NovelToon NovelToon
Salah Alamat Berujung Di Pelaminan

Salah Alamat Berujung Di Pelaminan

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:53.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Nayla Putri tidak menyangka kalau niatnya menolong orang yang pingsan di depan pintu rumahnya harus berahir di pelaminan Bagaimana Nayla menjalani pernikahan dadakannya itu ? apakah Nayla akan bahagia ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah Yang di Paksakan

Nayla tidak menyangka kalau hari ini kesialan datang bertubi -tubi menimpanya ,setelah pekerjaanya dikantor selesai dia berniat pulang dan istirahat ,Namun nasib sedang tidak berpihak pada Nayla setelah dia merasa lega,karena ia memberi alasan kalau lelaki yang dorongnya tidak sadarkan diri,Namun kelegaannya tidak bertahan lama ia tidak menyangka kalau Gibran tersadar secepat ini

"Siapa kamu?,ini dimana?,Kenapa saya ada disini ?"

Sebelum Nayla sempat menjawab, Pak RT sudah mengambil alih kendali pembicaraan. "Mas Gibran, Anda sekarang berada di rumah Ketua RT 05. Anda tadi malam tertangkap basah sedang berbuat tidak senonoh di teras rumah kontrakan Mbak Nayla ini pada dini hari. Warga sudah berkumpul, dan demi menjaga nama baik kampung serta menghindari sanksi massa, Anda harus bertanggung jawab."

"Apa ? Bertanggung jawab ?" Apa maksudnya ?" Gibran masih merasa bingung,mungkin kesadarannya belum sepenuhnya pulih .

"Mas Gibran dan Mbak Nayla kalian berdua sudah berbuat tidak senonoh di tempat ini,jadi kalian harus bertanggung jawab ."

Gibran mengusap wajahnya yang terasa kaku. Efek alkohol di tubuhnya tampaknya sudah mulai berkurang karena rasa terkejut, namun otaknya masih bekerja dengan sangat lambat. "Berbuat tidak senonoh? Saya? Dengan dia?" Gibran menunjuk Nayla dengan jari telunjuknya.

"Sama sekali tidak mungkin. Saya bahkan tidak tahu ini daerah mana. Tadi malam saya hanya ... saya hanya ingat turun dari taksi karena pusing, lalu ..."

"Sudah, tidak usah banyak alasan! Anak muda kalau sudah berbuat memang sukanya amnesia dadakan!" potong Pak Rohiman tidak sabar. "Sekarang pilihannya cuma dua, Mas Gibran. Mas menikah dengan Mbak Nayla malam ini juga di hadapan Pak Ustaz, atau kami serahkan Mas ke pemuda karang taruna di luar untuk diarak keliling kampung sebagai pelaku mesum! Mau pilih yang mana?"

Mendengar kata diarak keliling kampung, garis wajah Gibran langsung menegang.

Sebagai seorang pria yang berasal dari keluarga terpandang dan memiliki posisi penting di dunia bisnis, membayangkan wajahnya masuk ke dalam akun gosip media sosial dengan narasi sebagai pelaku mesum adalah mimpi buruk terbesar yang tidak boleh terjadi. Reputasinya, reputasi keluarganya, dan masa depannya akan hancur lebur dalam satu malam.

Gibran menatap Nayla kembali. Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan kuat, memberikan isyarat kode yang sangat jelas: ("Jangan mau! Tolak saja!")

Namun, kepanikan yang mendominasi akal sehat Gibran membuatnya mengambil keputusan yang di luar dugaan. Dengan suara yang sedikit gemetar namun terdengar pasrah, Gibran berucap, "Baik ... saya akan menikah dengannya."

Mata Nayla rasanya ingin melompat keluar dari rongganya. "Apa?! Mas, kamu gila, ya?! Kamu mabuk, ya?! Jangan mau!" teriak Nayla histeris, melupakan sopan santun di depan Pak RT.

"Mbak Nayla, diam! Calon suamimu sudah setuju!" seru Pak Rohiman dengan wajah kemenangan yang menyebalkan.

Ustaz Mansur menggeleng-gelengkan kepala melihat situasi tersebut, namun karena kedua belah pihak kini sudah dianggap setuju di bawah tekanan situasi, dia mulai merapikan posisi duduknya.

"Baik, karena Mas Gibran sudah sadar dan menyatakan kesediaannya, kita bisa mulai. Mengenai wali nikah, karena orang tua Mbak Nayla berada di kampung halaman dan tidak bisa dihubungi dalam waktu singkat ini, maka saya selaku tokoh agama di sini akan bertindak sebagai wali hakim."

Nayla hanya bisa terduduk lemas di atas karpet. Dia merasa jiwanya seperti baru saja tercabut dari raga. Segala pembelaannya patah begitu saja oleh keputusan sepihak pria asing di sebelahnya ini.

"Sekarang untuk urusan maskawin atau mahar," kata Ustaz Mansur, melirik ke arah Gibran. "Mas Gibran, apakah ada uang tunai atau barang berharga di dompet yang bisa digunakan sebagai mahar malam ini? Syarat sah nikah harus ada mahar yang disebutkan."

Gibran meraba saku celananya, baru sadar dompetnya sudah berada di atas meja Pak RT. Pak RT segera memeriksa isi dompet kulit tersebut. "Waduh, uang tunainya cuma ada dua lembar pecahan lima puluh ribu. Sisanya kartu kredit dan kartu debit semua. Bagaimana ini, Pak Ustaz? Masa maharnya seratus ribu rupiah? Kurang estetik untuk anak orang kaya."

Nayla memutar bola matanya dengan muak. ("Dalam keadaan hidup dan mati begini, bapak-bapak ini masih memikirkan estetika nominal mahar?")

"Mahar tidak perlu mewah, yang penting ada dan disetujui," ujar Ustaz Mansur bijak. Namun, dia tampak berpikir sejenak. "Apakah ada barang lain?"

Gibran mendesah pasrah. Dia menyentuh pergelangan tangan kirinya, lalu melepas sebuah jam tangan perak dengan desain elegan yang melingkar di sana. "Pakai ini saja, Pak. Ini jam tangan pemberian ayah saya. Nilainya cukup untuk menjadi mahar."

Pak RT menerima jam tangan tersebut dengan mata berbinar, lalu menyerahkannya kepada Ustaz Mansur. Ustaz Mansur mengangguk setuju. "Baik. Mahar berupa satu buah jam tangan perak dibayar tunai."

Prosesi pun dimulai dengan sangat cepat, seolah-olah mereka sedang dikejar oleh hantu subuh. Pak RT dan Pak Rohiman bertindak sebagai saksi pernikahan. Ustaz Mansur menjabat tangan kanan Gibran dengan erat, sementara Gibran mencoba memfokuskan sisa-sisa kesadarannya untuk menghafal kalimat yang akan diucapkan.

Nayla hanya bisa menunduk, menatap motif karpet rumah Pak RT dengan pandangan kosong. Air matanya kembali menetes satu-satu, membasahi lantai semen di bawah karpet. ("Ibu, maafkan Nayla. Anakmu menikah malam ini, bukan di gedung mewah dengan gaun putih yang indah, melainkan di rumah Pak RT, ditemani bapak-bapak ronda bau minyak angin, dan bersuamikan pria pingsan yang tidak tahu adat.")

"Saudara Gibran Mahardika bin ..." Ustaz Mansur menjeda kalimatnya, melirik KTP Gibran. " ... bin Baskoro Mahardika. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan seorang perempuan bernama Nayla Putri binti Ahmad, yang walinya telah dipasrahkan kepada saya selaku wali hakim, dengan maskawin berupa satu buah jam tangan perak tersebut dibayar tunai."

Gibran menarik napas panjang, meremas tangan Ustaz Mansur, lalu dengan satu tarikan napas yang tegas dan lancar, dia mengucapkan kalimat yang mengubah seluruh garis hidupnya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Putri binti Ahmad dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

"Bagaimana para saksi? Sah?"

"Sah!" seru Pak Rohiman dan Pak RT serempak dengan suara bersemangat, seolah-olah baru saja merayakan gol kemenangan tim sepak bola kesayangan mereka.

"Alhamdulillah ..." Ustaz Mansur memimpin doa penutup.

Di tengah lantunan doa yang menggema di ruang tamu yang sempit itu, Nayla Putri resmi menyandang status baru sebagai seorang istri. Dia menoleh perlahan ke arah Gibran, yang kini juga sedang menatapnya dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa bersalah dan kebingungan yang amat sangat.

Malam yang diawali dengan omelan bos di kantor, kini berakhir dengan sebuah pernikahan dadakan yang benar-benar salah alamat.

1
Alissia
hai thor🤭🤭🤭
MayAyunda: hai juga kak .terimkasih sudah mau mampir
total 1 replies
Indriani Kartini
keterlaluan bngt thor ngidamnya, 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️
🔵🌹 Widian🧕
duh kasihan banget Nayla, kenapa waktu pertama lihat orang asing di teras rumah. ...nggak langsung lapor tetangga atau RT, jadinya runyam kan urusannya ?😬
MayAyunda: lagi panik kak he he
total 1 replies
🔵🌹 Widian🧕
wah...baru bab awal, aku sudah deg-degan nih.
siapa bos yang seenaknya mengatur ?
siapa itu sosok mayat di depan rumahnya ?
bagus Thor....👍
MayAyunda: baca terus kak ..terimkasih 🙏
total 1 replies
Muji Lestari
lanjutt thor
MayAyunda: terimkasih 🙏
total 1 replies
Queen Aletha
done ya ka thor
Hari Saktiawan
kenapa cuma satu bab aku ingin lebih sorry ya Thor permintaan ku banyak
MayAyunda: mf kak ada beberapa buku yg lain going kak silahkan baca :suami Dadakanku penjual bakso bakar,suami dadakan untuk Cantika,pembalasan istri yg terbuang,nikah dadakan karena warga,nikah dadakan demi parasetamol,nafkah 500 RB yang selalu diungkit
total 1 replies
Alia Chans
Hadir😉
MayAyunda: Terimkasih
total 1 replies
Chandra Dewi
seharusnya ttp melalui protokol jgn lengah sebelum tertangkap
MayAyunda: iya kak,terimkasih
total 1 replies
Hari Saktiawan
aku kurang suka ngomong lu gue bahasa planet ya Thor
Rio Mario
ya ampun nay ngidamnya ngerjain suami banget 🤣🤣 btw kok ortunya Gibran dr awal kehamilan Nayla gak pernah nongol ya ... pas awal kehamilan aja yg nyuruh mkn Makanan yg dia kirim🙏
MayAyunda: iya kak ..cerita lagi fokus ke Gibran apa Cantika 😁😁🙏
total 1 replies
Shinta Apriyani
🥰
Shinta Apriyani
sehat² Bumil n calon Debay🥰
Shinta Apriyani: sama²🥰
total 2 replies
Rio Mario
cerita nya bagus banget.... semangat ka othor nulis nya
MayAyunda: siap kak terimkasih
total 1 replies
Shinta Apriyani
Alhamdulillah selamat Nay
Shinta Apriyani: sama²☺️..ttp semangat ya👍
total 2 replies
gibran salamun
makin seru aja jalan ceritanya Nayla gak bisa diremehkan biar dari keluarga sederhana
MayAyunda: terimkasih🙏
total 1 replies
Shinta Apriyani
bhsnya ganti Ghibran jgn gw lo lg ya
MayAyunda: siap kak
total 1 replies
Shinta Apriyani
Akhirnya...haaah ikut lega👍☺️
MayAyunda: he he 😄🙏
total 1 replies
M. T🌻
semngat Thor, jangan lupa mampir yar😊
MayAyunda: siap.terumkasih kak
total 1 replies
M. T🌻
semngat Thor💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!