NovelToon NovelToon
Suamiku Chef Idolaku

Suamiku Chef Idolaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:215.3k
Nilai: 5
Nama Author: She_Na

Dijadikan Bahan taruhan? Sungguh Caramelia tidak pernah menyangka bisa berada dalam situasi seperti ini.
Caramelia seorang gadis lugu dan polos yang dijadikan bahan taruhan oleh cowok rekan- rekan kerjanya. Akankah dia jatuh cinta pada salah satu dari mereka? Ataukah dia menjatuhkan pilihannya pada seseorang yang baru dia temui?


Raymond seorang Chef tampan dan berbakat yang juga menjadi CEO di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang berbeda -beda dan juga sangat di idolakan dan di idam-idamkan oleh banyak wanita. Akankah seorang Raymond yang tidak pernah tersentuh oleh wanita bisa merasakan jatuh cinta pada lawan jenisnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Palang merah

Daddy Nathan mengernyit mendengar rekaman yang dikirimkan oleh seseorang kepadanya. Dia tidak mengerti tentang situasi apa yang dia hadapi.

Dengan berbekal ponselnya, Daddy Nathan menanyakan pada seseorang di sana yang menjadi kepercayaannya saat ini.

Senyum licik terlihat di bibir Daddy Nathan. Kini dia mengerti semua yang terjadi. Mommy Grace mendengarkan rekaman itu dari suaminya. Dia tersenyum puas mendengar rekaman tersebut.

Sepulang dari restorannya, Raymond mengajak Caramel menuju suatu tempat. Masih di dalam kota yang sama, namun kawasan tempatnya lebih mewah dari rumah Caramel.

Rumah mewah dengan desain interior bernuansa Eropa mempunyai halaman depan yang sangat luas dengan air mancur ditengah-tengah, inilah yang dilihat Caramel saat ini.

"Waaah... rumah siapa ini sayang? Apa Daddy sama Mommy pindah rumah?" tanya Caramel dengan mata yang tak kunjung henti takjub mengagumi rumah tersebut dari luar.

Raymond hanya tersenyum senang melihat ekpresi istrinya. Dibukakannya pintu mobil untuk istrinya dan melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya untuk masuk ke dalam rumah tersebut.

"Bagaimana?" tanya Raymond ketika mereka sudah ada di dalam rumah.

"Apanya?" tanya Caramel menoleh ke arah suaminya.

"Rumahnya sayang....," Raymond mencubit gemas hidung istrinya itu.

"Oooow... hehehe.... kirain apa," Caramel mengangguk-anggukkan kepalanya diiringi dengan cengirannya.

"Emang rumah siapa sih sayang, kok sepi?" tanya Caramel heran.

"Rumah kita sayang, yuk kita lihat ke atas," jawab Raymond sambil menarik tangan Caramel menaiki tangga.

"Ke atas, emang ada apanya?" tanya Caramel yang matanya masih sibuk menelisik.

"Kamar kita," jawab Raymond dengan mengedipkan sebelah matanya.

"Issh dasar Chef mesum, pikirannya gak jauh-jauh dari kamar," ucap Caramel.

Raymond tertawa seiring menaiki tangga.

"Kalau dekat sama kamu itu bawaannya selalu pengen kurung kamu di kamar aja loh sayang," ucap Raymond terkekeh.

"Lah kenapa punya rumah segede ini kalau cuma di kamar aja, harusnya bikin kayak kamar kos-kosan aja yang habis pintu masuk langsung kamar," sewot Caramel.

Raymond makin tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan dari istrinya.

"Silahkan masuk nyonya besar," ucap Raymond sambil membukakan pintu kamar mereka.

Mata Caramel membelalak melihat isi ruangan kamarnya. Kamar yang sangat luas dengan interior yang klasik Eropa mampu membuat Caramel terbengong karena tidak menyangka jika dia akan tidur ditempat seindah ini.

"Sayang.... kenapa?" tanya Raymond menengadahkan wajahnya di depan wajah Caramel.

"E-enggak gapapa," Caramel tergagap dan tersenyum paksa.

"Kenapa sayang, jujur deh," Raymond menarik tangan Caramel menuju sofa di dalam kamar tersebut.

"Gak nyangka aja aku bakalan tidur di dalam kamar sebagus ini," jawab Caramel sambil tersenyum.

"Jangankan cuma kamar ini, kalau kamu mau yang lebih dari ini aku pasti akan memberikannya padamu sayang," ucap Raymond sambil mengusap pipi Caramel dengan lembut.

"Besok kita berangkat honeymoon ya," ucap Raymond kemudian.

"Honeymoon? Kemana?" tanya Caramel dengan mengerutkan dahinya.

"Kamu pasti seneng deh," jawab Raymond sambil mengangkat tubuh istrinya menuju ranjang.

"Iiih ngapain kik disini, kan masih siang," protes Caramel bangkit dan duduk di ranjang.

"Gak ada aturan kalau siang gak boleh tidur sayang," ucap Raymond sambil menidurkan kembali tubuh istrinya.

"Eeeh... eeeh tapi... tapi...," Caramel tergagap.

"Cuma tidur aja sayang, pengen coba tidur disini sama kamu, abis ini kita belanja ya," Raymond membawa tubuh Caramel dalam dekapannya.

Kini ranjang king size yang sangat mewah dan elegan itu menjadi saksi bisu kisah mereka di dalam kamar tersebut.

Sore harinya, Raymond mengajak Caramel berbelanja di supermarket yang ada di Mall. Mereka membeli banyak perlengkapan barang. Dari barang pribadi sampai barang untuk pelengkap di rumah.

Untuk furniture dan sebagainya sudah lengkap tinggal memakai saja, karena Raymond sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari sejak dia mulai yakin ingin menikahi Caramel.

Setelah mereka membeli semuanya, mereka makan di restoran yang ada di dalam Mall tersebut. Tiba-tiba Caramel ingat jika dia ingin menonton film yang baru saja tayang di cinema.

Caramel merayu Raymond untuk mau menonton film dengannya. Karena Caramel yakin jika suaminya di Chef dingin yang sialnya tampan itu pasti akan menolak keinginannya.

"Sayang, nonton yuuk," ajak Caramel dengan nada merayu manja.

"Nonton apa?" tanya Raymond yang sibuk memotong steak.

"Nonton film dong sayang, yuk... aku udah lama pengen banget nonton film ini. Nah sekarang tuh premier. Yuk beli tiketnya biar gak kehabisan," rengek Caramel.

"Makan dulu sayang, kalau film itu gampang," ucap Raymond sambil menyuapkan irisan steak pada mulut Caramel.

"Tapi jadi nonton kan?" tanya Caramel antusias.

"Liat aja nanti," jawab Raymond cuek.

Caramel cemberut dan dia menghadap ke arah berlawanan dengan suaminya. Raymond yang melihat istrinya seperti itu menjadi gemas, dia ambil bahu istrinya dan membisikkan sesuatu padanya. Caramel menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya.

"Bagaimana?" tanya Raymond.

Caramel mengangguk pelan, dengan berat hati dia menyetujui syarat dari Raymond yang menurutnya itu ide gila.

Dengan senang hati dan senyum yang terus menghiasi bibirnya, Raymond menyuapi dirinya dan Caramel. Sedangkan Caramel menatap suaminya dengan senyum paksa karena dia ragu akan jawabannya tadi yang menyetujui ide gila suaminya.

Kini mereka sudah ada di dalam gedung bioskop. Raymond membeli tiket di jam terakhir karena hanya jam tersebut yang bisa mereka masuki dan dia memilih kursi di belakang paling pojok.

OMG mampus kamu Ca, ini suamimu udah mode jadi singa jantan, batin Caramel merinding ketakutan.

Lampu bioskop sudah dimatikan. Kini saatnya mereka menonton film yang ditayangkan di layar depan.

Tangan Raymond sudah mulai bergerilya di paha istrinya. Caramel yang tadinya ingin sekali menonton film tersebut jadi tidak konsen karena tangan Raymond.

Kebetulan sekali kursi deretan belakang tidak ada yang menempati, jadi mereka bebas mesra-mesraan tidak takut pandangan orang lain.

Kebetulan yang mereka tonton adalah film barat romantis, jadi bisa dipastikan jika dalam film tersebut banyak sekali adegan romantisnya.

Pada saat adegan romantis di dalam film itu berlangsung, Raymond mengarahkan kepala Caramel menghadapnya dan segera melahap bibir manis istrinya. Caramel tidak bisa menolak karena dia sudah menyetujui ide gila itu pada saat makan tadi.

Aih... gila... gila...gila... kenapa aku harus ajak dia nonton film yang banyak adegan ginian, auto bengkak ini bibir, batin Caramel menjerit.

Caramel menggerutu sepanjang jalan selama berada di dalam mobil. Raymond hanya tertawa puas melihat istrinya dengan bibir yang sedikit berubah bentuk karena sarinya sedari tadi dihisap dan digigit oleh Raymond.

Setelah sampai di rumah, mereka menata keperluan dapur yang harus mereka selamatkan di dalam kulkas.

Kemudian mereka masuk ke dalam kamar, namun Caramel masih dalam mode menggerutu karena sebentar lagi dia akan membayar Raymond untuk menemaninya nonton film tadi.

Bayarannya tidak lain yaitu tidak jauh-jauh dari ranjang. Sebisa mungkin Raymond tidak melewatkan hobi barunya bersama istrinya yang merupakan candu di setiap malamnya.

Setelah masuk dalam kamar, Raymond langsung menerkam istrinya. Dia tidak memberi kesempatan Caramel untuk melarikan diri kemanapun, sampai Caramel ingin ke kamar mandi pun tidak diijinkannya.

Tatapan mata Raymond berkabut hasrat, dia menjamah setiap jengkal tubuh istrinya. Namun disaat di melepaskan kain yang menempel di bagian inti milik istrinya, dia menatap heran,

"Sayang, ini kenapa ada darah? Apa darah sisa semalam masih ada?" tanyanya.

Caramel segara bangkit dari tidurnya dan mengambilnya, sedetik kemudian dia tertawa setelah melihatnya.

"Hahahahaha... ini sih aku lagi palang merah sayang, aku lagi dapat tamu bulanan," jawabnya di sela tawanya.

Raymond mendengus kesal dan frustasi sedangkan Caramel tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi suaminya yang gagal melakukan hobi barunya.

1
Soleh Sudarna
penyamarannya gak usah pake lama Raayy.. 🥴
Soleh Sudarna
rhea itu sapa thoorr..?!? typo yak.. 🤔🥴
Sandisalbiah
wow.. jangan bilang kalau itu si Caramel... 😅😅
Sandisalbiah
ngapain Clara kerumah mereka.. hanyut dia dan nyangkut di situ..? 🤔🤔
Sandisalbiah
haiss.. yg gak tau diri itu situ non.. udah tau laki org kok masih juga di tembak.. anda terlalu percaya diri...
merasa paling oke, sok iya,... ngaca bu... cewek model kek lu tuh cocoknya di jadiin polisi tidur... dasar gak warassss...
Sandisalbiah
hahhh.. beneran menynjukan kalau kamu murahan juga jeny.. aku kira kamubberbeda.. lebih terhormat dgn menghagai dirmu sendiri.. tp nyatanya kemu juga mau menunjukan betapa murahnya dirimu dgn mempertanyakan perasaan seorg laki² yg jelas² udah pubya istri...
Sandisalbiah
gigit jari song mama nya Clara... ekspektasi tak sesuai dgn realita... ada manusia muka tembok kek mereka... jelas² pelaku mau tanggung jawab lah... mereka malah nodong org lain.. gak warassss...
Sandisalbiah
hadehhhh... 🙄🙄
Sandisalbiah
hadehh.. panter anknya edan.. lah kedua org tuanya pun ternyata gak waras.. terobsesi pd Ramond Xavier krn harta dan kekayaannya... dasar gendeng...
Sandisalbiah
wahhh. ternyata Zayn lebih unggul dr Raymond... buktinya dlm semalaman bertempur langsung tocer tuh.. si Clara positif hamil tp Ray... rajin garap tp kok belum ada tanda... tp mungkin Caramel yg pucat krn tanda² tekdung juga... 🤔🤔🤔
Sandisalbiah
ini calon pelakor buanyak banget.. kok di kumpulin dan di kelompokin sesuai warna... seru kali.. pada cakar² an..
Sandisalbiah
hadehh.. kenapa terlalu banyak org yg gampang di bodohi dan di bohongi....?
Sandisalbiah
oh.. perempuan.. perempuan.. gampang banget si kamu rendahkan diri sendiri..... baga menunjukan ke orang² kalau kamu itu murahan... hadeh... hilang harga diri ku sebagai kaum oerwmpuan... hadeh... 🤦‍♀🤦‍♀
Sandisalbiah
hah.. kok jadi bocah semua...
Sandisalbiah
ini contoh ank cerdas dan mandiri... gak punya mama, ya cari mama sendiri.. kek si Dave ini 😅😅😅
Sandisalbiah
nindi itu cuma kariaean biasa jd kenapa pengusaha sukses sekelas dedy Nathan dan Raymon gak bisa mengatasi kariawan model gitu... anehhhhhhj
Sandisalbiah
hadehh.. entalah.. terserahhh.... 🙄🙄🙄 sabodo amat....
Sandisalbiah
aneh.. bener² aneh.. udah sebegitunya kelakuan nindi pun masih gak ada yg mengambil tidakan buat menghukum nindi.. ini orgnya pd mabok semua apa gimana sih.. 🤔🤔🤔
Sandisalbiah
nindi kan hanya seorg pelayan resto kan.. kok gak ada yg bisa menindak dia dgn semua prilaku dia yg suka semena² di resto..? 🤔🤔
Sandisalbiah
hadehh.. heran sampe ubun² ..udah pada tau kelakuan arabela suka nekat dan grasak grusuk tp kok ya masih aja di turutin.. aneh aja...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!