NovelToon NovelToon
My Lecturer is Husband

My Lecturer is Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan
Popularitas:413.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ira

"cerita ini berkisah tentang perjodohan antara Dosen dan Mahasiswinya sendiri."

Berhubung ini cerita pertamaku jadi harap maklum terdapat banyak kesalahan dalam penulisan.

Ini bukan novel yang update harian, mungkin akan update beberapa kali dalam seminggu, tergantung ada waktu luangku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Pagi mulai menjelang, Keyla terlihat sedang sibuk membuat sarapan di dapur, dan tentu saja di dampingi oleh Dimas.

Sibuk membuat sarapan, sementara Dimas hanya memperhatikan gerakan istrinya, apakah ini yang di namakan membantu? Iya, membantu Keyla sport jantung pagi-pagi, bagaiman bisa fokus jika Dimas saja sudah memeluk dari belakang begitu, sambil menciumi rambut Kelya, tangannya tidak mau lepas di tempat ternyaman itu, seolah jika lepas sedetik saja maka Keyla akan menghilang dalam sekejap, beginilah jika sudah tertular virus bucin, padahal kemarin mereka marahan saling diam-diaman tapi sekarang saling menempel seperti lem kertas.

Aaa, dia kenapa sih meluk-meluk begitu mana hidunnya ngelus-ngelus bahu lagi, kan geli tahu, nggak bisa fokus ini buat sarapannya, bisa mati kelaparan aku kalau begini terus.

Hanya bisa membatin, meladeni sikap Dimas yang manja seperti ini memang harus menyiapkan hati yang lapang kerena bayi besar itu akan merajuk seharian jika Keyla menolak keinginannya, ini sebenarnya siapa yang hamil sih kok malah Dimas yang manja kelewat batas ya padahal dia biasa-biasa saja sekarang, pikirnya.

"Humairah." Masih menciumi rambut istrinya.

"Hm." Hanya berdehem.

"Rambut mu wangi, pakai shampo apa hm?" Tangannya bergerak mengikat rambut Keyla yang terurai.

"Yang ada di kamar mandi." Menjawab tenang meski sudah kesal dengan ulah suaminya.

"Benarkah, kenapa wanginya beda dengan yang aku pakai." Heran, padahal mereka memakai merk shampo yang sama tapi baunya berbeda jika di kenakan Keyla.

"Masa sih mas, aku pakai yang itu kok."

"Tapi yang di rambut mu wanginya beda." Menghirup lagi wangi rambut Keyla.

"Mas, bisa lepas dulu nggak."

"Kenapa?" Mengangkat alis sebelah.

"Kapan sarapannya jadi mas kalau kayak gini terus." Sudah protes, ruang geraknya terbatasi dengan ulah Dimas.

"Memang aku kenapa?" Malah balik bertanya seolah dia tidak melakukan apapun.

Keyla mulai dongkol dalam hati.

Ngumpatin suami dosa nggak sih.

"Lanjutkan saja pekerjaan mu itu, aku tidak akan mengganggu." Bibirnya saja yang berbicara seperti itu, tapi tangannya malah gencar memeluk tubuh mungil Keyla sesekali mengelus perut rata istrinya yang agak sedikit membuncit sekarang.

Allahu akbar, dosa apa aku punya suami kelewat nyebellin seperti ini.

Dan hanya bisa membatin.

Setengah jam berlalu akhirnya proses panjang membuat sarapan kelar sudah, dengan campur tangan Dimas yang membantu memperlambat durasinya, tadinya hanya bisa di kerjakan 10 menit saja tapi menjadi setengah jam.

Sudah lelah, Keyla tidak menghiraukan lagi perbuatan Dimas padanya, dengan segera memulai sarapannya di selingi sifat manja Dimas yang kadang-kadang Keyla merasa ingin melarikan diri saja ke dunia lain, frustasi.

***

"Nanti di jemput kak Rasyid mas, nggak usah di anterin." Kata Keyla menolak niat Dimas yang ingin mengantarnya untuk chek up kandungan di rumah sakit.

"Tapi.." Ingin protes lagi.

"Mas, ini sudah jam setengah delapan lewat, nanti kamu telat ke kampusnya, lagian kak Rasyid juga mau ke rumah sakit sekalian saja aku ikut biar nggak ribet urusannya." Dengan tingkat kesabaran di atas rata-rata Keyla membujuk Dimas, kalau tidak begini suaminya itu akan terus-terusan memaksa, padahal lima belas menit lagi dia akan mengisi materi perkuliahan di kampus.

Tingtong.

Bunyi bel apertemen menghentikan perdebatan mereka.

"Nah, itu kak Rasyid." Lega, akhirnya dia bisa lolos juga.

"Yasudah, tapi kamu harus hati-hati, mas nggak mau kamu kenapa-napa, ingat itu." Sifat bosynya mulai nampak, lagi.

"Iya sayang." Memasang senyum manis andalannya.

Ayo Keyla tunjukan sifat manismu agar dia tidak banyak tingkah.

Dimas terkekeh melihat itu, menyodorkan tangan kanananya yang langsung di sambut Keyla, tak lupa mencium kening istrinya.

Mereka keluar bersamaan.

"Assalamu'alaikum." Mengucap salam setelah di bukakan pintu oleh Dimas.

"Wa'alaikumussalam." Jawabnya bersamaan.

"Jadi kan mau chek up?" Menoleh pada adiknya.

"Iya kak." Jawab Keyla.

"Syid, aku titip istriku ya, jaga baik-baik." Pesan Dimas, mulai over protektif lagi, padahal tanpa di minta pun sudah jelas Rasyid akan menjaga adiknya sendiri.

"Tenang saja, Keyla aman bersamaku."

"Oke deh, aku berangkat dulu, Asslamu'alaikum." Pamit Dimas yang di balas oleh Keyla, mereka juga segera berangkat ketempat tujuan.

Tiba di rumah sakit Rasyid menuntun Keyla ke klinik kandungan.

"Eh dokter Rasyid." Sapa salah satu dokter wanita yang memakai jilbab seperti yang Keyla kenakan, mungkin teman seprofesi Rasyid, dari sapaannya terdengar akrab.

"Uhum."

"Istrinya ya dok?" Menatap Keyla dari ujung kaki sampai kepala seolah meneliti sesuatu.

"Tapi kok mirip ya." Bertanya lagi, heran melihat wajah mereka sama persis, padahalkan mereka memang kakak dan adik sudah jelas wajah mereka terlihat mirip.

"Dia adikku, Keyla." Ucap Rasyid memperkenalkan adiknya.

"Oh, yang pernah kamu ceritain itu ya, lah bukannya dia yang mau chek up kandungan katamu?"

"Iya, kebetulan sekali, aku titip dia ya, aku harus segera pergi, ada jadwal operasi mendadak." Menyimpan kembali ponselnya di saku sneli, berusan ada yang mengabarinya bahwa ada operasi mendadak pagi ini.

"Iya, pergilah cepat."

"Ayo, kita ke ruanganku." Ajak dokter wanita itu, yang Keyla ketahui bernama Syarifah terlihat dari name tag yang terpasang di jilbab panjangnya.

Keyla mengikuti sampai tiba di sebuah ruangan bertuliskan klinik kandungan, mereka pun masuk.

"Keadaan bayi mu sehat, perkembangannya juga baik, usianya sudah memasuki minggu ke lima." Tutur dokter Syarifah setelah memeriksa kandungan Keyla.

"Alhamdulillah, terimakasih dok." Berkata sesopan mungkin.

"Jangan panggil dokter dong, panggil saja kak Rifah." Ucapnya lembut.

Keyla ragu-ragu, " Eh iya, k.kak Rifah."

"Nah gitu dong." Tersenyum manis memperlihatkan lesung pipitnya sebelah kanan.

Cantik, kata Keyla dalam hati.

Keyla membereskan kembali gamisnya yang sedikit tersingkap habis di periksa tadi.

"Oh iya kak, aku pamit pulang ya." Mulai mengakrabkan diri, karena dia tahu wanita di hadapannya ini sangat baik untuk di ajak berteman.

"Cepat sekali, padahal masih pengen ngobrol." Pura-pura cemberut.

"Iya kak, lain kali saja soalnya aku mau langsung ke rumah Ummi sudah janji tadi." Ucap Keyla tak enak hati.

"Yasudahlah, hati-hati ya."

"Iya kak, Assalamu'alaikum." Pamit Keyla dan di balas oleh dokter Syarifah.

Keyla berjalan, menyusuri koridor rumah sakit.

Ting.

Dering ponselnya terdengar, cepat-cepat melihat ponsel itu, satu pesan masuk dari nomor tidak di kenal.

"Siapa ini?" Bermonolog, tak ingin penasaran lebih jauh lagi, dengan segera membuka sandi ponsel untuk memeriksa isi pesan itu barangkali hal penting.

0821916282**

Hai, salam kenal..

Kata si pengirim pesan misterius itu.

Anda

Siapa?

Tak lama muncul balasan lagi.

0821916182**

Aku adalah kematian yang akan menjemputmu!

Tangannya gemetar membaca pesan teks itu, tak lama sebuah gambar muncul berisikan pisau yang di penuhi darah.

"Astagfirullah." Keyla refleks menjatuhkan ponselnya.

Perasaannya sudah tak karuan.

Ya Allah, apa ini?.

Bersambung.

1
LuttviAnti Ap
ditunggu kelanjutan nya😍😍
Melda Riyanti
lanjut
Melda Riyanti
lanjutin dong udah nungguin ni
Jingga
thorrr ini bener gk ada lanjutannya ya? pdhl aku udah nunggu lho
Mom Aisha - Azura
lama amaat up nya thor.
Zidni Ummu Habibi
lanjut Thor...
Bundae Abidzar Caem
kpn upnya thor
Sunarsi Abdul kadir
mungkin gadis kecilx itu Keyla yg kebetulan dia tubruk ya🤔🤔
lanjut thor
Nita
kapan lagi up nya thor
Bundae Abidzar Caem
cemungudz
Bundae Abidzar Caem
seru niexh kayax
Chingu Eli
mulai bapeR...
Bunda'Nya Defa
thor...lanjut donk.....
Bunda'Nya Defa
thor kon upnya dh ga sabar pengin tau kelanjutannya
Venancya Doy
lanjut Thor
Venancya Doy
pasti bawaan hamil 😍
Nurul Khairunnisa
oca yah thor
Iness Zulinda
ditunggu thor upnya
Iness Zulinda
romantis bgd sii
SyakinaKhais
lanjutannya kok blom ada sih thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!