NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Ada apa nak? Kamu melamun?" Tanya Hanum lagi "Dimana Hanna? Kenapa dia tidak ikut?"

Degh

Rizal kelu, ia benar-benar tidak memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ibunya. Saat dirinya masih diam, seorang gadis manis keluar dari dalam rumah

"Loh mas Rizal? Dimana mbak Hanna?" Tanya Hanin

Melihat kakak iparnya yang diam saja Hanin seperti tahu sesuatu "Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"

"Hanna.." Lirihnya, Rizal tidak sanggup mengatakan semua yang terjadi

"Apa yang terjadi?" Tanya Hanin penuh selidik

Melihat putrinya yang sepertinya marah, Hanum bertanya "Ada apa sebenarnya nak? Dimana Hanna?" Hanum sudah merasa sangat khawatir terlebih putri sulungnya itu tengah hamil

"Hanna pergi dari rumah, dia marah karena.."

Rizal tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Ia merasa sangat bersalah atas apa yang sudah terjadi

"Lalu dimana mbak Hanna? Kamu selingkuh dan mbak Hanna tau?" Tebak Hanin dan Rizal diam saja

"Apa maksud kamu nak? Siapa yang selingkuh?" Tanya Hanum tidak mengerti

"Jawab breng___!" Hanin begitu kesal hingga menarik kerah kemeja kakak iparnya

"Jangan seperti ini nak!" Hanum menarik putrinya "Sebaiknya kita cari kakakmu sekarang! Dia sedang hamil"

Hanum benar-benar mengkhawatirkan putrinya, entah dimana putrinya itu sekarang

"Ayo Hanin!"

"Aku ambil kunci mobil dulu!" Hanin masuk untuk mengambil kunci mobilnya

"Bu aku.."

Hanum menatap menantunya dengan tatapan penuh kecewa. Ia menitipkan putrinya pada orang yang salah

"Maaf Bu"

"Tidak masalah nak! Ibu hanya kecewa karena kamu tidak mengembalikan dia secara baik-baik" Ujar Hanum penuh kecewa

"Dia sudah tidak memiliki ayah, dan ibu pikir kamu bisa mengisi tempat itu untuk selalu menjaga dia!" Rizal menatap penuh rasa bersalah

"Maafkan ibu karena terlalu menuntut!"

Rizal menggeleng "Rizal yang salah Bu, Rizal yang tidak bisa bersyukur saat memiliki wanita yang sempurna seperti Hanna! Maaf!"

Hanum mengabaikannya. Sekarang yang terpenting adalah menemukan Hanna secepatnya dalam keadaan baik-baik saja

Ia begitu mengkhawatirkan putrinya saat ini dan tidak ada waktu untuk marah. Tak lama Hanin keluar lalu keduanya masuk kedalam mobil

Entah kemana mereka akan mencari keberadaan Hanna, wanita hamil itu pergi sejak kemarin

"Dimana kamu sayang?" Rizal kembali memasuki mobil, ia harus segera menemukan istrinya

Sementara itu dirumah sakit, seorang wanita melenguh saat baru saja membuka matanya

Hanna melihat sekelilingnya dimana ia berada di sebuah ruangan yang didominasi warna putih

Hanna menebak jika dirinya tengah berada dirumah sakit. Tangannya menyentuh perut yang sudah tidak sebesar sebelumnya

Pikiran buruk mulai menghampiri, apa yang sudah ia lakukan? Bagaimana ia bisa berpikir untuk mengakhiri hidupnya serta calon anaknya

"Astaghfirullah, dimana anakku?" Lirihnya, namun. Ia tidak sanggup untuk bangun

Hingga pintu terbuka dan seorang wanita berseragam perawat masuk dan menyapa

"Selamat pagi nyonya"

"Suster, dimana anak saya?" Tanya Hanna dengan suara lemah

"Putri anda tengah menjalani perawatan, dia sehat" Hanna dapat bernapas lega

Entah apa yang akan terjadi padanya jika buah hatinya tidak selamat "Apa nyonya memiliki keluarga? Kami juga tidak menemukan kartu pengenal apapun!"

"Suster, apa boleh saya pinjam ponsel? Saya ingin mengabari keluarga saya!"

Suster itu tersenyum lalu memberikan ponselnya. Hanna mengetik nomor sang adik yang beruntungnya ia ingat

Hanin tengah mengemudi sambil sesekali melihat keluar jendela, berharap sang kakak ada disana

Ponselnya berdering, Hanin menepi agar tidak membahayakan dirinya maupun sang ibu

Hanin mengernyit saat melihat nomor baru yang melakukan panggilan. Tanpa menunggu lama, gadis cantik itu menggesek tanda hijau

"Halo"

"Hanin.."

"Mbak Hanna?" Hanum menatap putri bungsunya meminta untuk menekan pengeras suara

"Mbak dimana? Aku sama ibu nyariin mbak dijalan! Kita khawatir!"

"Sabar nak! Mbakmu mau bicara!" Hanum mengingatkan putrinya, Hanin malah mencecar kakaknya

"Halo mbak"

"Mbak ada dirumah sakit! Kamu kesini!"

"Rumah sakit mana?" Tanya Hanin penuh kekhawatiran

"Mbak kirim sharlok" Panggilan ditutup, Hanin menerima notifikasi alamat sebuah rumah sakit

Tanpa menunggu lagi, mobil yang dikendarai Hanin melaju menuju sebuah rumah sakit dimana Hanna dirawat

"Terima kasih sus" Hanna menyerahkan ponsel milik suster

"Sama-sama nyonya!" Setelah itu suster tersebut melakukan pemeriksaan pada Hanna

"Apa saya bisa melihat anak saya?" Tanya Hanna

"Putri anda akan diantar kesini setelah kondisinya stabil!" Hanna mengangguk, kemudian pintu kamar rawat inap tersebut terbuka dan menampilkan seorang pria muda nan tampan

"Selamat pagi dokter Rama"

"Selamat pagi sus, bagaimana keadaannya?" Tanya Rama lalu menatap kearah seorang wanita yang sudah membuka matanya

"Sudah stabil, beliau juga sudah mengabari keluarganya. Sebentar lagi akan tiba" Setelah suster wanita itu selesai dengan pekerjaannya, dia pun keluar dari ruangan tersebut

Rama menatap lekat wanita cantik didepannya, walaupun dengan wajah yang pucat, tidak mengurangi kadar kecantikannya

"Siapa namamu?" Tanyanya dengan suara rendah

"Hanna" Entah kenapa Hanna merasa gugup dipandangi seperti ini oleh seorang pria

"Apa kamu memiliki masalah?"

"Ti-tidak" Jawab Hanna gugup

"Artinya malam itu kamu hanya bertindak bodoh dengan mencoba untuk mengakhiri hidup mu?"

Hanna mengangkat wajahnya, ia coba mengingat wajah seorang pria yang menyelamatkan dirinya semalam

"Apa anda yang.."

"Iya, dan karena hal itu anda hampir kehilangan putri anda"

Hanna benar-benar merasa bersalah, ia adalah ibu yang buruk, bagaimana bisa ada seorang ibu yang berpikir untuk menghabisi anaknya sendiri

Pintu dibuka, dua orang wanita beda usia masuk dengan wajah risau. Rama dapat menebak jika dua orang ini adalah keluarga Hanna

"Hanna" Pekik Hanum saat melihat putrinya terbaring lemah

"Ada apa mbak? Kenapa mbak sampai berada dirumah sakit?" Deretan pertanyaan Hanin berikan

"Apa kalian keluarganya?" Tanya dokter Rama

Hanin mengangguk "Saya adiknya dan ini ibunya"

"Apa ada yang bisa ikut saya sebentar? Ada hal penting yang ingin saya sampaikan" Hanin menatap sang ibu lalu mengangguk

"Biar saya saja dok" Hanin menawarkan diri

Hanin keluar bersama seorang dokter pria. Keduanya kini telah berada diruang pribadi Rama

"Saya ingin bicara tentang kakak anda"

"Ada apa dengan kakak saya? Dia baik-baik saja kan dok? Lalu bayinya?" Cecar Hanin membuat Rama kesulitan menjawab

"Saya akan menjawab pertanyaan anda satu persatu" Hanin diam mendengarkan penjelasan dari sang dokter

"Nyonya Hanna melahirkan bayi perempuan, kondisinya mulai stabil dan sekarang tengah mendapat perawatan di NICU" Hanin mengangguk

"Lalu kakak saya?"

"Saya akan bicara tentang keadaan nyonya Hanna" Dokter Rama terlihat serius "Saya menemukan Hanna semalam di jembatan, dia akan melakukan percobaan bunuh diri"

Hanin terbelalak, bagaimana bisa kakaknya berpikir seperti itu? Apa yang sudah terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

1
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
falea sezi
cpet cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!