Berawal dari kejadian di suatu malam yang membuat Anisa mutiara mengandung anak dari Mahen kakak ipar nya sendiri.
Bagaimana kelanjutannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Engene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat yang nyaman
Sore harinya...
Entah sudah berapa lama haikal menemani Muti tidur sambil terus membantu memijat kepala Muti. Haikal menatap lekat wajah istrinya itu. Wajah Muti terlihat sangat cantik. Tangan haikal terulur, Haikal ingin memegang pipi Muti.Namun haikal kembali menarik tangan nya saat melihat pergerakan dari Muti.
Entah kenapa sekarang haikal merasa agak sedikit canggung saat berdekatan dengan Muti. Padahal bisanya mereka begitu dekat dan saling bertengkar.
Haikal kembali mengusap rambut Muti dengan perlahan.
Muti merasa semakin nyaman dengan tidur nya. Namun kedua mata Muti meminta untuk di buka. Dan dengan perlahan Muti pun membuka kedua matanya. Hal pertama yang Muti lihat adalah wajah tampan haikal yang menatap nya sambil tersenyum. Lama tatapan mereka bertemu hingga Muti pun memalingkan wajah nya. Muti segera duduk dan menyandarkan kepala nya.
"Masih pusing??.. Atau masih mual?? ".Tanya haikal. " Tidak ".Jawab Muti sambil menggelengkan kepala nya. " Ini tadi aku buat air jahe buat redain rasa mual tapi kau udah tidur ".Ucap haikal . Haikal membantu Muti untuk meminum air jahe itu.
" Kak kamu nggak ngampus?? ".Tanya Muti sambil menatap haikal yang masih mengenakan pakaian pagi tadi. " Nggak ".Jawab haikal. " Kamu mau makan apa??..".Tanya haikal. "Nggak.. aku nggak mau makan apa apa".Muti kembali menggelengkan kepala nya. "Muti kau harus makan.. kau dari pagi belum makan ".Ucap haikal sedikit memaksa.
" Aku nggak mau..Aku malas makan kalau
nanti ujung ujung nya pasti bakal keluar
semua ".Ucap Muti. " Tapi kau harus tetap makan.. mau atau tidak kau harus mau ".Ucap haikal dengan sedikit tegas.
" Kenapa kau bertanya kalau ujung ujung nya kau memaksa ".Ucap Muti sedikit kesal.
"Jadi kau mau makan apa?? ".Tanya haikal.
"Terserah ".Jawab muti. " Tunggu bentar ".Haikal segera berjalan meninggalkan muti entah kemana tujuan haikal selanjut nya.
Beberapa saat kemudian haikal kembali dengan membawa nampan berukuran sedang. Kemudian haikal meletakkan nampan nya. Di atas nampan itu terisi dua buah piring berukuran besar. " Banyak banget ".Ucap Muti saat melihat nasi yang melimpah di dalam piring pertama. " Kau bilang tadi terserah ".Haikal tersenyum menatap Muti.
Haikal kemudian duduk di samping Muti. Dan dengan perlahan haikal menyuapi Muti makan.
Muti pun membuka mulut nya. Dan kali ini Muti berhasil menghabisi makanan yang ada di dalam piring itu.
" Kal udah buah nya bawa aja lagi ke dapur.. Aku benar benar udah kenyang kal".Ucap Muti tanpa berbohong karena memang benar saat ini perut Muti terasa sangat kenyang.
Haikal pun menuruti kemauan Muti. Haikal segera membawa piring bekas makan Muti dan piring buah nya kembali ke dapur.
"Mau kemana?? ".Tanya haikal saat melihat Muti berjalan keluar dari kamar nya. " Mau nonton ".Jawab Muti. "Nonton??.. Bukan kah itu TV?? ".Haikal menunjuk ke arah sudut kamar .
" Iya tapi TV di sana itu kecil".Jawab Muti. Muti terus berjalan menuju ruang keluarga. Muti mendudukkan bokong nya di atas sofa itu. Kemudian Muti pun menyalakan TV dan mulai menonton film kesukaan nya.
"Kayak anak kecil.. ".Ledek haikal saat melihat Muti menonton film animasi kartun. " Suka suka aku lah ".Ucap Muti sambil menatap malas ke arah haikal. Haikal juga duduk di samping Muti.
Tiba tiba saja Muti mencium aroma yang menyegarkan. Muti dengan perlahan mendekat. Ternyata aroma yang menyegarkan itu berasal dari badan haikal. " Kenapa?? ".Tanya haikal sambil menatap Muti. Muti tidak menjawab pertanyaan haikal. Haikal sedikit terkejut saat Muti tiba tiba saja menyandarkan kepala di pundak nya. " Boleh aku numpang bersandar??.. Hanya sebentar ".Ucap Muti.
" Tentu saja.. lama juga nggak papa ".Jawab haikal.Akhirnya Muti menemukan tempat ternyaman selain pelukan kakak nya.
Bahkan tanpa sadar dengan perlahan Muti kembali memejamkan kedua matanya. Di detik berikut nya kedua mata Muti sudah terpejam. Serta nafas yang teratur kini mulai terdengar.
Haikal segera menatap ke arah samping nya.
" Kenapa di mudah sekali tidur ".Ucap haikal.
Haikal kemudian menggeser duduk nya. Lalu ia menaikan kaki Muti ke atas sofa itu. Lalu haikal membaringkan kepala Muti di atas pangkuan nya.
kadihan muti dan calon debay 🥺🥺😭
kan swèèt 🥰❤️❤️❤️❤️
apa kabar thor,, semoga sehat ya 😊
semangat y thor 💪💪💪
bukan peduli dan perhatian sama Mira, apa Mira terkena kanker