NovelToon NovelToon
Hati Mutiara Janda Tangguh

Hati Mutiara Janda Tangguh

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Rumah Tangga / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

Ijah adalah seorang gadis lugu di desanya. namun begitu ia salah satu kembang desa yang sangat diminati oleh kumbang nya.
namun karena paksaan dan rayuan seorang kumbang, ia meninggalkan sekolah nya untuk menerima pinangannya dan menikah.
kehidupan setelah menikah tak seperti yang dijanjikan. hingga akhirnya ia menyerah dan menjadi janda.
perjalanan hidup nya membawanya ke kehidupan yang keras. hingga pada akhirnya ia menemukan pasangan yang menyayanginya namun memliki kekurangan.
apakah kehidupan Ijah akan mulus atau kah masih berliku. yuk simak kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4 HMJT Menyerah

Bagaikan petir di siang bolong. Pernyataan kang Mus membuat pikiran Ijah "oleng". Dia berusaha keras menolak tapi seketika malah di ajukan nikah siri. ' Nikah betulan aja belum siap, ini nikah siri.. Big no..!!' pikir batinnya..

Ijah geleng-geleng kepala heboh menolak ajakan kang Mus untuk menikah siri. Airmata mulai meleleh dari kedua matanya. Ia pun pergi meninggalkan apa' dan kang Mus yang dalam keadaan sama-sama galau.

" Kenapa neng?" Tanya ema' melihat Ijah berjalan cepat ke dapur.

" Emaaaa'.... Huhuhu... Enneng ga mau... Neng mau sekolah aja... Huhu..." suara Ijah tergugu di pelukan ema'.

Ema' yang masih belum paham masalah nya, hanya terdiam mengelus punggung Ijah menenangkan.

" eceu mana ma'?" Tanya Ijah teringat kakak nya.

" eceu lagi nyuci di kolam.." Kata ema' masih bingung.

" Ema' biar eceu aja yang nikah duluan. Eceu mah pan udah tamat sakola na... " Putus Ijah frustasi.

" Nikah sama siapa?" Cecar Ema' lagi.

" Itu kang Mus ngajakin neng nikah siri. Kalo memang ngebet nikah mah, sama eceu aja. Hiks..hiks.." Saran Ijah pada ema'.

Ema' masih meraba-raba maksud putrinya. Suaminya sepertinya masih mengobrol didepan dengan Jang Mus. Ema' berniat mengonfirmasikan maksud putrinya.

" Sebentar ema' kedepan dulu ya..."

" Neng bantu eceu aja gih....". Titah nya pada Ijah supaya lebih tenang.

Ijah mengangguk dan pergi meninggalkan ema' menuju ke kolam bawah tempat biasa mereka mencuci pakaian.

*****

* Kamu kenapa Jah?" Tanya eceu yang melihat Ijah menghampiri nya dengan mata sembab.

" Eceu mau ngga nikah sama kang Mus?" Tanya Ijah spontan.

" Heh.... Kamu kalo ngomong sok araraneh... !" sahut eceu sewot.

" Kang Mus itu udah siap nikah Ceu. Kerjaan juga udah mapan. Ka eceu wae atuh nya... " Mohon Ijah putus asa.

" Udah lah Jah, terima aja si Mus. Dia udah ngebet gitu sama kamu. Lagian orang udah tau kalo dia itu suka nya sama kamu... " Terang eceu nya sambil melanjutkan menyikat cucian.

Ijah terdiam. Memikirkan kejadian kebelakang. Omongan orang, cap buruk yang sudah menyerangnya. Bukan hanya dirinya, tapi juga orangtuanya.

" Udah sini bantuin biar cepet selesai. Dari pada bengong begitu..!" Ujar eceu nya memotong lamunan Ijah.

Ijah bergegas membantu eceu nya menyelesaikan cucian hingga selesai menjemurnya. Setelahnya ia kembali ke rumah, berharap kang Mus sudah pulang dan ada keputusan baik dari apa' dan kang Mus.

" Assalamualaikum.... " Salam Ijah masuk kerumah lewat pintu dapur.

Di lihatnya ema' sedang memasak di tungku. ema' melihat ke arah Ijah.

" Udah nyucinya?" Tanya ema'.

" Udah ma'... "

" Gimana tadi ma', sudah ada keputusan?" Tanya Ijah serius.

" Hmm.... Sebaiknya kamu istikharah dulu neng..." Jawab ema' hati-hati.

" Jadi belum ada keputusan pastinya ma'....?" Ijah lemas..

" Apa' memberi waktu sampai kamu selesai ujian tahun ini. Sembari kamu memantapkan dengan istikharah... " Jawab Ema' akhirnya.

" Tapi kang Mus, ga akan ganggu neng lagi kan ma'?" Desak Ijah.

" Ya dia tadi sudah berjanji akan sementara menjauhi kamu, sampai kamu siap." Kata ema' melegakan perasaan Ijah.

" Berarti dia mau nunggu sampe neng lulus sekolah?" tanya nya lagi berbinar.

" Sampe kamu selesai ulangan. Biar nanti jika kamu ada jawaban istikharah, baru kita akan ambil tindakan selanjutnya." Terang ema' masih belum jelas ending nya.

Ah ya sudahlah... Bahu Ijah melorot pasrah. 'Ya Allah jika memang ini jalan ku, aku bisa apa?' lirih batin nya.

Ia pergi ke kamarnya. Mau menangis pun percuma, ia hanya bisa diam merenungi apa yang telah terjadi dengan nya. Menunggu sampai ujian itu tidak lama lagi. Kurang lebih 3 bulan lagi. 'Akkhh... Ya Allah... ' jerit hatinya pilu.

*****

" Neng, kemarin Jang Mus kerumah neng ada perlu apa?" Tanya Ceu Ida saat Ijah berbelanja di warung nya.

" Ah eceu kepo aja..." Jawab Ijah tak merasa bersalah.

" Neng udah di lamar?" Tanya Ceu Ida lagi heboh.

" Ih apaan si Ceu... Kang Mus kemarin cuma dipanggil apa' aja. Ada yang perlu di bicarakan..." Terang Ijah.

" eh bicarain apa tuh?" Tanya nya kepo mode on.

" Udah deh Ceu, ini mah urusan apa' sama ema'.." Jawan Ijah nyeleneh.

" Eh Ari kamu... Di tanya teh malah gitu..." Ceu Ida tak terima.

" Ijah masih sekolah Ceu, itu mah urusan orang dewasa.. Hehe".

" Udah ya Ceu.. Berapa ini totalnya?"

" eta Jeung eta... Jadi dua rebu neng."

" eleuh .. uang nya kurang Ceu...!" panik Ijah.

" Alah kamu mah, kayak ke siapa aja. Rumah deket, di bayar nanti lagi juga Sawios neng..." Ujar Ceu Ida menenangkan.

" Hehehe ... Nanti balik lagi deh Ceu..."

Ceu Ida mengangguk, Ijah pun pulang.

****

Sepekan berikutnya, hingga sebulan, dua bulan, hidup Ijah terasa tenang. Sekolah pun damai. Ia merasa hidup tenang nya sudah kembali. ia bersemangat menjalani hari. Hingga tanpa dirasa kalau bulan depan adalah ujian akhir tahun.

" Kamu udah dapet jawaban Jah?" tanya Dina saat mereka berangkat sekolah bersama.

" Jawaban apa? Ulangan juga belum.. " Jawab nya santai.

"Eh apa ada PR!" Paniknya.

" Ih bukan jawaban soal neng geulis...." gereget Dina.

" oh syukur.... " ujar Ijah lega

" Apa atuh?" tanya nya balik.

" Istikhoroh kamu udah ada jawabannya belum. Kan bulan depan..." Terang Dina. Ijah bermuka masam.

" Apalah kamu ini, malah di ingetin...!" Kesal Ijah makin masam aja wajahnya.

" Haha.... Ijah udah mau kawin euy...." Dina meledek.

" Eh sembarangan. Aku belum kasih jawaban ya...." sela Ijah menyangkal.

" aduh neng Ijah di tinggal akang, jadi galau .. Hahay..." Dina terus aja meledek.

" Ayu, Ina bantuan aku dong.. " Ajak Ijah mencari bala bantuan. Dua teman lainnya hanya ikut tertawa saja.

" Udah atuh Jah, daripada kamu galau. Mending terima aja pinangan si akang. Tapi nikahnya nanti kalau lulus sekolah..." Saran Ayu.

" Iya Jah... Udah nandain kamu dia tuh ..!" Ina mengompori.

" Eh aku udah tenang ya, engga di rusuhin lagi. Kalian malah kayak kompor meleduk....!" Ijah makin kesal.

Mereka terus mengobrol melempar ledekan dan candaan hingga tak sadar kalau kang Mus sedang memantau dari balik warung dekat pangkalan ojek pinggir jalan besar.

Ia memang tidak menemui Ijah. Tapi ia selalu memantau dari jauh setiap gerak gerik Ijah. Ia tak mau kecolongan jika tiba-tiba ada yang menggantikan nya.

Sudah dua bulan ia berbuat begitu. Rasa rindunya tak bisa di tahan terlalu lama. Seminggu tak melihat wajah Ijah serasa menyiksanya.

*****

" Neng, kumaha, udah punya jawaban doa neng?" Tanya apa' setelah makan malam.

Ema', eceu dan dua adiknya hanya memperhatikan saja. Ijah jadi salah tingkah diperhatikan begitu oleh semuanya.

" Eceu emang iya mau nikah gitu pa'?" Tanya Zaenab adik Ijah.

" Atuh eceu belum selesai sekolah. Kumaha Carita na eta?" sambung Dedi.

" Udah lah Jah. Terima aja. Risih eceu ditanyain terus.." Celetuk eceu nya.

" Ditanya ku Saha!" Kaget Ijah.

" Nya ku Saha deui atuh. Eta si pujaan hati... Hehe..." Jawab eceu meledek.

" Pujaan hati eceu meurenan...." sangkal Ijah.

" Heh... Sok pitnah maneh mah... Udah jelas ke kamu.." sewot si eceu.

" Kumaha atuh pa',?"rengek Ijah.

" Jawaban istikhoroh kamu kumaha neng?" Tanya apa' lagi.

" Aku masih bingung pa', kadang aku suka mimpi lagi berantem sama kang Mus. Kadang lagi pergi jalan-jalan " lirih nya diakhir.

" Tah udah itu mah jawaban...." Ujar si eceu sok tau.

" apa?!" Ijah mendelik.

" Udah eta teh jawaban kalo itu jodoh kamu.. geus we pa' di terima aja.." kompor si eceu.

" Tapi nanti sekolah aku gimana pa'?" Ijah masih merengek.

" Ya ikut suami. Kalo bisa sekolah ya sekolah." Jawab ema' santai.

" Ya Allah... Ini ga da yang belain aku....!" Rajuk Ijah frustasi.

" Nanti acaranya pas Aep pulang dari pondok. Biar hadir semua.." Celetuk si eceu lagi.

" Ya Allah..... " Lirih Ijah menyerah.

1
Ummi Adzkia
makasih ... nuhun pisan. 🙏
Anisa Nur Afifah
KA ihh lucu bahasanya da sunda2 nya jugaaa 🤣
Anisa Nur Afifah
alah si akang modus pengen di kasi DP wkwkwk
Anisa Nur Afifah
masihh tetep setia baca disini nih aku kak🥰😍
Tio Buki
Bintang lima untukmu Ummi. Moga lancar ya 🙏🙏🙏🙏
Tio Buki: Amin. Masama
total 3 replies
Tio Buki
Ikut dukungannya Ummi🙏🙏🙏
Tio Buki
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Ada ada aja ini
Tio Buki
Iya ayah mertua
Tio Buki
Waalaikumsalam Wr WB
Tio Buki
Di undang apanya, pasti ada sesuatu. Kata Syah rini😄
Tio Buki
Terserah
Tio Buki
Yah, diajak bicara baik lah neng
Tio Buki
Kan tunangan dulu Neng😄
Tio Buki
Biasalah
Tio Buki
Biarin aja kata orang, jangan dipikirin😄
Tio Buki
Semangat 45😄
Tio Buki
Kenapa begitu
Ummi Adzkia
ok. makasih ya. 🙏👍😄
Ummi Adzkia
makasih ya udah meramaikan. 🙏👍
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!