NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Pembalasan Sang CEO Di Depan Investor jepang

Pagi hari yang cerah tidak mampu mencairkan atmosfer tegang yang menyelimuti ruang rapat utama lantai teratas PT. Dirgantara Megah utama.

"Meja oval panjang dari kayu jati mahal telah dikelilingi oleh para jajaran dewan direksi yang mengenakan setelan jas formal."

Hari ini adalah hari paling krusial bagi masa depan perusahaan. hari di mana kerjasama proyek infrastruktur raksa bernilai ratusan miliar akan ditandatangani.

Pintu ganda ruang rapat terbuka lebar. asisten pribadi Adrian melangkah masuk, diikuti oleh seorang pria paruh baya berambut perak dengan setelan kimono formal modern yang sangat berwibawa.

Beliau adalah Mr.kenji Takahashi, investor utama sekaligus utusan khusus yang membawa mandat dan titipan langsung dari kisaran Jepang.

Aura kedisiplinan dan kehormatan yang dipancarkan Mr. Takahashi seketika membuat seisi ruangan membungkuk hormat. termasuk Adrian yang langsung berdiri menyambutnya!.

Di sudut ruangan, Nala berdiri dengan tenang di samping meja Adrian, memegang tablet kerjanya dengan pakaian kerja sederhana namun rapih.

'Sementara itu, di barisan belakang sekretaris viona, dan Marisa saling bertukar lirikan penuh kemenangan. Mereka berdua sudah tidak sabar menantikan momen kehancuran Nala.'

Setelah sesi pembukaan dan sambutan formal selesai.

Mr.Takahashi berdeham, menatap Adrian dengan sorot mata tajam. khas pebisnis Jepang yang perfeksionis.

Sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, Mr, Adrian.

Sebelum kita menandatangani kerjasama ini Saya ingin melihat dokumen kontrak asli dan hasil terjemahan manual bahasa Jepang yang telah disiapkan oleh sekretaris pribadi anda!.

Mendengar kata 'dokumen kontrak ' viona langsung mengambil kesempatan itu untuk maju selangkah.

Dengan senyum palsu yang memuaskan, dia melirik Nala dengan pandangan meremehkan- sebelum berbicara dengan suara lantang agar terdengar oleh seluruh dewan direksi.

Maaf menginterupsi, Mr, Takahashi dan Pak Adria. " ucap viona dengan nada yang berpura-pura cemas! "sebagai sekretaris senior, saya merasa harus melaporkan kelalaian besar ini.

Tadi pagi saya memeriksa meja kerja Nala, dan ternyata dokumen kontrak asli investor Jepang beserta draft terjemahannya telah hilang!..

Nala telah menghilangkan karena kecerobohannya sendiri!.

Marisa yang duduk di kursi tamu VIP ikut menimpali dengan suara sinis. "benar sekali, Adrian Bagaimana bisa kamu mempercayakan proyek penting titipan kaisar Jepang ini kepada seorang gadis desa udik yang ceroboh?

Dia tidak hanya merugikan perusahaan, tapi juga mempermalukan nama baikmu di depan Mr.Takahashi!

Gadis seperti dia pantas dipecat dan dituntut ke jalur hukum!..

Ruang rapat seketika riuh oleh bisik-bisik panik dari para direksi. Mereka menatap Nala dengan pandangan menyalahkan.

Nala sendiri hanya diam. menegakkan bahunya dengan tenang karena dia mengingat janji perlindungan Adrian semalam.

Mr, Takahashi mengernyitkan alisnya, wajahnya mengelap menahan amarah karena merasa kerja sama suci ini dipermainkan!

"Mr. Adrian, apa arti semua ini? Apakah sekretaris anda benar-benar seceroboh itu?"

Di tengah kekacauan itu, Adrian Dirgantara tetap duduk dengan tenang di kursi kebesarannya.

Tidak ada kepanikan sedikitpun di wajah tampannya yang arogan. Perlahan, Adrian menyunggingkan sebuah Seringai dingin, yang membuat Viona dan Marisa mendadak merinding ketakutan!.

Adrian mengetuk meja dengan pulpen mahalnya, seketika membuat seluruh ruangan kembali senyap. " Tenanglah, Mr. Takahashi. Perusahaan saya tidak pernah mempekerjakan orang ceroboh. sekretaris pribadi saya Nala Putri, telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna semalam."

Adrian kemudian menoleh ke arah asistennya di dekatnya. nyalakan proyektor utama sekarang!...

Mari kita lihat bersama-sama, siapa yang sebenarnya menjadi 'tikus' pembawa sial di kantor ini?...

Lampu ruang rapat meremang, dan layar proyektor besar di dinding di depan menyala terang.

Menampilkan sebuah rekaman video Hitam Putih dengan, indikator waktu pukul sembilan lewat tiga puluh menit malam.

Wajah viona dan Marisa seketika pucat Pasi. bak mayat saat melihat video Apa yang sedang diputar di depan mata mereka.

Di layar proyektor raksasa itu, terpampang nyata rekaman CCTV koridor lantai teratas dengan kualitas definisi tinggi. Seluruh dewan direksi menyaksikan Bagaimana viona dengan raut wajah kepura-puraan memanggil Nala, menyuruh gadis desa yang polos itu untuk turun ke lantai dasar dengan alasan kurir fiktif.

Begitu lift yang membawa Nala bergerak turun, layar berganti menampilkan Marisa yang mengendap-ngendap keluar dari balik bayangan koridor senyum culas yang sangat mengerikan!.

Kamera pengawas menangkap setiap detik perbuatan kriminal mereka!

Tangan Marisa dengan kasar mengacak- acak meja kerja Nala. merampas map dokumen yang mereka duga sebagai kontrak asli, lalu menyembunyikannya ke dalam tas bermerek mahalnya. Rekaman itu bahkan merekam dengan sangat jelas Bagaimana Viona dan Marisa saling berbisik licik, lalu tertawa puas.

Marisa pun tidak kalah panik. dia langsung berdiri dari kursi vip-nya, mencoba membela diri dengan suara yang terbata-bata...

Adrian jangan percaya dengan video itu! Aku...aku hanya sedang mencari berkas pribadiku Yang Tertinggal!.

Wanita udik itu pasti menjebak kami!

Cukup! ...sentak Adrian dengan suara baritonya yang menggelegar.

Seketika membungkam mulut Marisa dan viona. aura mengintimidasi yang dipancarkan sang CEO begitu pekat, hingga membuat atmosfer ruang rapat terasa mencekam bak ruang pengadilan.

"Adrian bangkit dari kursi kebesarannya, menatap viona dan Marisa dengan sepasang mata elang berkilat dingin penuh kebencian. "kalian pikir sistem keamanan PT Dirgantara Megah utama bisa kalian kelabui dengan mudah? Di gedung ini, melakukan tindak pencurian dan sabotase di dalam kantorku sendiri!.

Mr. Kenji takahashi yang sejak tadi menyimak rekaman tersebut langsung menggebrak meja'... dengan sangat keras.

Wajah paruh baya nya merah padam oleh kemurkaan yang luar biasa. Sebagai utusan resmi membawa amanah langsung dari kekaisaran Jepang, Kehormatan dan integritas adalah segalanya bagi beliau.

"kurang ajar sekali!" seru Mr.Takahashi dalam bahasa indonesia yang fasih namun sarat akan penekanan emosi yang berat.

"kalian berdua telah berani mempermainkan proyek Suci titipan kaisar Jepang demi kedengkian pribadi?.."

Tindakan sabotase seperti ini adalah penghinaan besar bagi kehormatan bangsa kami!

viona langsung berlutut di lantai marmer, menangis histeris Sambil mencoba meraih ujung celana kain Adrian. pak Adrian, saya mohon ampuni saya!

Saya melakukan ini karena saya sangat menyukai anda! ...

Saya tidak rela melihat gadis desa udik seperti Nala berada di samping Anda setiap hari!.

Adrian menepis kaki Viona dengan pandangan yang sangat jijik, seolah sekretaris senior itu tak lebih dari seperti sampah yang mengotori ruangannya. menyukaiku ? Tindakanmu justru membuatku muak, viona.

Mulai detik ini, kamu dipecat secara tidak hormat dari PT. Dirgantara megah utama!

Dan jangan harap kamu bisa bekerja di perusahaan manapun di negeri ini!.

Karena aku sendiri yang akan memastikan namamu masuk ke dalam daftar hitam seluruh korporasi!

Adrian kemudian menoleh ke arah petugas keamanan yang sudah berdiri di ambang pintu ruangan . seret Viona keluar dari gedung ini, dan serahkan dia langsung ke pihak Kepolisian atas tuduhan sabotase. Pencurian dokumen negara, dan pencemaran nama baik!.

"Baik, pak!" petugas keamanan dengan sigap langsung meringkus Viona yang masih menangis histeris, menyeret wanita itu keluar dari ruang rapat yang yang kini dipenuhi oleh pandangan mencemooh dari para direksi.

Melihat nasib tragis aliansinya, Marisa gemetar ketakutan. dia menatap Adrian dengan tatapan memohon yang manja. mencoba mengunakan sisa-sisa kenangan masa lalu mereka untuk melunakan hati sang CEO.

Adrian, sayang... tolong dengarkan aku dulu.

Aku melakukan ini karena aku cemburu...aku masih sangat mencintaimu.

Adrian menyunggingkan Seringai yang sangat kejam. " mencintaiku, Marisa?

Atau Mencintai harta kekayaanku?...Kamu membuangku saat aku bukan siapa-siapa, dan sekarang kamu datang merangkak kembali setelah aku menjadi CEO sukses. Sadarlah, wanita serakah sepertimu bahkan tidak berhak menginjakkan kaki di lantai ini.

Adrian mengibaskan tangannya ke arah pintu. "petugas, seret wanita ini keluar dari gedung ku. Jika dia berani menginjakkan kakinya lagi di area perusahaan ini jangan segan-segan untuk menjebloskannya ke penjara bersama viona!"

Marisa menjerit kesal ketika lengannya dicengkram oleh petugas keamanan.

Dengan paksa dan memalukan. sang mantan kekasih diseret keluar di depan puluhan para direksi dan karyawan PT Dirgantara megah utama, seluruh harga diri dan pesona kelas atas yang selama ini ia banggakan.

Setelah ruangan kembali tenang. Adrian membalikkan tubuhnya menghadap Mr. Takahashi yang masih bersungut-sungut kesal.

Adrian memberikan kode isyarat dengan tatapan matanya kepada Nala yang sejak tadi berdiri diam di sampingnya.

Nala dengan langkah yang sangat anggun dan tenang maju mendekati meja Mr, Takahashi.

Dia membuka tas kerjanya, lalu mengeluarkan sebuah map kulit berwarna hitam sangat bersih, mulus, tanpa cacat sedikitpun.

'Nala meletakkan selembar kertas tebal yang berisi tulisan Kanji jepang yang diukir dengan sangat indah dan rapi menggunakan tinta emas'.

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!