Dia cinta pertama mu, kamu mencintai nya sepenuh hati tapi dia tidak mencintai mu? Selama 2 tahun kamu menjadi istrinya demi membayar hutang dan tidak dianggap? Lagi-lagi menikah karena kontrak?
Cukup! Aku ingin menyudahi semuanya. Begitulah kata Latisha Anindita seorang asisten manager di sebuah perusahaan Fashion ternama di ibu kota yang menikah dengan Raymond Argantara Presdir Argantara grup. Pria dingin yang pernah dia temui.
"Kak, aku mau cerai!"
"Cerai?Jangan mimpi! Bisa apa kamu tanpaku?"
Ketika meminta cerai, pria itu malah tak mau melepaskan nya dan mengikatnya dengan berbagai cara seolah ia adalah tahanan. Lalu kenapa dulu dia mengabaikan nya?
Apakah mereka akan bercerai? Ataukah cinta malah mereka malah semakin kuat?
Temukan jawaban nya di novel ini!
Area 18+
sumber gambar : pinterest
Update setiap hari,bila tidak ada halangan ❤️🙏 pukul 09.00 kalau ada chapter lebih, up sore pukul 2 siang
Mohon maaf bila ada typo dalam penulisan ataupun bahasa yang kurang tertata🙏😊 author juga manusia yang punya banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Jalan terbaik
...Semua telah berakhir...
...'Tak mungkin bisa dipertahankan...
...Hanya luka jika kita bersama...
...Karena jalan ini memang berbeda...
...Semua yang terjadi 'tak akan kembali...
...Jalan kita memang berbeda...
...Namun hati ini 'tak ingin kembali.....
...'Ku yakin kita akan bahagia...
...Tanpa harus selalu bersama...
...'Tak perlu disesali...
...'Tak usah ditangisi...
...Hanya luka jika kita bersama...
...Karena jalan ini memang berbeda, oh-oh...
...'Ku yakin kita akan bahagia...
...Tanpa harus selalu bersama...
...'Tak perlu disesali...
...'Tak usah ditangisi...
...'Ku yakin ini jalan terbaik...
...Walau kita 'tak lagi berdua...
...'Tak perlu disesali...
...'Tak usah ditangisi...
...🍀🍀🍀...
Perasaan Tisha kembali berdebar saat pria itu mengutarakan cinta padanya. Namun, ia kembali pada kenyataan bahwa dirinya tak mau terluka lagi. Hubungan mereka dari awal sudah salah, apa yang bisa dipertahankan? Cinta? kepercayaan? perasaan? Tisha sudah tak mau peduli lagi, yang terasa saat ini adalah sakit hatinya.
Kata-kata cinta yang meluncur dari bibir dan dari lubuk hati Ray yang terdalam. Kini sudah basi untuk Tisha. Kata-kata yang ingin ia dengar selama ini, sudah terucap dari mulut Ray, pria yang sangat ia cintai. Cinta pertamanya..
Lalu apakah tanggapan Tisha dengan pernyataan dari suaminya itu?
Tisha meminta si supir taksi untuk menunggu nya sebentar lagi.
"Aku cinta kamu Latisha, aku benar-benar mencintai kamu.." dengan bibirnya yang gemetar, Ray mengungkapkan cintanya. Di tengah jalan di depan apartemen mantan pacarnya yang baru saja tidur bersamanya. Sungguh sangat mengharukan dan sangat ironis.
"Oh ya? tapi sayangnya, aku tidak mencintai mu kamu lagi. Selanjutnya.. mari kita bertemu di pengadilan" ucap Tisha memberanikan dirinya, ia tak tahan lagi dengan air mata yang terus ditahannya.
Tisha segera memalingkan wajahnya dari Ray, menepis tangan pria itu dan masuk ke dalam taksi dengan buru-buru.
"Jalan pak!" ujar nya pada supir taksi
"Baik mbak" jawab supir taksi itu sambil menancapkan gas dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Ray meneteskan air matanya, ia kehilangan akal sehatnya. Ray berlari mengejar taksi yang membawa istrinya pergi. Dengan telanjang kaki, ia seperti pria yang dicampakkan oleh seorang wanita.
"Latisha!! kamu salah paham!! aku benar-benar serius, aku cinta kamu!!"
Sam, Andrew, kalian berbohong! kalian bilang kalau aku mengatakan cintaku padanya, dia tidak akan meminta cerai padaku. Lalu kenapa dia malah meminta cerai dan semakin marah padaku?! sebenarnya apa yang terjadi semalam? seingat ku, aku sedang minum bersama dua orang menyebalkan itu.. mengapa aku bisa berada di apartemen Zee?
Ray kembali ke dalam apartemen Zee untuk mengambil barang-barang nya yang tertinggal. Hal yang pertama ia cek adalah ponselnya.
"Sayang, kamu sudah datang?ayo makan dulu sup nya, kepalamu pasti pusing" kata Zee sambil memeluk Ray dari belakang, suara manisnya terdengar genit
Ray melepaskan kedua tangan cantik yang memeluknya itu."Kenapa bisa kamu begitu tidak tau malu?!" tanya Ray sinis
"Seperti nya aku sudah kehilangan rasa malu ku. Itu semua karena kamu semalam, kita sudah melakukannya. Apa lagi yang bisa membuatku malu?" Zee tersenyum manis, ia sengaja mengibaskan rambutnya, untuk memamerkan tanda merah yang sudah diberikan oleh Ray padanya
"Apa yang sebenarnya terjadi? aku meminta penjelasan darimu?!" ujar Ray dengan suara yang meninggi, emosi pada gadis cantik yang tidak tahu malu dan hanya memakai dalaman saja di dalam apartemen nya itu.
"Penjelasan? bukankah kamu sudah lihat sendiri apa yang terjadi Ray? dua orang dengan tubuh telanjang di pagi hari, menurutmu apa yang terjadi? bahkan istrimu saja mengerti apa yang terjadi," ucap Zee dengan senyuman santainya, ia duduk di kursi sambil memakan sup yang dibuatkan oleh Tisha.
"Kamu! aku yakin aku tidak melakukan apapun padamu! katakan yang sebenarnya Zee? jangan buat aku marah!!" teriak Ray emosi, ia tak percaya kalau ia sudah melakukan itu bersama Zee.
"Aku tau kamu akan berkata seperti itu, jadi aku sudah menyiapkan nya untuk berjaga-jaga" Zee berdiri dari tempat duduknya dan membawa ponselnya yang ada di meja.
Zee menunjukkan sebuah video yang membuat Ray tidak bisa berkata-kata lagi. Video mesum, dimana disana Ray memang yang memaksa Zee melakukan hubungan itu dengannya. Ray baru ingat kalau ia salah mengira bahwa Zee adalah Tisha, makanya Ray melakukan itu pada Zee.
🎶🎶
"Lepaskan aku Ray.. jangan.."
"Aku cinta kamu.. .. AHHHHHH"
Begitulah suara video akhir itu terdengar dari ponsel Zee. Zee mematikan ponselnya setelah menunjukkan video itu, kemenangan ada ditangannya.
Kamu tidak akan bisa bicara apa-apa lagi Ray. Aku sudah menang.
"Kamu sudah lihat kan? kamu yang memaksaku Ray."
"Ini tidak benar, kamu pasti mengedit video nya kan? ini bukan aku.." Ray masih menyangkal apa yang sudah ia lihat di video syur dirinya dan Zee semalam.
"Sudah ada buktinya kamu masih mengelak?! aku sudah tau ini akan terjadi, jadi aku mengirimkan video ini kepada orang yang akan membantu ku membuatmu bertanggungjawab" Zee tersenyum santai
"Apa maksud kamu?! kamu mengirimkan video ini pada siapa?!!" teriak Ray marah pada Zee sampai mendorong gadis itu ke sofa
Apa dia juga melihat video ini? betapa sakit hatinya dia saat melihatnya. Ray memikirkan bagaimana perasaan istrinya yang sudah melihat video antara dirinya dan wanita lain sedang melakukan hubungan intim.
BUGH!
"Ray kamu benar-benar keterlaluan!!" Zee kesal pada Ray yang sudah mendorongnya
Kenapa Ray? kenapa sekarang hanya ada kemarahan saja padaku? padahal aku sudah menyerahkan mahkota ku yang berharga padamu. Kamu masih saja begini!!
Ray pergi dari rumah Zee begitu saja, meninggalkan Zee dengan penuh kemarahan.
"Tunggu saja, kamu pasti akan menikah denganku Ray" ucap Zee penuh keyakinan dan percaya diri yang tinggi
Drett.. dret...
Ponsel Zee berdering, ia segera mengangkat telponnya itu.
"Halo, Tante.."Zee tampak senang menerima telpon nya itu.
"Halo Zee,"
"Semuanya sudah beres kan Tante?" tanya Zee dengan senyuman liciknya
"Kita tinggal menikmati hasilnya saja, kamu tunggulah. Kabar baik akan segera datang padamu"
"Tentu saja Tante" jawab Zee dengan senyuman kemenangan di bibirnya.
🍁🍁🍁
Tisha masuk ke dalam rumah yang selalu menjadi tempatnya untuk pulang. Rumah itu adalah rumah yang menjadi tempat tinggalnya bersama Ray selama dua tahun. Begitu banyak kenangan di rumah itu.
Hatinya terasa berat dan perih saat memandangi foto pernikahan mereka yang terpampang di dinding.
"Pada akhirnya hubungan yang tidak dilandasi dengan cinta yang hanya berlandaskan kontrak. Harus berakhir juga pada hari ini." Perihnya hati Tisha mengingat pernikahan nya bersama Ray, walau hanya kontrak tapi Tisha benar-benar tulus mencintai suaminya bahkan sebelum mereka menikah.
Apalah daya nya, yang mencintai tapi tidak dicintai? Pernikahan tanpa cincin, tanpa cinta ini sudah sangat menyakiti hatinya. Tisha sudah lelah dengan cinta sepihak yang sudah membuat batinnya terluka cukup parah.
Gadis itu membereskan barang-barang nya ke dalam koper. Tidak banyak barang yang ia bawa. Tisha mengambil bingkai foto dan mengambil foto itu, memisahkannya dari bingkai. Foto itu adalah foto Ray dan Tisha pada saat di pesta ulang tahun perusahaan.
"Izinkan aku memiliki yang satu ini ya kak Ray?"
Tes, tes, tes
Air mata membasahi foto itu, lalu ia buru-buru mengusap air matanya yang membasahi foto itu.
Sebelum Ray kembali, Tisha segera pergi dari rumah itu membawa kopernya bersamanya. Gadis itu masih saja menangis.
Tisha meletakkan secarik kertas dan sebuah kertas kecil di atas secarik kertas yang tampak seperti surat itu.
"Selamat tinggal"
...---***---...
hanya karena authornya wanita jadi semua kelakuan menjijikan tisha mereka bela dan benarkan
lihat saat tisha melakukan kesalahan2 bahkan kesalahan paling menjijikan sekalipun semudah itu dimaafkan dan kalian buat ray karakter bodoh dan tidak tegas semudah itu menerima semua kelakuan tisha
bandingkan
saat kalian buat ray yang melakukan kesalahan, kalian buat dia menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang kayak orang bodoh, dan kalian buat karakter tisha tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
ini yang kalian anggap adil, ini adalah hasil pemikiran egois kalian sebagai wanita dan kalian tuangkan kedalam novel maka jadi lah novel munafik
dan satu lagi kemunafikan wanita yang tidak pernah hilang
*kalian melaknat pelakor tapi kalian begitu memuja pebinor bahkan begitu spesialnya sosok ini hingga bisa merasakan tubuh iatri orang
renungkanlah