seorang mafia yang kejam dan menakutkan. Bima adalah penerus klan Macan Putih, kelompok terkuat Mafia saat ini. Akankah Bima dapat menyeimbangkan tugas yang bertolak belakang sebagai seorang dokter dan juga Mafia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Anthoni yang kembali melihat mobil Rama menurunkan Margareth, kembali geram. "Awas saja kau Ram". Aleandro turun saat Margareth masuk lobi apartemen. "Darimana Margareth???" tanya Ale menghampiri sang adik. "Ada deh kak" Margareth berlalu menuju lift. "Aku mau keluar sama Anthoni" teriak Ale. Margareth yang mendengar teriakan sang kakak hanya melambaikan tangan tanpa menghentikan langkahnya. Aleandro masuk mobil Anthoni. Ale melihat tatapan mata yang penuh kemarahan di muka Anthoni. "Heiiii...kau ini kenapa?" Ale meletakkan pantatnya di samping Anthoni.
"Kak, kalau aku jadian dengan Margareth. Kau setuju tidak??" tanya Anthoni tiba-tiba. Aleandro terbahak sambil memegang kening Anthoni. "Kau demam????" Ale melanjutkan tawanya. "Aku serius kak" tukas Anthoni. "Ha....ha....ayok. Kita bahas sambil jalan" ajak Aleandro. Anthoni melajukan mobilnya. "Kak, kau tau kan aku suka adikmu?" Anthoni memulai pembicaraan. "Iya, aku tau itu. Tapi semua kuserahkan ke Margareth. Kamu sudah pernah nanyakan ke Margareth?" ujar Ale. "Sudah kak, tapi dia bilang cuma menganggapku seperti kakaknya" tukas Anthoni. "Kalau gitu, pepet terus dong" saran Aleandro. "Kak, Margareth pernah cerita tentang Rama nggak?" Anthoni mengalihkan topik. "Nggak pernah. Cuma Margareth pernah bilang kalau pernah ditolong oleh seorang cowok saat dia dikeroyok preman di kampus. Kalau melihat cara Margareth menceritakan cowok itu, aku rasa adikku menyukai cowok itu" jelas Aleandro. "Cuma Rama yang paling jago beladiri di kampus" gumam Anthoni.
Anthoni sudah dibutakan oleh obsesinya mendapatkan Margareth. "Ram...Rama...." panggilnya saat memasuki kantin kampus. Rama yang saat itu memang berada di sana menyahut panggilan sahabatnya itu. Tak dinyana Anthoni langsung menghajar Rama. Rama yang lama-lama kewalahan menghindari serangan-serangan Anthoni balik menyerang. Dengan beberapa kali gerakan Anthoni berhasil dia lumpuhkan. Budi mencoba melerai sebelumnya, malah kena pukulan Anthoni yang membabi buta. "Kau ini apa-apaan Thon?" sergah Rama sambil mengunci pergerakan Anthoni. "Kau yang apaan, aku sudah pernah bilang kan. Jangan menikungku" teriak Anthoni. "Menikung????" bengong Rama. "Jangan sok bego kamu, aku tau kamu sering pergi sama dia" Anthoni semakin tak terkendali. Rama terdiam. Menjelaskan sekarang tak ada gunanya, melihat emosi Anthoni yang berada di titik puncak. Saat Anthoni duduk lemas kehabisan tenaga, Rama mulai berbicara "Terserah kamu Thon, hanya waktu yang bisa ngejelasin semua. Aku benar-benar tidak ada apa-apa dengan dia". Tapi bagi Anthoni, ucapan Rama tidak sesuai dengan kenyataan yang dilihatnya. Dan mulai saat itulah hubungan Trio BAR mulai renggang. Anthoni tidak bisa menerima penjelasan Rama. Ditambah dengan kesibukan masing-masing menjelang akhir perkuliahan.
Rama dan Margareth malah sering terlihat bersama. Anthoni semakin salah paham. Sementara Budi juga jarang ikut dengan kegiatan Rama dan Margareth karena sibuk memilih judul skripsi. Preman-preman yang pernah mengeroyok Margareth di kampus, sekarang malah tunduk dengan Rama. Rama pernah mengalahkan mereka semua saat para preman itu menyerang Rama yang sedang melatih anak-anak beladiri. Jadilah Rama ketua mereka. Para preman yang sebelumnya dekat dengan narkoba, minuman keras dan berbagai kejahatan lain menjadi tobat karena kehadiran Rama. Bahkan mereka berbalik arah menjadi musuh utama para penjahat. Itulah awal mula terbentuknya macan putih.
Sementara Anthoni mulai tumbuh dendam dengan Rama. Dia mulai mabuk-mabukan. Segala macam narkoba dia coba. Bahkan Anthoni beberapa kali masuk penjara karena kedapatan memakai narkoba. Di penjara Anthoni semakin memperkuat jaringannya. Anthoni malah banyak dibantu oleh Aleandro, untuk menjalankan bisnis ilegalnya. Dengan bantuan Aleandro, Anthoni semakin merajalela. Dia sukses memasok segala macam narkoba maupun senjata ilegal. Margareth yang tau sepak terjang Aleandro yang membantu Anthoni semakin menjauh dari kehidupan Aleandro.
"Kak, aku sudah tidak tau dengan cara apalagi menyadarkanmu" ujar Margareth saat Aleandro masuk ke apartemen dalam keadaan mabuk. "Kak, sudah hentikan saja usaha ilegalmu. Perusahaanmu sudah jalan kak, tanpa kakak melibatkan diri di dunia hitam" Margareth melanjutkan kata-katanya. "Dendam yang kau rawat dari dulu, apalah gunanya. Malah akan semakin menambah rasa sakit hati yang kita rasa" Margareth mencoba menasehati Aleandro. "Apa yang kau tau tentang dendam? Apa yang kau tahu tentang sakit hati..hah...???" bentak Aleandro. "Saat kedua orang tuamu dibantai di depan matamu. Kamu tidak tau semua itu Margareth. Karena saat itu kamu masih kecil" Aleandro tergugu. "Kak, saat berhasil balas dendam. Apakah itu akan mengembalikan kedua orang tua kita? Tentu tidak kan? Jadi, kumohon kak. Hentikanlah!!! Mari kita hidup tenang" Margareth memohon. "Sekali tidak tetap tidak. Kamu paham prinsipku kan???" ulang Aleandro. "Kita tidak sepaham kak. Sampai kapanpun aku tidak akan setuju tentang ajang balas dendam itu" jelas Margareth. "Apa semua karena Rama?" tanya Aleandro tiba-tiba. "Tidak!!" tegas Margareth. "Akan kubantai Rama, kalau berani ikut campur urusanku. Apalagi sudah berani menghasut adikku untuk melawanku" seringai Aleandro. "Jangan bawa-bawa Rama untuk hal ini. Dia tidak ada sangkut pautnya" timpal Margareth. "Bahkan kau sudah berani membelanya dihadapanku adikku, aku tidak akan tinggal diam" ancam Aleandro. Aleandro semakin marah pada adiknya. Bahkan tangannya telah mendarat di pipi sang adik. Tetes air mata Margareth telah jatuh. Gurat kecewa nampak jelas di mata Margareth.
Margareth meninggalkan apartemen karena kecewa dengan ulah Aleandro. "Kak, maaafkan aku. Aku sayang padamu kak. Tapi sayang prinsip kita sekarang jauh berbeda". Margareth menuliskan sebuah pesan untuk Aleandro yang masih tertidur pulas. Margareth memesan taksi online. "Ke jalan Karya Darma pak" pinta Margareth. Saat melintas di atas jembatan, Margareth tiba-tiba minta berhenti dan turun. Melihat wajah penumpangnya yang kusut, sopir taksi online itu memanggil Margareth. "Non, pagi-pagi kok mau bunuh diri? Jangan libatkan saya ya Non" sopir taksi itu buru-buru pergi meninggalkan Margareth. Margareth hanya tersenyum menanggapi kelucuan sopir taksi online tadi. Padahal Margareth ke sana, hendak turun di bawah jembatan yang merupakan tempat tinggal anak-anak kurang beruntung yang menjadi binaannya. Margareth ingin melupakan sejenak kekisruhannya dengan Aleandro.
Rama mencari keberadaan Margareth, yang selama beberapa hari ini sulit dihubungi. Rama menunggu Margareth di lobi apartemennya. Saat itulah Anthoni melintas, "Kau sembunyikan di mana Margareth?" ketus Anthoni. Rama hanya mengernyitkan alisnya, semakin tak memahami jalan pikiran Anthoni. "Aku lagi cari Margareth, malah kau tuduh tidak-tidak" sergah Rama. "Aku tau kau basa-basi Ram. Kuulangi lagi, di mana kau sembunyikan dia?" teriak Anthoni hendak memukul Rama. "Beberapa hari ini Margareth tidak pulang, bahkan Aleandro belum berhasil menemukannya. Jadi kau jangan pura-pura lagi Ram. Dimana kau sembunyikan dia?" Anthoni semakin geram.
#bersambung#happyreading
gimana sama nasib Joana pas th kl ayahnya di tangkap 🤔🤔🤔 trus gimana kelanjutannya hubungan Bima dan Rani kn blm jls 🤔🤔🤔