Nandini adalah seorang gadis remaja yang cantik, berkulit putih, rambut lurus hitam pekat panjang, mata yang bulat indah.
Nandini yang baru putus dengan sang pacar yang bernama Tomy karena di selingkuhi pun harus menerima kalau dirinya akan di jodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak di kenalnya sama sekali.
Kalau pun Nandini tau, Nandini pasti bakal menolaknya karena pria ini adalah dambaan setiap kaum hawa, yang dimana nantinya Nandini akan terus merasakan sakit hati karena popularitas pria yang di jodohkan nya bertolak belakang dengannya yang hanya mahasiswi biasa. Namun dugaan nya itu salah besar!
Akankah keduanya saling jatuh cinta? Atau malah akan sebaliknya?
Hem ... jangan lupa ikuti terus kisahnya deh, karna novel ini masih ongoing ya🤗
Bantu support karyaku ini♥️
Tinggalkan jejaknya dengan mengklik love, favorit, komen and dukungannya, ya🥰
Salam santuy dari author_lemot😍
RIMU06♥️💚🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karina the dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Milikku.
Nandini pun mengangguk, lalu berlari menaiki anak tangga itu, walau pun Kenzy sudah melarang nya berlari menaiki anak tangga, tapi sepertinya Nandini tak mendengarkan apa kata Kenzy.
Sebelum Kenzy menghampiri Nandini, Kenzy pun menelpon asisten nya dulu untuk memberitahukan sesuatu yang penting atas Nandini.
Setelah selesai, Kenzy pun langsung naik ke dalam lift, dan langsung menuju ke kamar nya. Nandini pun sudah duduk di sofa nya dengan gelas berisi air hangat yang di genggam nya.
Kenzy pun langsung mengambil handuk, dan melakukan ritual mandi nya, sebelum menghampiri Nandini.
...****************...
Kenzy pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk selutut, dan pas sekali saat Nandini menengok, Nandini langsung kaget, dan melemparkan bantal kecil ke bagian tubuh nya Kenzy, dan membuat si handuk jadi melorot sempurna.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ... mesum sekali kau tuan muda." teriak nya sambil menutup mata nya dengan kedua tangan nya. Kenzy pun langsung buru-buru mengambil handuk yang jatuh itu, dan memakai nya kembali.
"Ah rupa nya kau tidak sepolos yang aku fikir kan, kalau memang kau mau melihat nya lihat saja, tidak usah berpura-pura menutup matamu dengan jari lentik mu itu," senyum kecil pun menghiasi bibir nya Kenzy.
"Saicho ... mendingan lo pake dulu baju nya, gak usah banyak omong dulu, lo sengaja, ya, mau mengotori mata suci gue, hah." teriak nya dengan kesal.
Kenzy pun langsung memakai bokser, dan tetap membiarkan perut six pack nya terlihat, lalu duduk di samping nya Nandini, yang kini sudah membulatkan mata sempurna, karena ulah Kenzy.
"Ngapain malah di seng___ mmm___ mmm___" Kenzy pun langsung mendaratkan ciuman pertama nya di bibir ranum milik istri nya.
Nandini pun sedikit memberontak, namun kalah tenaga dengan suami nya itu, Kenzy pun terus memaksa Nandini untuk membuka mulut nya, namun tetap Nandini enggan menerima ciuman itu.
Perlahan Kenzy pun melepaskan ciuman itu, dan menatap lekat wajah nya Nandini.
"Kenapa tidak merespon sedikit pun, bukan nya itu yang kau mau."
"Cihhh ... siapa juga yang mau," balas nya.
"Lebih tepat nya aku yang mau. Tubuhmu, dari ujung kepala sampai ujung kaki itu milikku. Jadi kalau pun aku menginginkan nya, seharus nya kau layani aku, bukan malah membiarkan nya."
"Akan aku pastikan seluruh tubuhku ini, hanya untuk seorang suami yang aku cintai, dan kau ... sama sekali tidak aku cintai." lalu Nandini berpindah tempat duduk dari samping nya Kenzy jadi di kasur king size milik Kenzy.
Kenzy pun kembali berdiri, dan melangkahkan kaki nya pelan untuk menghampiri Nandini, dan mencoba nya walau pun nanti nya akan gagal lagi.
Aku tidak akan menyerah kali ini, tapi tidak untuk memaksamu. Kenzy.
Nandini pun sudah mulai waspada akan serangan dari Kenzy, Nandini pun mulai memundurkan tubuhnya ke belakang, dan malah mentok di dinding, sehingga membuat nya terjebak tak bisa kemana-mana karena tangan nya Kenzy sudah bersandar di tembok di samping leher nya.
Kenzy pun tersenyum miring. "Sudah ku bilang, aku tidak akan membiarkan kam___ emm ... emm ...." pukulan kecil mulai Nandini lakukan, tapi tetap saja tak membuat Kenzy sedikit pun menghentikan aksi nya itu.
Bahkan Kenzy terus saja mencari celah kelemahan nya Nandini untuk bisa masuk menerobos di bagian mulut nya.
Satu cubitan saja mungkin bisa membuat nya melepaskan ciuman itu, dan benar saja Nandini mencubit di bagian purut kanan nya Kenzy, dan membuat Kenzy meringis kesakitan, dan memberhentikan aksi nya, dan sedikit mencengkeram rahang nya Nandini.
Nandini pun menatap wajah nya Kenzy dengan sedikit kesal, dan tatapan nya sudah lebih dingin dari tatapan nya Kenzy.
"Seperti nya kamu sudah berani melawan saya, ya, sekarang. Saya akan pastikan kalau kamu, akan tergila-gila dengan saya, bahkan kamu akan mencintai saya lebih dari saya mencintai kamu." ucap nya, sambil melepaskan cengkraman nya itu secara kasar.
Nandini pun sudah terduduk di lantai, dan berpura-pura pingsan.
Lihat saja tuan muda, siapa disini yang akan mencintai dan dicintai. Gue Nandini Maurelia Hernandang, tidak akan semudah itu jatuh cinta, apalagi sama lo. Akan gue pastikan sendiri, elo benar-benar mencintai gue atau hanya berpura-pura. Nandini.
Raut wajah Kenzy pun sudah terlihat panik, perlahan Kenzy pun berjongkok, dan menepuk-nepuk pipi gemoy nya Nandini.
"Hei bangun, aku tidak menyuruhmu untuk tidur, bangunlah. Sayang." ucap nya begitu lembut, dan terdengar tulus.
Sayang. Dia memanggil ku dengan panggilan sayang, tidak Nandini, kamu tidak boleh terpengaruh hanya karena kata sayang. lagipula tidak akan secepat itu aku percaya. Nandini.
Karena Nandini tak kunjung bangun, Kenzy pun langsung meraih kaos polos nya, dan ponsel nya lalu menelpon pak Ris untuk segera menghubungi dokter Kiki.
Dibalik kepanikan nya sang Kenzy, Nandini pun sudah terlihat menyungging kan senyum nya, namun saat Kenzy kembali menghampiri nya Nandini kembali diam tak bergeming sedikit pun.
"Hei bangun lah, mau sampai kapan kau membuat ku cemas, hah." lalu Kenzy pun mengangkat tubuh nya Nandini, dan di baringkan nya tubuh itu di ranjang.
Ini belum seberapa tuan muda, dulu juga Tomy begitu perhatian denganku, tapi nyata nya dia berselingkuh di belakang ku, dan Keyla adik sepupu ku sendiri yang telah menusuk ku dari belakang. Nandini.
Kenzy pun menggenggam erat tangan nya Nandini. "Bangunlah, maafkan aku yang sudah keterlaluan sama kamu, lain kali aku tidak akan membuatmu seperti ini, aku menyesal. Hei ... ku mohon bangun lah." ucap nya sambil menciumi tangan nya Nandini.
Tak lama dokter Kiki pun masuk ke dalam kamar itu, dan menatap tuan muda nya yang sedang cemas.
"Tuan muda, apa anda sedang sakit." tanya nya sambil berdiri di belakang nya.
"Bukan saya, tapi dia," tunjuk nya pada gadis yang terbaring di samping nya.
Dokter Kiki pun langsung memeriksa keadaan nya Nandini. "Gadis ini tidak demam, suhu badan nya saja normal, darah nya juga normal, mungkin dia hanya sedikit kelelahan tuan muda, biarkan saja dia tertidur. Palingan nanti juga akan bangun dengan sendirinya, dan apabila terjadi lagi, ini resep obat yang harus di tebus nya." ucap dokter Kiki sambil memberikan secarik kertas.
Kenzy pun mengambil nya, dan sedikit membaca nya. "Baik dok, terimakasih."
"Sama-sama tuan muda, kalau begitu saya pamit undur diri dulu." ucap nya sambil menunduk memberikan salam penghormatan, dan Kenzy pun mengangguk.
Setelah itu dokter pun keluar dari kamar itu, dan Kenzy pun menyuruh pak Ris untuk keluar juga. Pak Ris pun menuruti perintah tuan muda nya, dan keluar dari kamar.
Tak lama Kenzy pun menelpon Randri, untuk segera menebus obat yang di tulis di kertas putih itu.
Tak butuh waktu lama, Randri pun sudah sampai mension tuan muda nya.
Tok! Tok! Tok!
Pintu pun di ketuk dari luar.
"Masuk." teriak nya, dan tak lama Randri pun masuk, dan memberikan obat yang di bawa nya.
Kenzy pun hanya menatap sekilas ke arah Randri, dan Randri pun langsung paham, lalu keluar dari kamar tuan muda nya.
Setelah Randri keluar, Nandini pun mulai bangun dari terbaring nya ,dan duduk sambil bersandar.
Tatapan nya masih lurus ke depan, dan membuat Kenzy semakin bingung. Apa fikir nya dia yang keterlaluan, atau memang dia uang lemah.
"Sudah puas kah membuatku cemas, apa kau ingin pingsan lebih lama lagi dari ini." ujar nya sambil mengepalkan tangan nya di hadapan Nandini.
"Kenapa. Bukankah kau tidak perduli denganku, kalau memang kau perduli, kenapa kau begitu kasar denganku," balas nya yang masih enggan menatap Kenzy yang berada di samping nya.
"Sudah ku bilang aku tidak sengaja melakukan nya."
"Baiklah. Aku mau minta sesuatu apa boleh," balas nya sambil menatap ke arah Kenzy.
"Katakan lah, apa pun yang kamu minta pasti ku turuti." ucap nya sambil memainkan ponsel nya.
"Aku minta kamu, untuk tidak mengantarku ke kampus, aku gak mau semua orang menuduh ku yang tidak-tidak,"
"Katakan saja pada mereka, kalau kamu itu istri dari tuan muda Kenzy Azhar Austindra. Beres kan semua nya."
"Tidak segampang itu, mereka gak boleh tahu kalau aku sudah menikah denganmu. Lagipula mereka tidak tahu kalau aku terlahir dari keluarga berada,"
"Kenapa kamu memilih tinggal di kostan yang sempit, dan membiarkan teman-teman mu menghina mu."
"Aku bukan type orang yang mau pamer harta orang tua, lagian aku tanpa mereka gak akan mampu."
"Tenanglah. Mulai hari ini, semua harta kekayaan ku adalah milik mu, jadi kamu bebas mau berbuat apa di rumah ku ini."
"Kalau ku ajak teman ku kesini, apa kau tidak keberatan." Nandini pun menatap manik indah milik suami nya itu.
"Teman yang mana yang ingin kau ajak kemari, ingat lah, tidak ada teman yang sejati apabila dia masih menyakiti hati teman nya. Ku harap kamu mengerti, dan jangan sampai salah pilih dalam berteman."
"Baik tuan muda, dia yang selalu bersamaku suka maupun duka, Hasna. Dia satu-satunya teman yang aku punya sekarang,"
"Hasna. Baiklah kau boleh mengajaknya kemari, lalu bagaimana denganku." tanyanya sambil tetap ber-sitatap dengan bola mata nya Nandini.
"Terimakasih." Nandini pun tersenyum, dan langsung memeluk tubuh nya Kenzy. Mendapatkan pelukan dari seorang gadis yang di cintai memang mampu membuat hati berbunga-bunga. Seperti hatinya tuan muda Kenzy.
Setelah sadar yang di peluknya adalah tuan muda, Nandini pun langsung buru-buru melepaskan pelukan itu. "Maaf tuan muda, aku tidak sengaja memeluk mu."
"Tidak masalah, aku senang jika kau memeluk ku seperti itu, tidak usah terlalu sungkan dengan ku, aku kan suami mu, jadi kau tidak perlu sungkan untuk meminta hak mu, sebagai istriku." Kenzy pun mengusap pucuk kepala nya Nandini dengan lembut.
"Itu tidak perlu tuan muda, aku masih ingin berkuliah, dan aku tidak mau cepat hamil, atau nanti kuliah ku akan terganggu karena aku tengah mengandung anak mu,"
"Kenapa. apa kau tidak mau mengandung anak ku." tanya nya sedikit kecewa dengan pernyataan Nandini barusan.
"Bukan begitu maksud ku tuan muda, aku akan menyelesaikan tugas kuliah ku dulu, setelah itu baru aku akan menimbang kan soal mengandung anak mu,"
"Baiklah. Aku tidak akan memaksamu untuk segera hamil, tapi ingatlah, berikan apa yang seharus nya seorang istri berikan untuk suami nya. Apakah kau mengerti."
"Aku mengerti."
Tuan muda Kenzy pun tersenyum, lalu mulai mendekatkan wajah nya, dan hembusan nafas nya yang wangi itu pun mulai menyentuh kulit wajah nya Nandini.
Kenapa dia malah mendekatkan wajah nya, ku mohon jangan lagi. Nanti bisa-bisa bibir ku doer karena ulah mu tuan muda. Nandini.
Dan benar saja, kecupan lembut itu mendarat di bibir ranum nya Nandini. Nandini masih belum bisa menerima perlakuan dari suami nya itu, karena Nandini takut kalau nanti nya ia akan tersakiti karena terlalu percaya dengan ucapan laki-laki. Apalagi kini Nandini masih trauma dengan kejadian tempo hari yang harus menjebak nya di pernikahan yang tidak di inginkan nya. Mungkin semua orang di luar sana ingin menikah dengan tuan muda Kenzy, tapi berbeda lagi dengan dirinya, yang melakukan pernikahan secara mendadak, bahkan tidak ada persetujuan darinya.
Nandini pun meletakkan tangan kanannya di dada tuan muda nya, dan sedikit menarik nafas nya, lalu membuang nya pelan. "Ku mohon, jangan tiba-tiba mencium ku, aku sungguh tidak menyukainya." ucap nya dengan jelas.
Tuan muda Kenzy pun tersenyum kecil, dan mengusap lembut tangan nya Nandini yang berada di dadanya. "Apa kau mau aku bilang, bila aku akan mencium mu. Begitu." balas nya.
"Tidak. Tidak seperti itu, ya sudah lah terserah kamu saja mau melakukan apapun aku tidak akan melarang nya."
Seringai kecil itu terukir indah di bibir nya Kenzy. "Benarkah. Kalau aku meminta hak ku atas dirimu, apa kau akan memberikan nya," jawab nya antusias.
"Tunggu aku siap dulu tuan muda, oh iya ada satu hal yang ingin aku bicarakan lagi."
"Apa."
"Aku mau minta izin untuk menemui mama di rumah, boleh."
"Tentu saja boleh, tapi aku harus ikut, kau tak boleh pergi sendiri,"
"Memang nya kamu tidak sibuk, aku dari kampus mau langsung pulang saja, jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk menjemput ku."
"Baiklah. Aku tidak akan menjemput mu besok,"
Nandini pun tersenyum, dan kembali memeluk mesra tubuh nya Kenzy. Kenzy pun membalas pelukan nya Nandini, dan mengusap lembut punggung nya Nandini.
...****************...
Seperti biasa nya mereka berdua bangun saat adzan subuh berkumandang, lalu mengambil air wudu untuk bisa melakukan shalat, dan mereka pun mulai shalat berjamaah.
Sekitar pukul enam dua puluh, pak Ris pun memberitahukan kalau sarapan telah siap di meja makan. Kenzy dan Nandini pun turun dari kamar nya bersamaan menaiki lift, karena Kenzy tak mau kalau Nandini tersandung atau apalah nantinya yang akan membahayakan bagi Nandini.
Setelah itu mereka berdua pun duduk di kursi masing-masing, dan Nandini pun mulai menuangkan nasi ke piring nya Kenzy, dan menambah lauk pauk yang ada di meja ke piring nya Kenzy, dan mereka berdua pun mulai memakan sarapan nya sampai habis.
bersambung.....
setelah sekian lama aku kirain udah aja cerita nya....
lanjut... ...
udah mulai ada konflik ya.....💪💪💪💪💪🥰🥰
lanjutnya jangan lama" bikin kangen..