NovelToon NovelToon
Pedang Penguasa

Pedang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / System / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:610.8k
Nilai: 5
Nama Author: Philipus Nahaya

Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13.000 Coin Emas

Keesokan paginya, kehebohan terjadi di Kota Tousan dengan kematian walikota Xu Xian dan Patriak Clan Xu, Xu Xinping beserta istri dan anak-anak mereka.

Namun dengan selamatnya Xu Tian ada beberapaorang yang merasa bersyukur dengan tidak terbunuhnya seorang pemuda baik dan suka menolong .

Kematian dua orang dengan kekuatan tertinggi di kota Tousan menjadi topik utama, diberbagai kedai dan warung.

Dirumorkan bahwa kedua orang tersebut dibunuh karena telah menyinggung seseorang Pendekar tua yang menyamar menjadi pemuda yang memiliki kekuatan luar biasa kuat.

Ada juga yang mengatakan bahwa kedua orang itu dibunuh oleh seorang Dewa yang menyamar menjadi seorang pemuda.

Apa yang mereka katakan tidak semuanya salah, dan nyatanya kedua orang tersebut memang dibunuh oleh seorang pemuda.

Namun informasi kematian kedua orang tersebut dikunci rapat oleh anggota keuarha Clan Xu karena takut menyinggung Xio Sin. dan takut akan dimusnahkannya Kota Tousan setelah melihat kekejaman Xio Sin.

____

Xio Sin baru terbangun dari tidurnya setelah matahati mulai meninggi.

"Ah, aku terlambat bangun, padahal pagi ini akan menemani Ran'er berbelanja di pasar" gumam Xio Sin lalu bergegas untuk membersihkan diri.

Dikamar sebelah Mu Huanran sudah sedari tadi menunggu Xio Sin bangun, ada rasa takut dihatinya setelah melihat apa yang dilakukan Xio Sin.

30 menit kemudian Xio Sin mengetuk pintu kamar Mu Huanran untuk mengajaknya sarapan pagi dan setelah itu berbelanja dipasar.

Tok..

Baru sekali pintu diketuk sudah langsung terbuka hingga tangan Xio Sin yang masih melanjutkan mengetuk pintu sambil melihat kebawah mengenai kepala Mu Huanran

"Aduk gege, kenaap kepalaku yanh diketuk? ini kepala bukan pintu" ucap Mu Huanran memanyunkan bibirnya.

"Maaf Ran'er aku tidak sengaja. Sini aku usap kepalamu biar tidak sakit lagi" jawab Xio Sin.

"Tidak perlu" ucap Mu Huanran lalu berjalan menuruni tangga.

"Kita makan dirumah makan yang berada didepan dulu" ucap Xio Sin.

Melihat Mu Huanran yang terus berjalan tanpa berkata, Xio Sin hanya membuab nafasnya dengan kasar lalu mengikuti dibelakang dan menuju rumah makan didepan penginapan.

Setelah memasuki rumah makan, Xio Sin dan Mu Huanran memilih tempat mereka kemarin yang berada dipojok ruangan dan meja yang rusak sudah diganti oleh pemilik rumah makan.

Baru saja mereka duduk seorang pelayan yang lumayan cantik menghampiri mereka.

"Pesan makanan yang seperti semalam" ucap Xio Si dibalik topeng bercorak emas yang hanya menampakkan bibirnya saja.

"Baim tuan, makanan akan segera disajikan, mojon menunggu sebentar" ucap pelayan lalu pergi.

"Gege, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Mu Huanran.

"Bicaralah" jawab Xio Sin

"Gege, kenapa begitu kejam pada mereka?" tanya Mu Huanran

"Kejam bagaimana? aku hanya tidak ingin di masa depan mereka melakukan balas dendam kepadaku, dan jika kita membasmi rumput pada kebun maka harus mencabut sampai keakarnya, supaya tidak bisa tumbuh lagi kedepannya" jawab Xio Sin tegas.

"Apakah ada yang salah? dan apakah kau takut padaku?" lanjut Xio Sin

"Eh... ahh tidak ada yang salah gege, dan aku juga tidak takut" ucap Mu Huanran terbata padahal didalam hatinya ada rasa takut kepada Xio Sin

"Jangan bohong, aku bisa melihat raut ketakutan diwajahmu" ucap Xio Sin

""Maaf gege, aku hanya belum pernah melihat yang seperti itu, aku janji tidak akan takut lagi padamu" ucap Mu Huanran dengan senyum yang terpaksa.

Ketika sedang berbincang , seorang pelayan datang mengantarkan makanan mereka.

"Selamat menikmati Tuan Muda dan Nona Muda" ucap pelayan lalu pergi.

Saat sedang asyik makan, Xio Sin dan Mu Huanran mendengarkan para pelanggan lain yang sedang membicaraka tentang tewasnya Patriak Clan Xu dan Walikota Tousan

"Hei, apakah kalian sudah mendengar berita meninggalnya walikota dan Patriak Clan Xu?" ucap satu pelanggan.

"Ya, namun kenapa dua orang dengan kekuatan tertinggi dikota Tousan malah bisa dikalahkan dan tewas? " jawab pelanggan lain

"Aku dengar, mereka dibunuh oleh dewa karena telah menyinggung merek" ucap Pelanggan lainnya

"Aku sebenarnya merasa senang dengan tewasnya mereka berdua, sehingga tidak lagi semena-mena terhadap rakyat kecil seperti kita. Apalagi pajak yang diterapkan walikota sangat tinggi, namun kesejahteraan rakyat tidak diperhatikan, dan bagi yang melawan mereka dulu pasti dibunuh. Aku yakin itu pembalasan yang setimpal dilakukan oleh dewa" ucap pria berkumis putih.

"Ya aku juga setuju" ucap yang lainnya.

"Aku dengar Clan Xu saay ini sedang menutup diri dari dunia luar dan Anak pertama Patriak akan naik mengantikan ayahnya menjadi patriak" ucap Pria berkumis putih.

"Itu lebih baik, karena dia lebih bijaksana, tidak sombong dan juga suka menolong. Semoga saja bisa membawa Clan Xu menjadi lebih baik kedepannya, ucap pelanggan yang membuka percakapan tadi.

" Ya semoga, mereka tidak menindas rakyat kecil lagi. Oh iya, pemilihan walikota baru akan dilaksanakan seminggu lagi oleg pihak kerajaan 100 pulau" ucap pria botak

"Siapapun yang terpilih semoga bisa membawa kesejahteraan rakyat" ucap pria berkimis putih.

Dipojom meja Xio Sin dan Mu Huanran terus mendengar perbincangan para pelanggan mengenai tewasnya Xu Xinping Dan Xu Xuan.

"Gege, kamu sangay terkenal" puji Mu Huanran

"Ran'er, aku tidak mengharapkan orang kenal, dan jika kita melakukan kebaikan tidak harus kita pamerkan pada orang lain, cukup kita dan dewa saja yang tahu" jawab Xio Sin

Setelah selesai makan dan membayar makanan, mereka berjalan menuju pasar yang menjual pakaian.

Sementara berjalan Mu Huanran terus melum tangan kiri Xio Sin, sehingga nampak mereka adalah pasangan kekasih yang mesra sehingga

banyak orang yang memuji mereka berdua, namun dengan muka yang tertutup topeng dan cadar sehingga orang hanya melihat sekilas saja

Saat sedang berjalan, Xio Sin melihat ada sebuah toko mewah yang menjual pakaian dan mengajak Mu Huanran memasuki toko tersebut.

"Selamay datang Tuan Muda dan nona, ditoko kami menyediakan berbagai pakaian kualitas terbaik" ucap pelayan

"Ran'er silahkan pilih yang kamu sukai dan jangan sungkan untuk membeli apa yang kamu suka" ucap Xio Sin

"Baik Gege" jawab Mu Huanran lalu pergi memilih pakaian dan kebetulan toko tersebut memang hanya didatangi oleh kalangan atas saja sehingga sedikit pengunjung.

"Apakah ada pakaian berwarna Hiyam corak list emas serta jubah berwarna emas?" Tanya Xio Sin

"Sebentar tuan muda, saya akan mencarikannya untuk anda" ucap pelayan lalu berlalu pergi.

Tidak lam kemudian oelayan itu kembali membawa beberaoa helai pakaian yang mirip seperti Xio Sin pesan.

"Tuan ini ada beberapa pilihan seperti yang tuan inginkan, Ini kualitas terbaik tuan, dan kainnya tahan terhadap goresan pedang dibawah tingkat Emas, harha perhelainya 300 coin emas" ucap pelayan tersebut.

"Baiklah, aku pesan 10 helas dengan corak berbeda tapi kualitas sama" ucap Xio Sin

"Baik Tuan" jawab pelayan

"Apakah ada pakaian seperti ini untuk wanita?" tanya Xio Sin

"Ada Tuan, dengan harga yang sama dan kualitas sama, namun model berbeda" ucap pelayan.

"Baim, aku juga ambil 10 helai" jawab Xio Sin

"Baik, saya akan menyiapkannya" jawab pelayan

Ketika menunggu pesanannya disediakan, Mu Huanran datang dengan pelayan lainnya yang membawa banyak pakaian dan gaun.

"Gege aku ambil ini semua untuk persediaan diperjalanan" ucap Mu Huanran

"Pelayan, silahkan hitung berapa total harganya" ucap Xio Sin

"Baik tuan, pesanan tuan, total 6000 Coin emas, dan total belanja nona muda ,7500 coin emas jadi total keseluruhan 13.500 coin emas, Tuan hanya perlu membayar 13.000 coin emas saja. karena total belanjaan tuan lebih dari 10.000 coin emas kami menghadiahkan 2 helai pakaian berpasangan" ucap Pelayan yang ternyata juga adalah anak dari pemilik toko tersebut.

"Baiklah terima kasih dan ini pembayarannya" ucap Xio Sin menyerahkan sekantong uang yang berisi 13.000 coin emas.

Setelah menyimpan pakaian mereka masing masing, mereka pergi keluar untuk membeli perbekalan didalam perjalanan. Dan setelah dirasa cukup akhirnya mereka berjalan menuju gerbang kota untuk melanjutlan perjalanan mereka.

1
kayla
Msih banyak typo, nulisnya santai aja thor jngan takut diburu pocong.
Pitoyo Tw
mantap
Sang M
sialan
Sang M
Xio sin beraksi setelah jatuh korban..payah.....
Sang M
gak penting,,, lewati....
Sang M
bantaiiii jgn kasih ampun iblis2 berwujud manusia.potong tangan kaki kepala
Sang M
Thor ini yg gak bener kayaknya
Sang M
Xio sin dasar malas kultivasi. musuhmu level atas. otak keong lu crita makin jelek kalo karakter tokoh juga memalukan gak sempurna
Sang M
lakon model apa ini???? Xio yan......payah. thor ini
Sang M
Naif skali otakmu Xio yan.memalukan aja lu..
Sang M
dasar otak kadal lu, xio . kalo musuh menang pasti di bantai juga sektemu. kalo otak lu waras ya wajib bantu kekaisaran Meng. egois lu dancok. mo rugi dan korban. cookkk
Sang M
Xio sin ini kayak orang sontoloyo
Sang M
Alur cerita gak jelas
Sang M
halah .... .
Sang M
herbal penting kok dilelang....dasar bocil bodoh dan tolol
David Jonathan
Luar biasa
Rizky Fadillah
aku tidak suka mcnya Terlalu lambat membatu nya,katanya Kita harus Saling membantu,ini kok di biarin Penduduk desa di perkosa
Wiliam Andries
bagus dan seru
Supriadi
Luar biasa
da Widey
ceritanya tentang petualang apa,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!