Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Kedatangan Yun He
🌴🌴
Malam ini Dzaka dan keluarga tengah menikmati makan malam bersama di meja makan. Melahap menu malam yang tampak menggiurkan dan beraroma wangi hingga mengguar ke permukaan hidung siapa saja. tampak hening, hanya dentuman sendok dan garpu yang terdengar. juga ocehan bayi yang teramat bawel tengah disuapi menu mpasi oleh Umma, sang nenek.
"Ba ba ba ba!" ocehnya seraya mengetuk meja makannya berkali-kali
"Aaak lagi sayang ..." ucap Umma menyodorkan sendoknya ke mulut bayi itu. Ia berhenti mengoceh dan membuka mulutnya.
"Aaaaak!! pintar!" seketika makanan itu pun lolos juga ke mulutnya. bayi itu tersenyum imut. membuat siapa saja yang melihatnya pasti senyum itu akan tertular.
Setelah selesai makan malam, semuanya berkumpul di ruang keluarga seraya mengobrol, Dzaka dan Nofal bermain play station, hingga Umma dan Jasmin bermain bersama si kecil yang begitu aktif-aktifnya. merangkak kesana kemari, memegang barang sekitar untuk membantunya berjalan, bahkan duduk santai sambil ngemil cake hingga berserakan di karpet. Sungguh bayi yang lucu dan menggemaskan.
Semoga saja gedenya nanti tidak nakal seperti Mamanya yang tak bertanggung jawab itu.
Saat sedang asyiknya bermain dengan si kecil, tiba-tiba terdengar bunyi bell kediaman mereka. Baba yang duduk santai berlekas berdiri untuk menghampiri pintu utama.
Ceklek!
"Selamat malam, Paman"
"Malam, Yun Hee. kamu sudah pulang dari Busan?"
"Sudah, Paman. baru nyampe tadi sore"
"Syukurlah, ayo masuk" ajak Baba Ye-Jun, menyilahkan sahabat anaknya itu untuk masuk
"Gimana kerjaanmu disana? lancarkan?" tanya Baba disela berjalan bersisian.
"Puji Tuhan, baik dan lancar, Paman. lebih bersyukurnya aku naik jabatan" ucap Yun Hee dengan begitu bahagianya
"Serius?? alhamdulillah kalau gitu. Paman bangga padamu"
"Terimakasih, Paman. berkat Paman juga kan" ucapnya terkekeh
Dua bulan setelah wisuda, Ye-Jun mengusulkan anak tetangganya itu untuk mencoba melamar pekerjaan di salah satu perusahaan terbesar di Busan, Korea. sedang ada penerimaan pegawai baru secara besar-besaran di Kota tersebut. Tentu saja Yun Hee menerimanya, Ia pun langsung mempersiapkan segala macam persyaratan lamaran. Hingga ia pun berangkat kesana bersama Dzaka yang menemani.
Bersaing dengan ratusan pelamar yang tak kalah hebatnya dengan Yun He, namun rezeki sangat berpihak padanya. Yun He akhirnya berhasil lolos dan diterima. menjabat sebagai anggota divisi keuangan, hingga kini ia naik jabatan menjadi Wakil Manager Keuangan di Perusahaan tersebut akibat kerja keras dan kecerdasannya.
Yun Hee yang baru saja tiba di ruang keluarga, seketika matanya membelalak melihat bayi mungil yang teramat ia rindukan itu kini sudah tumbuh besar dan gemoy.
"Cya!!" panggil Yun Hee setengah berteriak
Bocah itu menoleh, mengibas-ngibaskan tangannya seolah sedang girang tak terkira.
Yun Hee datang langsung mengangkat tubuhnya, dan menghujami banyak ciuman di wajah gembul itu.
"Hai Cya, sudah besar kamu sekarang yaa"
"Muach muach muach!"
"Hihihi, nte, uh" Bayi itu tampak lemas.
Setelah puas menghujami banyak kecupan, Yun He kembali menaruhnya di lantai. membaringkan tubuhnya di pangkuan Jasmin seraya menatap lekat wajah Tante sedikit asing itu.
"Bibi, apa kabar? maaf, langsung heboh nengok Cya yang udah besar ini" Yun Hee menyalimi tangan Umma.
"Gak apalah, Yun. kamu kayak orang lain aja! kabar Bibi baik, sehat, alhamdulillah" ucap Zoya tersenyum
"Ah, Bibi .. aku kangen" Yun Hee memeluk Umma, menuangkan rasa rindunya. lalu melepaskan pelukan itu dan beralih memeluk Jasmin.
"Bibi juga, gimana kerjaan kamu disana?"
"Naik jabatan, Bi! baru dua bulan ini" ujarnya
"Wah, secepat itu? alhamdulillah, Bibi turut senang"
"Iya, Bi. mungkin karna kerja Yun Hee bagus di mata mereka" pipinya bersemu merah
"Ya bagus kayak gitu, tandanya mereka memberikan kepercayaan sama kamu. Kamu juga harus amanah, kerja yang rajin dan fokus, buktikan kamu bisa dengan jabatan barumu"
"Iya, Bi. itu pasti. terima kasih ya Bi"
Umma Zoya mengangguk, seraya memegangi cucunya yang berusaha untuk berdiri.
"Ih Cya, udah pandai jalan, Jas?" tanya Yun He
"Hampir pandai, Eonnie, baru beberapa langkah itu pun harus diawasi" jelas Jasmine
"Masih bertahap. nanti juga pandai" timpal Umma
Yun Hee pun beralih menatap dua lelaki yang sedang bermain ps itu, menggeleng-gelengkan kepala dibuatnya.
"Dasar! udah jadi bapak-bapak tapi masih main ps" ledeknya
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣