NovelToon NovelToon
Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Perubahan Hidup / Romansa Fantasi / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Time Travel / Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: ria aisyah

Novel ini bisa di baca untuk semua usia.

Beratus-ratus tahun yang lampau, hiduplah seorang putri yang bernama Gu Fang Yin. Dia adalah keturunan Kaisar Benua Timur yang selamat dari sebuah pemberontakan. Dia menyembunyikan identitasnya dan berjuang menjadi lebih kuat untuk membalas dendam dan membersihkan nama baik keluarganya.

Sebenarnya jiwa Fang Yin telah mati dan terganti oleh jiwa seorang dari dunia modern yang bernama Agata Moen. Jiwanya terkunci di dalam tubuh Fang Yin setelah Dokter Agata mengalami kecelakaan dan mati. Semua itu terjadi karena mereka mempelajari kitab yang sama yaitu Kitab Sembilan Naga.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Cerita ini murni imajinasi penulis dan tidak ada hubungannya dengan kisah atau imajinasi penulis lain. Mohon maaf jika banyak memiliki perbedaan tingkatan kultivasi dan lain sebagainya.

Terima kasih atas dukungan reader setiaku, tanpa kalian semua aku bukanlah apa-apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Mencoba Peruntungan

"Hoam! Berapa lama aku tertidur? Sepertinya hari sudah sore." Fang Yin melihat ke sekeliling dan merasa kebingungan saat baru terbangun.

Dia memutar kembali memorinya sesaat sebelum dia tertidur dan mengingat semuanya.

"Oh, iya. Aku berada di sebuah penginapan. Lalu bagaimana dengan pria gila itu?" Fang Yin tiba-tiba teringat akan Jian Heng.

"Ah, kenapa aku bodoh sekali? Buat apa aku memikirkan dia. Dia bukan Zidane! Memangnya kenapa kalau dia Zidane? Ah, sepertinya aku butuh sesuatu untuk menyegarkan otakku yang tercemar ini!" Fang Yin bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan meninggalkan kamarnya.

Di luar kamar banyak sekali orang-orang yang sedang mengobrol dan berkumpul mengelilingi sebuah meja bundar. Mereka duduk lesehan di lantai dengan beralaskan tikar saja. Fang Yin berjalan lebih mendekat agar bisa mendengar apa yang mereka perbincangkan.

Jian Heng keluar dari kamarnya dan tiba-tiba sudah berada di antara orang-orang yang sedang mengobrol. Fang Yin gelagapan ketika pandangan mereka saling bertemu. Setelah beberapa saat mengobrol dengan orang-orang itu, Jian Heng berdiri dan berjalan menghampiri Fang Yin.

"Xiao Yin! Kamu di sini juga?" tanya Jian Heng.

"Sudah tahu pakai bertanya!" ketus Fang Yin.

"Ya, buat meyakinkan saja. Aku takut salah orang, kan aku tidak melihat wajahmu," jelas Jian Heng.

Fang Yin mengangguk.

'Syukurlah pria aneh ini tidak curiga kalau sejak tadi aku mengikutinya.' Fang Yin merasa lega.

"Aku ingin pergi ke Telaga Bias Pelangi. Apa kamu mau ikut?" tanya Jian Heng mencoba berbaik hati pada Fang Yin dan berharap sikap Fang Yin akan sedikit melunak.

"Tempat apa itu? Aku baru sekali ini mendengarnya," jujur Fang Yin.

Jian Heng menatap Fang Yin dengan tatapan keheranan. Di dalam bola mata Fang Yin terdapat kejujuran yang menunjukkan jika dia benar-benar tidak mengetahui soal Telaga Bias Pelangi tersebut. Dalam hati Jian Heng bertanya-tanya untuk apa Fang Yin datang ke desa itu jika bukan untuk mengejar Qi Naga Suci.

"Jika bukan untuk Qi Naga Suci, lalu untuk apa kamu datang ke desa ini?" Jian Heng tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya pada Fang Yin.

Fang Yin semakin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Jian Heng.

"Tadi Telaga Bias Pelangi sekarang Qi Naga Suci. Sungguh kamu membuatku menderita sakit kepala mendadak!" Fang Yin menekan salah satu pelipisnya.

"Hah, ya, sudah kalau tidak tahu. Ikut saja denganku kalau kamu ingin tahu, aku akan menjelaskannya sambil berjalan." Jian Heng berjalan meninggalkan Fang Yin.

Untuk pertama kalinya Fang Yin mengikuti Jian Heng secara terang-terangan. Rasa canggung sudah pasti ada tetapi dia mencoba untuk bersikap biasa saja. Sebisa mungkin Fang Yin menghindari bertatapan langsung dengan pria yang sangat mirip dengan Zidane tersebut.

"Apa itu Telaga Bias Pelangi dan apa itu Qi Naga Suci?" Fang Yin memecah keheningan di antara mereka berdua.

"Telaga Bias Pelangi adalah telaga yang berada di tengah desa ini. Saat ini kita sedang berjalan menuju ke sana. Untuk Qi Naga Suci, dia adalah Qi murni yang bisa membuat seseorang menerobos ranah kultivasinya naik beberapa bintang dalam waktu singkat. Tapi untuk mendapatkan Qi ini sangatlah sulit. Ketika seseorang bermeditasi di sekitar Telaga Bias Pelangi, ia akan menghirup gas yang dikeluarkan oleh telaga ini. Mereka akan mengalami ilusi di alam bawah sadar mereka yang membuat mereka sangat sulit berkonsentrasi. Hanya sebagian kecil saja yang bisa lolos dari semua ini," jelas Jian Heng.

"Aku baru tahu jika ada hal semacam ini. Aku pikir kita hanya bisa menembus ranah kultivasinya dengan berlatih dan memakai sumber daya berupa pil dan kristal binatang roh." Fang Yin sangat tertarik dengan Qi Naga Suci yang baru saja diceritakan oleh Jian Heng.

"Jika aku lihat-lihat dari gaya bicaramu, kamu juga seorang kultivator. Makanya aku tadi mengajakmu untuk mencoba peruntungan di Telaga Bias Pelangi."

"Terimakasih. Aku merasa tersanjung untuk tawaranmu kali ini." Fang Yin menyatukan kedua tangannya untuk memberi hormat.

"Tidak perlu terlalu resmi. Ini hanya sebuah hal kecil yang biasa dilakukan oleh seseorang kepada seorang teman."

Lagi-lagi ucapan Jian Heng membuat Fang Yin terhenyak dan membuatnya semakin terpesona pada Jian Heng.

"Aku tahu kalau aku sangat tampan, jadi berhentilah memandangiku seperti itu." Kenarsisan Jian Heng membuat Fang Yin merasa menyesal telah melontarkan pujian untuknya.

Mereka kembali terdiam dan berjalan menyusuri jalan setapak yang menuruni jalanan besar.

"Kita hampir sampai. Berhati-hatilah dan tetaplah mencari tempat yang membawamu dalam posisi aman ketika kamu jatuh saat gagal dalam misi ini," jelas Jian Heng.

"Hmmm." Fang Yin tidak ingin banyak bicara dan membuatnya malu dihadapan pria aneh tersebut.

****

Bersambung ...

1
mong air
mukin mgandung?
mong air
💪💪
mong air
hahahahah,,, berikan banyak saudara
mong air
/Sob//Sob//Sob/
mong air
pasangan sempurna
mong air
heheheh..xda salah mgatakan bipa sudah jatuh cina..
mong air
hahaha.naga jelek,naga jelek
mong air
hahahaha...bgantung sahaja lah
mong air
👍👍👍
mong air
ya..tunggu kuat dn mgambil semua yg telah drampas,,
mong air
👍
mong air
habiskan💪
mong air
pukul terus tertua song skali.biar tau
mong air
ptualang dmulai,, stelah bbulan bulan d hutan
mong air
skurangnya ada cincin ruang pyimpanan..
Alwa fikriah
ceritannya sangat seruuu, penuh dengan petualangan untuk melawan kejahatan
Vina Fy
othor kayaknya nggak cocok pas nulis adegan romantis,geli bacanya 🤣🤭
Anonim
moga ortu lu mati anjing
ShaCha17
ga masuk akall tpi ok lhh
Azman
Bukankah semuanya boleh terbang?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!