Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 : BAYI KEMBAR
...BAYI KEMBAR...
Wanda mondar mandir di lorong rumah sakit, hatinya gundah gulana menunggu kelahiran anak Vivian dan Keanu.
Ketika Dokter mengatakan keadaan Vivian yang kritis, Hati nurani tergerak untuk menghubungi Keanu. Ia takut salah satu di antara mereka tidak akan selamat.
Kebimbangan bergejolak di dalam dirinya, hatinya menyuruhnya untuk melupakan dendamnya, namun pikirannya terus terbayang-bayang dengan sosok Keanu yang memadu kasih dengan Vivian.
Dan nama Radit muncul di dalam kepala Wanda, setidaknya ada seseorang yang mendampingi Vivian.
Wanda membuka ponsel milik Vivian, lalu mengirimi pesan kepada Radit.
Begini bunyinya :
To : Radit
Halo Radit, ini Wanda. Aku mau memberitahu kalau Vivian sekarang ada di rumah sakit, kalau pekerjaan kamu sudah selesai, secepatnya datang kemari. Di rumah sakit Cipto Mangunkusumo.
Salam hangat
Wanda
Dengan begini Ia tidak terlalu kejam kepada seorang wanita yang akan menjadi seorang Ibu, perjuangan Vivian layak mendapatkan belas kasihnya.
Dah....Dig....Duk....
Seperti itulah jantung Wanda, berdebar sangat keras, sesekali Ia mengigit jari-jari kukunya, dan dari wajah Wanda terlihat pucat pasi.
Kecemasan juga terjadi di dalam ruang operasi, seorang Dokter mengatakan kepada suster untuk membius pasien segera, karena mereka harus melakukan operasi Caesar.
Sebelum menjalankan operasi, Vivian akan dibius lokal (anestesi lokal) pada beberapa bagian tubuhnya.
Vivian juga diberi anestesi epidural atau spinal, yang membuat Ia tidak akan merasakan sakit pada bagian bawahnya selama operasi, tetapi Vivian dalam keadaan sadar selama operasi caesar.
Artinya, Vivian dapat melihat bagaimana proses kelahiran bayinya.
Selain itu, Vivian juga akan diberi obat tambahan untuk memastikan bahwa bagian bawah tubuhnya benar-benar mati rasa.
Tubuh Vivian juga akan dimasukkan kateter untuk menampung urin (kencing) selama operasi.
Suster juga memasang selang infus ke tubuh Vivian, sebelum operasi dimulai. Antibiotik mungkin akan diberikan melalui infus untuk mencegah Vivian mengalami infeksi setelah operasi.
Selanjutnya, suster mencukur rambut pubis (********) Vivian, gunanya untuk memudahkan jalan untuk dilakukan sayatan.
Setelah semua proses di lakukan, Dokter bersiap untuk tahap selanjutnya, dalam melakukan operasi Caesar.
Suster memberikan obat bius ke tubuh Vivian, sesudah obat bekerja pada tubuh wanita itu, Ia akan memberikan antiseptik yang dioleskan pada bagian perut Vivian.
Kemudian dokter mengambil pisau bedah untuk membuat sayatan kecil pada kulit di atas tulang ******** Vivian. ada tetesan air yang mengucur di wajahnya sang Dokter.
Dokter akan menyayat kulit Vivian secara perlahan sampai tembus di bagian rahim. Dari pertama kali sayatan ini dibuat sampai bayi lahir, kurang lebih membutuhkan waktu sampai 30 menit paling lama. Ketika pisau operasi sudah mencapai otot perut, dokter membuka jalan secara manual. Dan ketika dokter sudah mencapai rahim, dokter akan memotong secara horizontal pada bagian bawah rahim Vivian.
Saat ini, dokter sudah melihat kepala bayi Vivian, kemudian dokter menarik keluar kepala bayinya.
Vivian dapat melihat kepala bayinya yang sudah di atas perutnya, lalu Dokter memotong tali pusar bayinya.
Terdengar suara tangisan dari seorang bayi, berjenis kelamin laki-laki.
" Oeeee....oooeeee.... "
Bayi mungil dengan kulit yang memerah menggeliat di tangan sang Dokter, lalu menyerahkannya kepada suster untuk di bersihkan.
Vivian bisa melihat bayinya telah lahir ke dunia dengan selamat, tangisannya membuat rasa sakit yang Ia rasakan hilang dalam sekejap.
Mata Vivian berkaca-kaca saat melihat wajah anaknya, tangis haru menetes di pelupuk matanya.
Dokter mau mengeluarkan plasenta, Namun yang Ia pegang justru kepala bayi lainnya.
" Suster " Kata Dokter memanggil suster untuk segera menghampirinya.
" Iya Dokter " Jawab Suster mendekati sang Dokter sambil meletakan bayi Vivian di box.
" Ternyata masih ada bayi lagi di dalam perutnya " Ucap Dokter sambil menarik kepala sang bayi.
Dokter mengeluarkan bayi kedua Vivian, dengan cara yang sama, dan bayi itu mengeluarkan suara yang lebih melengking dari bayi pertama, bayi berjenis perempuan sudah lahir ke dunia.
Dokter menyerahkan bayi kedua kepada suster untuk dibersihkan, tangan Dokter menyeka keringat yang mengucur dari wajahnya.
Dokter hendak mengambil plasenta sang bayi, namun yang Ia pegang adalah ujung rambut.
Sayup-sayup Vivian dapat mendengar percakapan Dokter dengan Suster.
" Wah..wanita ini, melahirkan tiga bayi kembar "
" Suaminya pasti senang mendapatkan, tiga anak sekaligus " Seru Suster menimpali perkataan Dokter.
Dokter memandangi wajah Vivian dengan tersenyum. wanita yang sangat hebat, Puji Dokter di dalam hatinya.
Suster melihat mata Vivian mulai kelelahan, berusaha untuk menepuk-nepuk pipinya dengan lembut, supaya tetap sadar.
Saat Dokter mengeluarkan bayinya yang ketiga ada kejanggalan pada tubuh si bayi, Ia terlihat berbeda dengan kedua saudaranya.
Dari tubuh bayi ketiganya tampak semburat kebiruan atau kehitaman pada bibir, kulit, atau jari-jari( sianosis).
Tubuhnya tampak kelelahan dan kesulitan bernapas, dan memiliki berat yang tidak normal pada umumnya. Terjadi pembengkakan pada tungkai, perut, atau area sekitar matanya. dan terakhir tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
Dokter menyerahkan bayi terakhir kepada suster untuk dibersihkan, kali ini tangannya memegang plasenta dan mengeluarkannya dari perut Vivian.
Proses operasi belum selesai, dokter harus melakukan penutupan dengan cara menjahit sayatan kembali. Ini merupakan hal yang paling rumit saat menjalani operasi caesar
Lalu Dokter menjahit perutnya, jahitan ini yang digunakan untuk menutup rahim Vivian, dan lama-kelamaan akan bersatu dengan tubuhnya.
Lapisan kulit paling luar akan ditutup dengan jahitan atau staples, yang biasanya akan menghilang 3 hari sampai seminggu.
Proses operasi pada umumnya selesai dalam waktu tiga puluh menit, tapi karena Vivian melahirkan tiga bayi kembar, memakan waktu satu jam lebih.
Saat semua operasi sudah selesai di lakukan, mata Vivian benar-benar kelelahan, Ia tidak sanggup lagi menahan kantuknya. Suster membiarkan wanita itu menutup matanya untuk beristirahat sejenak.
Lampu ruang operasi mati, dan Dokter kelaur dari dalam dengan penuh keringat di wajahnya.
" Dokter, bagaimana keadaan adik saya ? " Tanya Wanda dengan cemas.
" Adik anda sekarang sedang istirahat, saya ucapkan selamat untuk kalian berdua. " Kata Dokter sambil mengulurkan tangannya.
Wanda bersalaman dengan tangan Dokter, dan menanyakan kabar sang bayi.
" Bagaimana dengan bayinya, Dok ? " Tanya Wanda dengan jantung berdebar kencang.
" Bayinya juga selamat, dan mereka kembar " Jawab Dokter sambil tersenyum.
Perasaan Wanda senang bercampur dengan rasa iri, betapa beruntungnya Vivian memiliki anak sekaligus tiga.
Tuhan sangat tidak adil kepadanya, mengapa hanya Vivian yang di anugerahi seorang anak.
Kenapa, rahimnya tidak di berikan kesuburan ?
Wanda berpikir sejenak, untuk membuat sebuah rencana yang terlintas di kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk baca terus, dan jangan sampai ketinggalan 😁😁
Tunggu di chapter selanjutnya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukung aku, seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩