Sintya Eka Putri Merupakan gadis mungil, cantik dan juga lucu, Memiliki kulit bersih dan mulus, memiliki hidung tinggi, bulu mata lentik dan warna mata coklat yang begitu indah. Sinta yang belum pernah merasa kan cinta pada dirinya itu belum tau apa sebenarnya cinta. Sehingga dia bingung antara cinta yg terhadap kekasih maupun ke teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31: PERGI?
"Gak apa apa, aku memberi kesempatan kepadamu Reno, aku yakin kamu bisa dan aku ingin kamu lebih bersemangat lagi, mungkin dengan adanya tanggung jawab disini kamu akan lebih bersemangat lagi" Jelas Rafli
**********************
"Maaf guys, kemarin kalian antar aku balik yah?" Tanya Nadya ke temannya
Nadya Hari ini bermaksud mencari tahu apa yang terjadi padanya, jelas Reno sudah mengabaikannya, tidak mungkin. Apalagi Reno yang sudah berubah total. Pikiran nya kacau, siapa sebenarnya yang melakukannya bersama tadi malam.
Pikiran Nadya kacau, walaupun dia memang wanita yang tidak benar tapi dia tidak pernah sekalipun melakukan hal gila seperti malam itu, dia tidak bisa mengontrolnya, dia tidak mengingat apapun, dia terus berjalan mengendarai mobil nya, sampai berhenti di salah satu rumah . Rumah siapa itu?
TOK.......
TOKK.......
"Nadya? Ngapain Lo kesini? Bentak seseorang yang telah membuka pintu rumahnya
"Maaf Sinta, aku gak bermaksud ke kamu" Ucap Nadya, yaa hari ini Nadya bermaksud meminta maaf pada Sinta, entah itu dari lubuk hatinya ataua hanya sandiwara lagi, hanya Nadya yang tahu soal perasaannya.
"Tega kamu Nad! gue udah percaya yaa sama Lo, tapi apa yang Lo buat sama gue" Marah Sinta sambil tersenyum sinis setalah ucapannya
"Benaran aku gak bermaksud sin....... mohon Lo ngertiin gue" Balas Nadya
"Ngertiin Lo! Ucap Sinta menekan kata Lo sambil menunjuk wajah Nadya kesal
" Gue mohon, ini semua karna Andri... ya Andri mengancam gue.... kalau gue" Ucapan Nadya terhenti dia terpikir kata kata Andri terbesit di otaknya. Tapi ingat gue kasih kesempatan sama Lo sampai kalian semester 2 nanti, kalau gak,,,,,,, Lo yang akan jadi sasaran gue.
Nadya langsung berbalik arah dan berlari menuju k mobil dan langsung meninggalkan Sinta tanpa ada satu kata pun, Sinta pun yang melihat ekspresi Nadya yang langsung berubah marah, kesal entah apa tapi ekspresinya mengartikan bahwa ia sedang tidak baik baik saja, Sinta masih bingung dengan sikap Nadya yang meninggalkannya begitu saja, namun Sinta tidak peduli ia langsung masuk ke dalam rumahnya.
TOOOK...........TOOOKKK
Pintu rumah mewah itu belum terbuka Nadya langsung membuka nya degan kasar
"Andri.....Andri.....! Nadya berteriak nama Andri sambil berlari ke beberapa sudut rumah besar itu.
Namun nihil Andri tidak berada di rumahnya
"Akhhh" Pikiran Nadya kacau, entahlah. Dia takut apa yang ia pikiran benaran terjadi, tapi ia masih tetap berusaha menenangkan dirinya bahwa itu tidak mungkin terjadi, tapi..... pikiran nya terus terbayang dengan apa yang ia lakukan semalam, walaupun tidak jelas tapi dia yakin bahwa ia benar benar melakukannya. BODOH, hanya itu yang dipikirkan oleh otak Nadya pada dirinya. Pikiran Nadya semakin tidak terkontrol, dia kesal namun dia belum bisa yakin dengan semua ini, belum lagi sosok yang ia cari tidak ada di rumah tersebut.
Setelah Berjam jam Nadya menunggu hingga hampir tertidur di sofa besar dan empuk itu, Nadya mendengar suara kaki melangkah, yah benar itu sosok yang ia cari.
"Andri...... An-dri Lo semalam dimana?" Tanya Nadya getir
"Sama Lo lah" Jawab Andri datar
"Maksud Lo?" Tanya Nadya takut dengan apa yang ia pikirkan, "Maksud Lo apa Andri?" Nadya berteriak sambil memukul dada bidang Andri
"Lo memangnya gak sadar gitu semalam, padahal Lo asik" Ucap Andri yang sudah menghentikan tangan Nadya dari tubuhnya
"******** Lo Andri" Marah Nadya sambil mengeluarkan butiran kristal dari matanya
"Bukanya Lo semalam juga mau ya?" Ucap Andri sinis
"Lo manfaatin gue Andri" Ucap Nadya sambil terus menangis hingga duduk di sofa, Nadya merasa tubuhnya sangat lemah bahkan untuk berdiri sudah tidak sanggup.
Andri yang melihat kondisi Nadya pun merasa sedikit bersalah, kenapa dia harus melakukan pada Nadya, padahal Nadya sudah baik terhadapnya, menemani kesepiannya, memasakan nya walaupun itu hanya terikat kontrak saja.
"Ma-Maafin gue" Ucap Andri sambil merangkul Nadya
"Jangan sentuh gue" Bentak Nadya sambil melepaskan tangan Andri dari pundaknya
"G-gue akan tanggung jawab jika terjadi apa apa sama Lo" Ucap Andri, entah dia serius atau hanya ingin menenangkan Nadya
Andri sekarang menghadapkan diri Nadya ke hadapannya, kemudian langsung memeluknya
"Gue sayang sama Lo Nad, gue gak mau Lo kayak gini" Ucap Andri
"Gak waras Lo" Bentak Nadya sambil menjauhkan tubuh Andri dari hadapannya, tapi... nihil itu sama sekali tidak membuat Andri jauh dari tubuhnya, bahkan Andri semakin erat memeluk Nadya.
"Lo pegang omongan gue, kalau Lo kenapa Napa, gue akan tanggung jawab" Andri mengatakannya lagi
Kini Andri sudah melepaskan pelukannya.
Nadya yang mendengar ucapan Andri tadi tidak menjawab, dia berfikir kenapa harus Andri, kenapa bukan Reno. Dan apa Andri benar benar sayang padanya. Tangisan Nadya masih saja terus mengalir hingga baju yang ia gunakan basah.
"Gue gak ngerti sama jalan pikiran Lo, gue gak akan pernah ngerti, dan......" Ucapan Nadya terhenti ketika tangan Andri menutup mulutnya tiba tiba
"Gue benaran dengan perkataan gue, gue gak seharusnya lakuin itu ke Lo, gue frustasi semalam dan Lo frustasi, gue terlalu egois buat manfaatin keadaan Lo" Ucap Andri yang masih menutup mulut Nadya dengan kuat, "Gue antar Lo pulang" Tambah Andri sambil melepaskan tangannya dari mulut Nadya
"Gue bisa sendiri" Sambil berjalan ke arah pintu
Andri yang paham dengan kondisi Nadya pun tidak mengajar dia membiarkan pikiran Nadya untuk berfikir, Nadya butuh waktu.
****************************
"Mama?, Kenapa?
"Kita harus pindah, ayah mu disana lagi mengalami kesusahan, kamu harus membantu perusahannya dan kita temani ayah agar dia kuat"
"Ta...Tapi ma.... aku gak bisa!"
"Gak! Pokoknya kamu harus ikut mama, ini perintah nak, ayahmu membutuhkan kita, dia sedang sakit"
"Ayah sakit?"
"Iya.... Ayahmu sakit dan sekarang berada di ruang UGD Rumah sakit xxxx" Ucap Mira
"Baik Ma...Fahri mau" Balas Fahri sedih
"Oke... Kita berangkat malam ini juga, kita pindah ke sana" Jelas Mira sambil menyiapkan beberapa baju dalam koper nya
"Pindah ma?, Kenapa harus pindah?, dan.... Kenapa terburu buru sekali? Kenapa gak besok atau lusa ma?" Tanya Fahri kaget
"Tidak bisa nak, Ayahmu kritis dan kita harus cepat menangani perusahaan ayahmu, kalau tidak semua akan hancur Fahri" Jelas Mira
"Mama sudah pesan tiket pesawat kita, Pukul 22.00 Kita berangkat ke bandara"
" Baik Ma"
Karena Fahri melihat waktu masih menunjukan 21.00 Fahri berniat untuk menemui kekasihnya terlebih dahulu dan di izinkan oleh Mira, karena Mira sangat mengetahui bahwa anak semata wayangnya sangat mencintai kekasihnya itu
TOOOK...... TOOOKK.....
Fahri mengetuk pintu rumah Sinta
.
.
.
.
Apakah Fahri dan Sinta akan terpisah? Putus kah? Entahlah.......
padahal seru banget
dikit lagi🤨