Nathan Anggara seorang siswa SMA Galaksi yang keluar masuk BK karna selalu membuat masalah dan hampir di keluarkan dari sekolah. Tapi karna otaknya yang pintar, pihak sekolah harus berpikir dua kali untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Nathan mempunyai geng yang berisi Ryan, Erland dan Dikta. Geng yang sangat menguasai sekolah ini akan mengganggu anak anak yang berpenampilan culun. Semua siswa bahkan takut dengan mereka berempat.
Suatu hari ada siswi baru berpenampilan culun memasuki sekolahnya. Nathan sudah siap siaga untuk mengganggunya dan membuatnya pindah sekolah seperti siswa lain yang ia ganggu.
"Hah! Lu gak bakalan lepas dari genggaman gua culun!" ucap Nathan yakin.
"Ganggu aku sepuas kalian, aku tidak akan melawan karna tujuan ku kemari hanya untuk belajar bukan bertengkar." ucap perempuan itu yakin.
Bagaimana nasib perempuan itu? Apakah Nathan akan berhenti mengganggunya?
Season 2
Silahkan baca bab "S.2 Awal Mula"
Mari simak cerita Nathan dalam novel "Nathan Anggara"
Author :
●Kim Jaenni●
Ig : @kim_jaenni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Jaenni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semuanya Indah
Erland masuk ke sekolahnya. Memang, lebih mewah sekolahnya dulu, karna sekolahnya dulu adalah fasilitas dari keluarga Anggara.
Saat Erland masuk, para siswi memandangnya kagum. Erland tinggi dan tampan, membuat ia langsung menjadi pria idaman di sekolah itu.
Penampilan Erland yang seperti bad boy membuat para siswi ingin berteriak. Padahal itu style ia saat di SMA Galaksi, ia tidak bisa mengubah style itu karna kebiasaan.
"Em.. murid baru ya?" tanya seorang siswi. Erland menatapnya saja dan berlalu pergi.
"Ikh!" gemas siswi itu. Erland masuk kedalam kelasnya lalu tersenyum melihat Vira. Erland duduk di samping Vira.
"Ngelamun aja neng!" ucap Erland. Vira terkejut.
"Erland!" ucap Vira Kaget.
"Erland Bagaskara." ucap Erland.
"Nathan ikutan gak?" tanya Vira.
"Bisa gak lu lupain dia? Dia gak suka sama lu." ucap Erland.
"Ya mau gimana lagi. Pengen Move On tapi susah banget." ucap Vira.
"Tenang ada gua, gua pasti bantuin lu buat lupain Nathan." ucap Erland sambil tersenyum manis kepada Vira.
"H-hah? Maksudnya bantu aku gimana?" tanya Vira.
"Bukannya lu udah nyerah sama Nathan? Di sini gua hadir untuk mengisi hati lu yang kosong." ucap Erland. "Dengan jadi pengganti Nathan." ucap Erland.
•••
Sudah 3 tahun Erland tidak menemui ketiga sahabatnya sejak ia keluar dari sekolah. Saat ini mereka tengah duduk bersama di sebuah cafe. Nathan sibuk dengan skripsinya bersama kedua teman mereka. Senyum mereka merekah karna mereka akan menjadi lulusan termuda jika skripsi mereka di terima.
"Gua yang bakalan qumlot!" ucap Ryan.
"Ck, pintaran gua kali." ucap Nathan.
"Arghh! ini bahannya mana sih! kok gak ada. Udah gua searching tetap gak ada!" ucap Dikta.
"Lu dapat bagian apa?" tanya Nathan
"Pengaruh Stock Split Terhadap Volume Perdagangan Saham. Bagus gak judulnya?" tanya Dikta.
"Ga tau, tanya Ryan noh. Gua mah jurusan bisnis internasional beda server. Lu bisnis manajemen." jawab Nathan.
"Ry.."
"Beda jurusan." jawab Ryan. Mereka memang satu fakultas, yaitu bisnis, tapi mereka sengaja mengambil jurusan yang berbeda. Nathan mengambil jurusan Bisnis Internasional, Dikta mengambil jurusan Bisnis Manajamen dan Ryan mengambil jurusan Bisnis Ekonomi.
"Arghh! kenapa kalian ngambil jurusan yang beda sama gua! Lu lagi Nath, kenapa ambil yang internasional?" tanya Dikta.
"Lah? ya suka-suka gua dong. Ini masih skripsi belum tesis. Katanya lu mau jadi magister, kerjain skripsi aja udah kayak ngadepin beban hidup." ucap Nathan
"Ini memang beban hidup!" ucap Dikta
Tak!
"Undangan nikahan siapa nih?" tanya Ryan. Mereka bertiga mendekat lalu membaca nama pengantinnya.
"Erland dan Vira?!" tanya mereka kaget lalu mengalihkan pandangan ke orang yang meletakkan undangan itu.
"Datang, jangan lupa." ucap Erland.
"Buset! Erland! Kaget gua!" ucap Ryan. Erland tersenyum, ia duduk di samping Nathan.
"Gua nikah duluan, kalian kelamaan." ucap Erland.
"Wah lu pasti mau ngejek kita kan! Kita siap Skripsi nyusul lu kok. Udah ada calonnya. Yang perlu di khawatirin, noh yang di samping lu. Dia kaga punya calon setelah calonnya di kasih ama lu." ucap Dikta.
"Yaelah, gamon lu? Kasian. Jangan rebut istri gua dari gua ya." ucap Erland.
"Cih, gak ada kerjaan gua ngerebut Vira dari lu. Gua juga gak berencana nikah kalau gak ada jodoh. Kalau ada yaudah." ucap Nathan
"Dih, pasrah ya." ucap Ryan.
"Kalau lu gak nikah, penerus keluarga Anggara siapa? Vampir? ngaco lu." ucap Dikta.
"Anak buah gua tu." ucap Nathan.
"Au ah, puyeng gua ngomong ama orang pinter." ucap Dikta. Nathan tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putih yang tersusun rapi.
Udah mau nikah aja. Langgeng ya Erland sama Vira. Gua selalu doain yang terbaik untuk kalian berdua. batin Nathan.
•••
Hari pernikahan Erland dan Vira...
"Pengen dah gua." ucap Ryan.
"Tinggal lu nikahin Mika. Masa anak orang lu gantungin." ucap Dikta
"Lu kira lu kaga. Auri lu gantungun juga bego!" ucap Ryan.
"Suka-suka gua dong. Dia kan belum siap, jadi gua siap nunggu dia dengan siaga sebagai pria sejati." ucap Dikta.
"Hilih, bicit lu!" ucap Ryan.
"Noh yang kasian di Nathan. Masih jomblo ampe detik ini." ucap Dikta.
"Kita cariin jodoh aja kali ya." ucap Ryan.
"Males gua ngurusin hidup orang mending urusin hidup gua yang gak tau kapan nikah ama Auri." ucap Dikta. Ryan menyentil dahi Dikta.
"Nikah mulu lu, skripsi aja gak kelar-kelar." ucap Ryan. "Gini nih, katanya mau ngerjain Tesis, Skripsi lu aja gak kelar jumaidin, gelar sarjana belum dapat." ucap Ryan.
"Gaje!" ucap Dikta pergi mencari makanan.
•••
Erland berdiri dari duduknya, membuat Vira terkejut.
"Mau kemana?" tanya Vira.
"Ada deh, ada hadiah." ucap Erland tersenyum manis kepada Vira. Vira hanya mengerutkan dahinya.
Erland berjalan menuju panggung dan mengambil alih mic serta gitar.
Ryan dan Dikta bersorak di kursi mereka ketika melihat Erland ingin menyanyi, berbeda dengan Nathan yang hilang entah kemana.
"Yuhuuu! Erland! Keluarkan suara emas lu!" teriak Ryan tak tahu malu.
"Keluarkan!" sahut Dikta. Erland menepuk jidatnya sendiri, kenapa ia mempunyai teman begitu absrud.
"Lagu ini khusus saya persembahkan untuk istri saya, Anindhita Davira Bagaskara." ucap Erland.
Erland mulai memetikkan gitarnya. Alunan musik dari gitar Erland membuat para tamu hanyut dalam petikan gitar Erland.
[Beautiful In White - Shane Filan]
Lirik
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
And if a daughter is what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, and if she falls in love, we'll let her go
I'll walk her down the aisle
She'll look so beautiful in white, yeah yeah
So beautiful in white
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Semua orang bertepuk tangan dengan senang. Mereka sangat merasa tersentuh dengan lirik lagu yang di nyanyikan Erland. Seolah Erland sedang memuji istrinya yang cantik menggunakan balutan gaun putih pernikahan.
"Eh si Vampir kemana?" tanya Ryan.
"Lah mana gua tau, lu kira gua maknya?" tanya Dikta. "Kali aja dia kabur, ini kan nikahan first lovenya." ucap Dikta. Ryan mengangguk setuju.
•••Bersambung...