Zara gadis berusia 18 tahun yang terobsesi ingin mempunyai uang banyak agar bisa membahagiakan orang tua & keluarganya
Ternyata setelah lulus bukan pekerjaan sesuai yang didapat sesuai basic sekolahnya tapi Zahra malah menjadi sekertaris seorang Ceo dingin ,pelit bicara dan suka perintah seenaknya
Bagaimanakah kehidupan Zahra setelah menjadi Sekertaris CEO dingin itu ?
Yuk baca novel pertama ku ini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeezaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 Syarat
Saat Mama Zen dann Malik masuk ke ruang rawat Ryan.
" Ryaaannn... Lo ya " Malik shock lihat Ryan dan Zahra tidur berpelukan.
" Ssstt berisik deh lo lik masih pagi, Ara masih tidur ini " ucap Ryan berbisik.
Zahra terlihat menggerakkan tubuhnya, terbangun lalu kaget melihat ada Mama Zen dan Malik.
" Ah maaf Ma, bang, ini tidak seperti yang mama fikirkan , aku dan Hubby ga ngelakuin apa-apa. eh Mas Ryan maksud saya " ucapan Zahra gugup disambut senyum oleh Mama Zen
Zahra terlihat seperti pasangan yang tertangkap basah.
Malik memicingkan matanya tajam.
" Apaan sih Lik, ini ga seperti yang lo lihat. gue ga apa-apain adek lo" tegas Ryan menekankan kalau Zahra memang hanya menganggap Malik abangnya.
" Ya memang sih kita udah berpacaran ya kan honey " Ryan mengangkat alisnya naik turun
" Aissshh maaf ma, Bang aku bisa jelaskan nanti. aku ke kamar mandi dulu ya " pamit Zahra buru-buru hingga ia lupa membawa handuk dan baju gantinya.
" Sayang benar apa yang kamu bilang?, " tanya mama heran.
" yes mam" sahut Ryan ceria.
tak lama suster masuk unntuk melepas infusan karena Ryan sudsh boleh pulang.
" ah anak mama hebat, segeralah datangkan cucu untuk mama " peluk Mama Zen.
" Ma kita baru jadian semalam ma, tidsk secepat itu " ucap Ryan
Tak lama terdengar suara dari kamar mandi.
" Bang, abang tolong ambilkan handuk dan baju ku bang " teriak Zahra
Dengan sigap Ryan yang sudah dilepas infusnya beranjak turun dari kasurnya.
" Sebentar aku ambilkan honey, aku tak akan biarkan laki-laki lain menyentuhmu " celoteh Ryan
Malik geli mendengarnya " Lebay tau ga"
" Ngga " sahut Ryan
Mama Zen senang akhirnya Ryan menbuka hati untuk wanita.
" Hon, buka pintunya ini baju dan handuk mu " Ryan mengetuk pintu . saat pintu terbuka Ryan ingin masuk.Dan pintu langsung di tutup kencang oleh Zahra dari dalam.
Hampir saja hidung mancung Ryan terkena pintu
" Hahaha " Malik tertawa terpingkal-pingkal
Zahra keluar dari kamar mandi, Lalu menghampiri Mama Zen dan menyium tangannya.
" Maaf ma tadi aku langsung mandi hehe " Ujar Zahra.
" Gak apa sayang, nanti kamu juga akan terbiasa bertemu mama setiap bangun tidur " balas Mama.
Pipi Zahra merona malu mendengarnya.
" Kamu udah jadi calon mantu mama nih ceritanya " Goda Mama Zen.
" Mah udah dong ,Ara malu mah kasian " bela Ryan.
Mama tertawa.
" Hmm mama setuju ma aku dengan Mas Ry? " tanya Zahra memastikan.
" Of course sayangku ,mama happy tentang ini dan papa sudah pasti senang pastinya .ah mama kabarin papa dulu "
Mama Zen mengambil handphone di tas mahalnya itu.
" Ra mau sarapan apa? aku pesankan ya " ucap Ryan
" kayaknya ga sempat bi, aku makan di kantor aja,aku sarapan susu aja disini " sahut Zahra sambil meminum susu UHT yang ada di kulkas
tak lama..
" papaaaa.,kita akan segera mempunyai cucu " teriak mama Zen di telepon genggamnya.
" Uhuk uhuk " Zahra tersedak mendengarnya
" Ma barbar banget deh udah tua juga " cibir Ryan
Mama mengabaikan perkataaan Ryan lalu tetap menelpon suaminya.
.
" Gimana Ry, jadi ke negara P sekarang " goda Malik
Zahra menoleh ke arah Ryan meminta jawaban
" Eh hehe ga jadi " Ryan garuk-garuk kepala
" Katanya mau pergi pagi-pagi sebelum Ara bangun " goda Malik lagi sambil menahan tawa.
" kenapa ga jadi ? " Tanya Zahra menatap Malik tajam.
" Lik lo tega deh , gue baru jadian semalem loh ". lirih Ryan
" Aku beresin barang-barang aku dulu ya " Ucap Zahra meninggalkan obrolan Malik dengan Ryan.
" Resek lo " Malik ditimpuk bantal oleh Ryan
" haha, biarin,, btw Administrasi lo udah gue urus tadi.kita tinggal out aja.dan Lo masuk apa cuti hari ini " tanya Malik
" Kalo gue libur, ara bisa temanin gue ga?" tanya Ryan
Malik menjawab cepat " No, jadwal meeting gue dan Ara hari ini Full dari jam 10 sampai jam 3. ucap Malik "
" jam 10 kita meet dengan team tentang project baru dan after lunch kita meet dengan SW group " lanjut Malik..
uhuk ,Ryan kaget
" SW group? siapa yang hadir ? " tanya Ryan
" ya seperti kemarin lo ketemuan mungkin " ucap Malik santai
" Bisa batal ga? "
tanya Ryan
" Ya ga bisa bambang, ini kan meet final keputusan kontrak kita "
Ryan bergegas meninggalkan Malik menuju ke toilet untuk mandi dan bersih-bersih , lalu bersiap dengan setelan kemeja dan celana bahannya.
" kesambet " ucap Malik
"kenapa sih dengan SW group " tanya Malik
" mantan Ara " jawab Ryan singkat sambil melirik Zahra yang sedang mengobrol dengan ?Mama Zen.
" seriusan ? yang mananya " tanya Malik.
" Sapta " ucap Ryan sebal.
" Selera Ara emang canggih " Malik memanasi Ryan sambil tertawa.
" Rusuh lo ya " kesal Ryan sambil berjalan menghampiri Zahra.
" Honey,kamu ga usah masuk aja ya hari ini, biar urusan kerjaan hari ini aku dan Malik yang handle " ucap Ryan.
" Eh koq tumben ,biass kamu selalu membawa Ara Ry, " tanya Mama Zen
" Bi, jangan bilang cemburu deh sama Sapta " ucap Zahra.
Ryan memegang pundaknya lalu tertawa kecil.
" aku hanya ga mau kamu kecapean honey " ujar Ryan membela diri.
" Sebentar ya Ma dan bang aku bicara dengan Mas Ryan dulu " Izin Zahra
Zahra menarik tangan Ryan.
setelah agak menjauh dari Mama Zen dan Malik.
" Bi, aku suka kamu cemburu,tapi please ini tentang kerjaan bi. kalau kamu seperti melarang aku ketemu dengan Sapta itu tandanya kita ga profesional dalam perkerjaan. atau kamu ga percaya aku ya? " ujar Zahra.
" Aku percaya hon, cuma aku takut kamu keinget masa lalu juga first kiss kamu dan takut kamu teletubbiesan lagi dengan dia di depan aku " lirih Ryan
Zahra menghela nafasnya ,ampun deh si bos dingin ini kalau udah cemburu " Kalau kamu takut,takut, dsn takutin aku begini begitu, kamu ga percaya namanya sama aku. "
Ryan menghela napasnya dalam-dalam.
" Oke kamu masuk "
" Gitu dong bi dari tadi. kan jadi makin sayang " Zahra memeluk Ryan.
" Ada 2 syarat tapi ya " ucap Ryan.
" Hmmfft segala ada syarat bi " keluh Zahra
Ryan mendekatkan telinganya ke Zahra lalu berbisik " Syarat pertama Hot kiss kedua kamu harus mengakui aku sebagai pacar kamu bukan boss kamu di depan Sapta. " ujar Ryan .
" Syarat pertama berat ya bi. "
"tentu tidak honey itu ssngat mudah, mau kita coba disini ? " tanya Ryan mengangkat alisnya keatas bawah.
Gantian Zahra berbisik di telinga Ryan " syarat pertama di kantor aja ya bi siang nanti setelah selesai meeting dengan team marketinng. "
" sebelum juga dong ,buat penyemangat "
" Hmmm cup cup cup , udah jangan protes " seloroh Zahra...
Ryan tersenyum senang melihat tingkah Zahra yang terlihat gemas di matanya itu.
" Siap Nyonya boss, " berjala sambil bergandeng tangan.
Mama Zen dan Malik tersenyum melihatnya.
" Mama happy Lik " ucapnya
" Iya Ma, aku juga " timpal Malik walau perih.
.
.
.
Sabar ya babang Malik, sesabar otor minta like dan koment juga hadiah dari para reder
Maafkan jika Banyak Typo bertebaran ,🤗
laki-laki setengah matang ✅