NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Kontrak Pernikahan yang Terlalu Nyata

​Begitu pintu gerbang rumah keluarga Graceva tertutup di belakang mereka, Aneska langsung melepaskan genggaman tangan Arga seolah tangannya baru saja terkena sengatan listrik. Ia berbalik, menatap pria di depannya dengan mata yang hampir keluar dari kelopaknya.

​"Mas Gani! Lo... lo tadi kerasukan jin apa?!" teriak Aneska setengah berbisik agar suaranya tidak terdengar sampai ke dalam rumah.

​Arga dengan santai memasukkan kunci mobil ke saku celananya, lalu menatap Aneska dengan ekspresi datar yang menyebalkan. "Kerasukan? Saya rasa saya sangat sadar saat bicara tadi."

​"Sadar apanya?! Lo baru saja bilang ke Papa gue kalau lo bakal bawa keluarga lo minggu depan buat ngelamar gue! Minggu depan, Mas! Itu tujuh hari lagi!" Aneska menjambak rambutnya sendiri dengan frustrasi. "Niatnya kan cuma mau bikin Papa batalin perjodohan sama si Arga-Arga itu, bukan malah beneran bikin acara lamaran!"

​Arga menyandarkan punggungnya pada pintu mobil mewah itu, melipat tangan di depan dada. "Bukannya itu solusi terbaik? Papa kamu bilang kalau kamu tidak bawa calon sendiri, kamu harus menikah dengan Argani. Sekarang, Papa kamu sudah setuju dengan saya. Masalah selesai, kan?"

​"Selesai gundulmu!" Aneska mulai bicara kasar karena panik. "Kita itu asing, Mas. Kita baru ketemu kemarin sore! Gue bahkan nggak tahu marga lo apa, alamat lo di mana, atau lo punya hobi koleksi ikan cupang atau nggak. Masa tiba-tiba nikah?"

​Arga melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. Aneska refleks mundur sampai punggungnya membentur pagar besi. Arga menumpukan satu tangannya di pagar, mengurung Aneska dalam aromanya yang memabukkan.

​"Nama saya Gani. Saya tidak punya koleksi ikan cupang," ucap Arga dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk Aneska meremang. "Dan soal 'asing'... bukankah itu gunanya masa tunangan? Kita punya waktu untuk saling mengenal."

​Aneska menelan ludah susah payah. Wajah Arga terlalu dekat. "T-tapi... gimana kalau lo cuma mau manfaatin gue? Atau gimana kalau ternyata lo itu sebenarnya... penipu?"

​Arga terkekeh, suara tawa yang terdengar sangat merdu namun penuh rahasia. "Penipu mana yang membawa mobil seharga miliaran ke rumah korbannya? Aneska, berpikirlah realistis. Saya tampan, saya mapan, dan saya baru saja menyelamatkanmu dari perjodohan yang tidak kamu inginkan. Kamu seharusnya berterima kasih."

​Aneska terdiam. Logikanya benar-benar lumpuh setiap kali pria ini menatapnya dengan intens. "Oke, oke. Tapi soal keluarga... lo beneran punya keluarga yang bisa dibawa? Bukan aktor bayaran?"

​"Keluarga saya asli. Sangat asli sampai mungkin kamu akan kaget nanti," jawab Arga dengan senyum misterius. "Sekarang, masuklah. Besok saya jemput lagi setelah jam kantor. Kita harus mulai 'kenalan' secara intensif agar akting kita tidak cacat di depan Papa kamu."

​Aneska hanya bisa mengangguk pasrah. Ia melihat Arga masuk ke mobil dan meluncur pergi, meninggalkan dirinya yang masih mematung di pinggir jalan.

......................

​Malam itu, Aneska tidak bisa tidur. Ia langsung menelepon Miska dan menceritakan semuanya dari A sampai Z dengan nada yang hampir menangis.

​"APA?! DIA SETUJU NIKAHIN LO?!" teriak Miska di ujung telepon sampai Aneska harus menjauhkan ponselnya.

​"Iya, Mis! Gila kan si Gani itu? Gue rasa dia beneran jomblo lapuk yang udah putus asa nyari istri makanya langsung nyamber pas gue ajak," keluh Aneska.

​"Tapi Nes, kalau dia beneran ganteng dan kaya kayak yang lo bilang... ya udah sih, sikat aja! Daripada lo dapet si Argani pilihan bokap lo yang katanya kaku itu?"

​"Masalahnya, Mis... gue ngerasa ada yang aneh. Papa tadi pas ketemu Gani itu reaksinya beda. Kayak... kayak mereka udah kenal, tapi nggak mungkin kan?"

​"Ah, perasaan lo aja kali karena lagi stres. Udah, nikmatin aja. Jarang-jarang kan dapet cowok spek dewa dari aplikasi kencan?"

​Aneska menutup telepon dengan perasaan yang masih tidak tenang. Ia membuka aplikasi kencan yang Miska gunakan, mencoba mencari akun bernama 'Gani'. Namun, ia tidak menemukan satu pun foto yang mirip dengan pria yang tadi sore datang ke rumahnya.

​Apa dia hapus akunnya setelah ketemu gue? batin Aneska.

​Esok harinya di kantor, Aneska disambut oleh sebuah buket bunga mawar putih raksasa di atas mejanya. Ada sebuah kartu kecil terselip di sana.

​“Untuk calon istriku yang ceroboh. Jangan lupa makan siang. – G.”

​Seluruh rekan kantor Aneska bersorak menggoda, membuat Aneska ingin tenggelam ke bawah lantai. "Anes! Gila ya, pacar lo sweet banget! Siapa sih? Kok nggak pernah dikenalin?"

​"I-itu... cuma temen," jawab Aneska gugup.

​Baru saja ia ingin bernapas lega, asisten kantor berteriak dari pintu masuk, "Mbak Aneska! Di depan ada kiriman lagi!"

​Bukan bunga, kali ini adalah lima kantong besar berisi makan siang dari restoran bintang lima untuk seluruh divisi kreatif. Ada nota kecil di sana: “Makan siang dari tunangan Aneska.”

​Aneska menepuk jidatnya. Mas Gani... lo beneran mau bikin satu kantor tahu kalau gue udah laku?!

​Tepat pukul lima sore, mobil hitam yang sama sudah terparkir manis di depan kantor. Arga keluar dari mobil, kali ini tanpa kacamata hitam. Ia berdiri bersandar di pintu mobil, mengenakan kemeja biru navy yang sangat pas di badannya.

​Begitu Aneska keluar, Arga langsung membukakan pintu untuknya dengan sangat sopan.

​"Gimana bunganya? Suka?" tanya Arga saat mereka sudah di dalam mobil.

​"Mas Gani! Lo berlebihan banget tahu nggak! Satu kantor langsung gosipin gue!" protes Aneska.

​"Saya hanya menandai wilayah saya, Aneska. Agar tidak ada pria lain di kantor itu yang berani mendekati calon istri saya," jawab Arga santai sambil mulai menyetir.

​Aneska menyipitkan matanya. "Lo... lo beneran serius ya soal ini? Bukan karena lo ada maksud lain kan?"

​Arga menghentikan mobil di lampu merah, lalu menoleh ke arah Aneska. Wajahnya yang semula bercanda kini berubah menjadi sangat serius.

​"Aneska, saya tidak pernah main-main dengan apa yang sudah saya tandatangani atau saya ucapkan. Termasuk janji di depan Papa kamu semalam."

​Aneska tertegun. "Tapi lo bahkan nggak tahu makanan kesukaan gue apa, hobi gue apa..."

​"Makanan kesukaanmu bubur ayam tapi nggak diaduk, hobimu baca novel romance sampai pagi, dan kamu benci kalau ada orang yang menyentuh barang-barang di meja kerjamu," potong Arga lancar.

​Aneska membeku. "L-lo... kok tahu?! Miska yang kasih tahu ya?"

​Arga hanya tersenyum tipis, kembali fokus ke jalan raya. "Saya punya cara sendiri untuk mencari tahu tentang apa yang menjadi milik saya."

​Aneska mulai merinding. Pria ini terlalu sempurna, terlalu tahu banyak hal, dan terlalu misterius untuk sekadar "cowok dari aplikasi kencan". Siapa sebenarnya "Gani" ini?

1
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
umie chaby_ba
gemas banget sih arga🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ada siangan nih.
Ariska Kamisa: saingan kali... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cerita nya asik nih, ringan ... aku suka yang bucin gini tapi ceweknya sok cuek /Curse//Curse//Curse//Curse/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ciee ngajak ngebubur duluan🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
apakah sebenarnya itu rencana para papa mereka berdua?
Ariska Kamisa: pintar...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!