Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.
Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.
Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 : Jerman
Keesokannya Zianca telah membuat janji untuk bertemu dengan Pak Cahyadi. Mereka berencana untuk pergi membuat passport dan visa milik Zianca. Sebelumnya Pak Cahyadi tampak menyodorkan sesuatu pada Zianca.
"Zi.. Ini uang pendaftaran dan administrasi beasiswa kamu kemarin.. Sama ada tambahan uang saku juga.." ujar Pak Cahyadi menyodorkan amplop berwarna putih yang tampak sangat tebal.
"Kenapa pak? Apa saya ga lolos ya beasiswanya??" tanya Zianca bingung menerima amplop itu.
"Lolos kok.. Hanya saja kamu dapat beasiswa bantuan dari pemerintah sebagai murid berprestasi.." jelas Pak Cahyadi. "Tapi.. Untuk kampusnya.. Kamu tidak bisa memilih.." tambahnya.
"Tapi tetap di Jerman kan Pak??"
"Ya.. Tentu.. Tapi itu kampus swasta.." jelasnya lagi.
"Tidak masalah Pak.. Selagi itu masih di Jerman.." angguk Zianca setuju.
"Kenapa harus di Jerman?" tanya Pak Cahyadi penasaran.
"Hmm.. Saya ingin mendaftar di camp sukarelawan pak.. Mereka menerima mahasiswa dari luar negeri untuk bekerja paruh waktu disana.."
"Kau tidak perlu bekerja selama disana.. karena akan mendapat uang saku bulanan.. Dan semua juga di tanggung.."
"Bagaimanapun saya juga harus punya penghasilan tambahan Pak.." ujar Zianca lirih.
"Oh.. Begitu ya? ya terserah kamu saja.. Selagi itu tidak mengganggu jadwal di kampusmu.."
"Tentu tidak pak.. Saya akan mengaturnya sebaik mungkin.." ucap Zianca yakin.
"Baiklah kalau begitu.. Ayo kita urus berkas-berkas kamu.."
...----------------...
Aaron, Fina dan Puput kini tengah bertemu di perpustakaan. Mereka datang menghampiri Aaron setelah mengatur janji temu sejak malam sebelumnya.
"Ada kabar apa Ron soal Zianca?" seru Fina berbisik.
"Dia baik-baik aja kok.."
"Dia sebenarnya ada dimana sih??" tanya Puput penasaran.
"Dia ada di guest house.. Dia lagi persiapin beasiswa keluar negeri.."
"What??!! Serius lo Ron?? Lo tau darimana??" seru Fina kaget.
"Dia nggak ada cerita sama kita.." timpal Puput kecewa.
"Gue tau semua soal Zianca.. Apa sih yang nggak gue tau..?" celetuk Aaron sombong.
"Dia baik-baik aja kan?? Makannya teratur kan??" tanya Puput khawatir.
"Dia pasti baik-baik aja.. Karena dia punya plan yang besar.." jawab Aaron menenangkan mereka berdua.
"Jadi lo manggil kita kesini kenapa?"
"Gue bakal pindah keluar negeri.. Jadi gue mau minta tolong sama lo berdua buat jagain Zianca sampe dia berangkat ke Jerman.."
"Jadi Zianca mau kuliah di Jerman?" celetuk Fina kaget.
"Iya.." angguk Aaron pelan.
"Wait.. Lo bilang lo mau pindah keluar negeri??" timpal Puput.
"Iya.." angguk Aaron lagi.
"Kalian kenapa sih pada keluar negeri??" seru Fina kesal.
"Gue bisa bantu kalian berdua buat kuliah bareng Zianca.." gumam Aaron tampak memikirkan sesuatu.
"Hmm.. Aku nggak bakal di izinin ron.." sahut Puput.
"Kalau gitu bantu gue !!" seru Fina yakin.
"Lo serius??" tanya Aaron meyakinkan.
"Serius.. tapi lo janji bantuin gue buat dapatin beasiswanya.."
"Tapi.. Bahasa inggris lo bagus kan..??" tanya Aaron tampak ragu.
"Ya baguslah.. Sial*n lo.. gue nggak bego bego amat tau !!" gerutu Fina kesal.
"Thanks God !! Kalau gitu lo pastiin sama keluarga lo.. Segera kabarin gue.. nanti gue kasih tau arahan selanjutnya.."
"Tapi ini beneran kan Ron?? Tapi lo kok bisa yakin banget mau bantuin gue buat beasiswa kuliah di luar negeri??" Fina tiba-tiba tampak ragu.
"Kampus yang bakal kalian datangi itu mitra perusahaan bokap gue.. Gue bakal amankan semuanya.. Jadi pastiin lo juga aman sama keluarga lo.." jelas Aaron.
"Oke.. Gue pasti di bolehin kok, selagi gratis.. Hahahahaha.." gelak Fina terkekeh bahagia. Sementara Puput hanya tampak murung.
Kaka gak ada akhlak