Demi pengobatan sang ibu Laura rela menyewakan rahimnya untuk seorang Ceo ternama di Indonesia.
Setelah melahirkan Laura memberikan salah satu putrinya kepada Mario. Dan membawa putri satunya lagi bersama dirinya.
Setelah kedua putri Mario dan Laura tumbuh dewasa, satu persatu permasalahan muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.31
Semenjak kejadian di rumah sakit tersebut, Yumna mendesak Laura untuk menceritakan semua rahasia yang Laura sembunyikan darinya. Juga tentang siapa Mario.
Dengan terpaksa Laura pun menceritakan semuanya tanpa ada satupun yang terlewat.
Flashback
"Jadi aku memiliki saudara kembar? Dan seorang ayah?" tanya Yumna.
Laura pun mengangguk sebagai jawaban, dia bisa melihat kekecewaan di mata Yumna.
"Kenapa Ibu menyembunyikannya, dariku? Aku juga berhak mengetahui siapa Ayah aku, Bu." lirih Yumna.
"Dari kecil aku selalu iri pada teman-temanku, yang selalu menceritakan tentang Ayah mereka dan selalu menjemput mereka, terkadang aku ingin bertanya padamu Bu. Tapi setiap aku bertanya Ibu selalu berkaca-kaca, membuat Aku menjadi sedih jika Ibu menangis," tutur Yumna.
Kemudian terjadi keheningan antara Ibu dan anak tersebut, Laura menatap Yumna yang hanya melamun. Kemudian Laura menyentuh lengan Yumna tapi Yumna dengan cepat menepis tangan Laura.
"Maafkan aku, Bu," ucap Yumna, kemudian pergi meninggalkan Laura yang sedang duduk di kursi tunggu depan ruang rawat Nyonya Anjani.
"Tidak nak, seharusnya Ibu yang meminta maaf padamu." Lirih Laura, menatap kepergian putrinya dengan tergesa. Dia tahu, Yumna pasti menangis mengetahui semuanya.
Flashback selesai.
Sementara itu Hito yang penasaran akan Yumna pun memutuskan untuk mencari tahu, tapi dia juga bingung memulai mencari tahu dari mana. Suara ketukan membuat Hito terkejut, karena dia terlalu larut dalam lamunan.
"Masuk Mah gak di kunci," teriak Hito.
Wina tersenyum kepada Hito, putra semata wayangnya.
"Kenapa? Kok tumben dikamar terus."
Wina duduk di tepi ranjang, dekat dengan meja belajar Hito, Hito memutar kursinya menghadap Wina.
"Memangnya kenapa? Mamah gak boleh ke kamar mu?" tanyanya lagi.
Hito menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, semenjak Hito pindah rumah dan tidak bersama dengan Ayahnya. Hubungan mereka menjadi canggung, mungkin kurangnya komunikasi antara mereka membuat Hito dan Wina tak seakrab dulu.
"Bukan begitu, biasanya Mamah jarang mengunjungi kamar ku. Langsung saja ada apa?" tanya Hito.
"Kamu mau yah menikah dengan Yusra," pinta Wina, membuat Hito membulatkan matanya.
"Ma--maksud Mamah, apa? Kenapa bisa berbicara seperti itu?"
"Kamu tahu, Mamah sangat menyayangi Yusra Hito. Mamah tidak tega melihat dia yang selalu dimarahi oleh Dania," jelas Wina.
Wina memegang tangan Hito, untuk kesekian kalinya dia memohon pada Hito.
"Mamah mohon nak, untuk kali ini saja dan untuk yang terakhir kali kamu menuruti keinginan Mamah." Pinta Wina dengan wajah sendu.
Dulu dia selalu meminta anaknya untuk menuruti keinginan dirinya, termasuk untuk ikut dengannya ketimbang dengan Ayahnya.
Hito menghembuskan napasnya secara pelan, dia memang menyayangi Yusra. Dan dia tidak bisa menolak keinginan Wina, jika menolak maka Wina akan mengancam untuk bunuh diri seperti halnya dulu saat dia memilih bersama Ayahnya. Dengan alasan, dia hanya punya Hito satu-satunya.
"Baiklah, aku akan menikahi Yusra Mah." Putus Hito, membuat Wina tersenyum sumringah.
Wina memeluk Hito dengan erat dan mencium kedua pipi Hito, membuat Hito mencebik.
"Mah, aku bukan anak kecil," protes Hito.
"Maafkan mamah, Nak. Mamah sangat bahagia," ujar Wina.
"Kalau begitu, Mamah keluar dulu." Pamit Wina, dijawab anggukan oleh Hito.
Setelah Wina keluar, Hito menyandarkan tubuhnya di kursi yang diduduki menatap langit-langit kamar dan menerawang jauh. Dia sangat menyayangi Yusra dan Wina, kedua wanita yang selalu ada dalam hatinya. Tapi setelah melihat Yumna gadis manis dengan tatapan lembut dan senyum manisnya, membuat Hito terpesona walau menurut Hito Yumna sangat cerewet berbanding terbalik dengan Yusra yang pendiam dan pemalu jika bersama orang baru.
"Huh!"
****
Taman
Yumna menatap lurus ke depan dia memperhatikan anak-anak yang sedang bermain bersama orang tuanya, Yumna tersenyum sejak kecil dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang Ayah. Ketika dia ingin bermain hanya Omanya yang selalu membawanya ke taman untuk bermain bersama anak lain, sedangkan Ibunya Laura dia sibuk bekerja sampai dia bisa membuka toko kue sendiri.
Tapi sayang toko kue tersebut harus tutup karena Ibunya harus mengurus Omanya yang sakit-sakitan, sehingga sekarang Yumna tidak bisa melanjutkan pendidikannya dan memutuskan bekerja di tempat Keano, karena toko roti milik Laura selalu sepi saat dia buka.
Suara baritone mengagetkan Yumna yang sedang melamun.
"Kamu..." Yumna menyipitkan mata, mengingat siapa laki-laki yang berdiri di sebelahnya. Dan ya dia baru ingat laki-laki yang meminta izin temannya tidak masuk kerja.
"Kamu kenapa ada disini?" tanya Yumna, bukannya menjawab Hito malah balik bertanya.
"Boleh saya duduk di sin?" Bukannya menjawab pertanyaan, Hito malah meminta izin untuk duduk disebelah Yumna.
"Duduk aja, ini tempat umum." Ketus Yumna.
"Jangan galak-galak, nanti cantiknya hilang." Goda Hito.
Yumna mendelik pada Hito, kemudian dia menghiraukan Hito yang sedang mengikuti arah pandang Yumna.
"Kita belum kenalan, nama saya Hito." Ucap Hito, tanpa menoleh sedikit pun.
Yumna tidak merespon, membuat Hito menatap Yumna yang masih melihat anak-anak sedang bermain.
"Hey nama ku Hito," teriak Hito di depan telinga Yumna.
Membuat Yumna terkejut refleks memukul Hito, membuat Hito meringis.
"Apa-apain sih kamu, pake teriak segala. Aku gak budek," bentak Yumna.
"Ya maaf, lagian kamu gak jawab ya aku teriak," jelas Hito mengedikan bahunya.
Hito mengulurkan tangannya dan Yumna pun menyambut uluran tangan Hito. "Yumna," ucapnya ketus.
Hito terkekeh merasa lucu dengan sikap Yumna yang sedang ngambek.
"Kamu lucu banget sih, aku suka." Celetuk Hito, mencubit pipi Yumna.
Membuat Yumna menepuk lengan Hito pelan.
"Hey lepas, sakit." Pekik Yumna.
Hito pun melepaskan cubitan di pipi Yumna, kemudian tertawa melihat wajah Yumna.
"Memangnya ada yang lucu, hah? Dasar cowok aneh," ketus Yumna.
"Ada, kamu yang lucu." Hito tersenyum menatap Yumna.
"Hii dasar cowok aneh." Gerutu Yumna.
Yumna beranjak dari duduknya, meninggalkan Hito yang tertawa terbahak. Yumna berbalik menatap Hito kemudian tersenyum, melanjutkan langkahnya sekarang dia sudah merasa lebih baik untuk menemui Ibunya.
Bersambung…
Maaf typo
Readers : biar tambah sesat ya Jum
Otor : peribahasa Jumiiiiiiiiiii
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Keano & Yumna pun gumoh berjamaah
hhuueekkss
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mario Bros : APA YANG KAMU LAKUKAN JUMIRAH SLAVINA !!!!
Jumi : istri'mu Kamu kasih makan sampah ya., mulut"y bau
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
melihat s' Dani cinta s' Dani
dasar bedeb4h.,🤣🤣🤣🤣
t i d a k a d a....
Mario Bros : apaan sih Jum.. ikutan aja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
😄
Mario Bros pun terkapar tak berdaya..