Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭
Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.
Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.
Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.
Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.
Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Restu 3
" Sudahlah anda jangan mengelak lagi, saya tahu anda datang kemari dan pura pura baik kepada saya, supaya saya mau untuk menandatangani surat dari anda…" Bella kini berdiri dia menantang laki laki itu.
" Bella ayah tak seperti itu, kau bisa tanyakan kepada calon suami mu itu, dia datang menawarkan saham kepada ayah tapi ayah tidak mau, ayah menolaknya…" Jelasnya lagi.
Bella menatap kearah Bara dengan bingung dia tak tahu tentang hal itu.
" Ayahmu memang menolaknya karena dia tak ingin datang ke acara pernikahan kita sayang, aku memang memberikan saham ku untuk dia mau menjadi wali mu. Tapi dia menolak karena alasan dia tak merestui hubungan kita…" Bara kini juga berdiri tangannya memeluk pinggang kekasihnya dan tangan satunya kini dia masukin ke sakunya.
" Ayah tidak akan merestui kalian Bella, maka dari itu ayah tidak ingin mengambil saham yang dia berikan."
" Kenapa sekarang anda tiba tiba datang dan tak memberi kami restu?, Apa anda melupakan dimana anda mengusir saya pada malam dimana saya meminta perlindungan anda?" Katanya dengan nada bergetar kali ini dia sudah kehabisan kata kata, Bella tak bisa untuk tidak berkaca kaca, dia ingat betul bagaimana mereka memperlakukannya seperti apa waktu itu.
" Bella ayah minta maaf ayah salah, ayah tahu ayah tak berhak meminta maaf kepadamu, ayah banyak salah padamu. Maafkan ayah…" Tangannya yang ingin menggapai Bella kini dijauhkan oleh Bara dengan cepat.
Bella hanya diam dadanya terasa sesak, di saat dia sudah bahagia dalam kehidupan barunya kini malah sang ayah tiba tiba datang dan mengulurkan tangannya dengan sengaja. Bella yang ingin sekali menggapai tangan itu, nyatanya tak bisa, hatinya terlalu sakit untuk menerima uluran tangan itu.
" Bella dia tak baik untukmu, ku mohon pulang bersama ayah nak, ayah akan melindungi mu mulai sekarang…" Nada penyesalan dan raut penyesalan itu tak mampu mengubah hati Bella yang sudah terluka.
" Melindungi ku dari siapa?, Harusnya anda sadar bahwa anda sendiri yang membuat saya seperti ini. Silahkan anda pergi, saya tidak membutuhkan restu anda, saya bisa memakai wali dari saudara ibu…" Bella kini berlari ketika air matanya sudah menetes, rasa sakit itu sungguh menghantam hatinya tapi dia tak ingin tertipu dengan apa yang di katakan oleh laki laki itu.
" Bella.. Bella…" Bara kini menghalangi calon ayah mertuanya ketika ingin mengejar kekasihnya itu, dia tahu seberapa sakitnya hati wanita itu. " Minggir aku ingin mengejar Bella, putri ku…" Ujarnya dengan sinis dan menatap calon menantunya itu.
" Ini bukan rumah anda Tuan Jordan jadi silahkan anda pergi, di sini tak ada yang bisa anda perintah."
" Dia putri ku, aku harus membawanya pergi dari sini…" Katanya dengan penuh penekanan.
" Putri yang kau campakan dan sekarang lihatlah karena anda terlalu egois memikirkan rasa sakit hati anda sendiri sekarang putrimu yang menjadi korban. Dulu disaat dia masih bertahan disana, mengharapkan belas kasihanmu, di mana anda?, Apa anda ada?, Tidak bukan. Jika saat ini dia membenci anda maka itu adalah konsekuensi yang anda terima dari kesalahan anda sendiri…" Bara menekan kata katanya agar calon mertuanya sadar apa yang dilakukan itu adalah kesalahan.
Jika saja dulu Jordan tak termakan omongan yang tidak tidak mungkin saat ini keluarga itu bahagia. Harusnya kabar pernikahan putrinya adalah kabar yang menggembirakan buat semua sang ayah, tapi seakan kabar ini adalah pukulan yang besar untuknya.
Bara kini meninggalkan Jordan yang terpaku mendengarkan perkataan dirinya, Bara kini menyusul kekasihnya yang mungkin saat ini sedang mengurung dirinya di dalam kamar.
" Tuan Jordan saya tidak tahu ada masalah apa antara anda dan Bella, tapi yang saya tahu Bella adalah wanita yang periang, dia sopan sangat menghormati orang tua. Jika saya melihatnya tadi seperti itu kepada anda, ada luka yang disimpan lama dan sekarang telah puncaknya yang membuat dia kini meledak. Jadi percuma jika anda ingin berbicara kepadanya, tak ada gunanya. Hanya akan saling menyakiti hati kalian…" Andin yang sedari tadi hanya diam mendengarkan argumen perdebatan tadi kini membuka suaranya dan menasehati laki laki tua itu.
" Nyonya Andin tolong maafkan saya, kedatangan saya membuat keributan disini…"Liriknya dengan sedih.
" Duduklah lagi jika anda masih merasa tak kuat untuk berjalan…" Andin tahu ada luka di hati laki laki itu, hingga untuk melangkah saja sepertinya akan terasa sulit untuk dirinya.
" Terima kasih, Nyonya apakah istri saya kemarin datang kemari?"
" Hmm.. sepertinya beberapa hari yang lalu, tapi maaf saya tidak terlalu banyak dengan hal itu. Karena urusan pribadi calon menantu saya, jadi saya tidak ingin terlalu ikut campur…" Jawaban dari Andin yang membenarkan bahwa istrinya datang kemari tanpa sepengetahuan dirinya kini malah memancing amarah dari laki laki tua itu.
" Baiklah Nyonya saya permisi…" Andin kini mengangguk dan Jordan kini segera meninggalkan rumah itu.
Jordan kini pergi dari rasa marahnya dia sungguh dikelabui oleh istrinya, surat perjanjian pernikahan seperti apa yang dimaksud putrinya hingga membuat putrinya sungguh marah kepadanya.
" Santi.. Santi.. Santi.. arghh…" Teriaknya di dalam mobil dengan memukul setir itu dengan kuat dengah tatapan yang begitu tajam, dia tak menyangka bahwa istrinya kini akan sungguh sungguh memisahkan dirinya dengan sang putri.
Kini Jordan dengan cepat melajukan mobilnya dia ingin segera tiba kerumahnya dia sungguh tak sabar melihat wajah istrinya Ketika dia tahu bahwa dirinya mengetahui akal liciknya itu.
" Santi.. Santi…" Teriakan dari Jordan dari pintu depan hingga masuk kedalam rumah mewahnya itu kini menggema di setiap sudut rumah itu dan para pembantu kini saling bertatapan ketika mendengar suara teriakan yang begitu keras itu.
Santi sang istri yang mendengar itu kini segera keluar dari kamarnya, dia ketakutan dia tahu hal ini pasti akan terjadi.
" Turun…" Teriakan dari Jordan membuat Santi menelan ludahnya dengan kasar, dengan cepat dia turun kebawah.
Plak!! Satu tamparan yang dilayangkan Jordan ketika sang istri tiba di depannya.
" Apa yang kau ajukan untuk pernikahan putri ku ha!!! Kau sungguh tak memiliki malu, kau wanita menjijikan yang aku kenal…" Jordan dengan rasa emosinya kini tak bisa mengendalikan dirinya, dia terlanjur emosi dengan tingkah sang istri.
" Kau menamparku hanya karena putrimu yang membawa sial itu-"
Plak!! Kini Jordan melayangkan tamparan keras untuk kedua kalinya dia sungguh dikuasi oleh amarah yang tak bisa dia tahan lagi.
" Sekali lagi kau mengatakan dia pembawa sial akan ku robek mulut mu itu. Wanita yang kau hina itu adalah putri kandung ku, derajatnya lebih tinggi di mataku di banding kau istri tiriku dan anak tirimu yang tak berguna itu yang selalu merogoti harta ku…" Jordan kini sungguh tak bisa dibendung lagi kekesalannya, amarah itu sungguh memuncak. Amarah itu sunggu menguasai hati dan pikirannya.
" Aku sudah muak dengan tingkahmu lebih baik kita bercerai…" Bagaikan di sambar petir ketika Jordan menalaknya.
Bersambung besok ya ,😁
Jangan lupa tinggalkan
Like,
Share,
Komen dulu biar rame
Makasih 🤗🤗🤗
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!